Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 45. jangan ngarep yang aneh aneh


Hasna sudah betul betul tidak dapat berkutik dan bergerak ke manapun, tubuh nya di sergap oleh Afnan.


"Ustadz .... Ustadz, mau minum kopi? biar Nana buatkan! ko-kopi .... bu-bu-atan Nana sedap loh!" Hasna mencoba mencari celah untuk terbebas dari sergapan tangan dan tubuh Afnan yang berada di atas nya dengan kedua tangan menumpu pada sisi sofa.


"Tidak! Aku sedang tidak ingin minum kopi, tetapi aku sedang ingin kamu .... ingat, malam ini malam per---."


Tatapan Afnan intens pada wajah Hasna sambil tersenyum penuh misteri, ketampanan Afnan saat ini malah terlihat angker di mata Hasna, bulu kuduk Hasna merinding, Akhir nya Hasna memilih pasrah, ia memejamkan matanya.


"Tidaaak!" pekik nya sembari tetap memejamkan mata. Ia mengerti kata-kata Afnan yang terputus, yaitu malam pertama.


Afnan tersenyum penuh kemenangan, lalu ia melepaskan perlahan cadar yang Hasna kenakan secara perlahan, lalu hijab nya Hasna.


Afnan seperti menghayati di setiap tarikan lembut pada niqob atau cadar Hasna serta hijab nya. Setelah nikah dan hijabnya terlepas sempurna.


Ia menatap dalam wajah Hasna, sehingga Hasna makin memejamkan matanya, Afnan tersenyum melihat kegugupan Hasna, ia merasa gemas kepada istrinya lalu membelai lembut pipi Hasna dan tanpa berkata apapun ia mengecup kening Hasna cukup lama.


Dalam proyektor isi Kepala Hasna, perlakuan Afnan sedikit mengerikan, bagi dirinya yang tidak memiliki pengalaman bersentuhan dengan laki-laki.


Setelah mengecup kening Hasna, Afnan Bangkit dari Atas Hasna, memposisikan duduk nya dengan benar.


"Sini biar aku pijat," ucap Afnan lalu mengangkat kedua kaki Hasna ke atas pangkuan nya.


"Hoooooo!"


Hasna terkejut dalam hatinya. Sekaligus lega, Karena Afnan yang berapa saat lalu merayap di atas tubuhnya, kini sudah melepaskan dan membiarkan ia bernapas lega, malah kini berinisiatif memijat kakinya.


"Aku sedang ingin memijat kaki kamu sayaaang! pasti kaki kamu lelah berdiri lama. Apalagi kamu memakai highels. sudah .... buka matanya! pandanglah suami mu yang tampan ini, hehmm ...." Afnan tersenyum simpul.


"Jangan ngarep yang aneh- aneh, apalagi menghayal jorok!


tenang saja, malam ini kamu selamat sayaaang .... Hehehe ...." tangan Afnan masih memijat kaki Hasna dengan pijatan lembut.


"Heeehmmmm .... Ustadz Apaan siiih!!" ujar Hasna malu- malu .... koq Afnan dapat menebak isi kepalanya.


Tak berapa lama...


Tok .... tok .... tok .... terdengar suara pintu kamar mereka di ketuk dari arah luar.


Hasna dan Afnan saling memandang. "Biar aku yang membuka nya Ustadz," tawar Hasna.


"Tidak perlu, biar aku saja." ucap Afnan lalu meletakan Kaki Hasna pelan. "Tunggu sebentar!" Afnan bersuara kecil.


"Baik Ustadz!"


"Asalamualaikum." terdengar suara wanita dari arah luar kamar mereka.


"Suara perempuan, tapi siapa?" batin Hasna yang mendengar itu dari dalam.


" Waalaikum Salam." Terdengar Afnan membalas salam tersebut.


Tak lama seorang gadis kecil lari menerobos Afnan yang masih berdiri di ambang pintu.


"Waaaahhhh, cantiikkkk ....!!celoteh gadis kecil itu, Mia mau nikah .... kamay olang nikah tenyata cantiiikk .... Hihi ...."


Lalu gadis kecil itu berlari dengan riang ke arah tempat tidur, dan ia berusaha naik. Namun karena terlalu tinggi untuk nya, maka ia tidak dapat menaiki tempat tidur tersebut.


"Miraa ....!!" pekik Hasna yang melihat gadis kecil itu berlari ke arah ranjang pengantin nya, yaitu Almira adik Hasna.


Afnan yang melihat kelakuan gadis kecil itu malah tersenyum, lalu ia berjalan menghampiri nya, "Mau naik ...?" tanya nya.


Almira menganggukkan kepalanya. Lalu Afnan mengangkat gadis kecil itu ke Atas tempat tidur pengantin nya.


"Hehe .... terimakasih Om ganteng," ujarnya. Lalu gadis kecil itu melompat-lompat senang sembari menghambur hamburkan bunga yang ada di atas kasur. Afnan hanya tertawa kecil melihat tingkah laku gadis kecil itu.


"Mira .... Mira turun!! Mira tidak boleh seperti itu! tidak sopan sayang," ucap seorang perempuan, ternyata itu vinny istri Papanya Hasna.


"Hehe .... tidak mengapa!biarkan saja" ucap Afnan sembari tertawa lirih.


"Mama vinny." ucap Hasna lalu berdiri dari sofa dan berjalan menghampiri vinny.


"Iya sayang, maaf Mama dan Mira menganggu kalian. Ini loh Mira ngambek. Dari tadi ngajak ketemu kamu sama Om ganteng katanya." Vinny pun menerangkan maksudnya datang ke kamar Hasna.


"Oh iya, tidak mengapa Mah! lalu yang lain nya mana Mah?" tanya Hasna karena tidak melihat keluarga nya lagi.


"Oh .... kakek, Nenek, Papa, Mama, Mister (suami Mama Hasna) Mbak Nurin ada di bawah sayang. Nanti juga nyusul kemari, memang kami juga hendak pamit dari tadi." jawab Vinny.


"Loh kok pamit Mah?" tanya Afnan.."Ia Nak Ustadz! kan Papanya Nana ada kerjaan mendesak besok. Jadi malam ini kita harus kembali ke Jakarta," jawab Vinny.


"Hehe .... tdak Nak ustadz! tidak mengapa, agar sampai sebelum subuh," balas vinny


"Mama vinny, terimakasih yah, sudah ikut menghadiri pernikahan Nana," ucap Hasna


"Iya sayang! Mama yang terimakasih. Nana sendiri yang suruh mama datang. Kamu cantik sekali sayang!


semoga kamu dan Nak Ustadz selalu bahagia sayang." Doa Vinny.


"Aamiin .... Hehe. Terimakasih Mah!" Lalu Hasna memeluk manja vinny.


"Om ganteng, boleh Mia bobo di sini sama kak Nana dan Om ganteng yah!" celoteh Almira. Kali ini ia sedang berguling guling di atas hamparan kelopak bunga yang bertebaran di atas kasur.


"Tentu saja boleh." pomUcap Afnan, sambil menghampiri Almira dan kejahilan Afnan muncul, ia menaburkan bunga pada wajah Almira berkali-kali.


"Ampun .... ampun .... Om! hihi ampun! Om ganteng." pekik Almira. Lalu ia bangkit dan menarik Afnan hingga Afnan jatuh di tempat tidur. Almira mulai membalas menaburkan bunga pada wajah Afnan.


"Niih Mia balas, hihi ....we..


we... Ayo Om balas Mia" pinta Almira. Mereka mulai perang bunga, saling lempar bunga dan tertawa.


Vinny dan Hasna tersenyum melihat kelucuan mereka. Kelakuan kekanakan Afnan terlihat menggemaskan di mata Hasna. Tak berapa lama Papa, Mama, si mister bule, Kakek, Nenek Hasna dan mbak Nurin tiba di kamar mereka.


"Sayang kami pamit yah," ucap Papanya. Di susul dengan Mamanya. "Ia sayanng! Mama juga harus kembali ke Ausy besok siang, jadi malam ini kita harus pulang dulu ke Jakarta."


"Ya Mama! Papa. Nana masih rindu," jawab Hasan. "Besok- besok kami kembali kesini koq," timpal Ayah Hasna."


Baiklah pah. kalian hati hati ya."


mereka pun ber pelukan.


"Ninen sama kiki juga pulang ya sayang," pamit Ninen nya Hasna.


"Iya Nin, Ki..besok atau lusa Hasna ke sana mengambil pakaian!" seru Hasna pelan.


"Baiklah Sayang," ucap Ninen nya Hsana. "Non! Mbak juga pamit yah, selamat atas pernikahan nya, Mbak ikut bahagia." ucap Nurin.


"Iya Mbak sayang, terimakasih! Mbak baik baik ya di sana."


ucap Hasna sembari memeluk Nurin.


"Iya Non. kita saling doakan saja," ucap Nirin. "Baik Mbak, setelah ujian Inshaa Allah Nana ke Jakarta mbak "


"Iya Non .... Mbak tunggu loh!"


ucap Nurin lalu melepaskan diri dari pelukan Hasna.


"Mira .... Ayo sayang! ya ampun itu Kak Afnan nya di apain? koq begitu!" ucap Papa nya.Terlihat almira sedang duduk di Atas perut Afnan yang terlentang dan ia sedang berceloteh manja sambil terus menaburkan bunga pada dada dan wajah Afnan. Yang di perlakukan nya seperti itu, ia hanya pasrah dan sesekali tertawa.


"Ayo sayang! Maaf Nak Afnan, ucap papa nya. "Oh tidak apa- apa Pah! Mira lucu Hehe," tukas Afnan. Kali ini ia bangkit sambil memegangi almira agar tidak terjatuh.


Lalu ia berdiri sambil menggendong Almira, terlihat rambut nya berantakan dan penuh bunga. Hasna lalu menghampiri dan entah dari mana muncul nya, ia berinisiatif membershikan bunga bunga yang menempel pada kepala dan tubuh Afnan. Ia menyapu lembut kepala, dan tubuh Afnan.


"Terimakasih sayang," ucap Afnan lalu mereka berpandangan sambil melempar senyum. "Iya sama- sama sayang," ucap Hasna.


"what, gak salah denger kan?!"


ucap Afnan di dalam hati nya.


"Ya sudah kita pamit, ayo mira turun!"ajak Ayah Hasna, sukses membuyarkan tatapan mesra pengantin baru itu.


"Engga mau .... Mira mau di antar om ganteng." raju Almira.


"Hehe .... baiklah, mari om antar yah," ucap Afnan.


"Sayang kamu di sini saja!


Aku hendak antar mereka ke depan." pesan Afnan kepada Hasna.


"Oh iya Ustadz...." ucap Hasna. "Heddedeeuuh kok tidak memanggil, sayang lagi siiihh?" pengharapan Afnan di dalam hatinya.


---------


Bersambung ....


Next up .... Like, vote, komen, 👍😀