
Mobil berhenti tepat di depan pagar. Para penjaga kemudian membuka pintu pagar dan membiarkan mobil Rafka masuk ke halaman.
Melihat pintu pagar yang telah terbuka lebar, Rafka kemudian melajukan pelan mobil nya memasuki halaman rumah milik sahabat nya itu.
Para penjaga dan juga asisten rumah tangga tampak sudah sangat mengenali Rafka. Sehingga Rafka bebas keluar masuk rumah tersebut sesuka hatinya.
Rafka kemudian mengambil ponsel nya seraya memasuki rumah tersebut. Dilihat nya list panggilan keluar yang ada di ponsel nya. Lalu, ia menekan satu nama "Dedi" dan memanggil nya.
Tut . . tut . . tut . .
Panggilan tersambung.
"Hallo, kamu dimana?" Ucap Rafka saat panggilan nya terjawab.
"Aku di ruang tamu," Ucap Dedi di balik ponsel nya.
Melihat Rafka yang berjalan menyusuri ruangan tengah rumah tersebut. Para pelayan yang berpapasan dengan menundukkan pandangan nya seraya tersenyum ramah.
"Selamat sore Tuan." Ucap salah satu asisten rumah tangga saat melihat Rafka.
"Sore." Jawab nya seraya terus berjalan menuju ke ruang tamu dimana Dedi sedang menunggu nya.
Rafka hafal betul seluk beluk rumah itu. Sehingga tak butuh waktu lama baginya untuk bisa sampai ke ruang tamu yang di maksud. Dimana Dedi sedang menunggu nya disana sembari memainkan game favorit nya.
"Ehm, lagi seru nih." Sapa Rafka begitu sampai di ruang tamu dan melihat Dedi sedang asyik bermain PS sendirian.
"Eh, Raf, udah nyampe." Jawab Dedi seraya menoleh kebelakang tanpa lupa menekan tanda pause agar game yang ia mainkan terhenti.
***
Dedi Anggara.
Sosok nya putih, badan nya bidang dengan perut rata sixpect ala anak muda jaman sekarang yang rajin berolahraga. Tnggi 170cm dan juga berwajah tampan. Jika Rafka di tumbuhi bulu-bulu halus di wajah nya sehingga ia terlihat sangat macho di mata para wanita, berbeda dengan Dedi. Wajah nya bersih tanpa bulu-bulu halus yang tumbuh disana.
Dia adalah teman dari Rafka. Bisa di kategorikan sahabat, karena mereka selalu berbagi suka dan duka bersama-sama.
Mereka juga menekuni bisnis yang sama. Bisnis Restoran yang mereka bangun sejak lima tahun yang lalu saat mereka selesai kuliah. Bisnis yang di bangun bersama dari nol, hingga kini maju pesat dan mempunyai cabang di seluruh penjuru kota.
***
"Muka lu kok kusut gitu Raf? Apa habis memergoki cewe lu selingkuh ya?" Ucap Dedi asal saat melihat wajah Rafka yang terlihat kesal.
"Iya, Tadi aku habis memergoki Maya selingkuh." Ucap nya sembari duduk di sofa dan mulai menyenderkan kepalanya disana.
Dedi yang duduk di karpet kemudian beralih ke sofa saat mendengar jawaban Rafka yang membenarkan pertanyaan nya yang asal.
"Serius Raf?" Ucap nya sembari membelalakkan mata.
"Apa aku terlihat bercanda." Jawab Rafka dingin, sembari memandang kedepan.
"Enggak sih," Ucap nya percaya.
Rafka mulai menghela nafas panjang saat kembali mengingat kejadian tadi. "Fiuuuh.."
"Kamu lihat dimana Raf?" Ujar Dedi yang penasaran dengan kisah nya.
"Di jalan tadi, waktu pulang dari rumah Annisa. Rencana nya aku mau langsung pulang kerumah. Namun saat jalanan kota sedang ramai-ramai nya, mobil ku berjalan perlahan dan tanpa sengaja, aku melihat Maya sedang berjalan dengan seorang pria yang tak ku kenal."Ujar Rafka menceritakan kronologi kejadian saat ia memergoki Maya.
"Ya, aku ngikutin mereka. Aku lihat mereka masuk kedalam sebuah Cafe yang ada disana, lalu aku putar mobil ku dan memarkirkan nya disana. Aku langsung masuk kedalam Cafe itu dan mencari dimana mereka duduk. Saat sudah ku temukan, aku pun memilih duduk di meja yang tak jauh dari tempat mereka, agar aku bisa mengawasi mereka dari jarak dekat." Ujar Rafka.
Sedangkan Dedi mendengarkan cerita nya tanpa bersuara. Ia tampak serius saat menjadi seorang pendengar, maka dari itu Rafka selalu menceritakan keluh-kesah yang dirasakan nya kepada Dedi.
"Kamu tau Ded apa yang terjadi saat di dalam Cafe? Maya menyuapi pria itu dengan sangat mesra begitu pula sebaliknya. Aku mencoba menghubungi nya, karena aku ingin Tahu bagaimana reaksinya saat mendapat panggilan dariku." Ujar Rafka.
"Terus apa di menjawab ny?" Tanya Dedi yang semakin penasaran.
"Dia menjawab nya. Lalu aku pun bertanya kepada nya sedang dimana ia saat ini,
Kamu tau dia menjawab apa?." Tanya Rafka kepada Dedi.
"Apa.?" Jawab Dedi santai.
" Dia bilang saat ini sedang ada acara keluarga bersama Tante nya, dan setelah itu ia menutup telfon ku dan kembali duduk bermesraan dengan pria itu."Ucap Rafka penuh amarah.
Dedi duduk dengan memangku dagu nya. Ia mendengar dengan seksama apa yang sedang di ceritakan sahabat nya tanpa melewatkan satu katapun.
"Tragis bener nasip cintamu Raf." Ucap Dedi sembari menggeleng-geleng kan kepalan nya meratapi nasib sahabat nya.
"Aku kan sudah bilang sama kamu, bahwa ada yang tidak beres belakangan ini sama Maya, tapi kamu gak percaya." Tambah Dedi yang memang sedari awal sudah curiga dengan kekasih sahabat nya, Maya.
Sebenar nya, Dedi sudah beberapa kali memergoki Maya sedang berjalan dengan seorang pria. Ia mencoba memberitahu Rafka, namun sayang. Rafka sama sekali tak percaya padanya bahkan berucap.
"Mungkin kamu salah lihat."
"Bener katamu Ded, ku fikir Maya itu orang nya polos, tapi nggak tau nya di pengkhianat." Ucap Rafka kesal.
"Oya, tadi kamu bilang habis mengantar Annisa pulang kerumah nya? Memang nya Annisa itu siapa?" Ucap Rafka yang kembali mengingat nama Annisa di awal pembahasan cerita.
Dedi penasaran. Siapa sebenarnya Annisa, hingga Rafka mau mengantarkan nya pulang kerumah nya. Karena setau Dedi, Rafka tak pernah punya teman dekat wanita selain Maya.
"Oh, itu, dia gadis yang di jodohkan orang tuaku." Jawab Rafka tak bersemangat.
"Cantik Nggak orang nya?" Dedi semakin penasaran tentang Annisa.
"Cantik, dia juga baik dan alim. Tapi kamu tau sendiri kan jika aku mencintai Maya." Ujar Rafka.
"Tapi kan Maya selingkuh." Ucap Dedi
"Memang, tapi nggak semudah itu juga aku bisa jatuh hati kepada gadis lain." Ucap Rafka.
"Tapi nggak ada salah nya kan mencoba. Mungkin saja dia adalah jodoh yang dikirim langsung oleh Allah untukmu, melalui kedua orang tuamu." Ujar Dedi memberikan pendapat nya.
"Entahlah, yang pasti sekarang hatiku masih sakit karena pengkhianatan Maya kepadaku." Ujar Rafka menggepalkan tangan nya.
"Sudahlah Raf, cewe seperti itu nggak usah diratapi. Mending kamu move on dan jalan sama Nisa dari pada galau terus," Ucap Dedi seraya menepuk bahu sahabat nya.
"Dan jika kalian berjodoh jangan lupa undang aku ya, haha." Gurau nya Dedi.
"Datang lah, kami akan menikah minggu depan." Ucap Rafka yang membuat Dedi terkejut tersedak.
BERSAMBUNG