Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 28


setelah rafka mengganti pakaian nya.


kini ia mulai merapikan rambut nya dan setelah itu ia pun bergegas keluar dari kamar nya dan berjalan menyusuri anak tangga untuk turun kebawah.


saat rafka turun ke bawah.


di lihat nya dedi dan annisa yang sedang asik mengobrol dan sesekali membuat annisa tersenyum lembut.


apa sih yang sedang mereka bicarakan? sampai - sampai annisa bisa tersenyum begitu.


gumam rafka yang sedang menatap dari kejauhan. ia turun kebawah dan sekarang melangkah mendekati dedi dan annisa yang sedang ngobrol santai.


" yuk ded " ajak rafka begitu sampai di depan dedi yang sedang berbicara dengan annisa


" oh, udah siap" tanya dedi


" ya " ucap rafka


" abang mau kerja? " tanya annisa.


" ya " jawab rafka dingin.


rafka masih tak senang dengan keramahan serta kelembutan yang di tunjukkan annisa kepada dedi. ia mengerutkan dahi nya tak senang saat menatap ke arah annisa.


" ya sudah biar nisa antar abang keluar," ucap annisa lembut meskipun rafka sekarang menatap dingin kepada nya. tapi ia tetap bersikap kepada suami nya.


rafka pun berjalan terlebih dahulu bersama dedi yang di ikuti annisa dari belakang hingga sampailah mereka di depan teras rumah.


" bang, salim " ucap annisa saat rafka ingin berlalu menuju ke arah mobil nya.


rafka pun berhenti dan menoleh ke arah istri nya yang kini sudah berjalan mendekati nya.


saat annisa sudah sampai di depan rafka, ia pun meraih tangan suami nya dan kemudian menyalami dengan lembut.


" hati - hati ya bang." uca annisa setelah usai menyalami tangan suami nya.


ada perasaan teduh di dalam diri rafka saat melihat istri nya itu menyalami nya dengan lembut, namun ia masih tetap bersikap kepada annisa karena masih kesal dengan ke akraban istri nya dengan sahabat nya.


" ya " jawab rafka dingin dan kemudian langsung masuk kedalam mobil nya.


betapa bodoh nya kamu raf, mengabaikan istri mu yang begitu lembut serta tulus kepadamu.


gumam dedi yang melihat kejadian pagi itu.


***


rafka pun melajukan mobil nya meninggalkan kediaman nya begitu juga dengan dedi yang kini sudah menaiki mobil nya sendiri.


" nis, aku pergi dulu ya, nanti lain kali aku akan main kesini lagi saat rafka sedang ada di rumah." ucap dedi dari dalam mobil dengan menurunkan kaca mobil nya.


" iya kak." jawab annisa seraya tersenyum.


dedi pun kemudian melajukan mobil nya mengikuti mobil rafka dari belakang yang melaju dengan kecepatan sedang.


di dalam mobil rafka mengemudikan mobil nya dengan raut wajah kesal. ia masih membayangkan bagaimana sikap annisa kepada dedi yang begitu lembut nya memperlakukan sahabat nya itu.


annisa, kenapa kamu begitu lembut memperlakukan dedi seperti kamu memperlakukan ku. apakah ini sifat mu? tidak bisakah kamu tidak perlu terlalu baik terhadap laki - laki selain aku.


gumam rafka seraya mengemudikan mobil nya.


***


seperti biasa para karyawan wanita di restoran nya itu menatap nya dengan kagum seraya berbisik sesama karyawan wanita lain nya.


" pak rafka makin hari makin tampan saja ya." bisik karyawan nya yang bernama yuli kepada teman di samping nya yang bernama ida.


" iya, lihat itu jalan nya saja gagah sekali." jawab ida dengan memasang wajah imut.


" eh, tapi pak dedi juga nggak kalah tampan kok lihat saja, gaya dia sewaktu berjalan juga nggak kalah mempesona seperti pak rafka." sahut ayu di antara dua teman nya itu saat melihat dedi masuk kedalam restoran.


" Ehm " rafka berhenti sejenak dan kemudian melirik kearah para karyawan yang sedang berbisik tentang nya dengan tatapan dingin. ia kemudian melanjutkan langkah nya menaiki anak tangga menuju ke ruangan nya yang terletak di lantai dua restoran nya.


sementara itu yuli, ida serta ayu kembali bergegas kembali ke tempat nya masing - masing melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda saat sedang bergosip tentang atasan nya tersebut.


" kamu sih duluan " ucap ida menyalahkan yuli yang duluan membicarakan boss nya tersebut kepada nya.


" kamu juga " timpal yuli yang tak mau di salahkan.


" sudah - sudah, kita lanjutkan saja pekerjaan kita." sela ayu yang tak ingin melihat kedua teman nya berdebat.


dedi yang melihat para karyawan nya yang begitu panik saat rafka menatap mereka dengan tatapan dingin pun tertawa sendiri sambil berlalu naik ke atas menyusul rafka.


***


" ting "


ponsel rafka berbunyi menandakan ada pesan masuk di ponsel nya. ia kemudian meraih ponsel nya yang ada di di atas meja kerja nya.


rafka pun kemudian membuka pesan yang masuk di ponsel nya itu dan kemudian membaca nya.


" mas aku udah ada di restoran kamu nih, kamu masih di ruangan kamu ya? aku ingin makan siang bareng kamu sekarang. kamu turun ya aku udah nunggu kamu di tempat biasa.


" maya "


setelah membaca pesan singkat dari maya. rafka pun kemudian berdiri dari duduk nya dan memasukkan ponsel nya kedalam saku jas yang ia kenakan lalu setelah itu ia pun melangkah dan berjalan keluar dari ruangan nya dan kemudian menuruni anak tangga bergegas pergi menuju ke tempat biasa dimana ia dan maya makan siang bersama.


saat sudah sampai di tempat khusus yang biasa ia gunakan untuk makan siang nya. maya yang sudah terlebih dahulu ada disana kemudian berdiri saat melihat rafka yang datang menghampiri nya.


" mas " sapa maya seraya menunjukkan senyum manis nya.


rafka hanya tersenyum dan kemudian ia duduk dengan menghadap ke arah maya.


para pelayan restoran nya pun kemudian datang saat melihat sang pemilik yang sudah masuk serta duduk di tempat nya.


ia menyerah kan buku menu yang di bawa nya dengan sedikit menunduk hormat kepada atasan nya tersebut.


rafka dan maya kemudian mengambil buku menu dari sang pelayan dan kemudian mereka pun memilih apa yang di inginkan nya untuk makan siang hari ini.


setelah memesan menu makan siang mereka. sang pelayan pun pergi meninggalkan tuan nya untuk segera mempersiapkan apa yang di inginkan boss nya tersebut.


maya menatap ke arah rafka yang kini sedang menyenderkan tubuh nya di sandaran sofa yang ia duduki seraya memainkan ponsel nya.


" mas " ucap maya membuka percakapan.


" hmm " ucap rafka seraya menatap ke arah maya.


" mas, dari semalam aku terus memikirkan mu. " ucap maya menatap lembut ke arah rafka.


***BERSAMBUNG


IG @FAKHIRAL2013***