
Beberapa hari telah berlalu. Hubungan yang terjalin diantara Rafka dan Annisa semakin hari semakin erat. Siang ini terlihat Rafka mengunjungi toko kue Annisa dengan membawakan beberapa kotak makanan yang sengaja ia bungkus dari restoran nya.
Rafka melangkah masuk kedalam lalu ia berjalan menghampiri salah satu karyawan yang saat ini sedang berjalan didepannya.
“ Permisi Mba, mau tanya Annisa nya ada?” Ucapnya lembut.
Soraya yang biasanya di panggil Aya itupun kemudian menghenikan langkahnya lalu menoleh kearah Rafka.
Deg.
Melihat sosok pria tampan yang saat ini berdiri di hadapan nya itu membuat jantung gadis itu seketika berdegup kencang.
Ya Tuhan… gagah sekali pria ini, wajahnya juga terlihat begitu tampan.
Aya pun terpaku di tempatnya.
“ Mba, Mba…” Sapa Rafka.
“ Eh, iya!” Seketika kesadarannya mulai kembali.
“ Annisa nya ada?” Tanya Rafka lagi.
“ A-ada, No-nona Annisa ada diruangan nya.” Aya terlihat begitu gugup saat menjawabnya.
“ Terimakasih Mba, permisi.” Balas Rafka sembari menyunggingkan senyumnya. Lalu ia pun berlalu meninggalkan Aya yang masih terkagum-kagum dengan dirinya.
Siapa pria itu? Kenapa dia mencari Nona Annisa? Aaa… siapapun dia yang pasti pria terlihat begitu tampan.
Gumam nya sembari memegang erat kertas yang saat ini ada ditangan nya.
“ Woi! Ngapain senyam-senyum sendiri.” Dari arah belakang terlihat Ani menepuk bahu kanan nya.
“ Eh, Ani. Sialan lu!” Umpat Aya sembari membalas tepukan Ani di bahunya.
“ Ngapain senyam-senyum sendiri?” Tanya Ani yang kini terlihat mengernyitkan dahinya.
“ Yang tadi itu?” Tanya Ani.
“ Ya, bukankah pria itu sungguh tampan dan juga gagah…” Aya kembali tersenyum sendiri saat membayangkan wajah Rafka.
“ Husstt! Kamu sudah tidak waras ya?” Ucap Ani.
Membuat Aya yang awalnya tersenyum kini berubah menjadi mengernyitkan dahinya.
“ Kau yang tidak waras!” ketusnya sembari menunjuk kearah Ani.
“ Apa kamu tahu siapa pria itu?” Tanya Ani sembari memandang sinis kearah Aya.
“ Enggak sih, tapi yang pasti pria itu layaknya sang pangeran berkuda yang datang dari istana.” Ujar Aya yang terdengar begitu menjijikkan ditelingan Ani.
“ Berhenti mengkhayal! Pria itu sudah beristri, dan istrinya adalah Bos kita sendiri Nona Annisa.” Ketus Annisa menjelaskan status Rafka kepada Aya.
Seketika Aya memandang serius kearah Ani yang saat ini berdiri di samping nya.
“ Serius?” Tanya Aya sembari membelalakkan matanya, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan teman kerja nya itu.
“ Terus, jika tidak, untuk apa pria itu mengunjungi Nona Annisa. Bukankah kamu tahu sendiri, jika Bos kita tidak pernah membiarkan seorang lelaki pun masuk kedalam ruangan nya.” Ujar Ani. “ Lagi pula kemarin, Nona Annisa secara khusus memperkenalkan Tuan Rafka kepada seluruh karyawan yang ada disini.” Tambahnya lagi.
“ Yah, berkurang lagi deh cowo ganteng yang ada di negri ini. Ternyata dia sudah beristri.” Ucap Aya. Wajahnya kini juga terlihat murung saat mengetahui pangeran tampan yang baru saja berdiri di hadapan nya ternyata sudah beristri.
“ Maka dari itu, lain kali jaga sikapmu. Jangan sampai terulang seperti tadi, jika karyawan lain melihatnya ntar dikira kamu keganjengan sama suami atasan sendiri.” Ucap Ani memperingatkan.
“ Hmm, makasih telah mengingatkan.” Ujar Aya. Namun tersirat sedikit rasa ketidaksukaan dari dari raut wajahnya dengan cara Ani memperingatkan nya.
“ Yasudah, sekarang lanjut kerja yuk! Kasihan teman-teman yang lainnya, mereka terlihat kewalahan menghadapi para pengunjung.” Ajak Ani sembari melangkah pergi dari sana.
BERSAMBUNG.
Assalamu’alaikum para readers semua.. maaf ya belakangan ini Ra cuma bisa mengupdate sepenggal cerita dari Rafka dan Annisa. Namun di usahakan rutin setiap harinya, meskipun demikian jangan lupa tetap tinggalkan Like dan Vote nya sebagai bentuk dukungan kalian kepada Ra. Terimakasih^^