
" Rafka mana?" tanya maya sembari menatap ke arah annisa yang kini berdiri di samping nya.
" Abang ada di kamar." jawab annisa lembut.
di kamar? sedang apa dia jam segini masih di dalam kamar.
gumam maya sembari mengerutkan dahi nya.
saat mendengar pernyataan annisa yang mengatakan bahwa rafka sekarang sedang berada di dalam kamar, maya pun kemudian berdiri dan berinisiatif untuk menemui nya disana.
tap tap tap
belum sempat maya melangkahkan kaki nya kini ia sudah melihat rafka yang sedang berjalan menuruni anak tangga sembari menatap ke arah nya dengan tatapan dingin.
maya.!! sedang apa dia disini?
gumam rafka sembari terus berjalan melangkah kan kaki nya menyusuri anak tangga.
" Mas " ucap maya saat melihat rafka yang sedang berjalan menuruni anak tangga.
ia kemudian melangkah kan kaki nya menuju ke arah rafka dan menunggu nya di bawah anak tangga sembari melemparkan senyum termanis nya kepada rafka yang kini sudah hampir sampai di lantai tempat mereka berkumpul.
" kenapa kamu kesini?" tanya rafka tanpa berbasa - basi begitu sampai di lantai bawah.
" mas, aku kesini karena mama." jawab maya yang kini sudah merubah ekspresi wajah nya menjadi sendu.
" tante? " rafka menatap bingung ke arah maya.
" ada apa dengan tante?" tanya nya yang mulai khawatir saat mendengar alasan maya datang kerumah nya yang di sebabkan karena mama nya.
" kondisi mama semakin melemah mas." ucap maya sedih sembari menundukkan sedikit pandangan nya.
" apa katamu? kondisi tante melemah? " ucap rafka sembari memegang sebelah pundak maya dengan sedikit mencengkram nya.
" iya mas, dan sekarang mama ingin bertemu dengan mu. maka dari itu aku dan feri mendatangi rumah mu untuk mengajak mu menjumpai mama." ujar maya sembari menurunkan tangan rafka yang ada di bahu nya dan kini ia mengenggam tangan itu dengan lembut.
deg..
jantung nisa berdetak tak karuan saat melihat maya yang kini menggenggam lembut tangan rafka tanpa penolakan sedikit pun dari nya.
jujur saat ini hatiku begitu sakit saat melihat maya dengan lembut nya menggenggam tangan mu bang. meskipun aku tau saat ini maya membutuhkan dirimu. tapi jujur hati ini tidak bisa berdusta bahwa sekarang aku begitu mencemburui dirimu.
gumam annisa sembari memalingkan wajah.
ia tak ingin terus menatap kedekatan yang terjalin di antara rafka dan juga maya. hingga kini ia memilih untuk pergi dari sana menuju ke arah dapur.
" nisa, kamu mau kemana? " tanya feri yang berdiri di samping nya, ketika melihat annisa yang kini berpaling dan ingin melangkah pergi dari sana.
alih - alih ingin kedapur membuatkan minuman untuk orang - orang yang ada disana. sesungguh nya nisa pergi karena tak ingin melihat lebih jauh lagi kedekatan antara suami nya dan maya. nisa tak ingin hati nya semakin hancur menyaksikan kedekatan antara kedua sejoli itu maka dari itu ia memilih untuk menghindar.
" kamu tidak bisa membohongi ku nisa. alih - alih membuatkan minuman untuk kami, sebenar nya kamu hanya ingin lari dari sini karena tak ingin menghadapi kenyataan yang sedang terjadi saat ini iya kan. hah, kasian sekali kamu yang telah menjadi korban karena keegoisan suami mu sendiri.
gumam feri sembari menatap kepergian annisa dengan tatapan iba.
feri memang sudah mengetahui hal sebenar nya yang terjadi di antara maya dan juga rafka. karena sewaktu kejadian tempo hari di rumah sakit, ia langsung pergi menemui maya dan menanyakan semua hal yang di tuduh kan rafka kepada nya.
maya mengakui semua kesalahan nya kepada feri saat itu. dan sejujur nya feri juga kecewa saat mendapati kejujuran yang mengatakan bahwa adik sepupu nya lah yang ternyata lebih dulu bermain api. tapi ia juga tak bisa membenarkan cara rafka yang menikahi annisa hanya karena keinginan nya untuk membalas kan sakit hati nya kepada maya.
" Ehm.. " ucap feri sembari menatap tajam ke arah maya dan juga rafka.
" maya bisakah kamu menjaga sikap mu di dalam rumah orang lain " ucap feri yang menatap dingin ke arah adik sepupu nya itu.
" apa maksud mu? ini bukan rumah orang lain, ini adalah rumah impian ku bersama rafka. ia membeli rumah ini untuk hunian kami di masa depan. dan juga aku lah yang telah mendekorasi sebagian ruangan ini fer. "
ucap maya yang kini menoleh ke arah feri sembari mengerutkan kening nya karena tak suka dengan apa yang di ucapkan sepupu nya itu.
" itu dulu may, sebelum kamu menkhianati rafka dan sekarang sudah berbeda. rafka telah menikahi wanita lain dan itu adalah annisa. aku harap kamu bisa mengerti itu dan jagalah sikap mu selagi disini." tutur feri menatap dingin.
" feri, kamu taukan aku sangat mencintai mas rafka. menduakan nya saat itu adalah kebodohan terbesar dalam hidup ku." ucap maya seolah tak terima dengan teguran feri.
" aku tau. tapi disini ada annisa, hargailah dia jangan bersikap semaumu di depan nya." ujar feri yang bermaksud menasehati maya agar dapat menjaga sikap nya di hadapan annisa.
" feri benar aku sudah menikah may. dan sekarang dirumah ini ada annisa, aku mohon jagalah sikap mu di hadapan nya karena aku tak mau membuat ia semakin terluka dengan kedekatan kita." ucap rafka sembari melepaskan genggaman tangan maya terhadap nya.
" tapi mas sejak kapan kamu perduli tentang nya" maya seolah tak terima saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut rafka. ia seolah - olah menegaskan bahwa saat ini sudah ada jarak di antara mereka berdua sehingga ia harus menjaga jarak tersebut.
namun belum sempat rafka menjawab kini dari arah dapur ia melihat annisa yang sedang berjalan ke arah mereka dengan membawakan sebuah nampan yang berisikan minuman hangat untuk orang - orang yang ada disana.
annisa kemudian menyajikan minuman itu di atas meja dan setelah itu ia mengambil kembali nampan nya sembari mempersilahkan orang - orang yang ada disana untuk meminum nya.
" Ehm, maaf mengganggu. silahkan diminum teh nya mumpung masih hangat." ucap annisa lembut dan kini ia kembali melangkahkan kaki nya berniat kembali kedapur tanpa ingin ada disana.
" nisa!! " panggil rafka saat melihat annisa yang ingin pergi dari sana.
annisa menghentikan langkah nya saat mendengar suara suami nya yang kini sedang memanggil nya.
" ada apa bang?" sahut nya sembari menoleh ke arah rafka yang sedang memanggil nya.
" kamu bersiaplah karena kita akan pergi kerumah sakit untuk menjenguk mama nya maya sekarang." ucap rafka yang mengajak annisa untuk ikut bersama nya.
maya sontak terkejut saat mendengar rafka yang mengajak annisa untuk ikut bersama mereka. ia tampak sangat tak senang dengan itu karena di dalam hati nya kesempatan untuk bisa dekat dengan rafka akan semakin kecil jika annisa ada disana.
bersambung