Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 135


Setelah selesai membersihkan tubuhnya dengan air hangat yang disediakan Annisa. Kini Rafka kembali kedalam kamar. Disana diatas ranjang, Rafka melihat pakaian serta celana miliknya yang seperti biasa dengan sengaja disediakan oleh Annisa.


Rafka pun kini berjalan menuju kearah ranjang untuk mengenakan pakaian nya. Setelah itu, ia berjalan kearah cermin untuk menyisir rambutnya. Setelah merasa cukup barulah Rafka membalikkan badannya bergegas untuk segera turun kebawah.


“ Abang sudah selesai?” Terlihat Annisa kini sudah berdiri dihadapan nya.


“ Eh , sayang.” Sapa Rafka.


Cup!


Sebuah kecupan mendarat dikening Annisa. Membuat Annisa tersenyum menatap kearahnya.


“ Abang mau makan sekarang?” Tanya nya sembari menyender mesra dibahu Rafka.


“ Ya, kebetulan perutku sudah lapar sekali.” Ujar Rafka.


“ Yasudah, kalau gitu kita turun kebawah sekarang. Kebetulan tadi Nisa dan Bik Yam sudah selesai nyiapin makan malamnya.” Ajak Annisa.


“ Hmm, yuk!” Rafka pun kini mengenggam mesra tangan Annisa dan pergi meninggalkan kamarnya.


Dimeja makan.


Seperti biasa Annisa melayani suaminya disana. Diambilnya nasi lalu ditaruhnya diatas pirirng Rafka besert lauk-pauk kesukaannya. Baru setelah itu ia menyerahkan piring tersebut kepada suaminya.


“ Nih Bang.” Ujar Annisa sembari menaruh piring tersebut dihadapan Rafka.


“ Makasih ya sayang.” Ucap Rafka.


“ Sama-sama.” Balas Annisa seraya tersenyum manis.


Dituangkannya air putih kedalam gelas Rafka, baru setelah itu Annisa mengambil makanannya sendiri dan duduk tepat disamping Rafka. Itu semua ia lakukan agar memudahkannya mengambil sesuatu yang diperlukan suaminya itu. Lalu kini mereka pun terlihat menyantap makanannya dengan lahap.


Seusai menyantap makan malam, kini Rafka dan Annisa pun kembali ke kamarnya. Karena adzan isya yang juga sudah lewat, kini Rafka dan Annisa pun menunaikan shalat isya berjama’ah. setelah selesai, seperti biasa Annisa merapikan semuanya.


Ia lalu terlihat berjalan kearah kamar mandi, lalu tak berapa lama kemudian kembali keluar setelah urusannya disana telah selesai. Kali ini terlihat Rafka yang pergi kearah sana, sedangkan Annisa kini mulai meraih remote tv dan mulai menekan nya.


Sebuah acara televisi di tontonnya, drama tentang percintaan yang membuat Annisa senyam-senyum sendiri. Hingga dia tak menyadari jika saat ini Rafka sudah duduk disamping nya.


“ Ehm.”


 Suara Rafka akhirnya berhasil menyadarkannya. Jika saat ini lelaki tersebut sudah berada tepat disamping nya.


“ Eh, Abang.” Ucapnya seraya tersenyum manis.


“ Ya, ceritanya seru. Nisa suka.” Jawab Annisa dengan riang nya.


Terlihat kini Rafka mulai semakin menempelkan dirinya dengan Annisa. Sehingga membuat Annisa tak leluasa dibuatnya.


“ Bang, geser dikit.” Ujar Annisa.


“ Nggak mau.” Kata Rafka.


Kini Rafka pun mulai memposisikan dirinya duduk didepan Annisa. Sehingga membuat Annisa tak dapat lagi menyaksikan acara yang ada di televisi.


“ Bang, kenapa duduk disini sih! Nisa nggak bisa lihat.” Kata Annisa seraya berusaha mengalihkan duduknya kearah sisi lain agar bisa menyaksikan kembali drama yang ada disana.


Namun lagi-lagi Rafka menghadang nya.


“ Bang, kok gitu sih!” Seru Annisa yang kini mulai mengernyitkan dahinya. “ Abang mau apa? Katakan, biar Nisa ambilkan.” Kata nya kini.


Sementara itu kini Rafka mulai memegangi kedua bahu Annisa. Mendekatkan dirinya kearah sisi kanan Annisa seraya berbisik.


“ Aku mau kamu.”


Kemudian tanpa menunggu lama Rafka segera membaringkan Annisa, sehingga kini ia berada diatasnya seraya menopangkan kedua tangan nya agar tubuhnya tak langsung menimpa Annisa.


“ Bang….”


“ Ssssstttt!”


Rafka menempelkan jarinya dibibir Annisa.


“ Bukankah tamu bulanan mu sudah pergi?” Tanya Rafka sembari menatap tajam. “ Sudah seminggu lebih aku berpuasa, sekarang biarkan aku menikmatinya ya.” Ucap nya dengan sangat lembut.


Mendengar kalimat yang di ucapkan Rafka membuat Annisa tak bisa lagi mengeluarkan kata-kata. Kini ia hanya mengangguk pasrah dengan apa yang akan dilakukan Rafka kepadanya.


Melihat ekspresi yang ditunjukkan Annisa membuat Rafka tak ingin menunggu lama. Kini dengan segera ia mulai menjalankan keinginannya. Menunaikan kewajiban nya sekaligus menyalurkan hasrat yang sudah selama seminggu lebih ini terpendam.


BERSAMBUNG


Hi guys . . sembari nunggu up Annisa dan Rafka. Mampir kecerita dibawah ini ya, dijamin seru👍🏻