Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 132


“ Hai May!” sapa Annisa. “ Apa kabar?” tanya nya lagi.


Maya mengerutkan dahinya.


“ Kamu ngapain disini? Jadi pelayan?” Ucapnya dengan nada sinis.


Annisa tersenyum lembut membalas ucapan serta tatapan tak menyenangkan Maya terhadapnya.


“ Nggak nyangka, ternyata saking cintanya. Rafka sampe rela ngebiarin istrinya sendiri untuk jadi pegawai toko rendahan seperti ini.” Maya tersenyum sinis. “ Tapi, apa itu bisa disebut dengan cinta? Bukankah jika dia benar-benar mencintaimu, bukankah seharusnya dia nggak akan rela melihatmu banting tulang jadi pelayan toko seperti ini?” wajah Maya terlihat maju saat beribicara dengan Annisa. Sorot matanya seakan mengolok-olok Annisa yang saat ini dikiranya pelayan toko disana.


“ Sayang, jangan berbicara seperti itu.” Ujar Reno mengingatkan.


Jujur saat ini Reno pun merasa risih dengan sikap Maya yang di nilai terlalu angkuh. Ia lalu menatap kearah Annisa yang terlihat sama sekali tak terkecoh dengan keangkuhan Maya.


Annisa tetap tersenyum. Meskipun ia tahu jika saat ini Maya tengah berusaha merendahkan nya.


“ Kamu mau kue apalagi May? Tunjuk saja, hari ini aku yang akan melayani kamu.” Ujar nya lembut.


Maya semakin mengerutkan dahinya.


Sial! Bisa-bisa nya dia setenang ini menghadapi setiap kalimat ku barusan. Bahkan sekarang, ia ingin melayani ku.


Gumam Maya.


“ Tidak Mba, sepertinya calon istri saya sudah tidak menginginkan apa-apa lagi. Tolong Mba segera bungkuskan kue yang saya pilih tadi ya.” Kata Reno sembari tersenyum lembut.


“ Ya sudah, kalau gitu saya permisi dulu ya.” ucap Annisa sembari berbalik dan melangkah pergi dari sana.


Enggak-enggak, ini kesempatan yang langka. Aku harus segera mengambil kesempatan ini agar bisa merendahkan nya serendah-rendahnya.


Lalu baru saja tiga langkah Annisa beranjak dari sana, tiba-tiba saja Maya kembali memanggilnya.


“ Aku berubah pikiran, sepertinya kue-kue disini terlihat enak. Jadi aku ingin memilih beberapa lagi untukku, boleh kan sayang.” Ucap Maya sembari menatap kearah Reno yang saat ini berdiri disamping nya.


Raut wajahnya juga seketika berubah, dari yang tadinya murung sekarang berganti ceria. Mungkin itu semua karena ia ingin sekali mempermalukan Annisa disana.


Maya-maya… sikap licik mu sama sekali tak berubah.


Reno tau dengan makasud dan tujuan Maya sekarang. Meskipun begitu, pria itu tetap saja menurut kepadanya. Karena ia pun ingin melihat bagaimana nantinya Maya si wanita angkuh di permalukan dengan keangkuhan nya sendiri. Ya, hitung-hitung sebagai pembelajaran lah, agar kedepan nya tak sembarang lagi dalam menghina seseorang.


“ Oke, silahkan pilih apa yang kau mau.” Kata Reno. “ Mba, tolong ambilkan apa saja yang diminta calon istri saya ya.” Ucap nya lembut kepada Annisa.


Annisa yang kini sudah berdiri beberapa langkah dari mereka pun kini kembali menghampiri Maya dan mengajak nya untuk melihat kue-kue yang ada disana.


“ Mari May, aku akan tunjukkan kue-kue favorit yang paling di minati pelanggan disini.” Ucapnya lembut.


“ Hmm.” Maya pun kini mengikuti langkah Annisa.


Sedangkan Reno tampak tersenyum melihat kearahnya.


Lihat saja May, siapkan dirimu. Karena sebentar lagi kamu akan mengetahui siapa wanita yang coba kau rendaahkan saat ini.


Gumam Reno.


Maya terlihat memilih, menunjuk kesana-kemari kearah kue yang akan di beli. Sedangkan kini tanpa di sadari oleh Maya, salah seorang karyawan toko kue Annisa terlihat mengikuti mereka sembari mencatat setiap kue yang di tunjuk Maya.


“ Oya May, bagaimana keadaan Ibumu sekarang? Sudah baikan kah?” Tanya Annisa.


“ Bukan urusanmu! Lagian siapa kamu, kamu juga nggak terlalu kenal kan dengan Ibuku. Begitupula Ibuku juga nggak kenal kamu siapa.” Ketus Maya.


Annisa tetap tersenyum menanggapinya.


“ Ngapain kamu masih disini? Bukankah seharusnya kamu membungkus semua pesanan ku!” Seru Maya.


Annisa kembali tersenyum lembut menanggapi ucapan Maya.


“ Tenang saja, semua yang kamu mau sudah hampir selesai di bungkus.” Ucapnya lembut.


Maya mengerutkan dahinya.


Sudah hampir siap? Siapa yang melakukan nya? Bukankah sedari tadi dia berada disini disampingku? Dan juga aku tidak melihatnya mencatat apapun dari pesananku tadi.


Ditengah-tengah banyak nya pertanyaan yang tersirat didalam benaknya. Kini datanglah seorang karyawan lelaki dan juga seorang karyawan wanita dengan membawakan begitu banyak bungkus kotak yang berisi kue pilihan Maya.


“ Nona.” Panggil salah seorang karyawan wanita.


Annisa menoleh.


“ Ini kue-kue yang di pesan Mbak ini tadi.” Ucap karyawan wanita itu. Lalu ia  pun menyerahkan selembar kertas yang bertuliskan nama kue-kue yang ditunjuk Maya.


Annisa pun kini mulai mengecek satu persatu.


Nona? Kenapa pelayan ini memanggil Annisa dengan sebutan Nona?


Lagi-lagi Maya dibuat bingung karena nya.


“ Oke May, ini semua pesanan kamu sudah di bungkus.” Ucap Annisa. “ Al, Ela, kalian boleh lanjutkan pekerjaan kalian lagi ya. Semua ini sudah benar, makasih sebelumnya ya.” Kata Annisa lembut.


“ Baik Nona.” Sahut Al dan Ela secara bersamaan.


Kedua karyawan nya yang bernama Al dan Ela itu pun kemudian beranjak pergi dari sana.


Maya semakin mengerutkan dahinya, saat melihat kedua karyawan itu yang terlihat begitu hormat didepan Annisa, sehingga kini ia sugguh penasaran dibuatnya akan status apa yang sebenarnya di miliki oleh Annisa.


“ Siapa kamu sebenarnya? Kenapa mereka begitu patuh dan hormat kepadamu?” Tanya Maya secara langsung.


“ Alhamdulillah, aku pemilik toko ini dan mereka semua adalah para karyawanku.” Ucap Annisa sembari tersenyum lembut.


Seketika wajah Maya merah padam dibuatnya. Saat ini ia merasa malu sekaligus kesal dengan Annisa. Rencana ingin merendahkan, eh malah sekarang dia sendiri yang merasa di permalukan dengan oleh kelembutan yang di tunjukkan Annisa.


Maya pun kini beralih pergi keluar dari toko tanpa kata-kata. Sementara itu Reno yang menjadi imbasnya kini mulai membayar semua kue yang di pesannya. Namun, tersirat senyuman disana karena kini ia begitu puas karena Maya mendapat pembelajaran langsung atas apa yang ia perbuat.


BERSAMBUNG


Hi guys.. jangan lupa Vote dan Like nya ya. Serta ucapkan


Kritik dan saran kalian tentang cerita ini di bawah kolom komentar ini ya.


Terimakasih^^