Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
Spoiler One Night Love


“Apa kau mau lagi?” tanya Bellinda. Mengangkat botol anggur. Hendak menuangkan lagi ke dalam gelas Cakra.


Cakra menolak. Lelaki itu menepis tangan Bellinda. Menjauhkan gelasnya. “Tidak usah. Aku tidak ingin berlama-lama. Katakan, apa maumu?” Cakra menatap tajam.


“I just wanna have fun, Baby.” Tersenyum. Bellinda menggeser duduknya. Dari yang tadinya agak sedikit berjarak dari Cakra. Kini sudah menempel dengannya.


“Cih, wanita kotor!” Berdecih kesal. Cakra memalingkan muka. Muak dengan Bellinda yang dulunya tampil polos. Lugu. Namun, nyatanya adalah singa betina. Cakra kemudian bangkit dari duduknya. Berdiri, menjauh dua langkah.


Kecantikan dan kemolekan tubuh Bellinda memang begitu menarik perhatian. Tapi, itu dulu saat Cakra masih menilai Bellinda adalah sosok polos, lugu. Demi apapun Cakra selalu menahan diri untuk tidak menyentuh kekasihnya. Tidak ingin menjamah Bellinda sebelum upacara sakral dilakukan. Segala cara Cakra lakukan untuk Bellinda. Tidak ingin gadis sucinya ternoda.


Sayangnya, gadis yang terlihat seperti kelinci putih itu nyatanya adalah singa betina hutan. Begitu liar terhadap lawannya. Sangat agresif saat sedang beradu di atas ranjang. Bukan dengan Cakra. Melainkan dengan pria lain. Rival Cakra. Membuat lelaki itu jijik, setiap kali mengingatnya.


Tempo hari saat baru pulang dari America. Bukannya langsung pulang ke rumah. Cakra malah menuju ke kediaman Bellinda. Sebuah apartemen yang beberapa bulan lalu diberikannya untuk Bellinda sebagai kado ulang tahun.


Saat itu bagi Cakra, Bellinda begitu berharga. Sehingga apapun akan ia lakukan, berikan untuk gadisnya. Hingga pada saat Cakra masuk ke dalam apartemen kekasihnya. Ia mendengar suara ******* dari kamar. Membuatnya penasaran, mendekat. Lantas melihat Bellinda yang sedang bermandikan keringat. Menaik turunkan tubuhnya di atas tubuh seorang pria. Menyatukan ‘milik’ keduanya!


Tidak menyerah. Bellinda bangkit. Kembali mendekatkan tubuhnya dengan Cakra. Bellinda melingkarkan tangannya di pinggang Cakra. Memeluknya. Mendekapnya erat. Menempelkan wajah di punggung kekar kekasihnya. Atau lebih tepat adalah ‘mantan kekasihnya’?


Alih-alih melabrak perselingkuhan tersebut. Cakra memilih pergi dari sana. Sebelumnya ia sempat merekam adegan panas tersebut dengan ponselnya, dengan perasaan yang bergejolak. Cakra menahan diri agar tidak berontak. Menghabisi pelaku adegan me sum yang ada di depannya. Tidak ingin mengotori tangannya hanya untuk seorang pengkhianat.


“Ayolah, Cakra . . . sebentar saja. Aku tau selama ini kau juga selalu menginginkanku. Malam ini aku ber__”


“Singkirkan tanganmu, Bellinda. Menjauhlah! Aku tidak sudi tubuh kotormu itu menempel dengan tubuhku!” sela Cakra. Dengan kasar melepaskan tangan Bellinda yang melingkar di pinggangnya. Mendelikkan mata. Menatap jijik pada tubuh mantan kekasihnya.


Bellinda tidak menyerah. Wanita itu kembali mendekat. Meraba bagian dada Cakra. Mengembuskan napas hangat pada telinganya.


Entah mengapa Cakra merasa ada yang aneh. Tubuhnya memanas. Sentuhan-sentuhan yang dilayangkan Bellinda bagaikan sengatan listrik yang menuju hingga ke syaraf. Cakra yakin ada yang tidak beres. Lantas ia teringat pada anggur yang barusan diminumnya.


“Damn it! Berani sekali kau meracuniku!” Cakra berteriak keras. Mendorong kasar Bellinda yang tanpa tau malu ingin kembali memeluknya.



Jangan lupa mampir ya guys😁