Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 134


Hari mulai petang, sinar mentari perlahan juga mulai tenggelam. Ditengah perjalanan pulang kerumahnya Rafka pun mendengar jika adzan magrib mulai berkumandang. Merasa perjalanan yang sudah hampir mendekati perkomplekan rumahnya. Kini Rafka semakin mempercepat laju mobilnya lalu berhenti tepat didepan sebuah masjid yang berada disekitar komplek.


Setelah memarkirkan mobil. Rafka pun kini turun dari sana dan berjalan menuju kearah tempat pengambilan wudhu pria. Setelah selesai mengambil wudhunya. Kini ia pun melangkah kearah masjid, lalu setibanya disana Rafka kemudian melangkahkan kakinya memasuki masjid.


Sudah beberapa hari ini Rafka memilih shalat magrib berjama’ah diluar. Lebih tepat nya di masjid dekat rumahnya. Setelah selesai menunaikan shalat magrib berjam’ah di masjid. Barulah ia beranjak pulang kerumahnya.


Seperti biasa, setibanya didepan rumah. Pak Sofya yang bertugas berjaga langsung membuka pintu gerbang saat melihat mobil Rafka. Setelah pintu gerbang dibuka, Rafka pun kemudian dengan segera membawa mobilnya masuk


dan memarkirkan nya didepan garasi. Baru setelah itu ia pun melangkah masuk kedalam rumahnya.


Rafka kini mulai menapaki lantai rumah nya. Dilewatinya beberapa ruang yang ada disana hingga menuju kearah anak tangga. Dengan langkah pasti kini terlihat Rafka mulai menapaki anak tangga satu persatu. Hingga kini  tanpa terasa tibalah ia dilantai dua rumah nya.


Rafka kian memantapkan langkahnya berjalan menuju kearah pintu kamarnya. Hingga setibanya disana, ia pun mulai meraih gagang pintunya lalu membukanya.


Ceklek! ( suara pintu terbuka )


Dengan segera ia pun kemudian masuk kedalam kamar nya. Dilangkahkannya kakinya berjalan menuju kearah sofa nya, untuk sekedar melepaskan penat disana. Namun belum lagi ia tiba di sofa besar nya, sebuah pemandangan kini berhasil mencuri perhatiaannya, hingga membuatnya tersenyum.


“ Nisa.” Lirihnya.


Lalu ia berhenti sejenak menatapnya disana. Dilihatnya sang istri yang dengan teduhnya melipat mukena yang baru selesai di kenakan nya. Setelah itu Annisa terlihat berjalan menuju kearah lemari untuk menyimpannya kembali. Barulah Rafka mulai melangkahkan kembali kakinya berjalan kearah sana.


“ Sayang.” Sapanya dengan senyum sumringah.


Dipeluknya istrinya itu dari belakang dan mengecup pipinya dengan mesra.


“ Wah, kamu wangi sekali.” Godanya sembari mengelus lembut rambut Annisa.


Saat ini Annisa belum mengenakan hijabnya.


“ Eh, Abang sudah pulang!” Annisa menoleh kearah Rafka.


Dilepaskan nya tangan Rafka yang melingkar di pinggang nya secara perlahan. Lalu dengan lembut ia pun mengambil jas yang saat ini berada ditangan Rafka.


“ Hari ini ambutmu basah ya.” Ucap Rafka yang kini kembali memainkan rambutnya.


“ Hmm, iya Bang. Kan Nisa habis keramas.” Ujar Annisa yang saat ini terlihat mulai membuka kancing kemeja Rafka satu-persatu.


Sepertinya mulai malam ini aku sduah tidak perlu lagi berpuasa.


Guman Rafka.


“ Abang mau mandi sekarang? Biar Nisa siapkan air hangat untuk Abang.”


“ Hmm, ya.” Rafka mengangguk pelan sembari menyunggingkan senyumnya.


“ Abang, kok dari tadi senyum terus sih! Apa hari ini Abang lagi senang ya?” Tanya Annisa.


Entah mengapa ia merasa tersirat sedikit keanehn disana sehingga membuat jantung nya berdebar-debar.


“ Iya, kamu benar. Hari ini aku lagi senang, dan sekarang aku akan jauh lebih senang jika kamu segera menyiapkan ku air hangat. Agar aku bisa segera membersihkan tubuhnya, lalu kita bisa segera turun untuk makan.” Jelas Rafka.


Mendengar hal itu, Annisa pun mengangguk pelan.


“ Baiklah, kalau begitu Nisa siapkan sekarang ya.” Kata Annisa.


“ Ya.” balas Rafka.


Kini Annisa pun pergi darisana melangkah kearah kamar mandi untuk menyiapkan air hangat yang diinginkan Rafka.


Ya Tuhan… kenapa jantung ku tiba-tiba saja berdebar keras seperti ini ya? Sebenarnya apa yang akan terjadi?


Gumam Annisa yang kini mulai melangkah masuk kedalam kamar mandi.


BERSAMBUNG


Assalamu'alaikum guys.. seperti biasa jangan lupa Vota dan Like nya ya. Serta tinggalkan kritik/saran kalian di kolom komentar yang ada di bawah ini, terimakasih^^


Sembari menunggu up selanjutnya, jangan lupa untuk baca karya yang di bawah ini ya^^