
" kelihatan nya kalian akrab sekali," ucap rafka menatap tajam ke arah dedi.
" oh, itu, sebelum nya kami sudah saling kenal raf." ucap dedi.
" saling kenal? dimana? " tanya rafka yang mulai kepo.
" kamu kok penasaran gitu sih raf? jangan bilang kamu cemburu ya." goda dedi yang membuat wajah rafka memerah.
" siapa bilang aku cemburu, aku cuma mau tau aja, karena setau nya aku nisa itu tidak pernah begitu akrab dengan pria yang baru di kenal." sanggah rafka yang melanjutkan makan nya.
" aku fikir kamu cemburu," ucap dedi seraya menatap rafka yang kemudian tersenyum saat mendengar ucapan nya.
" ya nggak la, untuk apa aku cemburu, dia memang istri ku ded tapi kamu tau sendiri kan kalau aku nggak cinta sama dia, jadi ngapain juga aku harus cemburu." ucap rafka seraya tersenyum seolah menunjukkan bahwa ia sama sekali tak cemburu melihat le akrab ban dedi dan juga annisa.
" jadi dimana kalian saling kenal?" tanya rafka kembali kepada dedi.
" dia adik kelas ku sewaktu sma dulu, dan kami dulu nya juga lumayan dekat." ujar dedi menjelaskan.
dari arah dapur annisa telah kembali dengan membawakan segelas susu hangat yang sama dengan nya dan juga rafka, serta satu set peralatan makan untuk dedi.
ia berjalan perlahan hingga sampai di meja makan meletakkan susu di atas meja di depan dedi yang duduk disana beserta peralatan makan nya. setelah itu ia pun kembali ke kursi nya dan duduk disana.
" silahkan kak, di minum susu nya serta ambil sendiri ya makanan nya." ucap annisa lembut.
" terima kasih nis, maaf ya udah ngerepotin kamu, hehe." ucap dedi seraya tersenyum kearah annisa yang di balas senyum lembut oleh nya.
rafka mulai jengah dengan sikap annisa yang begitu ramah terhadap sahabat nya tersebut sehingga kini ia menatap mereka dengan tatapan sinis dan seperti nya dedi menyadari itu namun ia tak mau menggubris nya.
" jangan malu - malu ya kak, anggap saja rumah sendiri." ucap annisa
" ya ded, dan sekalian habis dari sini kamu ambil semua baju mu yang ada dirumah dan tinggal disini." ketus rafka yang semakin jengah melihat kelembutan annisa terhadap dedi.
" boleh juga ide mu." timpal dedi tanpa rasa malu seraya menyantap makanan nya.
***
drama panjang di meja makan telah usai, kini dedi dan rafka telah berpindah tempat bersantai di halaman belakang rumah yang di desain sangat asri oleh sang pemilik, yang juga tak terlepas dari campur tangan nya maya kekasih rafka.
mereka duduk dengan santai disana menikmati udara segar di belakang rumah. sambil bercengkrama bersama serta memberikan makan burung peliharaan nya rafka. sedangkan annisa masih di dapur membereskan serta mencuci peralatan makan yang mereka pakai barusan.
" raf, kamu sudah balikan sama maya?" tanya dedi di sela - sela pembicaraan.
" ngapain kamu nanyain itu?" ucap rafka yang nampak tak senang dengan pertanyaan yang baru saja di lontarkan dedi kepada nya.
" aku cuma nanya aja, karena kemarin aku lihat maya datang ke tempat kita dan aku rasa kalian masih baik - baik saja." ucap dedi menjelaskan.
rafka tak menjawab ia terus memberikan makan burung nya.
" kok diam raf? jangan - jangan benar ya kalau kamu sudah balikan lagi sama maya?" dedi semakin penasaran.
rafka meletakkan makanan burung nya dan kemudian ia pun kembali duduk bersama dedi di kursi rotan yang ada di taman nya tersebut.
" aku tidak tau ded," ucap rafka seraya menghela nafas panjang.
" apa maksud mu?" dedi mengerutkan dahi nya, ia tampak tak begitu senang dengan jawaban sahabat nya itu.
" aku tidak bisa menjelaskan tentang hubungan ku dengan maya, aku mencintai nya tapi aku juga merasa kecewa sekali saat dia mengkhianatiku, dan kemarin dia datang meminta maaf kepada ku seraya menangis dan berjanji tidak akan mengulangi nya lagi." ucap rafka menjelaskan.
" kamu tau ded? itu sudah yang kedua kali nya ia meminta maaf padaku seraya menangis dan aku sungguh tidak tega melihat nya seperti itu." ucap rafka kembali menjelaskan.
di saat ketegangan menyelimuti dedi dan juga rafka tiba - tiba ponsel rafka berbunyi.
" kring kring "
rafka mengambil ponsel nya yang berada di saku celana nya. ia menatap ke layar ponsel nya melihat siapa yang sedang menelfon nya saat ini.
Bunda
rafka dengan sigap langsung menjawab ponsel nya saat melihat bunda yang menelfon nya.
" assalamu'alaikum bunda" sapa rafka saat menjawab panggilan bunda.
" wa'alaikum salam nak," ucap bunda di balik ponsel.
" bunda sehat?" tanya rafka
" alhamdulillah sehat nak, kamu sendiri apa kabar?" tanya sang bunda
" rafka alhamdulillah baik juga bun," ucap rafka.
" alhamdulillah, oya nak, bunda dengar dari orang tua nya annisa kata nya kalian sudah pindah ke rumah mu ya." tanya sang bunda
" iya bunda, sebelum nya rafka minta maaf ya karena rafka nggak ngasi tau bunda sama abah tentang kepindahan kami, sebenar nya kami ingin memberitahukan nya saat kami mampir kerumah bunda " ujar rafka
" hmm, sudahlah, nanti sore bunda akan main ke rumah mu untuk menjenguk mantu bunda, oya titip salam buat nisa ya, assalamu'alaikum." ucap bunda seraya mematikan sambungan telfon.
" wa'alaikum salam "
setelah panggilan berakhir.
rafka pun kemudian kembali memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana nya.
rafka menatap ke arah dedi yang masih menatap kesal ke arah nya yang duduk tak jauh dari nya.
" kamu kenapa ded? kesal sama aku ya?" ucap rafka merasa tak bersalah.
" sedikit " ujar dedi.
" sudah lah, udah mau siang nih, yuk kita pergi ke restoran." ucap rafka seraya menepuk bahu sahabat nya itu.
dedi pun beranjak berjalan mengikuti rafka yang masuk kedalam rumah nya.
rafka berjalan menaiki anak tangga untuk bisa sampai menuju kamar nya. sedang kan dedi memilih duduk di ruang tamu menunggu rafka yang sedang bersiap - siap.
annisa yang sedang membersihkan ruangan melihat dedi yang sedang duduk dengan santai nya dan kemudian ia pun menghampiri dedi disana.
" kak dedi, lagi nunggu abang ya?" tanya annisa lembut.
" iya njkita mau pergi restoran." ucap dedi lembut.
" kak dedi mau ngeteh? biar nisa buatin." ucap nya lembut.
" nggak usah nis, nanti malah ngerepotin kamu, lagian rafka juga nggak bakalan lama kok ganti baju nya." ucap dedi.
bersambung
IG @FAKHIRAL2013