Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 129


Beberapa hari telah berlalu.


Hari ini seperti biasanya matahari bersinar  cerah. Reno telah bersiap dengan setelan casualnya yang selalu trendy. Namun Maya masih duduk termenung diatas ranjang. Semenjak ia dikurung didalam kamar itu, ditambah lagi semenjak Fery memberitahukan nya tentang pernikahan yang telah diatur olehnya. Membuat Maya menjadi murung serta tak bersemangat menjalani kehidupan nya.


Bik Ni telah meletakkan makanan nya diatas meja kecil disamping ranjang nya. Seperti biasa setelah itu ia berjalan kearah jendela kamar untuk membuka gorden penutup jendela agar cahaya matahari memasuki kamar tersebut. Lalu setelah itu ia kemudian kembali melanjutkan tugas nya diluar. Namun sebelumnya saat ia melewati ranjang Maya. Bik Ni berkata.


“ Non, jangan lupa dihabiskan makanan nya. Kalau tidak Tuan akan marah, dan juga kata Tuan setelah Nona selesai makan. Segeralah bersiap karena hari ini Tuan akan mengajak Nona ke suatu tempat.”


Setelah menyampaikan pesan dari Tuan nya. Bik Ni pun segera berlalu dari sana. Sedangkan Maya hanya mengangguk tanpa menjawab.


Kasian sekali Nona Maya, semenjak kedatangan nya Tuan sama sekali tak membiarkan nya untuk keluar.


Bik Ni merasa prihatin, ia menggelengkan kepalanya seraya berlalu pergi dari kamar itu.


Satu jam telah berlalu.


Reno masih duduk di ruang tengah sembari menikmati secangkir kopi miliknya dan juga camilan yang dibawakan Bik Nem untuknya. Sebuah acara reality show ditonton nya sembari menunggu Maya yang diharapnya sedang berkemas-kemas.


Reno merasa sudah cukup lama ia duduk disana. Reality show yang sedari di tonton nya sejak awal mulai kini telah habis dan berganti acara lain. Reno melirik kearah jam dinding yang terletak di dinding tepat diatas televisi yang sedang di tonton nya. Dilihat nya sudah pukul 10:42 Wib. Itu berarti sudah lebih satu jam ia duduk disana menunggu Maya.


“ Bik Ni!” Panggil nya.


Tak lam kemudian seseorang pun datang menghadapnya.


“ Bik Ni, sedang membersihkan ruang tamu Tuan.”


Ucap salah seorang pelayan wanita yang terlihat masih sangat muda yang bernama Ina. Ina ini adalah tetangga nya Bik Ni dari kampung. Ia datang ke kota lalu meminta saran pekerjaan kepadaa Bik Ni. Kebetulan waktu itu mereka membutuhkan pelayan tambahan sehingga Ina dibawa Bik Ni untuk bekerja dirumah itu dengan nya. Ina sudah bekerja disana selama dua tahu lebih.


Kini Ina tampak menunduk segan menghadap Reno.


“ Hmm, lalu Bik Nem kemana?” Tanya Reno.


“ Bik Nem juga sedang membersihkan ruang baca Tuan.” Kata Ini sopan.


“ Hmm, yasudah. Kalau begitu sekarang kau pergi kekamar ku dan lihat apakah Maya sudah selesai bersiap. Jika sudah, suruh Maya cepat turun. Sudah lama sekali aku menunggunya disini.” Kata Reno.


Suaranya terdengar begitu lembut meskipun itu dengan pelayan nya. Sehingga membuat Ina menunduk malu saat mendengar nya.


Ina mengangguk, lalu setelah itu ia pun bergegas pergi menuju kearah kamar Tuannya yang sekarang sudah dihuni oleh Maya.


Tok! Tok! Tok!


Setelah mengetuk pintu sebanyak tiga kali lalu Ina membuka pintu kamar.


Tak lupa ia kembali menutupnya. Kemudian ia berjalan masuk kedalam kamar. Dilihatnya kearah ranjang namun tidak ada Maya disana. Lalu sekerjap matanya mulai mengerling keseluruh ruangan mencari keberadaan calon Nona besar nya itu.


Itu Nona!


Terbesit senyum kebahagiaan diraut wajah Ina.


Ia lalu berjalan menghampiri Maya yang sedari tadi terlihat menatap keluar jendela.


“ Nona sudah siap?” Tanya Ina yang kini sudah berdiri dihadapan Maya.


Namun Maya tak menjawab, matanya terlihat terus fokus menatap keluar jendela.


“ Nona, Tuan sedang menunggu anda diluar.” Kata Ini sembari menundukkan pandangan nya.


“ Kemana ia akan membawaku pergi?”


Maya terus menatap kearah luar.


“ Saya tidak tahu Nona. Tuan tidak memberitahukan perihal itu kepada saya.” Jawab Ina jujur. Ya, karena Reno sama sekali tak pernah memberitahukan nya tentang itu. Lagipula siapa dia sehingga Reno harus memberitahukan nya. Begitu pikir nya.


“ Jika Nona sudah siap, mari saya antarkan.” Kata Ina.


“ Hmm.” Maya lalu beranjak dari sana.


Ia berjalan didepan sedangkan Ina mengikuti nya dari belakang. Menghantarkan nya hingga tiba diruang tengah dimana Reno saat ini sedang menunggu dirinya.


Melihat kehadiran Maya membuat Reno segera bangkit dari duduknya. Hari itu Maya memakai gaun yang dibelikan olehnya yang berwarna merah muda sehingga membuatnya terihat begitu manis saat ia memakainya.


“ Kamu cantik sekali sayang.” Kata Reno dengan tulus.


“ Kemana kau akan mengajakku?” Tanya Maya tanpa memperdulikan pujian Reno sebelumnya.


Melihat Aura dingin yang di tunjukkan Maya membuat Reno semakin melebarkan senyumnya.


“ Aku akan membawamu ke tempat yang pasti sangat kamu suka. Tempat dimana para gadis selalu ingin datang kesana.”


Kata Reno dengan segala keyakinan nya.


BERSAMBUNG