Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan
BAB 30


" bunda duduk dulu ya, nisa mau buatin minum dulu," ucap annisa


" nggak usah repot - repot nis, kalau mau bunda bisa bikin sendiri," ucap bunda tersenyum lembut


" bunda duduk saja, nisa nggak repot kok, sebentar ya bun nisa ke dapur dulu,"


ucap annisa seraya ingin melangkah kan kaki nya menuju dapur.


" eh nis, tunggu dulu" panggil sang bunda yang membuat annisa menghentikan langkah nya sembari menoleh ke arah sang mertua.


" ini ada kue, tadi bunda sengaja mampir ke toko kue yang lagi hits itu, terus bunda beliin kue ini untuk kamu cobain deh," ucap bunda seraya menyerahkan bungkusan kue yang di beli nya.


annisa mengambil bungkusan kue dari tangan sang mertua seraya tersenyum.


" terima kasih ya bunda, tapi seharusnya bunda nggak usah repot - repot kayak gini, nisa jadi nggak enak nih," tutur nya lembut


" bunda nggak repot kok, kan cuma sekalian lewat, ya sudah kata nya kamu mau buatin minuman buat bunda, jangan lupa potong kue nya juga ya soal nya bunda juda pengen nyobain, hehe" ucap bunda seraya tertawa kecil


annisa pun akhir nya pergi menuju dapur dan kemudian membuat teh untuk sang mertua yang sedang duduk santai di ruang tamu.


tak lupa juga ia memotong kue yang di bawakan bunda tadi, dan saat annisa melihat kotak kue itu lingkaran senyum menghiasi wajah nya.


ini kan brand kue ku, jadi tadi bunda mampir ke toko kue ku, hmm


ia menggelengkan kepala nya seraya tersenyum saat melihat kue yang di bawa sang mertua adalah dari toko nya sendiri.


***


setelah selesai mempersiapkan minuman serta kue yang di bawa sang mertua, kini annisa berjalan ke arah ruang tamu dengan membawa nampan berisi minuman serta kue yang di potong nya tadi dan setelah sampai disana ia kemudian menyuguhkan nya kepada sang mertua.


" silahkan di minum bunda," ucap nya lembut


kini annisa pun ikut duduk menemani bunda di ruang tamu.


bunda meminum teh yang di suguhkan menantu nya dan kemudian ia pun mencicipi kue yang di beli nya sendiri. ia penasaran dengan kue tersebut yang kini lagi hits di kalangan anak milenial.


" eumm, enak loh nis cobain deh," ucap nya sembari melahap kue nya.


annisa tersenyum melihat ekspresi bunda saat pertama kali mencicipi kue dari toko nya itu. ia pun kemudian ikut mengambil potongan kue tersebut dan kemudian memakan nya.


" gimana? enak kan," tanya sang bunda


" enak bunda," ucap nya tersenyum


bunda pun kemudian kembali mengambil potongan kue yang masih ada di atas piring dan kemudian kembali memakan nya.


" oh ya nis, bunda dengar dari ibu kamu kata nya kamu juga punya usaha toko kue ya?" tanya bunda setelah mengunyah kue nya.


" iya bun " jawab annisa singkat


" sejak kapan kamu mulai usaha jualan kue nis?" tanya bunda


" sejak masih kuliah bun," ucap nya lagi


" oh, berarti udah beberapa tahun ya," ucap bunda


" emang nya toko kue kamu ada dimana nis? bunda juga ingin mampir sesekali kesana nyobain kue dari toko kamu." ujar bunda.


meskipun ia tahu kalau annisa mempunyai toko kue sendiri dari cerita ibu nya annisa, namun ia tidak pernah tahu dimana letak usaha menantu nya itu.


annisa tersenyum seraya menunduk malu sambil menjawab pertanyaan dari mertua nya itu.


bunda terkejut tak menyangka bahwa pemilik dari toko kue yang lagi hits saat ini adalah menantu nya sendiri dan sekarang ia membawa kue tersebut kepada sang pemilik toko untuk mencicipi nya sendiri.


" wah nisa, bunda jadi malu nih sama kamu, masak bunda bawain kue dari toko kamu sendiri hehe," ucap bunda yang mulai terasa sedikit canggung saat mengetahui menantu nya adalah sang pemilik dari toko kue yang di beli nya tadi.


" iya bunda, nggak apa - apa, lagian nisa senang kok karena bunda udah ngasih predikat enak sama kue nisa," ujar nya seraya sedikit menggoda sang mertua.


" kamu bisa aja nis, tapi emang bener loh, kue kamu ini enak sekali bunda aja sampe ketagihan nih." tutur sang bunda


" oya nis, bunda denger kata nya toko kue kamu ini udah ada cabang nya ya?" tanya bunda penasaran.


" alhamdulillah bunda, nisa udah buka beberapa cabang di kota ini," ucap annisa lembut.


" wah, kamu hebat ya, bunda nggak nyangka loh nis, bunda fikir kamu hanya anak rumahan biasa saja. soal nya bunda lihat kamu itu sederhana banget loh orang nya." ucap sang bunda memuji.


annisa memang terlihat sederhana dari segi penampilan dan juga gaya hidup meskipun ia sudah lumayan sukses dengan usaha nya.


pipi annisa kini merona saat mendengar pujian dari sang mertua.


" bunda bisa aja," ucap annisa yang tersipu malu.


annisa melihat jam dinding di ruangan tersebut yang sudah menunjukkan pukul lima sore.


hmm, udah jam lima mesti buru - buru masak nih.


" bunda, nisa tinggal sebentar ya " ucap annisa yang kini mulai berdiri dari duduk nya.


" mau kemana nis?" tanya bunda


" nisa mau masak makan malam untuk bang rafka." jawab nya lembut


" oh, kalau gitu bunda ikut bantuin kamu ya," pinta bunda


" nggak usah bunda, nisa nggak enak jadi ngerepotin." ucap nya segan.


" nggak kok nis, bunda malahan senang bisa masak bareng kamu, kan kita belum pernah masak bareng." ucap bunda yang kini sudah berdiri dari duduk nya.


" ya udah deh," annisa pun akhir nya menuruti permintaan sang bunda untuk ikut memasak dengan nya.


***


seusai shalat magrib, annisa keluar dari kamar nya dan melihat mobil rafka yang baru sampai dari jendela kaca.


ia kemudian membuka pintu depan dan menyambut suami nya itu dengan senyum hangat.


rafka turun dari mobil nya sesaat setelah memarkirkan nya terlebih dahulu, kemudian ia pun melangkahkan kaki nya menuju ke arah annisa yang sudah menunggu nya di depan pintu.


" abang sudah pulang?" tanya annisa dengan senyum hangat.


" hmm," jawab nya singkat


annisa kemudian mengambil jas yang ada di tangan rafka yang sudah ia lepaskan sedari tadi di dalam mobil.


" sini bang biar nisa yang bawa jas nya, abang masuklah terus langsung mandi ya dan jangan lupa shalat." ucap annisa lembut


" hmm," jawab nya lagi seraya berlalu meninggalkan annisa yang kini sudah mengambil jas yang ada di tangan nya.


Bersambung


ig @fakhiral2013