
“ Maya!” Annisa terpaku ditempat nya.
Langkah kaki yang tadinya ingin melangkah masuk kedalam tiba-tiba saja terhenti tatkala mendengar dua insan yang saat ini berada didalam ruangan tersebut sedang terlibat sebuah cekcok yang sangat luar biasa.
Annisa memilih diam. Diurungkan nya niat nya untuk segera menemui Rafka, dan kini ia memilih untuk melihat dengan jelas serta mendengar atas dasar apa pertengkaran itu terjadi.
Hingga akhirnya saat ia mengetahui tentang permasalahan yang sebenarnya. Betapa terkejutnya Annisa hingga membuat mulutnya ternganga yang kemudian ia katupkan dengan telapak tangan nya.
Apa! Jadi penyebab aku pingsan dibawah air terjun itu semuanya karena Maya yang melakukan! Dia sengaja menaruh obat kedalam air yang ku minum!
Annisa menggelengkan kepalanya seolah tak percaya dengan kenyataan yang ada.
Terlebih lagi saat ia mendengar jika obat yang dicampurkan kedalam air minum nya tersebut adalah obat pencegah hamil yang berdosis sangat tinggi yang bisa berakibat buruk untuk rahimnya.
Ya tuhan, kenapa kamu tega melakukan semua ini kepadaku May? Apa salahku?
Annisa mengepalkan tangan nya yang saat ini mulai gemetar.
Hingga akhirnya saat keteguhan hatinya mulai merapuh Annisa pun perlahan menapakkan kakinya perlahan memasuki ruangan tersebut.
“ Bang.” Sapanya lembut.
Sehingga membuat Rafka menoleh kearahnya.
“ Nisa!” Rafka membelalakkan matanya saat melihat kehadiran Annisa. Kini ia pun mulai mengarahkan tubuhnya kearah Annisa dan berjalan menghampiri nya. “ Sejak kaan kamu datang sayang.” Ucapnya manis.
Sementara itu Maya yang melihatnya menggeram kesal.
“ Sudah dari tadi Bang.” Jawab Annisa yang kini mulai menatap Rafka dengan tatapan yang sangat serius.
Apa! Berarti dia sudah mendengar semuanya.
Rafka seketika mengerutkan dahinya.
“ Apa kamu sudah mendengar semuanya?” Tanya nya.
“ Ya Nisa sudah mendengarnya.” Ujarnya lembut.
Kini terlihat Rafka menarik nafas panjang dan secara perlahan membuangnya.
“ Nis, maafkan aku yang tak pernah memberitahukan mu tentang alasan sebenarnya yang membuat kamu pingsan disana.” Tatap nya nanar.
“ Nggak apa-apa Bang, Nisa ngerti, Dan juga Nisa berterimakasih ke Abang karena sudah mempercayai Nisa dengan tak bertanya apapun tentang hal itu.”
Sementara itu Maya yang saat ini masih berada disana mulai mengepalkan tangan nya menahan amarahnya. Di dalam hatinya ia berpikir bagaimana pria yang sudah bertahun-tahun menjalin hubungan dengannya bisa mengabaikan dirinya begitu saja.
Sementara Annisa kini mulai melirik kearahnya sembari melangkahkan kakinya menuju kesana.
“ Nis.” Rafka menarik lembut tangan nya menahan langkah kakinya.
“ Tidak apa-apa Bang.” Jawabnya sembari melepaskan tangan Rafka darinya. Sehingga kini ia kembali melanjutkan langkah kakinya.
Begitu Annisa tiba didepan nya Maya lantas seketika membuang muka tak ingin melihat kearah Annisa.
“ Maya.” Sapanya lembut.
Namun tak ada jawaban dari sana.
“ Maya, kenapa kamu melakukan hal itu kepadaku?” Tanya Annisa masih dengan suara lembut.
Terang saja Rafka yang mendengar Maya yang berteriak didepan Annisa tak terima dan kini ia mulai berjalan kearahnya.
“ Ini bukan salahnya! Akulah yang memutuskan untuk menikahinya setelah aku melihat perselingkuhanmu!”
“ Apa kamu mendengarnya? Tidakkah kamu merasa malu karena pernikahanmu dengan nya hanya sebuah pelarian darinya karena merasa di khianati olehku.” Ucap Maya lantang.
Rafka semakin kesal. Amarahnya semakin memuncak karena saat ini Maya seolah ingin memprovokasi Annisa. Jika saja Maya bukanlah seorang wanita, mungkin sudah sedari tadi Rafka melampiaskan amarahnya.
“ Jika aku menjadi dirimu. Maka aku akan meninggalkan nya!” Tambahnya. “ Lagi pula apa bagusnya menjadi seorang istri hanya untuk sebuah pelarian saja. Bukankah hal itu sangat memalukan, bahkan menjijikkan.” Maya
kini tersenyum licik kearah Annisa. Seolah ia sengaja mengejek gadis itu agar terprovokasi dengan omongan nya dan dengan segera meninggalkan Rafka.
Namun sayang nya itu tak sesuai harapan nya. Karena saat ini Annisa dengan tenang menjawab semuanya.
“ Jujur saja aku tak pernah berfikir. Jika didunia ini ternyata sungguh ada wanita sepertimu. Yang bisa menggunakan segala cara untuk menyelesaikan ambisi nya, demi mendapatkan apapun yang diinginkan. Apa kamu tau May, apa yang kamu lakukan ini bukan lagi atas nama cinta melainkan obsesi. Obsesi tak ingin melepaskan sesuatu yang telah pergi darimu bahkan secara paksa ingin memiliki nya kembali.” Ujar Annisa. “ Jika saja kamu tau apa itu arti
cinta yang sesungguhnya maka kamu tidak akan melakukan kesalahan seperti ini untuk yang kedua kalinya.” Tambahnya.
“ Apa maksudmu?” Maya mengerutkan dahinya.
“ Maksud ku adalah, jika kamu memang mencintai Abang. Maka kamu tidak akan pernah berkhianat darinya. Jika kamu memang mencintai Abang dengan sepenuh hatimu, maka kamu akan membiarkannya hidup dengan bahagia tanpa memaksa untuk kembali lagi kepadamu. Cinta tulus insya Allah akan berakhir dengan tulus meskipun kalian tidak bisa bersama.” Kata Annisa.
“ Cih! Jangan sok pintar, nyatanya kamu yang merebutnya dariku.” Maya mendengus kesal.
“ Aku tidak pernah merebut Abang darimu. Tapi takdir Allah lah yang mempertemukan kita dan menyatukan hubungan ini. Meskipun awalnya tidak ada rasa cinta diantara kami. Namun aku tetap berusaha tulus mencintainya hingga akhirnya aku benar-benar jatuh cinta kepada Abang begitupula dengan Abang. Dan saat ini rasa itu semakin kuat diantara kami.” Ujar Annisa.
“ Sayang, sudahlah. Tak usah banyak lagi bicara kepadanya. Otaknya sama sekali tidak akan sampai kesitu, karena didalam nya hanya terisi dengan rasa iri dan dengki.” Ketus Rafka. “ Sekarang mari kita pergi dari sini dan melaporkan semua kekejian yang telah ia lakukan untukmu.” Tambah Rafka.
Kini ia juga mulai menarik tangan Annisa agar ikut bersamanya.
“ Tidak Bang, tidak usah membawa polisi dalam masalah ini.” Pinta Annisa.
“ Kenapa? Tindakkan nya sudah kriminal sayang!”
“ Nisa memaafkan nya Bang.” Ujar Annisa.
Sedangkan Rafka tampak mengerutkan dahinya.
“ Kamu serius sayang?” Tanya nya.
“ Ya, Nisa serius. Biarkan dia merenungkan sendiri tentang apa yang telah ia lakukan dan semoga aja dia menyadari kesalahan nya.” Kata Annisa sembari melirik kearah Maya.
“ Baiklah, jika itu maumu. Maka aku tak bisa menolak, tapi sebagai hukuman nya aku akan melarang nya untuk datang ke restoran ku. Bahkan aku akan mengumumkan kepada seluruh karyawanku untuk tak mengizinkan nya masuk kedalam restoran ku meskipun itu ia mengalihkan diri untuk menjadi pelanggan restoran ku. Akan ku pasang fotonya dan membuat pengumuman supaya para karyawan ku bisa menandai dia sebagai orang yang tak ku izinkan menapaki restoranku.” Rafka kemudian berjalan kearah Maya. “ Dan kamu, silahkan pergi dari sini! Aku
tak ingin melihatmu lagi, bahkan jika kita bertemu diluar ku harap kamu menghindar dariku dan tak menampakan diri dihadapanku. Jika tidak, maka aku tidak akan segan-segan menyerahkan bukti-bukti ini untuk menyeretmu kedalam penjara!” Tegas nya.
BERSAMBUNG.
Jangan lupa tinggalkan Like, Komentar dan juga Vote nya untuk karya Ra. Maka dengan seperti itu secara langsung kalian telah mendukung Ra untuk terus bersemangat menulis karya ini^^
Sambil menunggu up silahkan mampir ke cerita dibawah ini ya👇
Dijamin seru dan bikin gregetan deh pokoknya👍🏻😉