Mendadak Istri

Mendadak Istri
Part 98 (End)


Saat ini, usia baby Ken sudah hampir memasuki dua bulan. Retta dan Vanno sangat bahagia menjadi orang tua baru. Rasa lelah seolah tak mereka hiraukan ketika melihat tumbuh kembang sang buah hati. 


Mommy sudah kembali aktif bekerja. Namun, saat ini semua pusat pekerjaannya dipindahkan ke Indonesia. Mommy benar-benar tidak mau jauh dari sang cucu. Bahkan, daddy juga sering terlihat di rumah. Dia akan sering melimpahkan pekerjaannya kepada asistennya. 


Daddy saat ini tengah membujuk Vanno untuk mengambil alih perusahaannya. Namun, Vanno tidak serta merta langsung menerimanya. Vanno sudah mempunyai beberapa usaha cafe, bengkel, restaurant dan dia juga menerima pekerjaan sebagai arsitektur di perusahaan milik omnya Axcell yang bekerja di bidang yang sama.


Daddy tidak bisa memaksa Vanno secara langsung, karena memang sifat Vanno yang tidak bisa di paksa.


Hari ini mommy dan daddy sedang menghadiri acara ulang tahun perusahaan yang ada di Singapura. Sesuai rencana, mereka akan berada disana selama empat hari.


Malam itu Vanno tengah menimang baby Ken. Setelah kenyang menyusu pada Retta, Vanno mengambil alih baby Ken dan menidurkannya di tempat tidur bayi yang berada di samping tempat tidur mereka. Retta terlihat sedang merapikan bajunya yang tersingkap setelah menyusui tadi.


Vanno yang melihat apa yang sedang dilakukan Retta hanya bisa menelan salivanya dengan kasar. Vanno berjalan mendekati Retta dan merangkak naik ke atas tempat tidur.


Merasakan ada gerakan di belakangnya, Retta segera berbalik. "Sudah Mas?" Tanya Retta.


Vanno mengangguk dengan mata masih fokus pada bagian depan tubuh Retta. Menyadari tatapan mata Vanno yang tengah memandang squishynya, Retta merasa kasihan. Sudah hampir dua bulan Vanno berpuasa. Sebagai laki-laki normal, Retta tahu jika suaminya membutuhkannya saat itu. 


Retta yang memang sudah selesai masa nifasnya beberapa hari yang lalu berpikir jika saat ini mungkin suaminya bisa berbuka puasa. Mengingat dirinya juga sangat merindukan suaminya itu.


Retta beringsut mendekati suaminya. Dia menangkup kedua pipi Vanno dan mendekatkan bibirnya pada bibir Vanno. Dikecupnya bibir Vanno yang sangat di rindukannya itu beberapa kali. Vanno tersentak kaget mendapati perlakuan Retta. Namun, dia segera tersadar dan menghentikan aktifitas Retta.


Retta mengernyitkan dahinya bingung. Apa mas Vanno sudah tidak menginginkanku lagi, batin Retta. Retta menatap wajah bingung suaminya.


"Apa yang kamu lakukan Ta? kamu tahu aku akan sangat sulit mengendalikan diri jika kamu terus menggodanya seperti ini" kata Vanno sambil berusaha menahan hasratnya.


Retta tersenyum ketika menyadari kesalahpahaman Vanno. "Aku sudah selesai nifasnya Mas," jawab Retta sambil tersenyum.


Mendengar jawaban Retta, seketika wajah Vanno berbinar bahagia. Senyumannya langsung mengembang. 


"Benarkah?" Tanya Vanno dengan penuh semangat. "Aku bisa buka puasa Ta?" Lanjutnya lagi.


Retta menjawab dengan anggukan dan tersenyum kepada Vanno. Sementara itu, Vanno tak menyia-nyiakan kesempatan. Dia langsung membawa wajah Retta untuk mendekat. Bibir Vanno langsung mel*umat bibir Retta dengan ganasnya seolah-olah dia tidak punya waktu lagi.


Retta yang seperti kehabisan napas langsung memukul-mukul bahu Vanno. Menyadari hal itu, Vanno segera melepaskan pagutannya.


"Mas Vanno apa-apaan sih. Nafsu banget jadi duda," gerutu Retta dengan napas ngos-ngosan.


"Sembarangan kalau ngomong," jawab Vanno sambil menyentil kening Retta. Retta mendengus kesal sambil mengusap bekas sentilan Vanno pada dahinya.


"Pelan-pelan kenapa si," kata Retta.


"Jika tidak cepat-cepat keburu baby Ken bangun," jawab Vanno asal sambil melepas kaosnya.


Retta mendengus kesal mendengar jawaban Vanno. "Baby Ken juga baru tidur ini Mas, jangan-jangan kamu yang sudah tidak sabar ingin buka puasa," dengus Retta.


Vanno memutar bola matanya. "Kalau itu nggak usah dibilang dengan jelas. Nggak lihat ini sudah seperti tower air mancur," kata Vanno dengan santainya sambil melepaskan boxernya. Saat ini dia sudah benar-benar polos di depan Retta.


Retta sudah pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Vanno. Dia pun juga sudah merasakan hal sama seperti yang dirasakan oleh Vanno. Mereka sama-sama berbuka puasa setelah beberapa lama harus menahan diri. 


Ditengah-tengah aktifitas panas yang mereka lakukan, baby Ken merengek dan tiba-tiba menangis dengan keras. Vanno dan Retta segera tersadar jika anak mereka terbangun.


"Nanggung ini Ta, kok sudah bangun saja itu Ken," gerutu Vanno yang memang masih on di bagian bawah Retta.


Retta yang tengah mengatur napasnya segera mendorong tubuh Vanno agar segera beranjak dari atas tubuhnya. Dia ingin segera menggendong baby Ken yang sedang menangis. Namun, bukannya beranjak, Vanno malah semakin gencar di bawah sana. Retta menggeram melihat tingkah Vanno.


"Maaasshhhh, it-tuh baby Kenhh nang-ngiissshhhh aahhh. Berhentih duluhh," kata Retta sambil menahan pinggang Vanno.


Mendengar tangisan baby Ken gang semakin keras, mau tidak mau Vanno menghentikan kegiatan iya-iya mereka. Vanno segera beranjak dari atas tubuh Retta dan segera turun dari tempat tidur. Retta segera menyambar baju tidurnya dan segera menggendong baby Ken. 


Retta segera menyusui baby Ken agar segera diam dan tertidur kembali. Melihat hal itu, Vanno melirik bagian bawah tubuhnya. Dia mendengus kesal dan berjalan ke arah kamar mandi.


"Solo lagi deh," kata Vanno sambil beranjak.


Retta menggelengkan kepalanya sambil terkekeh geli melihat tingkah suaminya.


End


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Terima kasih untuk semuanya yang sudah memberikan dukungan buat cerita pertamaku ini.


InsyaAllah setelah ini akan ada cerita baru lagi yang lebih uwuu.. 🤭🤭


Terus check profilku ya, siapa tahu cepet up 🙏🙏


Untuk mengetahui kapan up dan karya terbaru othor, bisa follow ig othor @keenandra_winda


Cerita baru juga sudah up ya, bisa check di profil othot