
Pagi itu, suasana rumah daddy Vanno dan Ken benar-benar ramai. Mereka tengah memeriksa barang-barang yang akan dibawa ke Surabaya. Terlebih lagi, semua kebutuhan baby Z. Ya, siang itu mereka akan bertolak ke Surabaya. Daddy Vanno dan Ken ada beberapa proyek yang akan mereka kerjakan di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Khanza yang sudah berada di rumah Ken sejak pagi masih sibuk bermain bersama dengan baby Z di ruang tengah. Sementara Gitta dan Ken tengah bersiap-siap.
"Kalian libur semester kapan Za?" Tanya Ken yang tengah menarik kopernya dan meletakkannya di dekat kursi di ruang tengah.
Khanza yang tengah bermain-main bersama dengan baby Z pun menoleh menatap wajah sang kakak.
"Dua minggu lagi aku ujian kok Kak, setelah itu libur sih. Nanti aku dan mas Al sempatin ke Surabaya deh. Aku nggak bisa bayangin betapa rindunya nanti sama baby Z." Kata Khanza sambil menciumi pipi gembul baby Z.
"Ata ta ta ta uuccnhhhh." Celoteh baby Z sambil berusaha mendorong wajah sang aunty. Dia merasa geli.
"Jadi honeymoon?" Tanya Ken lagi.
"InsyaAllah jadi. Mas Al sudah mengajukan cuti jauh-jauh hari kok. Kami benar-benar sudah menghitung masa subur dan mengikuti anjuran dokter Evita. Kami butuh suasana baru Kak, jauh dari padatnya aktivitas." Kata Khanza.
"Baguslah, aku harap semua ikhtiar kalian berhasil. Ingat, jangan terlalu stress memikirkan berhasil atau tidaknya program kalian. Banyak-banyak berdoa, pasrahkan kepada Allah untuk semua hasilnya. Kalau untuk usahanya sih, nggak usah di ceramahin juga kalian sudah mahir sendiri. Hahahaha." Kata Ken.
Khanza merengut memandang wajah sang kakak setelah mendengar perkataannya. Namun, Khanza tetap bersyukur mempunyai kakak seperti Ken.
Tak berapa lama kemudian, Gitta terlihat datang dengan membawa semangkuk bubur untuk baby Z. Saat itu, sudah waktunya baby Z sarapan.
"Am mam mam mam mam aemm." Celoteh baby Z saat melihat sang mommy membawa mangkuk makannya.
"Kamu sudah sarapan Za?" Tanya Gitta sambil berjalan mendekati sang putra.
"Sudah Kak. Tadi mas Al minta sarapan nasi pecel di dekat SMP itu." Jawab Khanza. "Biar aku yang suapin baby Z Kak, kakak lanjutkan beres-beresnya." Pinta Khanza sambil mengulurkan tangan mengambil mangkuk makan baby Z.
"Boleh. Ini, aku lanjutkan packing bajunya Zee dulu." Jawab Gitta sambil menyerahkan mangkuk makan baby Z kepada Khanza.
Khanza menerima mangkuk berisi bubur tersebut dan mulai menyuapi baby Z. Bayi berusia sekitar sebelas bulan tersebut sedang aktif-aktifnya belajar berjalan. Dia sangat suka merambat dari satu tempat ke tempat lain dengan berpegangan pada apa saja yang ditemuinya.
Gitta kembali ke dalam kamar dan memeriksa perlengkapan baby Z. Sementara Ken hendak berjalan ke kamar mandi sambil membawa handuk yang disampirkan di bahunya.
Saat melihat Gitta tengah berada di dalam kamar sambil menata perlengkapan baby Z, Ken berbelok dan segera memeluk Gitta dari belakang. Tak lupa juga dia memberikan kecupan-kecupan kecil pada tengkuk Gitta.
"Awas ih Mas, ini belum selesai." Protes Gitta menerima perlakuan sang suami.
"Sebentar saja Yang." Jawab Ken sambil menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Gitta.
Gitta yang sudah sangat hafal dengan tingkah sang suami hanya bisa pasrah. Bisa dipastikan capitan tangan Ken tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang diinginkannya.
"Kita akan tinggal di rumah mama yang dulu Mas?" Tanya Gitta saat wajah Ken sudah berpindah di bahunya.
"Hhhmmm, nanti tinggal sama mommy dan daddy juga." Jawab Ken.
"Apa nanti mas Ken dan daddy akan berada di daerah yang berbeda?" Tanya Gitta lagi.
"Hhhmmm. Total ada lima proyek di sana nanti. Aku handle dua, sedangkan daddy tiga. Tiga sudah mulai berjalan, sementara yang dua masih tahap survey akhir." Jawab Ken.
Gitta mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Dia memasukkan selimut baby Z yang terakhir dan segera menutup tas perlengkapan bayi tersebut. Gitta segera berbalik dan menangkup wajah sang suami dengan kedua tangannya.
"Yang penting tetap jaga kesehatan dan pola makan saat aku tidak ikut ke daerah-daerah tersebut. Aku tidak mau jika sampai kamu sakit Mas." Jawab Gitta sambil memberikan sebuah kecupan pada bibir Ken.
Mendapat godaan dari sang istri, seketika tubuh bagian bawah Ken langsung menegang. Dia dengan pedenya menekan tubuh bagian bawahnya pada perut Gitta. Gitta yang menyadari tingkah sang suami langsung berusaha melepaskan diri dengan mendorong tubuhnya.
"Iiiisshh apaan sih Mas. Jangan mulai deh." Kata Gitta sambil mendorong tubuh Ken.
"Lagi Yang, mandi bareng yuk." Kata Ken sambil menarik tubuh Gitta kembali ke dalam pelukannya.
"Semalam sudah Mas, aku sudah mandi juga dari tadi sebelum subuh ih." Elak Gitta.
"Aku kan juga sudah mandi tadi subuh Yang, mandi lagi yuk. Gerah ini habis beres-beres." Pinta Ken.
Namun, bukan Ken namanya jika gampang menyerah. Dia langsung menggendong tubuh Gitta dan membawanya ke kamar mandi.
"Eh, Maaassss!" Teriak Gitta kaget. Namun, dia hanya pasrah mengikuti permintaan sang suami.
Siang itu, daddy, mommy, Ken, Gitta dan baby Z sudah berada di bandara. Mereka diantar sendiri oleh Khanza. Tak berapa lama kemudian, pesawat mereka sudah take off menuju Surabaya.
Setelah pesawat yang ditumpangi keluarganya take off, Khanza segera pergi menuju rumah sakit sang suami. Dia sudah berjanji untuk makan siang bersama dengannya.
Menjelang pukul delapan malam, Ken dan keluarganya tiba di rumah mamanya. Mereka sudah ditunggu oleh para asisten rumah tangga di sana.
Ken segera membawa sang putra yang sudah tidur lelap ke dalam kamarnya. Dia menidurkan sang putra pada box bayi yang sudah disiapkan di dalam sana. Sementara Gitta langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Para asisten rumah tangga membantu membawakan barang-barang Ken dan Gitta ke dalam kamarnya. Setelah selesai membersihkan diri, Ken dan Gitta langsung beristirahat. Tubuh mereka terasa sangat lelah.
Keesokan harinya, Ken dan daddy bersiap-siap untuk pergi ke perusahan. Mereka akan memeriksa persiapan proyek baru mereka.
Saat ini, daddy dan Ken tengah berada di dalam mobil menuju ke kantor. Ken yang mengemudi saat itu, sementara sang daddy duduk di sampingnya.
"Jadwal pertamaku kemana Dad?" Tanya Ken.
"Besok, kamu ke kabupaten T*********g dulu. Kamu survey lokasi pembangunan resort dulu di sana. Sudah ada Hendri di sana. Dia akan membantu kamu untuk survey di sana." Kata Ken.
"Baiklah. Aku akan berangkat ke sana." Jawab Ken.
Hari itu, Ken dan daddy berada di kantor cabang Surabaya hampir seharian. Menjelang petang, mereka kembali ke rumah. Mereka harus beristirahat lebih awal agar besok bisa langsung berangkat ke beberapa daerah.
Keesokan harinya, Ken sudah bersiap berangkat ke kabupaten T*********g. Dia diantar oleh mang Kusno dengan mobil. Ken harus berhenti di beberapa daerah, jadi dia memutuskan untuk menggunakan mobil.
Menjelang makan siang, Ken sudah memasuki wilayah kabupaten T*********g. Dia dan mang Kusno berhenti untuk makan siang sambil beristirahat sebelum melanjutkan meninjau lokasi pembuatan resort.
Setelah cukup lama beristirahat, Ken dan mang Kusno segera melanjutkan perjalanan menuju bagian barat kabupaten tersebut. Ken sudah ditunggu oleh Hendri di sana.
Ken begitu senang melihat keindahan lokasi di sana. Sebuah lokasi yang berada di dekat bendungan dengan pemandangan yang masih asri memberikan nilai tersendiri. Ken yakin dengan pembuatan resort baru dan promosi tempat di sana bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di sana.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=\=
Mohon maaf yang ini masih belum bisa up setiap hari. Othor masih berusaha mengejar di The CEO's Proposal.
Mohon tetap beri dukungan ya, like, komen dan vote
Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, silahkan follow ig othor @keenandra_winda
Thank you