
Setelahnya, Gitta dan Ken masih diam tanpa ada komunikasi diantara mereka. Ken melirik ke arah Gitta sebentar untuk memastikan apa yang sedang gadis itu kerjakan. Terlihat dia sedang membuka tab nya dan mengetikkan sesuatu di sana.
"Menulis juga?" Tanya Ken beberapa saat kemudian.
Gitta menoleh menatap Ken yang tengah fokus memperhatikan jalan di depannya.
"Hanya saat senggang saja." Jawab Gitta.
"Semester berapa?"
Gitta menoleh lagi. "Semester enam." Jawab Gitta.
"Sudah lama kerja di tempat mommy?"
"Eehhmm kurang lebih dua tahun. Sejak lulus SMA sih."
Ken terlihat mengangguk sedikit. Gitta masih memperhatikan wajah Ken yang terlihat dalam pencahayaan lampu jalan tol. Merasa diperhatikan, Ken menolehkan kepalanya.
"Ada apa?" Tanya Ken.
Gitta yang terkejut segera mengalihkan pandangannya. "Ti-tidak apa-apa." Elaknya.
Suasana kembali lagi sepi. Ken mematikan musik sejak memasuki jalan tol. Gitta merasa ingin buang air besar. Dia berusaha untuk menahannya, namun kali ini dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Dari kejauhan dia sudah melihat rest area. Dia memberanikan diri ngomong kepada Ken.
"Eemmm, maaf. Apa bisa kita berhenti dulu di rest area?" Tanya Gitta sambil menunduk takut.
Ken menolehkan kepalanya dan mengangguk mengiyakan.
"Hhhmmm."
"Terima kasih."
Beberapa menit kemudian, mobil Ken memasuki rest area. Banyak mobil yang juga tengah terparkir untuk beristirahat di sana. Ken mengarahkan mobilnya pada lahan parkir yang kosong. Gitta segera berlari ke toilet begitu mobil yang dikendarai Ken sudah berhenti di tempat parkir. Ken hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Gitta.
Ken mengikuti Gitta keluar. Dia juga ingin buang air kecil. Setelah menyelesaikan hajatnya, Ken segera menuju food court yang ada di rest area tersebut. Dia ingin membeli kopi untuk menghalau kantuknya.
Sementara itu, Gitta juga telah menyelesaikan hajatnya. Dia terlihat keluar dari toilet wanita. Seketika ada seseorang yang mencekal lengannya hingga berhenti.
"Greetta Aryanti Novanda" Kata seorang laki-laki yang mencekal lengannya. "Kebetulan kita bertemu di sini." Lanjutnya sambil tersenyum.
Greetta Aryanti Novanda
Gitta yang terkejut segera menoleh menatap laki-laki yang tengah mencekal lengannya. Setelah melihat laki-laki yang tengah mencekal lengannya itu, Gitta segera berusaha melepaskan lengannya.
"Cccckkk. Lo ngikutin gue ya Lang?" Tanya Gitta pada laki-laki itu. Ya, dia adalah Gilang Prastya, teman kuliah Gitta yang sangat menyebalkan menurutnya.
"Pede sekali ya anda." Jawab Gilang.
Ken yang secara tidak sengaja melihat Gitta sedang berbicara dengan seorang laki-laki, memperhatikannya. Dia masih menatap Gitta dengan intens. Ken ingin memastikan Gitta tidak kenapa-napa. Ken ingat pesan mommynya, jika dia yang harus bertanggung jawab terhadap Gitta selama berada di Bandung.
Karena merasa ada yang tidak beres, Ken segera beranjak untuk membayar kopinya dan berjalan mendekati Gitta. Ketika Ken semakin dekat, terdengar jika Gitta dan laki-laki itu tengah berdebat.
Gitta yang melihat Ken berjalan mendekat langsung menghentikan bicaranya. Matanya menatap Ken yang berjalan semakin dekat ke arahnya. Gilang yang melihat arah mata Gitta juga mengikuti arah pandangannya. Belum sempat Gilang bertanya, Ken sudah lebih dulu menarik tangan Gitta.
"Ayo, kita pergi dari sini." Kata Ken sambil menarik lengan Gitta. Gitta yang masih terkejut dengan sikap dadakan Ken hanya mengikuti saja saat Ken menarik lengannya menuju tempat mobilnya terparkir.
Sementara Gilang yang melihat hal itu justru mengikuti mereka berdua.
"Greetta, lo mau kemana? Kita belum selesai ngomong." Kata Gilang sambil masih mengekori mereka.
Gitta yang kesal karena Gilang masih mengikutinya segera menghentikan langkahnya. Ken membiarkan hal itu, sehingga melepaskan tangan Gitta.
"Gue sudah bilang kan tadi, gue nggak bisa bantu lo buat dekat sama Vita. Dia sudah punya cowok juga, lo mau ngerebut cewek orang hah?" Kata Gitta kesal dan kemudian berlalu meninggalkan Gilang yang masih mematung mendengarkan perkataannya.
Tanpa sadar, Gitta menarik lengan Ken dan berjalan meninggalkan Gilang. Dia berjalan menuju tempat mobil Ken terparkir. Namun, saat hendak mencapai kendaraan, Gitta tersadar dengan ulahnya. Dia segera melepaskan tangannya yang memegang tangan Ken sejak tadi.
"Ma-maaf, tidak sengaja." Kata Gitta.
"Hhhmmm"
Mereka melanjutkan langkahnya menuju mobil dan merutuki kecerobohannya. Setalah itu, dia segera mengikuti Ken memasuki mobil. Ken segera melajukan kendaraan kembali setelahnya. Tidak ada obrolan yang terjadi setelah itu.
Namun, beberapa saat kemudian, Ken memecah keheningan dengan bertanya kepada Gitta.
"Kenapa laki-laki tadi memanggilmu Greetta?" Tanya Ken.
"Tadi cowok kamu?" Tanya Ken lagi.
"Bukan. Tadi itu Gilang, dia naksir sahabatku, Vita. Tapi, Vita ini sudah akan menikah karena dijodohkan oleh kedua orang tuanya."
Ken mengerutkan keningnya. "Dan, sahabat kamu itu setuju untuk dijodohkan?" Tanyanya.
Gitta mengangguk mengiyakan. "Iya, dia setuju." Jawab Gitta. "Vita itu sangat penurut kepada orang tuanya. Jadi, dia menerima ketika di jodohkan dengan putra seorang polisi, Alfaro." Lanjut Gitta.
Seketika Ken menoleh menatap Gitta sekilas, sebelum kembali fokus pada jalanan yang ada di depannya. Dia begitu terkejut ketika mendengar Gitta menyebutkan nama itu.
"Alfaro? Apa namanya Alfaro Nathan Pradika?" Tanya Ken penasaran.
Gitta yang mendengar pertanyaan Ken segera menoleh. "Iya benar. Bagaimana mas Ken tahu?" Tanya Gitta tak kalah penasarannya.
"Hhhmmm, dia sahabatku." Jawab Ken.
Seketika Gitta membulatkan mata dan mulutnya. Dia juga memutar tubuhnya hingga menghadap Ken.
"Benarkah? Bagaimana bisa?" Tanyanya kemudian. Ken mendengus mendengar pertanyaan Gitta.
"Tentu saja bisa."
Gitta mencebikkan bibirnya saat mendapati respon Ken hanya datar-datar saja. Sebenarnya, dia ingin membantu sahabatnya itu untuk mengorek informasi tentang Al, sahabat Ken. Namun, setelah mendapati respon Ken yang biasa, dia mengurungkan niatnya.
Ken menyadari sikap Gitta yang sebenarnya ingin menanyakan sesuatu kepadanya, namun diurungkan.
"Kamu ingin tahu tanya sesuatu?" Tanya Ken. Gitta yang mendengarnya mengangguk mengiyakan.
"Apa Alfaro sudah punya kekasih?" Tanya Gitta.
Ken mengerutkan keningnya. Dia sedikit bingung dengan apa yang ditanyakan oleh gadis yang berada di sampingnya ini.
"Tidak."
Gitta mencebikkan bibirnya karena jawaban singkat Ken. Namun, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk bertanya lagi.
"Kenapa dia mau dijodohkan dengan Vita?" Tanya Gitta.
Ken memutar bola matanya dengan malas.
"Kenapa tidak kau tanyakan saja sendiri untuk pertanyaan itu." Kata Ken ketus.
Gitta mencebikkan bibirnya. "Tadi katanya aku boleh bertanya. Kenapa sekarang jadi marah," cicitnya namun masih bisa di dengar oleh Ken.
Lagi-lagi Ken mendengus kesal. "Kalau pertanyaan tentang hal umum mungkin aku bisa menjawabnya. Tapi kalau pertanyaan tentang alasan pribadi, mana mungkin aku mengetahuinya." Terang Ken.
Gitta menganggukkan kepalanya. Iya, dia bisa mengerti alasan Ken. Gitta masih memandangi wajah Ken yang tengah fokus memperhatikan jalanan yang ada di depannya. Gitta bisa melihat hidung mancung dan bibir tipis Ken dalam keremangan lampu jalan tol.
"Lalu, apa kamu sudah punya pacar?"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=\=
Nah siapa yang bertanya?
Gitta
Keenan
Author
Netizen
🤭🤭🤭🤭
Masih adakah yang menunggu?