
Sore itu, Ken menghubungi orang tuanya dan menceritakan peristiwa yang dialami Gitta. Dan benar dugaan Ken, mommynya langsung histeris begitu mendengar ceritanya. Mommy Retta bahkan berniat untuk pulang ke Jakarta malam itu. Namun, daddy dan yang lainnya melarangnya. Mereka akan kembali ke Jakarta keesokan harinya. Beruntung kondisi papa Evan juga sudah membaik dan mereka setuju jika orang tua Vanno juga ikut kembali ke Jakarta.
Gitta harus dirawat di rumah sakit sekitar tiga hari lagi. Gitta hanya bisa menuruti semua perintah dokter. Dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan calon anaknya.
Malam itu, Al yang sudah selesai bertugas menyempatkan diri untuk mengunjungi Gitta di ruang rawat inapnya.
Tok tok tok.
Al mengetuk pintu kamar perawatan Gitta. Gitta yang saat itu tengah berbaring segera mempersilahkan siapapun itu untuk masuk. Setelah mendengar izin dari si empunya kamar, Al segera membuka pintu dan berjalan memasuki kamar tersebut.
"Eh, kak Al." Sapa Gitta.
"Bagaimana keadaanmu Git?" Tanya Al sambil berjalan mendekat ke arah Gitta.
"Alhamdulillah baik Mas. Dedek juga baik. Beruntung tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan." Jawab Gitta.
"Alhamdulillah. Suami kamu mana Git?" Tanya Al.
"Itu lagi di dalam kamar mandi. Baru dapat baju ganti tadi diantar supir." Jawab Gitta. "Silahkan duduk dulu Mas." Lanjut Gitta sambil memperbaiki posisinya.
Al mengangguk mengiyakan permintaan Gitta. Dia berjalan menuju sofa yang ada di dekat brankar Gitta sambil menunggu Ken selesai membersihkan diri. Tak berapa lama pun Ken terlihat sudah selesai membersihkan diri.
Ceklek.
Ken membuka pintu kamar mandi. Dia hanya menggunakan celana pendek putih dan bertelanjang dada saat keluar dari dalam kamar mandi. Rambutnya juga masih basah. Matanya langsung tertuju pada Ken yang saat itu ada di dalam kamar.
"Lhah sejak kapan lo disini Al?" Tanya Ken sambil memakai kaos hitamnya.
"Barusan ini." Jawab Al.
Ken mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Dia segera mendudukkan diri di tepi brankar Gitta dan memberikan beberapa kecupan pada wajah Gitta. Seketika Gitta mendorong wajah Ken agar menjauh darinya.
"Kenapa sih Yang? Aku kan sudah mandi. Sudah wangi ini. Masa iya masih bau lagi." Protes Ken sambil merengut menatap wajah Gitta.
Gitta ingin sekali mengruwes wajah suaminya. Bukan karena itu dia mendorong Ken agar menjauh, tapi karena ada Al di sana. Gitta sudah sangat malu saat itu. Wajahnya sudah terasa sangat panas.
"Mas Ken ih. Bukan karena itu. Lihat, ada kak Al disana. Malu tau." Kata Gitta sambil berusaha menyembunyikan wajahnya di bawah selimut. Ken hanya mencebikkan bibirnya tanda tidak setuju.
"Biarin. Biar dia iri dan ngebet nikah. Salah sendiri menolak perjodohan dengan Vita. Biar tahu rasanya puasa lebih lama lagi." Kata Ken sambil berjalan ke arah Al yang sudah menunggunya di sofa.
Sementara Al masih melongo dengan adegan di depannya. Dia masih menatap tajam ke arah Ken yang sudah duduk di depannya.
"Sembarang lo kalau ngomong." Kata Al dengan wajah kesalnya.
Sementara Ken yang mendapat protes dari Al hanya mencebikkan bibirnya sambil mengangkat bahunya.
"Gimana, lo tahu siapa pelakunya?" Tanya Al kepada Ken setelah beberapa saat kemudian.
"Hhhmmm. Iya gue sudah tahu. Mereka adalah Salsa, anak paman angkat Gitta dan temannya." Jawab Ken.
Al mengernyitkan keningnya. Dia melihat Ken begitu tenang saat itu. Dia yakin Ken sudah bergerak untuk menyelesaikan masalah ini.
"Sudah lo urus?" Tanya Al lagi.
"Hhhmmm. Gue sudah meminta om Arya untuk mengurus mereka. Gue akan buat mereka menanggung semua akibat dari perbuatannya. Mereka sudah berani menghina istri gue dan membahayakan calon anak gue." Geram Ken.
Al yang melihat Ken tengah menahan emosi sedikit bergidik ngeri. Ya, Ken memang terkenal sangat cuek dan dingin. Dia juga tidak terlalu sering terlibat dengan urusan orang lain. Namun, seperti dirinya, jika ada orang lain yang mengusiknya, dia akan sangat marah.
Bahkan, Ken dulu sempat berkelahi hingga mendapat skors dari sekolah karena memukuli mantan kakak kelasnya dulu saat SMP. Ken yang saat itu kelas sembilan terpaksa harus ke sekolah naik bum bum milik sang daddy. Dia bangun kesiangan hari itu. Supir keluarganya sudah berangkat mengantarkan mommy dan adiknya. Naasnya, ban motornya bocor. Karena sudah mepet, Ken terpaksa meminjam bum bum milik sang daddy. Ken menitipkan bum bum di cafe milik sahabat daddynya. Dia tidak membawa bum bum ke sekolah.
Namun, waktu pulang sekolah saat Ken mengambil motor daddynya, dia mendapat cibiran dan beberapa ejekan dari para mantan kakak kelasnya. Mereka menuduh Ken mencuri motor gedhe itu. Karena tidak terima, Ken langsung menghajar mereka di depan cafe tersebut. Saat itu kebetulan Al berada di dekat cafe, jadi dia bisa melihat kemarahan Ken.
"Hhhmmm. Nggak mungkin juga gue tinggal istri gue disini sendirian. Lagipula, gue yakin nggak bakal bisa tidur di rumah jika tidak memeluk istri gue." Jawab Ken dengan entengnya sambil memandang ke arah Gitta yang sudah kembali terlelap.
Al yang mendengarnya hanya bisa mendengus kesal.
"Dasar, selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan." Gerutu Al.
Ken meminta Al untuk menemaninya makan malam. Dia segera membuka aplikasi pemesanan makanan di ponselnya dan mulai memesan makanan yang dia inginkan. Beberapa saat kemudian, makanan pesanan mereka sudah sampai. Ken dan Al langsung menyantap makan malam itu dengan segera. Sesekali mereka masih mengobrol tentang banyak hal.
Setelah selesai, Al segera minta izin untuk pulang. Ken segera membereskan sisa makan malam mereka dan ikut bergabung dengan Gitta setelah itu.
Keesokan paginya, om Arya sudah terlihat mengunjungi Gitta. Mereka masih terlihat mengobrol sebelum seorang perawat wanita datang untuk membantu Gitta membersihkan diri. Ken dan om Arya meninggalkan Gitta di dalam kamar beserta perawat tersebut. Mereka berjalan menuju taman dekat tempat parkir untuk membicarakan sesuatu.
"Jadi, om Arya sudah mendapatkan informasi tentang apa yang aku minta kemarin Om?" Tanya Ken begitu mereka sudah duduk di kursi beton di bawah pohon.
"Sudah Ken. Aku juga sudah memberitahu hal ini kepada daddymu. Mungkin sore ini orang tuamu akan kembali ke Jakarta." Kata om Arya.
Ken hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
"Lalu, apa hasil yang Om dapat?" Tanya Ken.
Om Arya mengambil ponselnya dan menunjukkan beberapa foto disana kepada Ken. Ken segera menerimanya dan melihat foto yang ditunjukkan oleh om Arya.
Seketika Ken mengernyitkan keningnya. Disana ada sepasang laki-laki dan perempuan yang sudah Ken kenal. Ya, foto-foto itu menunjukkan Salsa tengah bermesraan dengan salah satu karyawan GC pusat, Robiantoro. Dia adalah manajer pelaksana di GC. Ken menoleh menatap wajah om Arya.
"Mereka?" Tanya Ken sambil menunjuk foto di depannya.
Om Arya langsung mengangguk mengerti maksud pertanyaan Ken.
"Iya. Salsa adalah salah satu 'mainan' Robi. Dia sebenarnya memiliki banyak 'mainan' diluar sana. Namun, yang lebih sering ditemui adalah Salsa. Bisa dikatakan, Salsa adalah 'mainan' yang sangat disayanginya." Kata om Arya.
Ken yang mengetahui hal itu sedikit menarik ujung bibirnya. Dia kembali menatap foto yang ada di depannya itu.
"Oke Om. Let's start the game!" Kata Ken dengan senyum lebarnya.
Anggap itu babang Ken habis mandi ya 🤭
Abaikan yg ditelinga ya, cari visual cast nya sulit 🙏
Ini babang Al habis selesai tugasnya
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Masih menunggu kah?
Jangan lupa like, comment dan vote nya ya, biar othor e nggak merasa sendiri 🥺🥺