Mendadak Istri

Mendadak Istri
Side Story MI 2


Acara resepsi pernikahan Ken dan Gitta berjalan dengan lancar. Seluruh keluarga besar mereka juga sudah kembali ke rumah masing-masing. Pagi ini, Ken dan Gitta kembali ke rumah setelah semalaman mereka menjalankan 'ritual pengantin baru' 🤔


Setelah sarapan, Ken dan Gitta langsung membawa Zee pulang. Dua hari ini, Ken memang masih cuti bekerja. Dia mendapat sedikit waktu untuk beristirahat.


Begitu sampai di rumah, Ken segera membersihkan diri. Gitta pun juga melakukan hal yang sama setelah menidurkan Zee.


"Yang, bisa minta tolong buatkan jus jeruk? Haus nih," pinta Ken dari dalam kamar mandi.


"Iya, Mas. Sebentar."


Gitta segera beranjak ke dapur setelah merapikan tempat tidur sang putra. Saat dia hendak menuju dapur, Gitta melihat ada pengantar paket di depan pintu. Sang asisten rumah tangga sudah menerima paket tersebut dan membawanya ke dalam.


"Paket untuk siapa, Bi?" tanya Gitta.


"Ini hadiah pernikahan buat Non Gitta dan Deden."


"Eh, buat kami? Dari siapa?" Gitta berjalan mendekat menghampiri paket yang lumayan besar tersebut. Dia penasaran dengan siapa pengirim paket tersebut.


"Nggak tau, Non. Nggak ada namanya."


Gitta membolak-balikkan paket tersebut. Dilihatnya memang tidak ada nama pengirim. 


"Biarkan saja, Bi. Nanti saja dibukanya barengan sama yang lain."


"Iya, Non. Ehm, ini mau makan siang sekarang?"


"Sebentar lagi, Bi. Aku masih belum bersih-bersih," ucap Gitta sambil berjalan menuju dapur.


"Lalu, ini mau buat apa, Non? Biar Bibi bantu."


"Nggak usah, Bi. Aku hanya mau buat jus jeruk untuk mas Ken."


Setelah itu, Gitta segera membuatkan jus jeruk untuk sang suami. Begitu selesai, Gitta segera membawa jus tersebut ke kamar. Dia meletakkan jus di atas nakas dan berjalan menyusul Ken yang tengah berada di dalam walk in closet.


"Tadi ada yang kirim paket, Mas," ucap Gitta sambil memilihkan baju untuk Ken.


"Dari siapa?"


"Nggak tau. Nggak ada nama pengirimnya."


Ken mengangguk-anggukkan kepala. Setelah itu, dia segera memakai baju yang sudah disiapkan oleh Gitta.


Siang itu, Ken dan juga Gitta makan siang bersama. Setelah itu, Ken segera beranjak menuju bengkel sahabat daddy Vanno. Ken ingin sedikit memodifikasi kendaraannya. Tentu saja dia tidak akan mengatakan hal itu kepada Gitta. Ken hanya bilang ingin menyervis kendaraan.


Beberapa saat setelah Ken pergi, Gitta segera kembali ke kamar untuk melihat sang putra. Zee terlihat tidur, namun tidak nyaman. Bayi laki-laki tersebut bergerak-gerak gelisah. Gitta berjalan mendekat ke arah Zee. Dia berniat untuk menggendong sang putra. 


Namun, betapa terkejutnya Gitta saat menyadari tubuh Zee ternyata demam. Gitta langsung panik. Dia buru-buru mengambil termometer untuk memeriksa suhu tubuh sang putra. Lagi-lagi Gitta dibuat semakin panik. Suhu tubuh Zee sudah mencapai 38,6°C.


Gitta langsung bergegas mematikan AC. Dia juga segera mengganti baju Zee. Gitta meminta bantuan Bi Mul untuk menyiapkan air kompresan untuk Zee. Tak lupa juga, Gitta tetap berusaha menyusui sang putra meskipun beberapa kali Zee menolaknya.


Ken yang mendapat kabar jika sang putra tengah sakit, langsung berbalik pulang. Dia mengurungkan niatnya untuk pergi ke bengkel.


Begitu sampai di rumah, Ken langsung bergegas menuju kamar. Langkah kakinya semakin dipercepat saat mendengar teriakan Gitta dengan disertai suara tangisan.


Ceklek. Ken langsung buru-buru membuka pintu kamar. Dia mendapati Gitta tengah meraung-raung sambil mendekap Zee.


"Yang?!"


\=\=\=\=


Kira-kira, Zee kenapa ya? 🤔