
"Maassss!"
Teriak Gitta saat Ken membawanya masuk kedalam kamar tamu dan segera mengunci pintu. Gitta yang masih terkejut saat melihat tingkah Ken yang tiba-tiba, merasa aneh.
"Mas, ada ap…" belum juga Gitta menyelesaikan pertanyaannya, namun bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Ken. Tangan kiri Ken sudah menekan tengkuk Gitta dengan lembut, sementara tangan kanannya sudah melingkar dengan sempurna pada pinggang Gitta. Sedangkan Gitta yang sudah terbawa suasana hanya bisa mengikuti permainan Ken.
Keduanya saling berlomba untuk memberikan kenikmatan. Ken membawa Gitta ke tempat tidur yang ada di dalam kamar tersebut. Gitta tidak menolak, dia hanya mengikuti kemauan sang suami. Tiba-tiba saja Ken menjatuhkan tubuh mereka ke atas tempat tidur tersebut.
"Maass Ken."
Gitta sedikit tersentak kaget saat mendapati tindakan tiba-tiba sang suami. Mereka saling melepaskan pagutan dan berusaha meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Dada mereka naik turun seolah berusaha keras untuk menormalkan detak jantung yang memburu.
Tidak ada percakapan diantara mereka. Namun, netra mereka saling mengunci. Tatapan sayu yang mereka perlihatkan menunjukkan betapa mereka sudah sangat saling membutuhkan.
"I want you right now." Kata Ken sambil membelai pipi Gitta dengan lembut.
Gitta yang mendapati perlakuan lembut Ken merasakan darahnya berdesir hebat ke seluruh tubuh. Bahkan, saat tangan Ken mulai melepas kancing baju Gitta, degup jantungnya justru bertambah hebat.
Tatapan mata sayu Ken yang sudah memenuhi netranya malah membuat tubuh Gitta semakin melemah. Dia sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Ken.
Ken sudah berhasil membuka baju Gitta hingga menyisakan kacamata yang menutupi balon tiupnya. Ken segera meraih ujung kacamata itu dan melepas pengaitnya. Sekarang sudah terpampanglah balon tiup yang sangat menggoda bagi Ken.
Ken kembali memberikan serangan lembut pada bibir Gitta. Tidak lama, namun cukup membuat Gitta kehabisan napas. Ken memberikan kesempatan kepada Gitta untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya. Nafas Gitta yang masih tersengal-sengal membuat Ken semakin gemas.
Ken kembali melakukan aksinya saat melihat nafas Gitta sudah kembali normal. Mendapat perlakuan seperti itu Gitta hanya bisa menggelinjang-gelinjang sambil mendongakkan kepalanya. Gitta bahkan dengan beraninya meraih rambut Ken dan meremasnya dengan gemas saat bibir Ken berusaha memanjakan dirinya.
Racauan Gitta tak berhenti. Dia sudah mulai kehilangan kesadaran akibat perlakuan yang diciptakan oleh Ken. Tangan Ken tak tinggal diam. Kini tangannya ikut berpartisipasi untuk memberikan sensasi baru bagi tubuh Gitta.
Gitta sudah mulai meracau banyak hal. Entah dia sadar atau tidak dengan apa yang telah diucapkannya. Ken masih tak menggubris racauan Gitta dia ingin mencoba resep sang daddy hingga membuat Gitta berteriak hebat. Namun, saat dia hendak turun kebawah, Gitta segera menarik wajah Ken dan membawanya ke hadapan wajahnya.
"Lakukan sekarang Mas." Kata Gitta dengan tatapan mata sayu.
Ken yang hendak mencoba resep sang daddy pun harus mengurungkan niatnya. Dia sendiri sudah merasa sangat terbakar namun bukan oleh api. Lah terus terbakar oleh opo thor? Ndak tahu 🙄🙄
Segera dia melucuti pakaiannya sendiri dan juga celana Gitta. Ken segera memulai apa yang para reader bayangkan. 🙄
"Maasss pelan-pelah ih, kenapa masih sakit ini" Tanya Gitta ditengah-tengah kegiatannya.
"It-tuh karena masih soft opening sayanghh." Jawab Ken sekenanya.
"Hhhaaahhh?? Mana ada yang seperti itu Mas?" Kata Gitta.
"Ada lah. Mau tauh?" Tanya Ken.
"Ho oh." Jawab Gitta asal tanpa berpikir.
Seketika Ken melakukan apa yang sama sekali tidak Gitta bayangkan.
"Aduuhh duuhh Mas, pelaann."
Gitta masih terus meracau dan berteriak-teriak karena perlakuan Ken.
Aku akan membuat resep sendiri. Kapan-kapan saja ikutin resep daddy. Kelamaan. Batin Ken.
Mereka menyelesaikan olahraga adu lemas bertepatan dengan suara adzan ashar. Ken dan Gitta ambruk di tempat tidur sambil ngos-ngosan berusaha untuk meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Mereka saling menatap dengan wajah sama-sama kelelahan.
"Mas, jadi ke Balinya?" Tanya Gitta setelah berhasil mengatur napasnya.
Ken menoleh menatap wajah sang istri. "Bagaimana menurutmu?" Tanya Ken.
"Aku sepertinya mau mendekati datang bulan deh Mas. Ini sudah mulai masuk tanggalnya. Nanti jangan-jangan jika kita sampai sana malah zonk." Jawab Gitta.
Ken menatap wajah Gitta yang penuh dengan keringat. Dikecupnya pucuk kepala Gitta dengan lembut.
Gitta yang menyadari jika suaminya masih polos segera berteriak dan menutup wajahnya dengan selimut.
"Aaaarrgghhh Mas, pakai baju dulu gih. Malu tau itu tiang listrik masih aktif saja." Kata Gitta dari balik selimut.
"Biarin, nanti nambah lagi." Jawab Ken dengan entengnya.
"Hhhaaaahh."
*****
Malam itu, Ken dan Gitta makan malam di rumah mommy. Saat Ken memberi tahu jika dia dan Gitta batal ke Bali, mommynya meminta mereka makan malam di rumah. Ken dan Gitta pergi ke rumah mommynya dengan berjalan kaki. Mommy sudah menunggu Ken dan Gitta di ruang makan saat mereka datang.
"Assalamualaikum Mom." Sapa Gitta dan Ken bersamaan saat mereka memasuki rumah Retta.
"Waalaikumsalam sayang. Masuk sini, mommy di ruang makan." Teriak mommy dari ruang makan.
Ken dan Gitta berjalan menuju ruang makan. Terlihat makan malam sudah tersaji semua di atas meja. Ken begitu senang saat melihat makanan kesukaannya tersaji disana.
"Waahh, enak nih." Kata Ken sambil menarik kursi dan mendudukkan diri di sana. Sementara Gitta membantu mommy menyiapkan minuman. "Daddy mana mom?" Tanya Ken.
"Masih di dalam kamar. Baru pulang daddy kamu itu." Jawab Retta.
Ken manggut-manggut mendengar jawaban sang mommy. Tak berapa lama kemudian, daddy sudah turun dan ikut bergabung bersama mereka. Acara makan malam pun segera dimulai.
"Jadi, batal nih ke Balinya?" Tanya Vanno.
"Hhhmm. Nanti waktu Gitta liburan saja sekalian Dad, akhir tahun gitu." Jawab Ken.
"Baguslah. Lagi pula di rumah maupun di Bali juga sama saja kan." Kata Vanno.
Kali ini, Retta yang menjawab perkataan suaminya.
"Ya jelas bedalah Mas. Kalau di Bali atau di tempat lain kita tinggal santai. Mau gaya seperti apa hingga buat kamar seperti kandang ayam pun bakal santai saja, karena akan ada yang bakal beresin. Dan itu kita tidak kenal. Lha kalau dirumah, tetap aku yang beresin Mas setelah kamu buat rusuh." Jawab Retta sambil mendengus kesal. "Iya jika cuma satu kamar. Kamu selalu merasa risih jika kamar berantakan dan akan minta pindah ke kamar tamu. Dan ujung-ujungnya buat rusuh lagi." Lanjut Retta sambil masih memanyunkan bibirnya.
Vanno yang terlihat salah tingkah di depan Ken dan Gitta pun hanya bisa nyengir kuda menanggapi gerutuan istrinya.
"Ya, bukan hanya aku saja yang ikut menikmati kan sayang." Jawab Vanno sambil menaik turunkan alisnya.
"Hhhhhh. Dasar selalu saja A2T." Ketus Retta.
"Apa itu A2T Mom?" Tanya Ken.
"Angel temen tuturane (Susah sekali diberitahu)" jawab Retta.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Di penghujung tahun ini, mari bersama berdoa semoga kita semua tetap diberi kesehatan dan rezeki yang berkah untuk tahun-tahun kedepan. Dan semoga tahun depan pandemi ini segera selesai. Aamiin.
Jangan lupa dukungannya ya, like, comment dan vote.
Thank you 🤗