Mendadak Istri

Mendadak Istri
Part 56


"Angela, Angela Kurniawan" kata Vanno. "Dia adalah adik dari Jessika Kurniawan, sekretaris daddy yang telah menghancurkan kebahagiaan kami." lanjut Vanno.


Mata Vanno berkilat-kilat merah menahan amarah. Rahangnya mengeras dengan suara gemelethuk gigi menandakan dia tengah menahan geramannya.


Retta terkejut mendengar penjelasan Vanno. "Adik dari Jessika?" tanya Retta. "Kenapa dia mengusik keluarga kita, Mas?" lanjutnya.


Vanno masih terlihat geram jika mengingat kedua saudara itu. Dia menghembuskan napas kasar sebelu menjawab pertanyaan Retta. Selanjutnya, Vanno mulai menceritakan kejadian sebenarnya kepada Retta.


"Dulu, Jessika dapat bekerja di perusahaan daddy karena sebuah rekomendasi dari seorang teman daddy, Joni Putra. Awalnya, semua berjalan dengan lancar, sampai akhirnya kakek meninggal. Kejadian bermula dari situ. Ternyata, Joni ini telah merencanakan untuk menghancurkan perusahaan daddy, bahkan mengambil alihnya dengan bantuan Jessika. Selama itu, Jessika lah yang telah membantu untuk membocorkan informasi perusahaan kepada para rival daddy. Joni dan Arya, ayah Amira, bekerja sama untuk menggulingkan perusahaan daddy. Namun, hal diluar prediksi mereka berdua terjadi. Jessika menaruh hati kepada daddy hingga menyebabkan kejadian mengerikan itu terjadi."


"Saat itu, Jessika merupakan tulang punggung keluarga. Dia membiayai hidup ibu dan seorang adiknya, Angela yang saat itu masih berumur sekitar tujuh belas tahun. Jessika harus menghidupi ibu dan adiknya. Jessika sendiri tidak tahu siapa ayahnya, begitupun ayah dari adiknya. Namun, wajah mereka cukup mirip, mengingat mereka mewarisi wajah ibunya yang berdarah Turki"


"Ketika mengetahui Jessika telah meninggal, ibunya depresi. Jiwanya terganggu hingga nyaris beberapa kali mencoba untuk mengakhiri hidupnya. Daddy meminta bantuan beberapa orang temannya untuk mengawasinya. Daddy takut jika ibunya Jessika akan bertindak nekat melukai keluarga lagi. Hingga yang dikhawatirkan daddy benar-benar terbukti. Ibunya Jessika datang ke rumah sambil membawa pisau dapur. Kejadian mengerikan itu terjadi lagi, hingga pihak berwajib datang dan membawa ibunya Jessika. Setelah diperiksa, ibunya Jessika mengalami gangguan jiwa dan dibawa ke rumah sakit jiwa. Dua tahun di rawat di sana, hingga akhirnya meninggal dunia."


"Sementara itu, Angela adik Jessika di bawa oleh orang suruhan Joni ke Rusia. Daddy benar-benar kehilangan jejaknya, hingga sekitar empat tahun lalu daddy bertemu dengannya. Saat itu, daddy tengah menghadiri pesta pernikahan putra pemilik Emergo Corp, perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan daddy. Daddy begitu terkejut ketika melihat mempelai wanita ternyata adalah Angela, meski saat itu dia mengganti nama menjadi Jessika Nielson."


"Daddy pura-pura tidak menyadarinya. Namun, setelahnya daddy meminta beberapa anak buahnya mencari tahu tentang menantu Emergo Corp dan di dapatlah informasi bahwa Jessika Nielson sebenarnya adalah Angela Kurniawan."


"Daddy benar-benar berhati-hati dengan Angela atau Jessika ini. Daddy khawatir jika dia akan bertindak jauh lebih nekat daripada kakak dan ibunya, mengingat dia memiliki fasilitas yang baik." Kata Vanno memberikan penjelasan kepada Retta. "Dan, semua kekhawatiran daddy terbukti" lanjutnya.


Retta masih melongo mendengarkan penjelasan Vanno. Dia begitu terkejut dengan semua cerita Vanno hingga tak sadar matanya sudah mulai berkaca-kaca. Dia merasa takut jika ada sesuatu yang buruk menimpa keluarga barunya itu. Dia sudah sangat menyayangi keluarganya itu.


Vanno terkejut melihat Retta yang sudah berkaca-kaca. Dia berpikir jika Retta tengah ketakutan. Vanno segera meraih tubuh Retta dan membawanya ke dalam pelukan.


"Jangan takut. Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi kepadamu" kata Vanno sambil mengusap rambut Retta pelan.


Retta yang sudah tidak bisa menahan air matanya, langsung mengeratkan pelukannya. Dia menggeleng pelan pada dada Vanno. "Aku tidak takut hal buruk terjadi padaku Mas, aku takut jika hal buruk itu terjadi padamu Mas, pada mommy dan daddy, hiks hiks." 


Retta mengerjapkan matanya yang berair sambil mendongakkan kepala untuk memandang wajah Vanno. Karena gemas melihat Retta yang masih berusaha menghalau air matanya agar tidak jatuh, Vanno segera mendaratkan bibirnya pada bibir Retta. 


Cup. 


Retta terkejut mendapat serangan Vanno. Dia hendak memprotes perbuatan suaminya. Namun, begitu dia membuka bibirnya untuk memprotes perbuatan suaminya, Vanno sudah terlebih dahulu menjelajah mulut Retta dengan lidahnya begitu bibir Retta terbuka. 


Dan, eng ing eenngggg… Apa yang akan terjadi? 🤭🤭


.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Maaf slow up kemarin, ada hal mendadak yang harus dikerjakan.


Masih mau lanjut?