Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Mengenal Rumah Baru


Gitta memutuskan memesan makan malam saat itu. Jadi, saat sampai di rumah, makan malam pesanan mereka pun juga bisa segera sampai.


Ken memasukkan mobilnya ke garasi setelah mereka tiba di rumah minimalis tersebut. Gitta segera turun dan membuka pintu utama rumah tersebut. Rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Sangat pas untuk pasangan pengantin baru seperti mereka. 


Gitta melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah berlantai dua tersebut. Gitta melewati ruang tamu, masuk lagi ke dalam hingga menemukan sebuah ruang keluarga yang cukup nyaman dengan jendela kaca lebar di sampingnya. Ada dua buah kamar di dekatnya. Masuk lagi ke dalam, ada sebuah dapur dan ruang makan. Gitta tersenyum bahagia melihatnya. Ada sebuah area multi fungsi di sebelah tangga menuju lantai dua dengan sebuah lemari penuh dengan mainan anak-anak. Mungkin, tempat itu berfungsi sebagai tempat bermain bagi Ken atau Khanza saat kecil. 


Di sebelahnya, ada sebuah pintu yang diyakini Gitta menuju halaman belakang. Namun, dia tidak membukanya karena hari sudah cukup malam.


Ken terlihat membawa barang-barang Gitta ke dalam rumah. Gitta menoleh menatap suaminya yang tengah menurunkan dua kardus sekaligus. Dia merasa bersalah karena tidak membantunya.


"Maaf Mas, aku lupa tidak membantu. Aku sedang melihat-lihat rumah ini." Kata Gitta.


"Suka?" Tanya Ken.


"Tidak!" Jawab Gitta seketika. Ken begitu terkejut saat mendengar jawaban Gitta. Wajahnya terlihat mengeras dengan tatapan mata yang tajam.


Gitta yang melihat wajah kesal suaminya segera mendekat. Kali ini, dia sudah tahu bagaimana cara menjinakkan suami antartikanya ini. Gitta mendekat dan melingkarkan tangannya pada tubuh Ken. Dia mendongak menatap wajah suaminya yang tengah kesal sambil tersenyum.


"Aku tidak suka dengan rumah ini Mas, tapi sukaaaa bangeett. Rumah ini nyaman banget, luas. Aku bisa membayangkan akan seperti apa nanti jika punya anak dan berlarian kesana kemari di rumah ini." Kata Gitta sambil terkekeh.


Ken yang mendengar perkataan Gitta langsung tersenyum. Dilihatnya bibir Gitta yang menggodanya. Ken dibuat gemas dengannya selama dua hari ini. Ken menarik tengkuk Gitta dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menekan punggung Gitta agar semakin menempel pada tubuhnya. 


Ken semakin mendekatkan bibirnya pada bibir Gitta. Dia gemas sekali rasanya ingin menyesapi dan menggoda bibir tipis itu. Namun, ketika tinggal beberapa sentimeter lagi kedua benda kenyal tersebut bertemu, terdengar suara ketukan pintu. Rupanya makanan pesanan mereka sudah sampai.


Gitta segera melepaskan tangannya dari tubuh Ken sambil tersenyum.


"Ditahan dulu. Kita makan malam sebentar. Setelah itu, i'm yours." Kata Gitta sambil masih tersenyum dan berjalan melangkahkan kaki untuk membukakan pintu. Ken tersenyum lebar setelah mendengar perkataan Gitta.


Setelahnya, mereka makan malam bersama di meja makan untuk pertama kali. Mommy ternyata sudah mengisi seluruh kebutuhan dan peralatan dapur. Gitta merasa sangat beruntung memiliki keluarga baru sebaik ini. Ungkapan syukur tak luput dari bibir dan hatinya setiap saat.


Ken menyelesaikan makan malamnya terlebih dahulu. Dia segera beranjak ke kamar utama yang berada di lantai dua rumah itu. Tak lupa juga Ken membawa koper yang berisi baju Gitta naik ke lantai atas. Sementara Gitta segera membersihkan sisa sisa makan malam mereka.


Tak berapa lama kemudian, Gitta susah selesai dan segera mengikuti Ken naik ke lantai dua. Ada dua ruangan di lantai dua tersebut. Gitta meyakini kamarnya berada di sebelah kiri. 


Gitta berjalan menuju kamar tersebut dan benar saja. Begitu Gitta membuka pintu kamar, terlihat Ken juga baru saja keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang dililitkan hingga sebatas pinggang. Rambutnya juga masih cukup basah. 


Deg deg deg.


Gitta masih mematung di tempatnya berdiri. Tubuhnya terasa kaku saat melihat tubuh suaminya yang hanya berbalut handuk hingga sebatas lutut. Ken menyadari jika istrinya sedang menatapnya. 


"Kenapa masih berdiri di sana?" Tanya Ken.


Gitta segera tersadar dan segera menutup pintu kamarnya. Dia masih menundukkan kepala karena malu melihat Ken. Menyadari istrinya tengah malu, Ken malah berniat menggodanya. Ken berjalan mendekati Gitta.


"Segera mandi gih, aku akan mengecheck semua pintu dulu." Kata Ken yang sudah berada di dekat Gitta.


"Iya Mas." Jawab Gitta sambil memberanikan diri mendongak menatap Ken. Namun, matanya kembali membulat dengan sempurna saat Ken berjalan menuju walk in closet sambil melepas handuknya dan melemparkannya hingga menutupi wajah Gitta.


"Astagaaa. Ap-apa itu tadi." gumam Gitta karena masih shock saat melihat sesuatu yang, ah sudahlah. "Aaahhh, usus dua belas jariku pasti akan meronta-ronta nanti." Kata Gitta sambil menggelengkan kepalanya cepat-cepat.


Gitta tersadar dari otaknya yang sudah travelling kemana-mana saat handuk Ken yang dipegangnya jatuh. Dia buru-buru mengambilnya dan segera berlari menuju kamar mandi sebelum Ken benar-benar keluar dari walk in closet.


Gitta segera mengunci pintu kamar mandi dan menanggalkan seluruh pakaiannya. Dia segera membersihkan diri dan membuang jauh-jauh pikirannya yang aneh-aneh. 


Begitu selesai mengganti bajunya, Ken segera turun dan memeriksa semua pintu dan jendela rumahnya. Dia juga mematikan semua lampu dan menggantinya dengan lampu yang lebih redup. Setelah merasa semua sudah terkunci dengan benar, Ken segera melangkahkan kaki ke dapur untuk mengambil air minum dan membawanya kembali ke kamar. 


Diliriknya jam dinding yang ada ruang keluarga saat dia berjalan melewatinya. Pukul 21.20. Ken melanjutkan langkahnya menuju kamar. Ken mengunci pintu kamarnya dan meletakkan minuman di atas meja nakas di samping tempat tidurnya. Kemudian, dia beringsut naik ke atas tempat tidur sambil memeriksa ponselnya. 


Ken mengernyitkan dahinya saat mendapati dua kali panggilan dari daddynya dan tiga kali panggilan tak terjawab dari mommynya. Ken segera melakukan panggilan kepada sang daddy. Ken khawatir jika ada sesuatu yang terjadi.


"Tidak ada. Tadi mommy kamu hanya ingin memastikan kalian sudah sampai di rumah apa belum. Itu saja." Jawab Vanno di seberang sana.


"Oohh, kami sudah sampai ini Dad." Jawab Vanno.


"Syukurlah. Jangan lupa mengunci semua pintu. Di luar sudah gerimis." Jawab Vanno.


"Iya Dad. Sampaikan kepada mommy jika kami sudah di rumah." Kata Ken.


"Iya. Daddy tutup dulu. Mau nyusul mommymu mandi." Kata Vanno.


"Ccckkk. Memang mommy mandinya dimana pakai disusul segala." Kata Ken menyahuti perkataan Vanno.


Vanno tidak menyahuti perkataan san putra, tapi malah tertawa keras menanggapinya. Ken meletakkan ponselnya di atas nakas sambil menunggu Gitta selesai mandi. 


Ceklek.


Gitta terlihat keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan bathrobenya. Dia lupa tidak membawa baju tidur sekalian tadi ke kamar mandi karena panik. Ken memperhatikan Gitta yang tengah selesai mandi dan berjalan menuju walk in closet.


Beberapa menit kemudian, Gitta keluar dengan menggunakan baju tidur miliknya sendiri. Dia terlihat sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ken yang melihatnya memicingkan matanya.


"Kenapa pakai baju tidur itu?" Tanya Ken.


Gitta mendongak menatap wajah Ken di tengah kegiatannya mengeringkan rambut.


"Memangnya kenapa Mas?" Tanya Gitta dengan polosnya.


Ken mendengus kesal mendengarnya. "Ya pakai yang seperti kemarin dong." Jawab Ken.


Gitta menatap wajah suaminya yang tengah kesal. Dia berjalan mendekat ke arah Ken sambil tersenyum.


"Buat apa baju seperti kemarin Mas, toh setelah ini juga akan dilepas semuanya." Kata Gitta sambil berdiri di samping Ken.


Seketika Ken tersenyum lebar mendengarnya. Langsung saja Ken menarik tubuh Gitta dan menjatuhkannya di atas ranjang king size itu. Ken beringsut hingga berhasil menindih tubuh Gitta setelahnya.


"Jangan mencegahku untuk membuka jalan tol kali ini." Kata Ken sambil tersenyum smirk kemudian membungkam bibir Gitta dengan bibirnya.


Setelahnya…


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Tahan napas dulu, habis part ini baru hembuskan 🤭🤭


Masih menunggu dukungannya, like, komen dan votenya ya kak,


Author kembik-kembik arep nangis ini lho 🥺🥺