Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Resep Rahasia


Gitta tertidur lagi setelah melaksanakan ibadah sholat subuh. Ken yang melihatnya hanya menggelengkan kepala. Dia bisa mengerti jika istrinya itu sangat kelelahan. Seharian kemarin istrinya sudah sangat sibuk, ditambah semalam dia harus berlomba adu lemas diatas ring king size bersama dirinya. 


Ken masih memeluk tubuh Gitta yang masih meringkuk di dalam selimutnya. Rambutnya yang masih setengah basah dibiarkannya terurai berantakan di atas bantalnya. Ken hanya menggelengkan kepalanya saat melihat istrinya bahkan tidak bergerak sedikitpun saat dia berulang kali mengecup bibirnya.


Ken terkejut saat mendengar seseorang memanggil namanya dari bawah. Ken sangat hafal dengan suara itu. Mommynya. Dia segera beranjak turun dari tempat tidur untuk segera menemui sang mommy. Jika tidak, bisa dipastikan mommynya akan langsung naik ke atas dan mencarinya.


Saat Ken berjalan menuruni tangga, dia bisa mencium wangi masakan bi Yanti yang menggugah selera. Ken melihat sang mommy menata sarapan di atas meja makan.


"Apa yang mommy lakukan?" Tanya Ken saat sudah berada di samping mommynya.


Retta menoleh menatap wajah putranya yang baru turun itu. "Ini mommy bawakan sarapan untuk kalian. Mommy kasihan sama Gitta. Dia pasti kelelahan sehabis kamu gempur semalaman." Jawab mommy dengan santainya.


Ken mendengus kesal saat mendengar perkataan sang mommy.


"Digempur? Emang perang apa Mom, pakai digempur segala." Jawab Ken sambil mencomot tempe mendoan kesukaannya.


"Iyalah." Kata mommy sambil berjalan menuju dapur. "Gitta masih tidur?" Tanya mommy.


"Hu uh. Kecapekan dia Mom." Jawab Ken tanpa basa basi.


"Ccckkk. Jangan dipaksa terus-terusan. Kasihan dia masih harus kuliah hari ini. Besok saja dilanjut, weekend." Kata mommy.


"Hhhmmm."


"Ini kopi dan teh madu hangat buat Gitta. Jangan lupa dibangunin Gittanya. Awas saja digangguin lagi." Kata Gitta sambil mencuci tangan.


"Iya." Jawab Ken. "Mommy mau kemana?" Lanjut Ken saat melihat mommynya hendak pergi.


"Mommy mau ke hotel. Ada meeting nanti jam delapan. Mommy mau nebeng daddy kamu."


"Lha, kenapa tidak bawa kendaraan sendiri Mom atau di antar mang Jo?" Tanya Ken sambil masih melahap tempe mendoannya sambil mendudukkan diri di kursi ruang makan tersebut.


"Males." Jawab mommynya sambil mengelap kedua tangannya. "Mommy berangkat dulu. Ingat, jangan terlalu sering memaksa istri kamu." Kata mommy sambil menegcup puncak kepala Ken sebelum beranjak pergi. Sementara Ken mendengus kesal mendengar perkataan mommynya. 


Ken segera beranjak berdiri untuk membangunkan Gitta. Begitu sampai di dalam kamar, Ken beranjak naik ke atas tempat tidur dan berusaha untuk membangunkan Gitta. Dikecupnya tengkuk sang istri dan sedikit meng*capnya. Sedangkan Gitta yang mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya langsung menggeliat.


"Aaahhh Masss, masih pagi ini. Jangan mulai lagi deh." Kata Gitta dengan suara seraknya. Dia kembali menggeliat hingga sekarang posisinya berbalik menghadap Ken.


"Siapa yang mulai, aku cuma bangunin kamu untuk sarapan." Kata Ken sambil memberikan kecupan kecil pada bibir menggoda istrinya itu. Tangannya sudah sangat lincah bergerak kesana kemari untuk mencari sesuatu yang menarik bagi dirinya.


"Maass iihhh, sudah ah." Kata Gitta sambil mencegah tangan suaminya yang sudah nangkring di perutnya dan mulai aktif bergerak. "Sudah siang ini." Lanjut Gitta sambil berusaha untuk duduk.


Ken tersenyum melihat penampilan istrinya yang sangat menggoda itu. Selepas sholat subuh, Gitta hanya memakai kaos kebesaran yang di sambarnya sembarangan pada walk in closet. Dia bahkan hanya memakai celana dalam saja dan melanjutkan tidurnya. Dia merasa sangat lelah setelah pertempurannya semalam dengan sang suami.


Gitta segera beranjak turun dari tempat tidur sambil menarik lengan sang suami. 


"Ayo, aku buatkan sarapan." Kata Gitta yang masih belum mengerti jika mertuanya sudah membawakan sarapan untuk mereka.


"Lhah, kenapa buat lagi. Mommy sudah membawakan sarapan buat kita." Kata Ken sambil mengekori Gitta.


Seketika Gitta berhenti dan berbalik menatap sang suami. 


"Mommy kesini?" Tanya Gitta terkejut.


"Iya, tadi mommy baru kesini mengantarkan sarapan. Tapi sudah pulang lagi." Jawab Ken.


"Astaga Mas, kenapa tidak membangunkanku. Aku malu Mas." Kata Gitta panik.


Ken tersenyum gemas saat melihat ekspresi sang istri. Dia menarik Gitta hingga menempel pada tubuhnya.


"Nggak usah cemas begitu. Mommy juga paham jika menantunya sangat kelelahan karena aktivitasnya semalam." Jawab Ken sambil mengecup bibir Gitta singkat. "Sudah, ayo cepat sarapan." Lanjut Ken sambil menarik lengan Gitta. Mereka segera sarapan setelahnya. 


Setelah sarapan, Gitta dan Ken segera bersiap-siap untuk berangkat kerja dan kuliah. Pagi ini Ken harus ke kantor daddynya. Sedangkan Gitta ada kuliah pagi hingga siang.


Ken mengantar Gitta hingga sampai di gerbang kampusnya. Setelahnya, dia segera berangkat menuju kantor sang daddy. Begitu sampai di kantor daddynya, Ken segera menuju ruangan Vanno.


"Masuk." Kata Vanno saat Ken mengetuk pintu ruangannya. Vanno menoleh menatap sang putra yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Ada apa Dad?" Tanya Ken setelah berhasil mendudukkan diri di depan Vanno.


"Sudah sarapan?" Tanya Vanno.


"Baguslah. Jangan lupa banyak-banyak makan dan mengkonsumsi vitamin, agar tetap fit." Kata Vanno.


"Hhhmmm."


"Daddy memintamu kesini karena ingin meminta bantuanmu. Salah satu teman daddy dari Singapura ingin membuat cafe baru." Kata Vanno. "Sekalian, dia juga ingin membuat promosinya. Bagaimana kamu bisa membantunya?" Tanya Vanno. Ken terlihat masih menimbang tawaran daddynya sebelum memutuskan.


"Aku belum bisa memutuskan Dad, proyek yang aku kerjakan belum juga selesai seluruhnya. Aku takut jika nanti mengecewakan semuanya." Jawab Ken.


Vanno mengangguk mengerti maksud sang putra. Dia juga pernah berada di posisi yang sama seperti Ken.


"Iya, daddy paham. Akan daddy sampaikan alasanmu nanti." Jawab Vanno. "Oh ya, sudah berhasil apa belum semalam?" Tanya Vanno sambil menaik turunkan alisnya.


Ken yang sudah paham maksud Vanno hanya bisa mendengus kesal. 


"Sudah." Jawab Ken singkat. Vanno langsung tergelak mendengar jawaban datar Ken. 


"Hahahaha. Pasti kamu tidak bisa nambah lagi kan?" Ledek Vanno.


Ken semakin mengerucutkan bibirnya. Benar sekali tebakan sang daddy. Dia tidak bisa meminta lagi, bahkan Ken merasa kasihan pada Gitta yang langsung terlelap setelahnya.


"Dulu, mommy dan daddy harus menunggu berbulan-bulan dulu sebelum berhasil membuka jalan tol, karena saat itu kami masih semester dua kelas dua belas. Namun, begitu kami lulus kami langsung tancap gas. Hahahaha." Kata Vanno.


Ken masih mendengarkan perkataan daddnya sambil manggut-manggut.


"Daddy kasih tahu resep rahasia, mendekatlah." Kata Vanno sambil mencondongkan tubuhnya ke tengah meja.


Ken yang mendengarnya pun segera melakukan perintah sang daddy. Vanno segera membisikkan beberapa resep rahasia yang bisa membuat perlombaan adu lemas Ken dan Gitta semakin bersemangat dan panas.


Ken langsung menegakkan tubuhnya saat sang daddy telah selesai memberikan wejangannya. Wajah Ken tampak memerah setelah mendengarnya. Vanno yang melihat perubahan wajah sang putra langsung tergelak semakin keras. Ken, jangan ditanya lagi. Dia wajahnya sudah semakin merah bahkan sudah mencapai telinganya.


"Lalu, indikasi jika aku berhasil melakukannya apa Dad?" Tanya Ken.


Vanno menghentikan tawanya untuk menjawab pertanyaan sang putra.


"Jika Gitta sudah sangat berisik dan berteriak-teriak memanggil nama kamu, itu baru berhasil." Jawab Vanno dengan bangganya.


Ken semakin dibuat penasaran dengan perkataan sang daddy. Dia semakin tidak sabar untuk segera mempraktekkannya bersama Gitta.


Vanno yang melihatnya hanya tersenyum puas. Dia berhasil membuat sang putra kebakaran jenggot.


"Sudah, sekarang kembalilah ke kantor. Ingat, lakukan nanti malam seperti yang daddy katakan. Dan lihat seberapa besar keberhasilan kamu." Kata Vanno sambil tersenyum.


Ken hanya mengangguk sambil pamit kepada sang daddy. Sesampainya di dalam mobil, Ken segera meraih ponselnya dan menghubungi Gitta.


"Hallo Mas, ada apa?" Tanya Gitta diseberang telepon.


"Pulang sekarang. Aku jemput." Kata Ken.


"Hhhhaaahh?!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Kok pulang sih?


Memangnya mau ngapain? 🤔🤔


Jangan lupa mohon dukungannya ya, like, comment dan vote.


Thank you 🤗