Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Sugar Daddy?


Sore itu, selepas jam kantor Ken segera memacu mobilnya menuju butik mommy. Dia ingin menjemput istrinya untuk kembali ke kos-kosan mengambil beberapa keperluan Gitta. Ken terlihat lebih bersemangat kali ini. Biasanya, selepas pulang kantor, dia akan terlihat lelah dan penat. Ken lebih sering menghabiskan waktu selepas kerja di bengkel Al, sahabat terbaiknya, yang terletak tak jauh dari cafe daddynya. Sekalian mengecek cafe, begitu rutinitasnya.


Namun, hari itu Ken terlihat berbeda. Meskipun lelah dan letih, dia terlihat lebih bersemangat. Ken sendiri tidak mengerti kenapa dirinya begitu bersemangat.


Apa mungkin ini efek sudah menikah ya? Batin Ken. Ken tersenyum sendiri setelahnya. Dia akan berusaha lebih keras lagi agar pernikahannya ini tidak mudah goyah. Meski Ken yakin, setiap rumah tangga pasti akan mempunyai rintangannya masing-masing.


Ken menghentikan mobilnya di depan butik mommy. Dia tidak turun dari sana. Ken segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Gitta. Beberapa saat kemudian, Gitta terlihat berjalan keluar dari butik dan segera masuk ke dalam mobil.


"Maaf lama Mas." Kata Gitta sambil mengecup tangan suaminya.


"Nggak lama juga kok. Kita langsung ke kosan?" Tanya Ken.


"Iya. Tadi mommy bilang sudah meminta orang untuk membersihkan rumahnya sejak pagi. Kita jadi pindah hari ini Mas?" Tanya Gitta.


"Hhhmmm. Aku sudah bilang mommy sejak semalam." Jawab Ken. "Tenang saja, kita hanya terpisah seratusan meter dari rumah mommy. Paling nanti selepas kerja mommy akan nyaperin kita ke rumah." Lanjut Ken.


Gitta hanya mengangguk mengiyakan perkataan Ken. Tak lama setelah itu, mereka sudah sampai di depan kosan Gitta. Kos-kosan yang ditempati Gitta memang kebanyakan dihuni oleh para pelajar dan mahasiswa. Namun, ada juga para karyawan yang ngekos disana. Setiap kamar pada kos-kosan itu hanya seluas 4 x 3 meter. Ken beranjak keluar dari mobil dan berjalan mengikuti Gitta menuju kamar kosannya. 


Adzan maghrib sudah lepas sekitar sepuluh menit yang lalu. Buru-buru mereka segera menunaikan sholat maghrib bergantian di dalam kamar kos Gitta. Karena memang tempatnya sangat sempit. Setelahnya, Gitta segera merapikan keperluan pentingnya termasuk buku kuliahnya dan beberapa baju. Dia tidak bisa membawa semua barang-barangnya sekaligus.


Ken membantu membawakan barang-barang Gitta yang sudah dimasukkan ke dalam kardus menuju mobil. Ada tiga kardus dan satu buah koper baju yang dibawa Gitta. Mereka berdua bolak balik membawa barang-barang dari kamar kos ke dalam mobil. Hingga sebuah suara menghentikan langkah Gitta.


"Pindahan Git?" Tanya seseorang yang terlihat baru pulang dari membeli makan malamnya.


Gitta menoleh sebentar sebelum menjawabnya.


"Iya Tan. Ini lagi mengambil beberapa barang." Jawab Gitta.


Wanita itu masih diam berdiri sambil mengamati Ken dan Gitta yang tengah memasukkan barang-barangnya ke dalam mobil. Dia masih terus mengamati Ken yang saat itu tengah memakai kemeja kerja putihnya, dimana kedua lengannya digulung asal hingga siku. Rambutnya juga masih berantakan karena tidak disisir selepas wudhu tadi.


Ken kembali ke dalam kamar kos untuk mengambil koper Gitta. Saat Gitta hendak mengikutinya, lengannya ditarik oleh wanita tadi.


"Cowok itu siapa? Sugar daddy mu?" Tanya wanita itu.


Seketika Gitta membulatkan mata dan mulutnya mendengar pertanyaan wanita itu. Gitta benar-benar geram saat mendengar pertanyaannya.


"Ccckkk. Tante ngomong apa sih. Masih muda gitu dibilang sugar daddy. Iya kali anak TK atau SD nanti yang jadi sugar baby nya." Jawab Gitta sambil melangkahkan kaki meninggalkan wanita itu. Gitta benar-benar kesal.


Saat di dalam kamar, Ken melihat wajah Gitta yang tengah di tekuk. Dia merasa penasaran kenapa wajah istrinya berubah jadi kesal seperti itu.


"Ada apa?" Tanya Ken sambil memegang lengan Gitta.


Gitta menoleh menatap wajah suaminya. Dia mencebikkan bibirnya sebelum menjawab.


"Tante Maya, yang di depan tadi mengira jika mas Ken adalah sugar daddy ku. Yang benar saja masih muda begini dibilang sugar daddy. Yang ada nanti anak TK atau anak SD yang akan jadi sugar babynya." Jawab Gitta sambil merengut.


Ken tersenyum mendengar jawaban sang istri. Dia merasa gemas saat mendengar jawaban sang istri. Di bawanya tubuh sang istri kedalam dekapannya. Di kecupnya pucuk kepala Gitta beberapa kali.


"Jangan cemberut begitu. Iya kali anak kecil yang jadi sugar baby ku, yang ada juga yang bisa buat anak kecil kali." Kata Ken sambil mengusap rambut Gitta.


Gitta tersenyum mengangguk setelah mendengar perkataan Ken. Segera dia melepaskan pelukannya dan kembali melanjutkan kegiatannya. Setelah semua barang Gitta di masukkan ke dalam mobil, Gitta segera mengunci pintu kamar kos nya dan berlalu dari sana.


"Makan malam sekalian ya, biar nanti di rumah langsung bisa istirahat." Kata Gitta setelah beberapa saat Ken menlajukan mobilnya.


"Eh, kok istirahat sih?" Tanya Ken.


"Ya, masak iya langsung istirahat. Nggak ngapain dulu gitu." Kode Ken.


Gitta berpikir sebentar kemudian menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia mengerti.


"Ah iya, benar Mas, aku lupa." Jawab Gitta. "Mandi dan bersih-bersih dulu sebelum istirahat." Lanjut Gitta.


Ken langsung mengerucutkan bibirnya setelah mendengar perkataan Gitta.


"Nggak usah makan di luar. Pesan saja." Jawab Ken kesal.


Gitta menoleh menatap wajah suaminya. Kali ini dia yang dibuat gemas dengan tingkah Ken. Gitta memberanikan diri mendekatkan wajahnya pada wajah Ken. Dan, cup. Gitta memberikan kecupan singkat pada pipi kiri Ken. Itu adalah kecupan pertama kali karena inisiatif Gitta sendiri.


Gitta, jangan ditanya lagi betapa malunya dia melakukan hal itu pertama kali. Mendapati kecupan singkat dari istrinya, seketika membuat hati Ken menghangat. Dia langsung bisa melupakan kekesalannya beberapa saat yang lalu. Saat ini, bibirnya tak lepas mengulas senyumannya. Sementara Gitta, menoleh menatap jendela. Dia benar-benar masih merasa malu. Ken yang menyadari jika istrinya tengah merasa malu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kenapa sih masih malu-malu gitu? Kita kan sudah menikah?" Tanya Ken bermaksud menggoda Gitta.


Gitta menoleh sebentar menatap Ken sebelum kembali menatap jalanan di depannya.


"Malu ih Mas, itu kan pertama kalinya bagiku." Jawab Gitta sambil meremas ujung bajunya.


"Waahh, seneng dong bisa jadi yang pertama. Hehehehe." Goda Ken. "Nanti aku juga mau merasakan semuanya ah, biar puas jadi orang yang pertama kali merasakannya." Lanjut Ken sambil masih tertawa.


Gitta menoleh menatap Ken sambil mengernyitkan dahinya.


"Merasakan apa?" Tanya Gitta.


Ken melirik Gitta sebentar sebelum menjawab.


"Semuanya. Semua yang ada di setiap jengkal tubuhmu. Aku pastikan tidak akan luput dari jangkauanku kali ini." Kata Ken sambil mengerling menatap Gitta. Ken masih tertawa lebar setelah mengatakannya.


Sementara Gitta, dia masih cengo mendengar perkataan Ken. Sekujur tubuhnya terasa meremang membayangkan apa yang akan dilakukan Ken padanya.


Aku yakin tidak akan bisa lolos malam ini. Batin Gitta.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Masih nungguin kah?


Jangan lupa dukungannya ya, like, comment dan vote.


Biar berasa ada teman halunya, 🥺