
Extra Part 3
Sementara itu, di dalam mobil saat perjalanan pulang, Ken segera merengek minta *****. Retta mendudukkan Ken di pangkuannya sambil menyusui. Vanno melirik Ken yang sedang asik menyusu pada Retta, sementara tangan kirinya memainkan bagian squishy Retta yang satunya. Vanno menelan ludahnya dengan kasar saat melihat Ken tengah menikmati minuman favoritnya.
"Adik lapar?" Tanya Vanno sambil menoleh ke arah Ken dan Retta.
Ken melepaskan sumber minuman alaminya dan duduk tegak menghadap Vanno.
"Iyah, adik apel. Api dah enyang ennen. Teddy au?" Tawar Ken pada Vanno.
Seketika Vanno tersenyum sambil menileh ke arah Ken. "Boleh?" Tanya Vanno antusias sambil melirik wajah Retta yang juga tengah melotot ke arahnya.
"Oyeh," jawab Ken sambil menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Oyeh ya mommy?" Tanya Ken sambil memegang pipi Retta.
Retta mengerjapkan matanya sebelum menjawab pertanyaan Ken.
"Ken sayang, daddy kan udah gedhe. Jika nanti daddy ikut ***** bisa habis loh, adik mau nenennya habis?" Jawab Retta sambil mengusap kepala Ken dengan lembut.
Seketika Ken menggeleng dengan cepat. "Indak, adik indak au," jawab Ken. "Teddy angan inta nen adik, ti abis," lanjut Ken sambil menggoyangkan telapak tangannya.
Vanno merengut mendapat penolakan dari Ken, sementara Retta tersenyum lebar. Retta menggelengkan kepalanya melihat Vanno yang tengah merajuk. Bisa-bisa dia akan memanfaatkan keadaan jika aku mengiyakan keinginannya, batin Retta.
Beberapa saat kemudian, mobil Vanno sudah memasuki halaman rumah mereka. Setelah memarkirkan kendaraan, mereka segera masuk ke dalam rumah dan membersihkan diri. Ken juga ikut membersihkan diri, mengingat bajunya sudah penuh dengan keringatnya. Entah apa yang dilakukan Ken tadi sehingga kaosnya basah dengan keringat.
Setelah selesai bersih-bersih, Vanno menggendong Keb untuk bermain lego di teras belakang. Ken sangat antusias jika bermain lego bersama dengan Vanno. Sementara Retta, membantu bi Mar untuk menyiapkan makan malam. Hari itu Retta ingin membuat makanan spesial untuk keluarganya.
Menjelang maghrib mommy tiba di rumah. Beberapa saat kemudian, daddy juga menyusul. Mereka segera membersihkan diri. Setelah maghrib, mereka bersiap-siap untuk makan malam bersama. Malam ini, Ken benar-benar tidak mau lepas dari Vanno. Entah apa yang dilakukan Vanno hingga putranya itu begitu lengket dangannya.
"Mommy, adik au cucu botom" pinta Ken pada Retta.
Retta mengernyitkan dahinya bingung sambil menatap Vanno. Sementara Vanno hanya mengendikkan bahunya. Tumben Ken minta susu botol jika ada dirinya, batin Retta.
Retta segera beranjak untuk membuatkan susu botol untuk Ken. Setelah selesai, dia segera memberikannya kepada Ken, dan langsung di sedotnya dengan antusias.
"Pelan-pelan minumnya sayang," kata Mommy. "Tumben Ken minta susu botol Ta, biasanya minta ***** jika ada kamu," tanya mommy.
Retta yang juga merasa heran pun segera menggelengkan kepalanya. "Nggak tahu mom, tadi masih minta ***** kok" jawab Retta sambil menoleh ke arah Vanno.
Menyadari Retta menatap ke arah Vanno dengan tatapan mata yang tajam, mommy menyimpulkan jika semua itu ulah Vanno.
"Kamu bilang apa sama Ken Van?" Tanya mommy. "Kamu yang menyuruh Ken untuk minum susu formula meskipun ada Retta?" Lanjut mommy.
Vanno tersedak minumannya ketika mendengar pertanyaan sang mommy. Namun, Vanno masih tidak mau mengaku. "Apaan sih mom, jangan mengada-ada deh," elak Vanno.
"Ccckkk. Dari tampang kamu saja sudah kelihatan. Awas saja kalau kamu ulangi. Jangan bilang kamu ingin merebut sumber makanan sehat Ken," selidik mommy.
Vanno benar-benar kaget mommynya mengetahui rencana yang sudah disusunnya dengan rapi. Ketika dalam perjalanan pulang tadi, Vanno sudah menyusun rencana agar Ken mau berbagi dengannya. Lebih-lebih, Ken mau berhenti *****, pikirnya. Namun, rencananya tidak berjalan mulus. Mommy mencium gelagatnya. Vanno hanya mendengus dengan kasar.
Setelah menyelesaikan makan malam, keluarga itu kembali ke dalam kamarnya masing-masing. Vanno segera meraup Ken ke dalam gendongannya dan membawanya ke dalam kamar. Segera ditidurkannya Ken di atas ranjang tidurnya yang juga berada di dalam kamar Vanno dan Retta. Ya, mereka masih tidur dalam satu kamar, meskipun beda tempat tidur.
Vanno segera membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan celana pendek dan kaos tipis. Vanno sudah terbiasa tidur hanya dengan menggunakan boxer dan kaos, bahkan bertelanjang dada. Gerah, itu alasan yang selalu di berikan Vanno ketika Retta memprotesnya. Sedangkan alasan sebenarnya adalah untuk menggoda Retta. Entah kenapa, selama kurang lebih tiga tahun menikah, Retta masih saja merasa malu ketika melihat tubuh polos suaminya. Sedangkan Vanno, sangat suka sekali menggoda Retta.
Beberapa saat kemudian, Retta segera menyusul Vanno dan Ken ke dalam kamar setelah tadi membereskan sisa makan malam bersama mommy. Retta segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya, dia menuju walk in closet dan segera mengganti bajunya dengan baju tidur berkancing di bagian depan untuk mempermudah menyusui Ken jika terbangun tengah malam.
"Maaasss," kata Retta sambil menggoyangkan lengan Vanno.
"Hhhmmmm," jawab Vanno sambil masih asik dengan ponselnya.
"Mas, memang tadi apa ya kamu katakan pada Ken. Kok tumben dia minta susu formula," tanya Retta.
Vanno menoleh sedikit menatap Retta. "Nggak ada kok," jawab Vanno.
Merasa dibohongi, Retta mencubit perut Vanno. "Mas ih, masih suka banget ngelesnya" kata Retta.
"Adduuhhh, sakit sayang," kata Vanno sambil mengusap-usap bekas cubitan pada perutnya.
"Biarin," cebik Retta. "Awas saja jika mas Vanno ulangi lagi. Siap-siap nggak dapat jatah sampai Ken berumur dua tahun," ancam Retta.
Vanno langsung menoleh dan menegakkan badannya. Dia menoleh menatap Retta dengan wajah paniknya.
"Jangan dong sayang, masa iya kamu tega sih. Vj bakal karatan dong nanti," rengek Vanno. Dia benar-benar khawatir jika Retta akan melakukan ancamannya. "Aku nggak ngomong apa-apa kok sama Ken. Tadi aku cuma bilang jadi laki-laki itu harus bisa berbagi," lanjut Vanno.
Retta yang masih bingung pun mengernyitkan dahinya. Dia masih belum bisa mencerna jawaban Vanno.
"Berbagi?" Tanya Retta memastikan.
Vanno menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan Retta.
"Eehhmm itu, anu, tadi aku cuma ngomong sama Ken kalau harus berbagi ***** mommy. Siang buat Ken, dan malam buat daddy" jawab Vanno sambil menggigit bibir bawahnya karena takut dengan reaksi Retta.
Retta yang masih geram langsung membulatkan mata dan mulutnya setelah mendengar jawaban Vanno.
"Iihh kamu ya Mas. Masih saja ngadi-ngadi kalau ngomong. Apaan itu berbagi *****. Nggak ada bagi-bagi," jawab Retta dengan kesal.
Vanno yang khawatir jika Retta semakin marah langsung mendekatkan tubuhnya dan segera memeluk Retta dari samping.
"Sayang, jangan marah dong. Aku minta maaf, tadi cuma bercanda kok, sueerr" kata Vanno sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf v.
Retta menoleh menatap Vanno dengan tatapan membunuh. Dia benar-benar kesal dengan suaminya. Bisa bisanya dia minta berbagi ***** dengan anaknya. Sementara Vanno hanya menelan salivanya dengan kasar ketika mendapati tatapan membunuh dari Retta.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Masih ada kah yang menunggu extra part nya?