Mendadak Istri

Mendadak Istri
Part 87


Vanno merasa sangat mual. Dia merasa ingin memuntahkan semua isi perutnya. Namun, tak ada yang keluar. Mulutnya juga terasa sangat tidak enak.


Retta yang mendengar Vanno di dalam kamar mandi pun segera menyusulnya. Dia merasa sangat kasihan melihat Vanno tengah berjongkok di atas closet. Retta berjalan mendekati Vanno dan memijat tengkuknya dengan sabar.


"Mas, kok muntah-muntah. Kamu masuk angin apa ingin memasukiku?" tanya Retta sambil terus memijat tengkuk Vanno.


Vanno tidak merespon pertanyaan Retta. Dia masih terus membungkuk di atas closet sambil sesekali memuntahkan isi perutnya. Setelah cukup lama dia jongkok di depan closet, Vanno akhirnya berdiri. Dia segera berkumur dan mengusap mulutnya dengan handuk yang dibawakan Retta.


"Ada apa Mas, kenapa muntah-muntah. Tadi salah makan?" tanya Retta.


Vanno menggeleng dengan lemas. "Aku bahkan hanya makan beberapa sendok tadi Ta, rasanya tidak enak di mulutku" jawab Vanno sambil berjalan keluar kamar mandi. Sementara Retta mengekori di belakang Vanno. Vanno mendudukkan diri di tepi tempat tidurnya dan di ikuti Retta di sampingnya.


"Aku telepon mommy ya Mas," kata Retta yang di angguki oleh Vanno.


Retta segera mengambil ponselnya dan menghubungi mommy. Retta menjelaskan keadaan Vanno kepada mommy. Terdengar beberapa kali mommy tertawa dengan sedikit keras. Setelah beberapa saat, Retta kembali menemui Vanno yang kini tengah tiduran di atas tempat tidur. Dia terlihat sangat lemas sekali.


"Mas," panggil Retta ketika sudah ada di samping Vanno. "Mau tidur lagi?" lanjutnya.


Vanno membuka matanya untuk menatap Retta. Dia menggeleng tak bersemangat. "Tidak, aku lemas sekali Ta, mual rasanya" jawab Vanno sambil menutup matanya kembali.


"Tadi, aku sudah menelepon mommy, dan mommy menyuruh untuk memanggil dokter Yudith" kata Retta. "Tidak apa-apa ya mas aku memanggil dokter Yudith,"


Vanno hanya mengangguk mengiyakan. Setelahnya, Retta segera menghubungi dokter Yudith dan memintanya untuk datang memeriksa Vanno.


Sekitar satu jam kemudian, dokter Yudith tiba di rumah Vanno. Retta segera membawa dokter Yudith ke kamarnya untuk menemui Vanno. Dia benar-benar khawatir dengan kondisi Vanno yang sangat lemah.


"Ini suamimu yang suka ngeyel itu Ta," ledek dokter Yudith ketika sudah berada di samping Vanno yang tengah berbaring di atas tempat tidur. 


Dokter Yudith mendudukkan diri di samping Vanno. Dia mulai memeriksa keadaan Vanno sambil sesekali menanyakan keluhan dan apa yang dirasakan Vanno. Setelah selesai memeriksa keadaan Vanno, dokter Yudith segera menjelaskan kepada Retta dan Vanno.


"Kamu mengalami Couvade Syndrome Van," kata dokter Yudith.


"Apa itu Dok?" tanya Retta.


"Couvade Syndrome atau lebih dikenal sebagai kehamilan simpatik. Sindrom ini terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan seperti yang dialami oleh sang istri. Sindrom ini biasanya dialami suami saat kehamilan istri berada di trimester pertama dan ketiga."


"Gejala Kehamilan Simpatik yang terjadi pada suami, hampir sama halnya dengan yang terjadi pada sang istri yang sedang mengandung. Suami yang mengalami kehamilan simpatik, juga dapat merasakan gejala-gejala fisik seperti yang sering terjadi pada sang istri, seperti: mual, muntah-muntah, sakit perut atau kram, perut kembung, nafsu makan berubah, atau bahkan sakit punggung," jelas dokter Yudith.


Vanno dan Retta yang mendengarkan penjelasan dokter Yudith masih diam mencerna apa yang baru saja mereka dengarkan. Sementara itu, dokter Yudith menuliskan beberapa resep yang berisi vitamin untuk Retta dan Vanno.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


masih ada yang nungguin kah?