Mendadak Istri

Mendadak Istri
(Ken Series) Candu?


Ken membungkam bibir Gitta dengan lembut. Bibirnya memuja dan memanja bibir Gitta dengan penuh kelembutan. Kedua tangan Gitta bahkan sudah nangkring dan menelusup pada rambut Ken dan meremasnya dengan lembut. Tangan kanan Ken sudah menelusup masuk untuk mencari balon tiup Gitta dan memanjakannya hingga membuat tubuh si empunya menggelinjang hebat.


Ken segera melepaskan pagutan bibirnya untuk memberikan kesempatan pada Gitta menghirup udara. Ken benar-benar ingin memberikan pengalaman baru yang dapat dikenang oleh Gitta seumur hidupnya.


"Aku tidak tahu jika ini sangat menggoda sekali." Kata Ken sambil tidak melepaskan tatapan matanya pada balon tiup Gitta. "Aku akan menjadi candu untuk ini." Lanjut Ken sambil membenamkan bibirnya pada benda yang sangat menggodanya itu.


"Mass." Teriak Gitta tertahan. Tubuhnya bergetar. Darahnya berdesir hebat di sekujur tubuhnya. Kulitnya meremang mendapati perlakuan Ken. Dia merasakan sesuatu yang baru kali ini dirasakannya. Entah mengapa perlakuan Ken bisa membuatnya melayang hingga menyebabkan sesuatu ingin meledak.


Ken sedikit mengangkat punggung Gitta untuk melepaskan baju tidurnya. Gitta yang menyadari hal yang diinginkan Ken berusaha membantunya dengan menumpu pada kedua lengannya.


Udara dingin di luar yang diakibatkan karena hujan yang mulai deras, tak mampu mendinginkan udara panas di dalam kamar Ken dan Gitta. 


Ken begitu gemas dengan mainan baru yang ternyata sangat membuatnya bahagia. Tak lupa juga Ken memberikan tanda bahwa balon itu sudah taken, sudah ada pemiliknya. 


Gitta, jangan ditanya lagi. Dia sudah kelojotan menggelinjang kesana kemari mendapati serangan dari Ken. Bibirnya tak berhenti meracau. Entah kata apa saja yang keluar dari bibirnya. Dia sama sekali tidak bisa mengontrol perkataannya.


Ken segera menghentikan aktivitasnya dan mendongakkan kepalanya untuk menatap Gitta.


"Lanjut apa terus ini?" Tanya Ken bingung saat Gitta meringis kesakitan


Gitta yang masih ngos-ngosan berusaha mengatur napasnya. 


"Lanjut." Kata Gitta dengan napas tersengal-sengal. "Lakukan apa yang mas Ken inginkan." Lanjutnya sambil mengulas senyum.


Ken tersenyum mendengar jawaban sang istri. "As you wish honey." Jawab Ken dan langsung melanjutkan aksinya.


"Aaahhhh maassshhh" kata ajaib yang selalu keluar dari mulut Gitta itu ternyata mampu membakar semangat Ken.


Dia bisa merasakan pythonnya sudah mulai meronta-ronta. Dia merasa sesak karena aktivitas yang dilakukannya telah berhasil membangunkannya. Ken segera bangkit dari posisinya dan segera melepas kaos yang dikenakannya. 


Gitta yang menyadari apa yang dilakukan Ken merasa sangat malu. Ini pertama kalinya dia melihat tubuh polos laki-laki dari jarak dekat. Dia memalingkan wajah saat melihat perut Ken yang terekspos sempurna.


Menyadari Gitta tengah malu, Ken segera meraih wajah Gitta dan segera menyambar bibir Gitta kembali dengan ganasnya. Gitta yang sudah kepalang tanggung segera berusaha mengimbangi permainan Ken. Dia bahkan berani melakukan seperti apa yang Ken lakukan.


Ken semakin gencar beraktivitas di bawah sana. Kali ini, bukan hanya bibirnya yang beraktivitas, tapi tangannya juga sudah mulai menjamah lahan privat Gitta. Gitta bahkan tidak menyadari jika saat ini dia sudah benar-benar polos. Yang dia rasakan hanya ingin lebih dan lebih. Entah lebih apa maksudnya, author e ndak mudeng. 🙄


Ken juga sudah merasakan hal yang sama. Segera dia juga melepas celana boxer yang masih dikenakannya. Gitta menyadari apa yang sedang dilakukan oleh Ken. Dia sedikit mengintip, dan betapa terkejutnya saat melihat tiang listrik Ken sudah sangat kokoh.


"Astagaaa Mas, ba-bagaimana nanti jika sampai usus. Usus dua belas jariku akan meronta-ronta nanti." Kata Gitta panik.


Ken mendengus mendengar perkataan istrinya. "Tidak akan sampai usus tapi sampai ginjal, hingga kamu akan ginjal-ginjal nanti." (ginjal-ginjal \= menggelinjang-gelinjang, bahasa jawa ya guys)


Ken segera melanjutkan aktivitasnya. Kembali dia menindih tubuh Gitta dan mulai kembali lagi mengabsen tubuh Gitta dengan tangannya. Karena sudah tidak tahan, Ken segera mencari jalan yang bisa dilalui oleh tiang listriknya. Gitta meringis sambil menahan napas saat Ken melakukan aksinya.


"Masshhh pelan-pelan." Racau Gitta karena sudah tidak sabar menunggu rasa sakit itu datang. Gitta sudah sering mendengar dan membaca novel online saat ada adegan seperti itu. Rasanya sangat ahhh, tidak bisa dijelaskan secara detail.


"Kelamaan Masshhh." Kata Gitta benar-benar sudah tidak tahan. Digulingkannya tubuh Ken hingga saat ini Gitta berada di atasnya. Segera dia melakukan hal yang ada di pikiran para pembaca semuanya. 🤭


"Aduuhh Mass, sakiitt." Kata Gitta sambil memeluk tubuh Ken. Dia menggigit bahu Ken dengan sangat keras dan mencengkeram lengan atas Ken saat merasakan sakit yang teramat sangat di bagian bawah tubuhnya. Gitta sampai meneteskan air mata saat merasakan sakit yang teramat sangat. Ken menjadi tidak tega melihatnya. 


"Sa-sayang, turun dulu ya, kita sudahi saja dulu." Kata Ken sambil mengusap punggung polos Gitta. Dia merasa tidak tega melihat Gitta yang sangat kesakitan seperti itu.


Gitta melepas gigitannya dan menatap wajah Ken.


"Sudah kepalang tanggung ini Mas, lanjutin." Kata Gitta. "Teruskan maasss." Lanjutnya.


Ken pelan-pelan mengubah posisi Gitta dan mulai mengambil alih kendali. Gitta benar-benar dibuat terbang saat itu dengan apa yang dilakukan oleh Ken. Cukup lama mereka gelut di atas ring king size itu. Hingga mereka berhasil meraih gol secara bersamaan.


Ken merebahkan diri di samping Gitta dengan napas masih memburu. Hal yang sama juga dilakukan oleh Gitta. Mereka seolah sedang berebut oksigen. Ken meraih tubuh Gitta dan memberikan kecupan bertubi-tubi pada wajah Gitta. 


"Terima kasih sayang. Kau sangat luar biasa." Kata Ken. "Aku harap, ini akan menjadi pengalaman yang akan kamu ingat selamanya. Aku juga sangat berharap, akan segera hadir Ken junior di dalam sini." Kata Ken sambil mengusap perut polos Gitta.


Gitta yang sudah sangat lelah hanya bisa menganggukkan kepalanya sekilas sambil mengulas senyumannya. 


"Sama-sama Mas. Mas Ken juga tak kalah luar biasa. Aku juga berharap hal yang sama seperti mas Ken. Tapi, kita hanya bisa berikhtiar Mas, semua dikembalikan kepada Sang Maha Pemberi." Jawab Gitta sambil tersenyum. Dia berusaha membuka matanya agar tidak terpejam. Namun, hal itu terasa sia-sia. Dia sudah merasa sangat ngantuk setelah aktivitas gelut yang baru saja mereka lakukan.


Ken yang melihat Gitta sudah sangat kelelahan hanya bisa tersenyum menanggapinya.


"Tidurlah." Kata Ken sambil memeluk Gitta dan mengusap punggung polosnya dibalik selimut. Tak lupa juga Ken memberikan beberapa kecupan singkat pada pucuk kepala sang istri. 


Ken memeluk tubuh Gitta kedalam dekapannya. Dia bersyukur mendapatkan istri seperti Gitta. Tak lama setelahnya, Ken juga segera menyusul Gitta ke alam mimpi. Mereka sama-sama kelelahan.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Maaf direvisi ya,


Thank you 🤗