
Baru saja Jingga akan meluncur terbang ke arah desa Maotoying, puluhan bola api melesat cepat menyerangnya.
Jingga langsung menghentikan lajunya, ia memindai sumber serangan yang mengarah kepadanya.
Tampak dua ekor beast rajawali berwarna hitam dan putih mendekatinya dengan paruh yang langsung menembakkan bola api dari paruhnya.
Siu!
Siu!
Bola api terus melesat cepat ke arah Jingga yang berdiri tenang melayang di udara.
Jingga hanya melambaikan tangannya untuk menghalau lesatan bola api dari beast rajawali yang terus menembakinya.
Kedua beast rajawali semakin intens menembakkan bola api yang membuat Jingga begitu sibuk menghalaunya.
Ribuan pasukan kekaisaran Xiao langsung menghentikan langkah, mereka langsung menengadah ke atas langit.
Nampak ratusan sinar merah beterbangan dan meledak di segala arah. Pasukan kekaisaran Xiao merasa terhibur melihatnya seperti kembang api di malam festival.
"Lanjutkan perjalanan!" Teriak seorang komandan yang berada di paling depan.
Ribuan pasukan langsung melanjutkan perjalanannya menuju desa Maotoying.
Di atas awan, Jingga begitu menikmati pertarungannya yang begitu sengit melawan dua beast rajawali yang terus menyerangnya dengan menembakkan bola api dan terus bermanuver ke berbagai arah dengan kecepatan terbangnya.
Namun di balik kesenangannya dalam bertarung melawan dua beast rajawali, Jingga tidak menyadari di bawahnya puluhan beast monster kadal berukuran sangat besar melakukan serangan dadakan kepada ribuan pasukan kekaisaran Xiao dengan begitu brutal dibantu dengan puluhan beast rajawali yang terbang rendah terus menembakkan bola api ke arah pasukan.
Mendapat serangan dadakan dari dua jenis beast monster, para pasukan berusaha melakukan perlawanan tanpa adanya komando dan strategi apa pun.
Timpangnya perbedaan ranah kultivasi membuat ribuan pasukan kekaisaran Xiao terlihat seperti koloni rayap yang dibakar habis oleh beast rajawali yang tiada henti terus menembakkan bola api dari paruhnya bahkan beast kadal pun begitu mudahnya mencabik-cabik dan melemparkan para pasukan kekaisaran Xiao seperti sedang menikmati sebuah pesta makan.
Dhuar!
Ha!
Dhuar!
Dentuman keras dan teriakan pasukan kekaisaran Xiao menjadikan area hijau pepohonan menjadi ladang pembantaian para beast monster.
Jingga langsung menoleh ke bawah, ia begitu miris melihat ribuan pasukan kekaisaran Xiao seperti tersapu oleh badai.
"Sialan! Harusnya aku langsung membantai kedua burung itu dari tadi " Gerutu Jingga setelah menyadari kesalahannya.
"Jianhuimie Yuzhou"
Jingga langsung menggenggam pedangnya dan beralih ke arah kedua burung yang pergi jauh melarikan diri.
"Jirex" panggilnya kepada monster kecilnya yang langsung keluar dari alam jiwanya.
"Berpestalah, habisi semuanya, aku akan menyusulmu setelah membunuh kedua burung sialan itu" ucap Jingga langsung melayang kembali mencari dua beast rajawali yang melarikan diri darinya.
"Mau lari ke mana kalian?" ucapnya lalu memindai sekelilingnya.
"Ketemu" gumamnya langsung melesat ke arah puncak gunung.
Jingga mengeluarkan bola api dari tangannya dan langsung melemparkan ke arah puncak gunung.
Dhuar!
Bagian puncak gunung meledak dengan keras, namun dua beast rajawali berhasil menghindarinya.
Kali ini Jingga tidak membiarkan dua beast rajawali kembali kabur darinya.
Dengan kecepatannya, Jingga langsung menebaskan pedangnya yang langsung membelah kedua beast rajawali di udara.
Dhuar! Dhuar!
Setelah terbelah, kedua beast rajawali langsung meledak dengan sendirinya karena energi iblis dari Jianhuimie Yuzhou memiliki daya hancur yang mengerikan.
Jingga langsung mengambil dua inti jiwa beast rajawali yang melayang lalu memasukkannya ke dalam cincin spasialnya.
Baru saja Jingga akan berbalik pergi
Dhuar!
Dhuar!
Dhuar!
Ledakkan beruntun menghantam gunung terus menerus hingga bagian atasnya menjadi rata setengahnya.
"Ha ha ha, aku sampai melupakan kalian yang begitu asyik membakar pasukan. Hem, apakah kalian mau meratakan gunung?" Tanya Jingga yang membuat puluhan beast rajawali lainnya langsung memekik bersahutan.
"Brisik!" Geram Jingga langsung menebasnya dengan cepat, namun kecepatan beast rajawali tidak bisa dianggap remeh.
Tebasan Jingga hanya mengenai tiga beast terdekatnya, sedangkan beast rajawali lainnya langsung melesat terbang menjauhinya.
"Kecepatan kalian lumayan juga, tapi itu masih belum cepat untukku. Sekarang aku akan menunjukkan kecepatan yang sesungguhnya" ucap Jingga langsung melesat mengejar beast rajawali di depannya.
Dhuar!
Satu meledak, Jingga langsung mengejar yang lainnya ke berbagai arah.
Dhuar!
Dhuar!
Ledakan beruntun terus terdengar dari kematian beast rajawali di berbagai arah seperti ketika ia berlatih di hutan Bambu Merah.
"Selesai" ucap Jingga setelah memunguti puluhan inti jiwa beast rajawali.
Jingga langsung mengalihkan pandangannya ke bawah.
"Hah!" Teriaknya terkejut dengan monster kecilnya yang begitu buas menyerang pasukan kekaisaran Xiao yang tersisa.
Jingga langsung menghampirinya untuk menghentikannya.
"Jirex hentikan!" Pinta Jingga yang langsung membuat Jirex berhenti mengunyah.
Jirex yang di rahangnya sedang menggerogoti kepala seorang pasukan langsung menelannya dengan paksa, ia melompat ke arah Jingga dengan manja langsung menggesekkan kepalanya.
"Ha ha ha maafkan aku, aku lupa memintamu hanya menyerang para beast kadal, bukan semuanya yang sedang bertempur" ucapnya lalu memperhatikan sekelilingnya.
Jingga hanya menemukan dua bangkai beast kadal yang telah habis sebagian badannya.
"Apa kau yang telah mengalahkan kedua kadal itu?" Tanya Jingga kepada monster kecilnya yang manja.
Jirex mengangguk menjawabnya dengan menunjukkan rahangnya yang berisi potongan daging.
"Kau tunggulah makananmu selanjutnya" pinta Jingga kepada Jirex yang langsung kembali memasuki alam jiwa.
Jingga langsung memindai ke sekelilingnya mencari beast kadal yang menghilang dari area pertempuran.
Terlihat olehnya, puluhan beast kadal sedang berlarian dengan cepat ke arah kekaisaran Xiao.
Jingga langsung berkelebat menyusulnya lalu menarik paksa ekor beast kadal memasuki alam jiwanya.
Satu persatu beast kadal dilemparkannya ke alam jiwanya di mana Jirex telah bersiap untuk memangsanya.
Empat beast kadal berhasil melarikan diri dengan memasuki tanah. Jingga menempelkan jarinya ke tanah lalu mengeluarkan api semesta yang langsung menyebar dengan begitu cepat ke arah beast kadal yang terus menggali tanah.
Tercium bau daging gosong tidak jauh dari arah Jingga berada yang mana asap hitam keluar dari dalam tanah, Jingga langsung mendekatinya lalu melihatnya dengan mata iblisnya.
"Mati juga kau kadal buduk" ucap Jingga setelah melihatnya.
Setelah memastikan tidak ada lagi beast kadal di dekatnya, Jingga kembali memindai area yang mengarah ke kaisaran Xiao, namun ia tidak menemukan sisanya.
Jingga kemudian membantu para pasukan kekaisaran Xiao yang masih hidup walaupun keadaan para pasukan begitu miris dilihatnya.
Tidak ingin dikenali oleh para pasukan, Jingga mengenakan topeng untuk menutupi wajahnya.
Pasukan yang didekatinya tidak begitu takut melihat pria yang memakai topeng, kondisi mereka yang begitu parah, membuat mereka semua terlihat pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh pria yang menutupi wajahnya.
Namun mereka begitu tidak percaya ketika pria yang menutupi wajahnya itu menyembuhkan luka mereka satu persatu.
Setelah tidak ada lagi pasukan yang bisa ia bantu lagi, Jingga langsung berbalik ke arah desa Maotoying untuk memburu beast monster lainnya yang mungkin masih berada di sana.