
"Semua sihir tidak berguna sama sekali," sungutnya setelah mencoba berbagai sihir yang dimilikinya.
Satu per satu monster iblis penyihir mulai sepenuhnya keluar dari tanah. Mereka meliuk-liukkan rangka tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Caranya bergerak dikenal dengan sebutan Lokomosi berkelok-kelok seperti laiknya seekor ular yang melata. Akan tetapi, ada satu gerakan yang jarang dilakukan oleh ular pada umumnya. Monster ilblis senyap bisa melompat tinggi ke udara untuk menangkap mangsanya.
Jingga kembali dibuat terperangah melihatnya. Monster iblis senyap tampak seperti buntalan selimut yang bergerak menutupi tanah.
"Ha-ha, ini hebat!" kagumnya setelah memperhatikan wilayah alam iblis yang hampir sepenuhnya tertutupi oleh tubuh besar dan panjang dari ras penguasa bawah tanah.
Ia hanya sebentar saja melihatnya, pandangannya kembali pada para pengikutnya yang mulai terlihat kesal karena berbagai upaya yang dikerahkan tidak membuahkan hasil sekalipun.
"Ini tidak bisa terus dibiarkan. Aku harus berpikir keras untuk mengatasinya." Gumam Jingga lalu menoleh ke arah Jirex dan Zilla yang sedang menikmati pertarungannya.
Walaupun Jirex dan Zilla terlihat begitu mendominasi pertarungan. Keduanya mulai merasakan suatu keanehan pada monster iblis senyap yang tidak mendapatkan kerusakan apa pun pada tubuhnya. Keduanya lalu bertransformasi kembali ke wujud manusia. Setelahnya, Zilla langsung menarik tangan Jirex dan membawanya terbang menghampiri Jingga yang berdiri melayang di kejauhan.
"Kakak!" panggil Jirex setelah berada dekat di depannya.
"Ya," sahut Jingga menganggukinya lalu melirik ke arah Zilla.
"Zilla, aku memperhatikan, para monster ibilis senyap lebih lambat memperbaiki kerusakan tubuhnya dari paparan api yang kaupancarkan daripada luka yang tercabik-cabik."
"Hah! Betulkah? Aku bahkan tidak melihat mereka tergores sedikitpun." Sosor Jirex dengan ekspresi terkejut.
"Ya, kecepatan perbaikan tubuh mereka yang rusak sangat mengagumkan. Tapi bukan berarti kalau mereka tidak bisa kita lukai. Tentu akan selalu ada kelemahannya,"
"Lalu apa yang akan kita lakukan untuk bisa membunuhnya?"
"Seperti yang dikatakan oleh Nyonya Xin Li Wei, mereka takut matahari. Kita harus coba membuatnya." Cetus Jingga.
"Hah! Bagaimana mungkin?" kembali Jirex terkejut tidak memahaminya.
"Ha-ha, kita akan membuat versi kecilnya,"
"Zilla! Aku butuh energi api milikmu. Bisakah kau membantuku?"
Zilla yang memiliki segudang pengalaman, tentu bisa memahami maksud kakaknya itu. Ia lalu terpikir akan sesuatu yang mungkin lebih efektif untuk membuat matahari buatan. Setelah menyelami pikirannya, ia mengangguk pelan lalu berkata,
"Kak, kenapa tidak mencoba menggabungkan transformasi kita secara bersamaan?" cetus Zilla menawarkan ide.
"Maksudmu?" Jingga belum memahaminya.
"Kalau dilakukan secara terpisah, tentunya akan sulit untuk membuat matahari buatan. Aku dan Jirex akan menggabungkan kekuatan di alam jiwa. Kak Jingga tinggal menggabungkan kedua kekuatan kami untuk bertransformasi menjadi satu kekuatan utuh." Beber Zilla menjelaskan.
"Baiklah, aku memahaminya sekarang. Ayo kita mulai!"
Jirex dan Zilla langsung menghilang masuk ke alam jiwa. Namun, kehadiran keduanya membuat lima gadis yang sedang meringkuk ketakutan menjadi histeris.
"Aah!" teriak kelima gadis bertubuh polos ketika melihat dua orang berwajah dingin muncul tiba-tiba di depan kelimanya.
Jirex dan Zilla langsung saja duduk dalam posisi lotus tanpa memedulikan pekik lantang suara para gadis yang ketakutan.
Zilla menatap serius Jirex di depannya yang langsung mengangguk pelan tanda dirinya sudah siap untuk menggabungkan kekuatan.
Merasakan kedua monsternya sudah memulai proses penggabungan dua kekuatan melalui ikatan jiwa. Jingga menutup kedua matanya dan langsung mengendalikan kekuatan jiwa untuk menggabungkannya bersama dua kekuatan adik monsternya.
WUZZ! SIU!
Gelombang aura iblis terpancar keluar dari tubuhnya hingga membuat area di sekitarnya menjadi bergetar keras dan bergemuruh.
To Tao dan Ratu Xin Li Wei langsung memasang perisai iblis untuk menahannya, begitu pun dengan para iblis penyihir melakukan hal yang sama. Namun besarnya energi iblis yang terpancar dari tubuh Jingga membuat perisai yang dibuat hancur seketika, bersamaan dengan terlemparnya semua pengikut Jingga ke berbagai arah.
GROOAR! GROOAR!
Deraman keras terdengar saling bersahutan dari monster iblis senyap menanggapi tekanan aura yang terpancar di alam iblis.
Suasana alam iblis pun menjadi sangat mencekam. Kerusakan terus meluas di berbagai tempat seiring bermunculannya monster iblis senyap yang seluruh tubuhnya keluar dari dari dalam tanah. Mungkin saja kerusakannya sudah merata di seluruh benua alam iblis.
Jingga yang telah sempurna transformasi tubuhnya langsung melesak semakin tinggi di langit alam iblis yang pekat. Ia tampak seperti sebuah roket yang meluncur cepat menghantam dinding langit.
WUZZ!
Hanya sekali napas, Jingga sudah berada puluhan kali jaraknya dari tempat ia melayang sebelumnya. Ia lalu mengedarkan pandangannya dengan sorot matanya yang tajam memperhatikan para monster iblis yang memang benar saja telah memenuhi seluruh area alam iblis.
"Mari kita coba," gumam Jingga setelah merasa cukup pada ketinggian tempatnya melayang.
Ia lalu mengangkat kedua tangannya ke langit. Sebuah bola api keluar dari kedua telapak tangannya yang menghadap langit. Bola api yang tercipta kali ini sangat jauh berbeda dengan yang pernah ia ciptakan. Bahkan terlihat mirip seperti matahari sesungguhnya yang memiliki empat lapisan di dalamnya, itu karena bola api yang diciptakan oleh Jingga terdiri dari inti api, api semesta, api kematian, dan api monster milik Zilla. Bola api terus mengembang dengan cepat. Langit alam iblis menjadi benderang.
"KAA-PAAB, KAA-PAAB-"
Jingga meneriakkan jurus lemparan bola api, namun ia menahannya dengan kuat karena bukan untuk dilemparkan. Akan tetapi, satu masalah muncul di benaknya. Ia tidak mengetahui cara untuk membuat bola api melayang diam di udara.
"Ah! Sial! Bagaimana ini?" rutuknya mulai sedikit panik.
Bola api semakin membesar seiring waktunya. Walaupun ia tidak kepanasan, bola api yang besar tidak mungkin terus ditahannya.
"Zilla, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Apa kau punya ide?" tanya Jingga di alam jiwanya.
Tidak ada tanggapan sama sekali di alam jiwanya, Zilla dan Jirex dalam posisi fokus mengalirkan kekuatannya.
Di area bawah, Ratu Xin Li Wei terlihat sangat panik melihat bola api yang menyerupai matahari terus membesar di langit.
"Ti-tidak, kita tidak bisa membiarkannya," ucap Ratu Xin Li Wei begitu gugup.
To Tao yang berada di dekatnya tampak heran dengan ucapan yang dikeluarkan oleh sang Ratu.
"Nyonya, ada apa?" tanya To Tao ingin tahu.
Ratu Xin Li Wei tidak menjawabnya, ia lalu melayang terbang menghampiri Jingga. To Tao yang tidak memahaminya langsung melayang menyusulnya. Keempat tetua sekte Mofa Gu tidak tinggal diam, mereka pun langsung melayang menyusul keduanya.
Sementara para murid hanya melayang beberapa tombak dari tanah. Mereka mengawasi para monster iblis senyap yang terlihat mulai panik karena keberadaan bola api yang membuat alam iblis menjadi terang.
Ratu Xin Lie Wei bersama yang lainnya mulai kesulitan untuk menjangkau posisi Jingga di atasnya.
"Nyonya, suhunya sangat panas. Kita bisa terbakar kalau memaksakan diri mendekati Yang Mulia Jingga," ucap To Tao memperingatinya.
"Aku tahu, tapi semua iblis akan mengalami kepunahan apabila kita tidak memberitahunya." Balas Ratu Xin Li Wei menjelaskan maksudnya.