Sang Penguasa

Sang Penguasa
97. Di Kota Danau Emas.


Seluruh kawasan gerbang utara kota, tiba-tiba menjadi hening.  Bahkan Nan Xu bersama pasukannya yang berada tiga ratus meter dari tempat itu, kini mulai bermandikan keringat dingin.


" Tetua, apa yang harus kita lakukan?" tanya seorang murid, yang merupakan pendekar semi apa di tingkat dasar, menatap Nan Xu dengan wajah pucat pasi.


" Tetap tenang, dan jangan ada yang membuat gerakan," ucap Nan Xu berbicara pada seluruh pasukannya melalui telepati untuk menenangkan mereka. Tetapi di dalam batinnya dia begitu ketakutan.


" Oh tidak, mengapa harus bertemu dengan Shen Guoshi Qing di tempat ini.." membatin dengan tubuh bergidik. Ledakan aura semi abadi tingkat delapan, dan tindakan Qing Ruo yang membunuh kedua murid klan, terngiang-ngiang di dalam pikiran.


Nan Xu dan rombongannya merasa sedikit lega pada saat merasakan ledakan aura semi abadi tingkat delapan dari tubuh Qing Ruo yang secara perlahan menghilang.


" Putri Liu Ye, aku ingin beristirahat. Urus mereka dengan baik. Jika mereka berani macam-macam. Panggil aku," ucap Qing Ruo dengan suaranya yang lantang, bergerak meninggalkan tempat itu.


" Baik tuan," jawab Liu Ye dengan gembira, menatap kepergian Qing Ruo dengan hormat.


" Sangat muda, dan sangat kuat. Klan Kuno benar-benar memiliki kekuatan yang luarbiasa." Liu Ye membatin, lalu mengarahkan pandangannya pada pasukan Klan Nan.


" Swhus...swhus..." Para komandan dan jenderal pasukan kota Danau Emas tiba, menghampiri Liu Ye dengan wajah gembira.


" Putri, Anda begitu luar biasa. Bisa berteman dengan seorang dari klan Kuno yang sangat mengerikan itu, adalah keberuntungan kota Danau Emas," ucap seorang jenderal dengan gembira.


" Paman Heng,  ini hanya  kebetulan saja. Dan aku juga benar-benar tidak menyangka. Paman, mari kita urus Klan Nan itu..." menantap Nan Xu yang kini terlihat salah tingkah.


" Baik," ucap para jenderal itu dengan penuh semangat, bergerak mendekati Nan Xu dan pasukannya.


****


Tiga ratus meter dari gerbang kota.


" Baj***n. Kesialan apa ini. Mengapa harus berurusan dengan klan Kuno dari selatan yang sangat mengerikan itu..." Nan Xu terus menutup diri, dan sesekali menelan ludahnya, membasahi tenggorokannya yang tiba-tiba terasa sangat kering. Bahkan perasaan tidak nyaman itu semakin menjadi-jadi, pada saat Liu Ye, dan pasukannya bergerak mendekati mereka yang masih terdiam di tempatnya.


" Tetua ini adalah kesempatan kita untuk pergi..." ucap salah satu murid, membuat Nan Xu benar-benar tidak dapat menahan diri.


" Apakah apakah kamu tuli? lalu kamu pikir ancaman dari orang-orang klan Qing itu adalah angin lalu?" dengan tatapan tajam.


" Tapi jika kita tidak pergi, bukankah itu bunuh tindakan bunuh diri..."


" Baj***n, tutup mulutmu!" sambil mengubah raut wajahnya.


" Swhuss... Swhus..." Liu Ye, beserta para komandan, dan  Jenderal pasukan Kota Danau Emas, tiba di hadapannya.


" Pu-putri..." dengan wajah ramah.


" Nan Xu, apakah kamu masih ingat dengan kata-kata tuan muda Qing Ruo sebelumnya?" Tanya Liu Ye membuka percakapan itu, membuat Nan Xu benar-benar tidak berkutik.


" Pu-putri, kami...." dengan gugup, sambil mengubah panggilannya.


" Aku hanya gadis kecil ingusan. Nan Xu, bicaralah dengan benar. Jangan membuat tuan muda Qing Ruo murka," ucap Liu Ye, mengancam dengan santai.


" Putri Liu Ye, kami mohon maaf, dan kami-"


" Nan Xu, Aku ingin kamu melumpuhkan kultivasi dari setengah kekuatanmu  yang datang  saat ini. Selain itu,  aku juga ingin  kamu memberikan  kompensasi yang pantas, karena telah berani mengganggu ketenangan kota Danau Emas dan waktu istirahat tuan muda Qing Ruo," ucap Liu Ye dengan senyumnya yang licik.


" Oh tidak. Putri, apakah ini tidak terlalu berlebihan?" Dengan tatapan memohon.


" Tidak ada negosiasi. Dan aku juga tidak ingin mendengarkan alasanmu. Jika kamu tidak melakukan apa yang Aku minta,  maka aku akan melaporkan hal ini pada tuan muda. Perlu kamu ketahui, di dalam kota bukan hanya ada tuan muda saja, tetapi ada beberapa orang pasukannya yang aku  sendiri tidak dapat mengukur kekuatan mereka," ucap Liu Ye dengan serius, membuat Nan Xu kini ingin menangis.


" Tapi Putri, kami..."


" Dalam hitungan ketiga, jika kamu tidak dapat melakukannya, maka aku akan benar-benar memanggil tuan muda Qing Ruo ." Liu Ye mengancam.


" Putri, aku mohon. Berilah kami sedikit keringanan."


" Nan Xu, itu adalah keringanan yang aku berikan. Jika kamu berbicara lagi, maka aku akan menambah permintaan lainnya. Lagipula, apakah kamu sadar dengan tindakanmu itu?"


" Putri..."


" Nan Xu, yang kamu ganggu sebelumnya bukan sekedar kota Danau Emas, tetapi tuan muda dari kelompok yang sangat mengerikan. Klan Dewa Kuno lainnya bahkan tidak berani menyentuh mereka, apalagi klan Nan. Kalian sebelumnya telah mendapatkan kesempatan untuk pergi, tetapi kalian mengabaikannya. Nan Xu, kalian telah mengganggu singa yang sedang tertidur. Apakah kamu benar-benar ingin membangunkannya? Jika kamu benar demikian, maka aku akan dengan rela hati membangunkannya," ucap Liu Ye, membuat Nan Xu benar-benar terdiam.


" Baj***n! Kelompok lemah ini ternyata berlindung dibalik kekuatan yang sangat mengerikan. Tanpa Shen Guoshi Qing, mereka hanyalah. Argh....!" rutuknya di dalam hati dengan kesal, menatap wajah pasukannya yang kini pucat pasi, bahkan beberapa di antara mereka kini mulai menangis.


" Satu...." ucap Liu Ye mulai menghitung, membuat jantung nan Xu, dan seluruh pasukannya berdetak dengan cepat.


" Putri, kami mohon. Berilah sedikit keringanan..." dengan wajah memohon.


" Kalian mengaku yang terkuat di kawasan ini. Jika kalian benar-benar kuat, buktikan diri kalian, Dua..." ucap Liu Ye sekali lagi


" Putri, jangan membandingkan diri dengan Shen Guoshi Qing. Bahkan klan dewa kuni sekelas klan Hua dan yang lainnya, bukan tandingan mereka, lalu apalagi kami, klan kecil."


" Tiga..." ucap Liu Ye, sambil mengeluarkan lencana giok merah, dan berpura-pura hendak memanggil Qing Ruo.


" Dhuar... dhuar..." suara ledakan kecil lainnya, bersahut-sahutan.


****


Di tempat lain.


Qing Ruo, yang kembali ke penginapan Giok Biru, memasuki kamarnya dengan tersenyum kecut.


" Sampai kapan aku menggertak orang lain dengan aura kekuatan Yin Gan ini," ucapnya, yang merasa cukup beruntung karena lawan yang dihadapi sebelumnya adalah semi abadi tingkat satu, sehingga dia dapat membunuhnya dengan kekuatan Semi abadi tingkat tiga, dengan sekali serangan.


Dengan tenang Qing Ruo lalu menyegel ruangan itu, dan mengeluarkan Huo Zhaodau dan Huo Mingzhi untuk berjaga, lalu memasuki dunia Jiwa.


Semoga kali ini lebih tenang, batinnya, muncul di istana emas, mendapati Qing Ling sedang menyusui Qing Lian An.


" Gege..." Menatap Qing Ruo dengan senyumnya yang hangat.


" Ling er, bagaimana kabar kalian?" Menatap wajah mungil yang berada di dalam gendongan Qing Ling yang terlihat begitu kehausan.


" Seperti yang gege lihat. Selamat atas kenaikan kultivasinya," ucap Qing Ling dengan wajah bahagia, merasakan aura semi abadi tingkat tiga tahap dasar dari tubuh Qing Ruo, dan memintanya untuk membersihkan diri.


Qing Ruo menganggukan kepalanya dengan tatapan hangat, menghampiri Qing Ling dan mengecup keningnya, lalu meninggalkan ruangan itu.


Qing Ling tersenyum kecut, menatap punggung Qing Ruo yang meninggalkan tempat itu yang hendak membersihkan diri, melangkahkan kakinya dengan gontai.


" Sepertinya Gege sedang ada masalah." batinnya.


Lima menit kemudian.


Qing Ruo kembali dengan pakaian baru, menatap Qing Ling yang duduk di sisi tempat tidur, sudah selesai menyusui Qing Lian An dengan senyum sumringah.


"Duduklah," ucap Qing Ling dengan lembut, mempersilahkan Qing Ruo duduk di sisinya.


Qing Ruo menganggukan kepalanya pelan.


" Ling er, ada yang ingin aku bicarakan..."


" Bicaralah," ucap Qing Ling dengan senyumnya yang hangat.


Cukup lama Qing Ruo terdiam, lalu membuka perbincangannya.


" Ling er, saat ini kita berada di kota Danau Emas. Dari kota ini aku akan bergerak menuju utara, menemui Klan Yin di gerbang es hitam. Dan aku juga meminta Hu Shan dan yang lainnya mendahului kita pergi ke wilayah selatan, untuk membangun kediaman di Gunung Terlarang Semi Selatan. Menurut Ling er bagaimana?" dengan wajah serius.


Qing Ling terdiam beberapa saat lalu menganggukkan kepalanya.


" Aku rasa itu ide yang bagus. Tapi apakah ini tidak terlalu berbahaya? Membiarkan mereka bergerak sendiri?"


" Ada Yu Lianghao dan Liong Hei yang akan memandu mereka."


" Lalu bagaimana dengan Huli Bai dan Huli Hei? Apakah mereka juga akan ikut bersamanya mereka?" tanya Qing Ling.


Qing Ruo menggelengkan kepalanya.


" Hu Qing masih terlalu kecil untuk melakukan perjalanan, sedangkan Huli Hei itu lebih tidak mungkin langi, karena kondisinya yang sedang hamil. Dan Aku ingin Ling er menjelaskan hal ini pada mereka."


" Baik," jawab Qing Ling, sambil berbincang-bincang santai, membicarakan banyak hal di tempat itu.


****


Menjelang malam.


Aula istana kota Danau Emas.


Liu Ye dan kelima pelindung pribadinya, beserta para komandan, dan Jenderal pasukan, membicarakan kemenangan mereka menghadapi klan Nan sebelumnya dengan serius.


" Ini memang kemenangan pertama kita, bahkan tanpa pertumpahan darah sedikitpun. Tapi sampai kapan kota ini akan aman? Karena tuan muda Qing Ruo pasti akan pergi." Seorang jenderal berpendapat.


"  Jenderal Po, benar. Semoga masalah ini tidak akan memantik masalah lainnya. " ucap Liu Ming.


" Tenanglah, walaupun tuan muda Qing Ruo pergi,  aku yakin  kota  ini akan tetap aman," ucap Liu Ye dengan yakin.


" Putri benar, karena aku yakin, mulai saat ini, kota Danau Emas ada di bawah perlindungan Shen Guoshi Qing," ucap seorang jenderal menimpali.


" Paman Heng benar. Sambil menunggu Ayahanda keluar dari latihan tertutupnya, kita juga perlu memikirkan hadiah apa yang akan kita berikan pada tuan muda Qing Ruo," ucap Liu Ye Dengan wajah serius.


" Putri benar. Tanpa tuan muda Qing Ruo, mungkin saat ini kita sudah berperang. Namun masalahnya, hadiah apa yang akan kita berikan padanya?" tanya Liu Heng dengan heran.