Sang Penguasa

Sang Penguasa
Di Atas Angin


Max pikir pimpinan gelap itu takkan memakai trik apapun dan akan mengalahkan musuhnya dengan cara yang wajar.


Namun nyatanya tidak begitu.


Ini bukan kompetisi dimana ada peraturan yang harus diikuti.


Pada akhirnya tak salah menghalalkan segala cara yang bisa membawa pada kemenangan.


‘BOLEH JUGA.’ Max terkesan dengan trik lawannya.


Kenapa tak manfaatkan kekuatan gelap untuk melawan musuhnya dari jarak jauh?


Bukankah itu lebih efesien ketimbang melawannya langsung?


Tak bisa dipungkiri memang strategi begitu sangat cocok dilakukan di tempat kekuasaannya ini.


Max terdiam, api aura gelap yang nempel di pipinya masih belum hilang.


Jelas berusaha untuk melukainya lebih jauh, namun aura pertahanan sucinya sudah bereaksi lebih cepat.


Lawannya bisa memanfaatkan kelengahannya demi keuntungannya.


Dan lama kemudian api aura gelap itu pun perlahan menghilang.


Max meninggikan level kewaspadaannya dan bersiap untuk serangan tak kasat mata yang lain.


HUSH!


Sementara itu di sisi lain.


Terlihatlah sang penguasa gelap sedang diam saja.


Terlihatlah raut wajah serius daripadanya.


Padahal sebelumnya ia selalu terihat bersemangat.


Ada apakah gerangan?


“….” Jelas ada sesuatu dalam pikirannya.


Dan memang itulah kenyataannya.


Sang penguasa gelap kurang nyaman pakai trik begini.


Adalah lebih enak kalau ia berhadapan langsung dengan sang penguasa terhebat itu.


Namun pada akhirnya kenyataan berkata lain.


Berhadapan lama-lama dengan pengguna kekuatan suci super kuat itu tidaklah bagus.


Pada akhirnya sang penguasa gelap dipaksa mengakui kekuatan sang penguasa terhebat.


Meski malu dan tak terima pakai cara begini, namun setidaknya ia masih bisa bersaing dan punya kesempatan meng-klaim kemenangannya.


Bahkan dengan semua pengalaman dan perjuangannya selama ini, sang penguasa gelap masih harus ekstra sabar demi meraih apa yang diinginkannya.


Ia terus mengingatkan dirinya untuk selalu sabar dan mempertahankan momentum yang ada.


Gejolak semangat membara tidaklah salah, namun kalau sudah berlebihan, itu bisa membuatnya terbawa suasana dan bisa membuat hal yang tak diinginkan terjadi.


SHHH….


Kekuatan gelap mengalir deras dalam tubuhnya.


Sang penguasa gelap tak main-main dengan trik-nya ini.


Ia harus melakukannya demi membuktikan jadi yang terbaik!


*


Dan sementara itu di sisi lain….


“Haah….”  Terlihatlah sang pemuda yang sedang terengah-engah.


Raut wajah lelah terlihat jelas daripadanya.


Tak disangka ia bisa kelelahan secepat ini.


Pada akhirnya semuanya akibat rentetan serangan tak kasat mata yang semakin lama semakin kuat.


Perlahan namun pasti kemampuan mengatasi serangan gelap-nya ini mulai menurun.


Sekali lagi dan yang harus diingat adalah kekuatan besar bukan berarti tak terbatas, pada akhirnya inilah yang dialami pemuda ini.


Shh….


Aura kekuatan suci-nya menurun drastis, lebih cepat dari yang dikira.


Max terdiam, lawannya benar-benar mengambil langkah yang tepat.


Kini situasi sudah berubah begitu cepat.


‘Oke.’ Max tak berekspektasi semuanya akan jadi mudah juga.


SYAT!


SYUT!


Pemuda itu kembali melakukan gerakan akrobatik demi menghindari serangan gelap tak kasat mata.


Walaupun sudah meningkatkan kewaspadaan sekalipun, ternyata masih sulit juga untuk mengatasi serangan lawannya.


Pada akhirnya perlahan namun pasti energi gelap terus menggerogoti kekuatannya.


Max tak punya pilihan selain menerima faktanya.


BUAAGH!!


BRUGH.


Akhirnya ia tumbang juga setelah beberapa lama bertahan.


Terlihatlah aura kekuatan gelap mulai merasuk ke dalam dirinya.


Apa keputusannya membiarkan musuh utamanya itu keliru?


Ia bisa saja memaksakan dirinya untuk tetap mengikuti kemanapun lawannya pergi.


Namun pada akhirnya menyesal sekarang takkan mengubah situasi juga.


Hal mengejutkan dalam pertarungan sudah biasa terjadi juga ya.


Perlahan namun pasti jubah aura sucinya mulai menghilang dan kekuatan pertahanannya semakin merosot.


Kini hanya tinggal menunggu waktu saja.


Max menutup matanya, ia tak mau mendramatisir keadaan.


Lagi-lagi sang penguasa gelap menunjukkan taringnya dan membuktikan kekuatannya.


Yah, yang penting ia sudah usaha untuk menghadapi teknik lawannya itu.


Yang meski berujung pada keterdesakannya juga.


Pada akhirnya ia tak bisa mempertahankan kekuatannya demi lepas dari trik lawannya.


Max menerima kenyataan apa adanya dan mengakui bahwa musuh utamanya ini memang bukan kaleng-kaleng.


Banyak faktor yang membuat lawannya unggul darinya, dan sekali lagi, Max hanya bisa menerimanya apa adanya.


Bukannya menyerah dan pasrah begitu saja, namun lebih kepada sadar diri dan mengakui posisi lawannya.


Yah tak bisa dipungkiri pemuda ini memang mengalir saja dalam kehidupan ini.


Tak ada trik apapun yang ada padanya.


Memang sampai di sinilah apa yang ia dibisanya.


*


Dan di sisi lain.


“….” Sang penguasa gelap terdiam, ia terdiam dan terlihat jelas sorot mata penasaran dan heran darinya.


Kenapa aura kekuatan suci sang musuh utamanya tak terasa lagi?


Padahal sebelumnya ia bisa merasakannya dengan jelas.


Ada apakah gerangan?


Sang penguasa gelap terlihat makin serius demi memastikan temuannya ini.


Namun pada akhirnya dugaannya masih sama.


Hilangnya aura kekuatan musuh terakhirnya adalah kejanggalan yang mengejutkan.


Mengingat kemampuan pendeteksiannya tidaklah perlu diragukan lagi.


Ia tak perlu datang ke tkp langsung, apa yang dirasakannya ini sudahlah akurat.


“Heh….” Perlahan namun pasti raut wajah sang penguasa gelap ini berubah.


Kini raut wajah girang mulai terlihat daripadanya.


Ekspresi senangnya sulit dijelaskan dengan kata-kata.


Penantian lama sudah terbayarkan.


Akhirnya….


Kemenangan sudah ditangannya!


“YEAH.” Sang penguasa gelap tak bisa menahan selebrasi kemenangannya.


Pada akhirnya ia sudah jadi nomor satu di semua dunia yang pernah ada!


Kalau begitu saatnya untuk berpesta bukan?


Marilah kita merayakan kemenagan yang sudah dicapai ini.


Ia sudah lulus melawan berbagai makhluk kuat, dan terutama tantangan terakhirnya ini.


Kemenangan yang tak disangka, namun inilah kenyataannya.


Saking kuatnya kekuatannya bahkan sampai menghapus keberadaan sang lawan terakhirnya ini.


Padahal rencana awalnya ia hendak mengambil tubuh musuh utamanya itu untuk dipamerkan ke seluruh alam.


Biarlah semua makhluk yang tersisa melihat bukti nyata bahwa dirinyalah sang penguasa hebat yang baru.


Namun sayang sekali rencananya itu tak bisa terealisasikan.


Dan itu tak apa.


Bukti atau tanpa bukti, tetaplah ia adalah penyandang gelar sang penguasa terhebat yang baru.


KREK!


“!” Sebuah suara asing mengganggu momen menyenangkannya.


‘Apa yang?’ Raut wajah sang penguasa gelap berubah dengan cepat.


Kini tak terlihat lagi kebahagiaan dan kebanggaan darinya, namun raut wajah yang penuh ketidakpercayaan.


‘Kenapa ini?’ Ketidakpercayaan dan keheranan bercampur jadi satu.


Suara asing nan misterius itu merenggut semua momen bersejarah ini.


Sang penguasa gelap terdiam dan balik lagi ke mode seriusnya.


Ia memfokuskan tenaganya lagi dan memeriksa ada keanehan apa di sini.


KRAK!


“….” Suara yang sama terulang lagi.


‘WADUH.’ Muncullah dugaan tak menyenangkan dalam benak sang penguasa gelap ini.


Dugaan yang tidak diharapkan siapapun juga, termasuk dirinya.


Suara retakan itu makin jelas dan lebih sering terdengar.


Ya benar, ini tak salah lagi.


Pada akhirnya dugaannya benar.


SRIIINGG!!


Seketika itu juga sinar sangat terang muncul tak jauh darinya dan tak lama kemudian terlihatlah sosok yang tak asing.