
Setelah Luo Feng pergi, Qing Ruo lalu mengalihkan pandangannya, menatap sosok Qing Ling yang masih memeluk tubuhnya dengan lembut.
" Ling er, terima kasih. Maafkan aku yang selalu membuatmu khawatir." Sambil berusaha duduk.
Qing Ling hanya terdiam, lalu memeluk Qing Ruo dengan hangat, sambil mengusap air matanya.
" Aku sayang Gege," ucapnya pelan.
" Aku juga," ucap Qing Ruo sambil memeluknya dengan hangat.
Mereka terdiam cukup lama, merasakan dan meresapi kehangatan perasaannya masing-masing.
" Gege, pulihkan dirimu," ucap Qing Ling memecah keheningan tersebut.
" Ling er juga," ucap Qing Ruo pelan, sambil mengusap air mata yang membasahi pipi wanitanya tersebut.
" Baik gege," jawabnya pelan, lalu bersama-sama memulihkan diri.
*****
Di tempat lain.
Di kawasan Aura kultivasi yang telah hancur. Tampak kawah raksasa sedalam lima ratus meter, yang masih menyisakan aura kekacauan.
Di tempat itu, Long Chen, Mayi Gui, Mao Bing, Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau, masih berjaga mengawasi bejana langit yang terus bergetar.
" Swhus...." Luo Feng muncul di tempat itu.
" Penguasa Agung," ucap semua orang sambil berlutut dengan hormat.
" Bangunlah," ucapnya dengan ramah sambil menatap bejana Langit yang masih belum tenang tersebut.
" Penguasa Agung, sebelumnya bejana langit ini terus melepaskan aura kekacauan, namun sekarang lebih sedikit tenang," ucap Huo Zhaodau menjelaskan.
Luo Feng menganggukan kepalanya.
" Penguasa muda kini sudah baik-baik saja dan sedang memulihkan diri," ucapnya sambil meminta mereka untuk awasi perkembangan bejana langit itu.
" Baik Penguasa Agung," ucap semua orang dengan hormat.
Setelah berkata-kata, Luo Feng lalu meninggalkan tempat itu.
" Swhus....." Sosoknya lenyap dari pandangan semua orang.
" Semoga penguasa muda cepat pulih. Aku sudah tidak sabar ingin melihatnya menggunakan cincin giok hijau punguasa Agung benua Teratai Biru," ucap Huo Zhaodau.
" Aku juga," ucap Huo Mingzhi dan yang lainnya menimpali.
****
Di tempat lain. ( Istana giok biru).
Qing Yong Jun yang sedang berlatih terbangun dari tempat duduknya, menatap Luo Jiao Lie yang berada di tempat itu.
" Bibi Jiao Lie, apa yang terjadi?"
" Hanya ingin melihat bagaimana cara kamu berlatih," ucap Luo Jiao Lie beralasan, karena tidak menyangka jika kekacauan yang terjadi di dalam dunia jiwa itu tidak diketahui Qing Yong Jun.
" Aku tahu bibi tidak jujur," ucapnya tersenyum tipis.
Luo Jiao Lie yang juga tidak bisa berbohong itu hanya menganggukkan kepalanya.
" Bibi, bicaralah." Dengan sikapnya yang ramah.
Luo Jiao Lie terdiam sesaat, lalu menceritakan semua peristiwa terjadi dengan rinci. Mulai dari proses peleburan cincin Giok hijau, hingga Qing Ruo dan Qing Ling yang terluka.
" Bibi, lalu bagaimana dengan ayah dan ibu saat ini?" berdiri dari tempat duduknya.
" Tenanglah, semuanya sudah terkendali, hanya saja penguasa agung tidak ingin ada yang mengganggu pemulihan Ayah dan ibumu," jawab Luo Jiao Lie dengan hormat.
Qing Yong Jun menganggukkan kepalanya.
" Baik bibi..." Dengan wajah sedih.
" Jun er, semua sudah membaik. Jadi tidak ada yang perlu dirisaukan," ucap Luo Jiao Lie memberi semangat.
" Baik bibi." Sambil berbincang-bincang sampai di tempat itu.
****
Danau Giok Biru.
Qing Ruo dan Qing Ling dengan tenang terus memulihkan dirinya, membiarkan kekuatan penyembuhan dari tongkat emas Shen Guoshi Yisheng memasuki tubuh tubuhnya.
Tanpa terasa lima jam pun berlalu. Qing Ruo yang telah merasakan delapan puluh persen kekuatannya kini telah pulih, membuka matanya, menatap Qing Ling yang duduk di hadapannya.
Tiba-tiba hatinya merasa remuk saat merasakan setengah aura kehidupan dari tubuh Qing Ling yang telah memudar.
" Wanitaku, tanpa dirimu mungkin aku sudah mati," batinnya dengan perasaan penuh cinta, lalu menyalurkan kekuatan hidupnya.
" Tenanglah, aku sudah pulih," ucap Qing Ruo sambil melepaskan aura kehidupannya.
Di hadapan Qing Ruo, Qing Ling yang melepaskan aura semi abadi tingkat tujuh dari tubuhnya yang sedikit kacau itu hanya bisa menganggukan kepalanya.
" Gege, terima kasih," ucapnya pelan, lalu menyerap kekuatan yang diberikan oleh Qing Ruo dengan perlahan.
****
Di dunia luar.
Hu Yan Lan dan Long Yu Wei, duduk dengan tenang tanpa mengetahui peristiwa yang terjadi di dalam dunia jiwa, namun mereka merasa perasaan yang tidak nyaman.
" Saudara, aku merasakan hal yang tidak nyaman, tapi tidak tahu apa yang terjadi," ucap Long Yu Wei pelan.
" Saudara, aku juga merasakan hal yang sama, bahkan nikmatnya minuman ini tidak memberikan rasa nyaman," ucap Hu Yan Lan yang juga duduk dengan gelisah.
" Semoga tidak terjadi hal yang buruk," ucap Long Yu Wei sambil menyesap minumanya.
***
Di tempat lain.
Ying Yin, Mayi Xian dan Mayi Cao telah bergerak meninggalkan kota Gu Lu, menjalankan misi mereka untuk mempersiapkan rute yang akan dilewati pasukan dari Klan Jin.
Di tempat lain.
Long Qe, Long Fu, Mao Tang dan Mao Lei, bekerjasama dengan prajurit kota Gu Lu, juga sudah bergerak mengawasi kota tersebut.
****
Di dalam aula istana Terlarang.
Jin Kong, Yuan Shui dan Yuan Liu bincang-bincang santai membahas rencana mereka untuk menempatkan lima ribu pasukan semi abadi tingkat delapan di dalam kota tersebut.
" Yang Mulia, sesuai arahan tuan muda Qing Ruo, aku ingin Anda mempersiapkan identitas lengkap pasukan kota Gu Lu," ucap Jin Kong dengan hormat.
" Baik patriark, kami akan menyiapkannya secepat mungkin," ucap Yuan Shui.
" Patriark, lalu bagaimana dengan prajurit lainnya?" tanya Yuan Liu.
" Identitas dan kelengkapan lainnya itu disiapkan oleh setiap klan yang menampung mereka, dengan demikian jumlah pasukan kota tidak akan terlihat membengkak begitu saja," ucap Jin Kong menjelaskan.
" Baik Patriark."
Setelah berbincang-bincang cukup lama di tempat itu, Jin Kong lalu undur diri.
" Yang Mulia, aku akan mengabari Anda secepatnya," ucap Jin Kong sambil menangkupkan tangannya dengan hormat, lalu meninggalkan ruangan itu.
" Baik Patriark...."
Setelah Jin Kong meninggalkan ruangan itu, Yuan Shui dan Yuan Liu lalu melanjutkan pembicaraan mereka dengan serius.
****
Di dalam dunia jiwa.
Malam pun berlalu begitu saja. Saat hati telah terang, Qing Ruo dan Qing Ling yang sedang memulihkan diri di dalam danau Giok Biru, membuka matanya.
" Gege, terima kasih," ucap Qing Ling yang merasakan kekuatan hidupnya kini benar-benar telah pulih.
Qing Ruo yang juga telah pulih itu menganggukan kepalanya.
" Ini semua karena tongkat emas Shen Guoshi Yisheng. Ling er, kembalilah, temui An er," ucapnya pelan.
Qing Ling yang memahami maksud Qing Ruo tersebut menganggukan kepalanya.
" Baik Gege," sambil berdiri dari tempatnya.
" Ling er, terima kasih," ucap Qing Ruo dengan tulus.
Qing Ling tersenyum lembut lalu memeluknya dengan hangat.
" Hanya ini yang dapat aku lakukan. Ingat jangan terus memaksakan dirinya," ucapnya penuh arti.
Qing Ruo yang terus-menerus melakukan kesalahan yang sama, hanya bisa menganggukan kepala.
" Baik, aku pergi..." Sambil melepaskan pelukannya lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
" Swhuss ...." Perisai kayu transparan yang melindungi tubuh mereka, ikut lenyap bersama kepergian Qing Ling. Qing Ruo dengan tubuhnya yang sebelumnya kotor dengan sisa darah yang mengering, membiarkan air danau yang melepaskan kekuatan penyembuhan itu membersihkan tubuhnya.
Setelah tubuhnya benar-benar bersih, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu.
" Swhus..." sosoknya lenyap dari tempat itu.
_________
👉 cukup tekan tanda 👍 ( Like) Itu Sudah Cukup. Terima kasih.