
Kemunculan cakram emas yang tiba-tiba mengurung kawasan hutan itu, mengejutkan kelima belas sosok semut hitam raksasa yang sedang berjaga.
" Swhuss.... swhus...." sosok setinggi lima meter tersebut berhamburan, menerjang ke berbagai arah.
Belum bilang keterkejutan mereka, sosok Long Yu Wei yang telah bertransformasi menjadi naga es raksasa sepanjang dua puluh lima meter, memasuki kubah emas raksasa tersebut dan langsung melepaskan serangan dengan brutal.
" Dhuar.... dhuar....." ledakan dahsyat bergema dengan keras saat serangan dan dilepaskan oleh Long Yu Wei, beradu dengan tembakan ludah api hitam yang dilepaskan oleh semut-semut tersebut.
" Long Fu, Long Qe," ucap Qing Ruo pada kedua pelayannya itu untuk membantunya menjaga segel Cakram Langit Ling.
" Baik," jawab Long Fu dan Long Qe, lalu segera menyalurkan kekuatan puncak mereka pada tubuh Qing Ruo.
" Dhuar...dhuar...." Ledakan dahsyat bergema di dalam kubah cakram langit Ling, dan terus menggetarkan tempat itu.
" Swhuss... swhus...." Qing Ruo menembakan racun gelap pada kerumunan semut tersebut. Tidak hanya itu, Qing Ruo juga terus melepaskan tembakan petir abadi untuk mengganggu konsentrasi semut-semut tersebut.
****
Di tempat lain.
Yanshi Gong yang sedang berjaga, tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Long Chen.
" Tuan Long Chen....." ucapnya dengan keheranan.
" Tuanku meminta kita untuk berjaga."
" Tuan Long Chen, apakah tuan muda Qing Ruo ingin menyerang semut hitam raksasa itu seorang diri?" Dengan wajah serius.
" Sepertinya demikian."
" Tapi tuan. Apakah ini tidak...."
" Tuan Yanshi Gong, Tenanglah. Tuanku adalah orang yang penuh dengan perhitungan. Dan aku percaya padanya." Sambil mengitari pandangannya, mengawasi tempat itu dengan seksama.
" Baik, tapi ini sudah terlalu lama, dan masih belum ada suara pertempuran."
" Tuan Yanshi Gong, mungkin tuanku sedang membuat persiapan. Tetap waspada," ucap Long Chen dengan serius.
" Baik...." ucap Yanshi Gong.
****
Di tempat lain.
Long Yu Wei yang berada di dalam perisai kubah raksasa Cakram Langit Ling, terus melepaskan serangan puncaknya untuk segera membunuh semut- semut hitam raksasa tersebut.
Dalam waktu singkat, sepuluh ekor semut hitam raksasa yang berada di tingkat lima semi abadi hingga tingkat enam telah ditewaskan, menyisakan dua semut hitam raksasa yang berada di tingkat tujuh dan tiga semut di tingkat delapan semi abadi.
" Swhuss..... swhuss..." Qing Ruo terus melepaskan tembakan racun gelap, untuk melemahkan pertahanan semut hitam yang semakin menggila tersebut.
" Yu Wei, apakah masih sanggup?" tanya Qing Ruo.
" Penguasa, ini baru pemanasan," ucapnya yang kebal dari racun gelap , melepaskan serangan cakar es naga dan menghempaskan semut-semut tersebut dengan ekornya.
" Long Fu, Long Qe, bantu Yu we sekarang," ucap Qing Ruo yang tidak ingin berlama-lama di tempat.
" Tapi penguasa...."
" Swhus...swhus..." Yuan Bai, Yuan Hei, Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau muncul, lalu menyalurkan kekuatannya pada tubuh Qing Ruo.
Melihat kemunculan Yuan Bai dan rombongannya, Long Fu dan Long Qe langsung bertransformasi menjadi naga perak, bergerak memasuki kubah emas.
" Swhus.... swhus...." sosok raksasa mereka langsung menghajar semut-semut raksasa yang mengamuk murka tersebut.
" Pertarungan kekuatan api melawan kekuatan es," ucap Yuan Bai, mengamati pertempuran tersebut dengan seksama.
" Benar, tetapi semut-semut ini sangat kuat," ucap Huo Mingzhi.
Dalam waktu singkat, kemunculan Long Qe dan Long Fu langsung menewaskan dua semut hitam raksasa yang berada di tingkat tujuh.
Pada saat Qing Ruo dan rombongannya sedang berusaha menghabisi semut-semut hitam tersebut, tiba-tiba terdengar suara pertempuran dahsyat lainnya.
" Penguasa," ucap Huo Mingzhi panik.
" Tenanglah," ucap Qing Ruo segera membuka gerbang dimensi dunia jiwa.
" Baik Penguasa...."
" Roargh....." Raungan keras Long Yu Wei, Long Fu dan Long Qe, bergerak dan menargetkan masing-masing satu semut hitam, lalu melilit semut tersebut dan membawanya ke dalam dunia jiwa dengan paksa.
" Swhuss... swhus....." para naga tersebut melesat masuk ke dalam dunia jiwa.
" Swhuss...swhus..." Qing Ruo langsung bergerak, mengumpulkan mutiara jiwa semut-semut hitam yang telah terbunuh, di bantu oleh Yuan Bai dan rombongannya.
Setelah mutiara jiwa itu terkumpul, Qing Ruo lalu meminta mereka kembali ke dalam dunia Jawa.
Setelah Yuan Bai dan rombongannya kembali ke dalam dunia jiwa Qing Ruo lalu menarik perisai cakram emas langit Ling, bergerak meninggalkan tempat.
" Swhus... swhus...." Sosoknya melesat zig-zag di antara pohon-pohon besar, bergerak mendekati pertempuran yang sedang terjadi.
" Kadal hitam raksasa lagi," ucapnya saat tiba di tempat pertempuran, menyaksikan Long Chen dan Yanshi Gong yang sedang bekerja sama menghadapi lima kadal hitam raksasa, yang sudah berada di tingkat tujuh semi abadi tahap akhir.
" Tuan muda, mereka terlalu banyak." ucap Yanshi Gong sambil terus bergerak melepaskan pukulan, menghalau kadal hitam raksasa yang menyerang secara berkelompok tersebut.
" Tetua, pisahkan mereka," ucap Qing Ruo, sambil melepaskan tembakan bola-bola petir.
" Swhus... swhus....." Bola-bola petir sebesar kepalan tangan orang dewasa yang ditembakan oleh Qing Ruo meledak dengan dahsyat, mengejutkan kadal hitam raksasa tersebut dan menyerakkan mereka ke berbagai tempat.
" Dhuar ... dhaur....." Serangan tapak yang dilepaskan oleh Long Chen dah Yanshi Gong menghantam salah satu dari kadal hitam itu yang terpisah dari rombongannya itu, dan melukainya dengan parah.
" Swhus...." Qing Ruo melesat ke arah kadal hitam tersebut, melepaskan tebasan pedang Xue Luo.
" Slash....." Pedang tersebut menebas leher kadal hitam yang sudah tidak memiliki pertahanan tersebut dan merobohkannya.
" Swhus ..." Qing Ruo bergerak mundur sambil melepaskan tembakan bola petir.
" Dhuar.... dhuar...." Ledakan itu sekali lagi mengacaukan pertahanan keempat kadal hitam yang tersisa.
" Dhuar....dhuar ..." Serangan tapak perak keemasan dan tapak perak yang di lepaskan oleh Long Chen dan Yanshi Gong menghantam salah satu kadal yang terpisah dari rombongannya dan melukainya dengan parah.
Kesempatan itu langsung digunakan oleh Qing Ruo untuk melakukan serangan susulan dengan melepaskan tebasan pedang Xue Luo, sedangkan Long Chen dan Yanshi Gong menghalau kadal-kadal lain yang ingin membantu temannya yang telah sekarat tersebut.
" Slash..... " tebasan pedang tersebut kembali menebas sosok kadal yang telah terluka parah tersebut dan merobohkannya.
Melihat kedua temannya kini telah ditewaskan oleh Qing Ruo dan rombongannya, membuat ketiga kadal yang tersisa bergerak melarikan diri.
" Tetua, biar saja," ucap Qing Ruo, menghentikan Yanshi Gong yang hendak bergerak mengajar ketiga kadal hitam raksasa yang melarikan diri tersebut.
" Tapi tuan muda....."
" Kita harus menghemat tenaga, karena bisa saja mereka telah mempersiapkan jebakan dan membawa kita menuju kelompoknya yang lebih besar."
" Baik," jawab Yanshi Gong tersadar.
" Long Chen," ucap Qing Ruo sambil bergerak, lalu mengambil mutiara jiwa kadal hitam yang telah terbunuh.
" Baik....." Jawab Long Chen lalu bergerak mengambil mutiara jiwa kadal hitam lainnya.
Setelah selesai mengambil kedua mutiara jiwa hewan gelap yang telah terbunuh, Qing Ruo dan rombongan lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
" Swhus... swhus....." Mereka bergerak dengan cepat, sambil menghindari aura yang begitu kuat, yang berada di sepanjang jalan yang mereka lewati.
Dua menit setelah Qing Ruo dan rombongan bergerak meninggalkan tempat itu, puluhan kadal hitam raksasa yang berada di tingkat lima hingga tingkat tujuh tahap akhir, tiba di tempat tersebut.
" Argh....! Para dewa kep**t." Teriak sang pemimpin kelompok murka, saat melihat dua sosok kadal hitam raksasa yang telah terbunuh dan kehilangan mutiara jiwanya.
Pada saat mereka sedang berkumpul di tempat itu, tiba-tiba datang satu kadal hitam dengan tergesa-gesa.
" Komandan, satu regu pasukan semut hitam yang berjumlah lima belas prajurit, telah dimusnahkan."
" Apa! Bagaimana bisa?" Dengan kemarahan menyala.
" Komandan, kami bahkan tidak mendengar adanya suara pertempuran. Kami mengetahui hal itu saat kami sedang melintasi kawasan yang sedang mereka jaga."
" Para dewa kepa**t itu semakin berani. Sepertinya kita harus melaporkan hal ini pada Jenderal besar. Dan kalian, jika melihat kemunculan mereka segera beritahu yang lain. Selain itu, bentuk pasukan lebih dari dua puluh prajurit."
" Baik Komandan." Lalu bergerak meninggalkan tempat itu.