
Di luar perisai pertahanan.
" Swhuss... swhus...." sosok Yin Bei muncul bersama sosok Long Yu Wei dan Hu Yan Lan.
" Pangeran, terima kasih," ucap Hu Yan Lan dengan hormat.
Yin Bei menganggukan kepalanya dengan ramah.
" Tuan silakan bergabung bersama tuan Long Chen dan yang lainnya," ucap Yin Bei sambil menunjuk pasukan puncak Nan Yin yang berada tidak jauh dari tempat itu.
" Baik pangeran, terima kasih," ucap Hu Yan Lan dan Long Yu Wei sambil bergerak meninggalkan tempat itu.
Setelah Hu Yan Lan dan Long Yu Wei pergi, Yin Bei lalu meninggalkan tempat itu, bergerak menemui Jin Kong yang sedang mengawasi kawasan tersebut.
" Swhuss...." sosoknya muncul di sisi Jin Kong.
" Pangeran, apa yang harus kita lakukan?" tanya Jin Kong.
" Maksud patriark?" tanya Yin Bei dengan heran.
" Pangeran, aku yakin Yin Quan sudah mengetahui keberadaan kita"
" Apakah kita akan menyerangnya sekarang? Tapi aku masih ingin memanfaatkan kekuataannya untuk membunuh pasukan Puncak Dong Yin."
" Sepertinya kita harus menyerangnya sekarang, aku khawatir dia juga memiliki teknik yang sama seperti Yin Zuo," ucap Jin Kong dengan serius.
" Patriark benar," ucap Yin Bei lalu bergerak menyerang segel kubah hitam itu.
" Dhuar....." ledakan dahsyat bergema bersamaan dengan hacurkan perisai segel hitam tersebut.
" Swhuss... swhuss...." serangan tapak Es Angin Kematian menyambut sosok Yin Bei dan Jin Kong.
" Dhuar.... dhuar...." Serangan itu beradu dengan serangan tapak Yin Bei.
" Yin Bei, akhirnya kamu muncul juga," ucap Yin Quan dengan santai, sambil bergerak menjauh dari kawasan tersebut.
" Paman, dengan kekuatanmu seperti ini, apakah kamu masih ingin melawan!" ucap Yin Bei sambil melepaskan serangan tapak yang melesat seperti kilatan cahaya.
" Nak, kamu terlalu meremehkanku," ucapnya sambil membalas serangan tersebut dengan melepaskan serangan tapak hitam.
" Paman, jangan memaksa diri, jika paman menyerah, mungkin aku masih memberi toleransi," ucap Yin Bei sambil meningkatkan serangannya.
" Dhuar.... dhuar...." serangan itu beradu mengguncang puncak Zhu Yin dengan hebat.
" Swhuss... swhuss...." sapuan angin dari ledakan dahsyat itu menyapu kawasan itu dengan hebat, mengganggu pasukan Zhu Yin dan Dong Yin yang sedang berperang.
" Yin Bei, ternyata kamu mulai serius..." terkekeh, sambil terus menjauh dari tempat itu.
Yin Bei yang ingin segera mengakhiri pertempuran itu terus mendekati Yin Quan dan meningkatkan serangannya, sedang Jin Kong yang bersembunyi di balik perisai ilusi terus mengikuti kedua sosok itu, menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan.
" Yin Bei, sebelumnya kamu telah membunuh putraku dengan menipunya, apakah kamu akan melakukan hal yang sama padaku?" Sambil terus bergerak menghindar dan melepaskan serangan.
Kata-kata Yin Quan membuat Yin Bei dan Jin Kong yakin patriark klan itu pasti memiliki persiapan.
" Apakah paman meminta pertarungan yang adil? Bukankah paman juga telah menipu ayahku," ucap Yin Bei dengan keras.
" Sebagai seseorang yang sudah berada di tahap Abadi, tidak sepantasnya kita melakukan hal itu..." Ucap Yin Quan mulai kesal.
" Seorang pembunuh dingin berbicara tentang keadilan. Paman, kata-kata mu seperti kentut saja," ucap Yin Bei yang memang sengaja memprovokasi, membuat Yin Quan kini benar-benar kesal.
" Bocah!" Teriaknya mulai menyerang dengan serius.
" Dhuar.... dhuar...." serangan mereka beradu dengan keras.
" Yin Bei ternyata kamu memiliki darah emas. Penghianat!" ucap dengan wajah kesal.
" Bocah! Seharusnya dari awal aku melenyapkan mu!" ucap Yin Quan dengan kesal.
" Seharusnya saat awal menapaki jalan keabadian, aku juga tidak membiarkan pembunuh biadab seperti mu hidup!" ucap Yin Bei sambil mengedarkan kekuatan puncaknya, bergerak melepaskan serangan bola cahaya yang melepaskan sedikit kekuatan petir.
" Dhuar.... dhuar..." Ledakkan dahsyat itu mendorong mereka berdua hingga belasan meter.
" Darah emas petir," ucap Yin Quan sambil mengambil sikap siaga.
Di hadapan Yin Quan, Yin Bei yang tidak ingin memberi ruang pada lawannya, terus melepaskan serangan bola cahaya.
" Nak, seranganmu terlalu mudah," ucapnya memprovokasi Yin Bei.
" Jika mudah, hadang pukulan ku!" ucap Yin Bei sambil menyarangkan tinjuan yang melepaskan kekuatan segel tanda suci.
" Dhuar...." pukulan mereka berdua beradu, melempar sosok Yin Quan hingga puluhan meter, yang langsung di sambut serangan tapak Besi Hitam yang langsung menghantam tubuhnya dengan telak.
" Dhuar... " Ledakan keras kembali bergema, bersamaan dengan sosoknya yang terlempar dengan keras.
" Swhuss...." sosoknya bergerak sambil memulihan dirinya.
" Klan Jin," ucap sambil menatap sosok Jin Kong yang mengenakan topeng perak.
" Swhuss... swhuss....' serangan tapak Besi Hitam kembali muncul dan mengunci pergerakannya.
" Dhuar... dhuar...." serangan itu beradu dengan perisai Altar Es Hitam.
" Pusaka pertahanan klan, ternyata ada padanya," ucap Yin Bei sambil melepaskan serangan tombak Mantra Formasi keemasan yang langsung menghantam Altar Es Hitam tersebut.
" Dhuar...." serangan balik dari pusaka tersebut mendorong Yin Bei hingga beberapa langkah, membuat Yin Quan tersenyum kecil.
" Sangat kuat, tidak heran dia begitu sombong," ucapnya Yin Bei membatin sambil meminta Jin Kong terus melemahkan kekuatannya.
" Dhuar... dhuar...." Ledakan dahsyat bergema, saat kilatan cahaya serangan yang di lepaskan oleh Yin Bei dan Jin Kong muncul dari berbagai arah terus menghantam sosok Yin Quan dengan hebat.
" Pangeran, pertahanannya sangat kuat," ucap Jin Kong berbicara melalui telepati sambil terus melepaskan serangannya.
" Patriark benar, perisai pertahanannya adalah segel kuno yang digunakan untuk melindungi Gunung Langit Yin ini," jawab Yin Bei menjelaskan.
" Pangeran, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Jin Kong dengan serius.
" Patriark, masalah seperti ini saudara Qing Ruo ahlinya. Kita harus bisa mengulur waktu. Terus serang!" jawab Yin Bei sambil terus mempersempit pergerakan Yin Quan.
****
Di luar kawasan pertempuran abadi.
Pertempuran antar puncak Dong Yin dan Zhu Yin terus berlangsung dengan sangat mengerikan, ribuan pasukan Dong Yin yang bertempur tanpa takut kini benar-benar mendominasi pertempuran tersebut, membuat Yin Baohu dan rombongannya mulai kewalahan.
Di tempat lain.
Puluhan ribu prajurit puncak Nan Yin yang berada di tempat persembunyiannya, terus mengamati pertempuran itu, bersiap untuk melakukan serangan.
" Dhuar... dhuar..." ledakan dahsyat pertempuran itu terus bergema, mengguncang kawasan gunung langit Yin dengan hebat.
" Benar-benar pemandangan yang sangat mengerikan," ucap Yuan Bai berbicara pada rombongannya, menatap pertempuran itu dengan tubuh bergidik.
" Benar, ini adalah ironi dari kehidupan. Pengkhianatan dan kejahatan yang dilakukan oleh Patriark dan segelintir orang, membawa petaka bagi seluruh anggota klan," ucap Long Yu Wei menanggapi.
" Saudara Yu Wei benar, perang ini murni terjadi karena setiap para pemimpin dan petinggi klan Yin yang begitu keras kepala, melupakan sejuta kebaikan sesama mereka namun mendendam oleh sejumput kesalahan," ucap Long Chen ikut menanggapi.
" Tuan Long Chen benar, namun apa bedanya dengan kita sekarang yang ikut campur dengan masalah mereka?" Seorang tetua dari Klan Jin menimpali.
" Tetua Jin Shang, dalam kekacauan ini, kita sudah dapat melihat mana yang benar dan mana yang salah, dan kehadiran kita di tempat ini adalah untuk membantu yang benar untuk mengalahkan kelompok yang salah tersebut. Jika kita tidak membantu mereka yang benar, maka lenyaplah mereka, lalu kekacauan terjadi, tidak hanya ada di tempat ini tetapi akan menganggu kawasan gerbang Es Hitam ini," jawab Long Chen menjelaskan panjang lebar, membuat Jin Shang, tetua klan Jin itu terdiam.