Sang Penguasa

Sang Penguasa
202. Lebah Emas 1.


Di atas puncak gunung es hitam. Di dalam kabut gelap. Lima sosok lebah emas sebesar ibu jari tangan orang dewasa yang merupakan serangga buas semi abadi tingkat tiga dan tingkat empat sedang berbincang-bincang santai.


" Saudara,  apa yang harus kita lakukan pada dewa bodoh dan Nanga perak itu?"


" Biarkan saja. Makluk lemah seperti mereka bukanlah ancaman. Namun aku ingin melihat, apa yang ingin mereka lakukan di tempat ini."


" Itu berarti kita tidak akan melaporkan kedatangan mereka?"


" Sepertinya demikian, karena hanya akan membuat jenderal marah."


" Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"


" Saudara berdua, pergi dan awasi pergerakan mereka, kami akan tetap berjaga di tempat ini," ucap pemimpin kelompok tersebut.


" Baik saudara." lalu bergerak meninggalkan puncak gunung berkabut gelap tersebut.


****


Di tempat lain. Di dalam gua.


Qing Ruo dan Long Chen yang beristirahat di dalam gua itu tiba-tiba merasakan kehadiran dua aura emas yang bergerak memasuki gua tersebut.


" Penguasa aku sudah dapat melihat sosok itu," ucap Long Chen berbicara melalui telepati pada Qing Ruo yang tampak tenang.


" Biarkan saja. Tetap bersikap seolah-olah kita tidak mengetahui kedatangan mereka," ucap Qing Ruo.


" Baik penguasa," ucap Long Chen dengan hormat.


Sepuluh meter dari tempat Qing Ruo dan Long Chen beristirahat, dua ekor lebah emas yang hinggap di langit-langit lorong gua, mengawasi mereka dengan santai.


" Saudara, lihatlah. Mereka berdua bahkan tidak menyadari kedatangan kita."


" Benar, tapi aku begitu heran dengan keberanian mereka."


" Maksud saudara?"


" Lihatlah, mereka hanyalah Pendekar kaisar dewa tingkat rendah, tetapi sudah  berani datang ke tempat ini."


"Saudara benar, apakah itu berarti mereka sedang menyamar?"


" Saudara, satu-satunya cara untuk memastikan kekuatan sejati mereka adalah dengan menyerangnya."


" Saudara benar, tapi kita dilarang mengganggu mereka sebelum kita benar-benar mengetahui tujuan kedatangannya ke tempat ini."


" Baiklah, kita awasi saja dulu." sambil beristirahat santai di tempat itu.


***


Di hadapan kedua lebah emas.


Qing Ruo dan Long Chen duduk dengan tenang menyerap kristal jiwa abadi, berpura-pura tidak mengetahui  keberadaan  kedua lebah emas yang sedang mengawasinya.


Menjelang tengah malam, Qing Ruo akhirnya selesai memulihkan diri, lalu mengeluarkan lencana giok jiwa dari dalam cincin penyimpanannya.


" Akhirnya," ucap Qing Ruo senang.


" Penguasa, ada apa?"


" Hu Shan dan yang lainnya telah tiba," ucap Qing Ruo, menjelaskan sosok Hu Shan dan rombongannya yang ditugaskan untuk mendahuluinya ke wilayah selatan.


Long Chen yang tidak sempat bertemu dengan Hu Shan dan rombongannya menganggukkan kepala, menyimak penjelasan Qing Ruo dengan seksama.


" Lalu kemana tujuan mereka?" tanya Long Chen dengan penasaran.


" Kota Semi Angin Selatan," jawab Qing Ruo menjelaskan.


" Tempat itu masih sangat jauh, karena jarak rantai pegunungan Yin dengan kota itu masih ratusan ribu kilo meter," ucap Long Chen.


" Setidaknya mereka sudah tiba di wilayah selatan," ucap Qing Ruo senang.


" Penguasa...." ucap Long Chen ragu.


" Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Di kota Heian sebelumnya, apa yang telah terjadi?"


Qing Ruo tersenyum kecut, lalu menjelaskan situasi yang terjadi padanya di kota ini dengan rinci. Muali dari kemunculan Lieren Pho dan rombongannya, hingga berada di kota utama Heian.


" Hais, orang-orang Shen Lieren itu benar-benar keterlaluan. Tapi apakah penguasa yakin pada Heian Yu Zhong akan menyelesaikan masalah itu?"


" Tentu saja," jawab Qing Ruo sambil mengeluarkan cincin penyimpanan yang diberikan oleh Heian Yu Zhong sebelumnya.


" Ternyata mereka mengganti semua kerugianku hingga lima kali lipat," ucap Qing Ruo lalu menyimpan cincin penyimpanan itu kembali.


Ke dua lebah emas yang sedang mengawasi mereka, ikut menyimak perbincangan Qing Ruo dan Long Chen dengan begitu  penasaran.


" Saudara, ternyata mereka berasal dari selatan. Dan pemuda itu ternyata seorang penguasa muda."


" Lalu apa yang harus kita lakukan?"


" Sepertinya kita harus pergi dari tempat ini, dan melaporkannya pada saudara yang lain."


" Baik," jawab lebah lainnya, sambil bergerak meninggalkan tempat itu. Namun pada saat mereka akan keluar dari lorong  gua, tiba-tiba mereka menghantam dinding persisai transparan.


" Dhuar... dhuar...." ledakan kecil bergema, melempar tubuh mereka kembali ke dalam lorong gua. Namun belum sempat kedua lebah itu menggunakan transformasi tubuh raksasanya, tiba-tiba tembakan petir muncul,  menghantam sayap-sayap mereka dan mengoyakkannya.


" Swhus... swhus...." tembakan  angin yang dilepaskan oleh Long Chen kembali menghantam tubuh mereka dengan keras dan melukainya.


" Apakah kalian pikir kami tidak mengetahui kedatangan kalian? Sungguh naif!" ucap Long Chen dengan tatapan tajam yang hendak kembali menyerang kedua lebah emas yang sudah tidak berdaya itu.


" Long Chen, cukup," ucap Qing Ruo sambil meminta Long Chen  untuk menyegel kedua lebah emas itu.


" Baik penguasa."


" Kebetulan sekali, karena kita tidak tahu kawasan ini, jadi kita dapat bertanya pada mereka," ucap Qing Ruo dengan santai.


" Baik penguasa," sambil membawa kedua lebah emas yang telah tersegel di dalam bola perak tranparan itu.


Di dalam bola perak transparan. Kedua lebah itu hanya bisa mengaduh kesakitan. Selain sayapnya yang telah dirusak oleh Qing Ruo, mereka juga dilukai oleh Long Chen dengan parah.


" Dari awal kami sudah mengetahui keberadaan kalian, bahkan pada saat berada di dalam kabut gelap,"ucap Qing Ruo dengan santai.


" Ternyata kita telah memasuki perangkapnya. Tapi bagaimana bisa. Pada saat memasuki gua, aku  bahkan tidak merasakan apapun." Sang lebah berbicara pada saudaranya,  menatap  Qing Ruo dan Long Chen dengan heran.


" Jika ingin hidup, maka bekerjasamalah dengan baik," ucap Qing Ruo dengan santai.


Kata-kata Qing Ruo membuat kedua lebah itu menjadi gusar.


" Benar-benar menganggap diri terlalu tinggi. Setelah menyerang dan melukai kami berdua. Apakah Kalian yakin dapat meninggalkan tempat ini!"


" Sungguh aneh. Berada dalam situasi yang sulitpun kalian masih berani mengancam. Jika kami berdua lemah, apakah mungkin kami bisa menangkap kalian berdua? Pikirkan hal itu!" ucap Long Chen dengan tatapan kesalnya.


Kata-kata Long Chen membuat kedua lebah itu semakin kesal.


" Memasuki wilayah kami bahkan berani menyerang dan mengancam.  Kalian akan merasakan akibatnya!" ucap salah satu lebah sambil menggunakan sisa kekuatannya untuk keluar dari bola perak transparan tersebut, namun gagal.


" Sudah aku katakan dari awal. Jika kalian  tidak mau bekerja sama maka aku akan membunuh kalian," ucap Qing Ruo dengan tatapan tajam, sambil mengeluarkan kekuatan petir yang berderak-derak di ujung jarinya.


" Bunuh saja jika kalian berani!" Tantangnya dengan sengit.


" Baik," jawab Qing Ruo sambil meraih bola perak itu dan menyelimutinya dengan petir.


" Penguasa...." ucap Long Chen ragu.


" Tenanglah. Aku tidak akan membunuhnya," ucap Qing Ruo lalu melempar bola perak yang telah diselimuti  petir itu ke dalam dunia Jawa, membuat Long Chen menjadi tenang.


" Lebah emas hidup berkelompok. Jika kita benar-benar berurusan dengan mereka, itu akan mempersulit pergerakan kita di tempat ini. Terlebih lagi mereka tidak takut dengan ancaman kita,  itu menandakan bahwa kelompok mereka memiliki  kekuatan yang lebih besar." Qing Ruo menjelaskan.


" Penguasa benar. Maaf sebelumnya, lalu apa yang harus kita lakukan?"


" Hal pertama yang harus kita  lakukan adalah keluar dari tempat ini dan mencari informasi. Apakah kamu tahu wilayah ini?"


Long Chen menggelengkan kepalanya.


"  Penguasa, aku benar-benar tidak tahu tempat ini."


" Jika demikian mari kita pergi." 


" Tapi penguasa, apakah kita akan meninggalkan tempat ini begitu saja?"


" Benar."


" Tapi bagaimana dengan jejak auara ini?"


" Biarkan saja," ucap Qing Ruo sambil tersenyum kecil, lalu membawa Long Chen untuk pergi. Namun pada saat mereka akan bergerak, tiba-tiba lorong gua itu bergetar.


" Penguasa sepertinya, sosok yang ada di dalam gua ini tidak senang pada kita."


" Bukan, itu dari arah mulut gua," ucap Qing Ruo, sambil terus bergerak. Dan benar saja, di depan mulut gua itu telah berbaris ratusan lebah emas dengan kultivasi semi abadi tingkat satu hingga tingkat empat, bahkan lima sosok yang telah mengubah diri menjadi manusia berada di tingkat Semi abadi tingkat enam tahap akhir.


" Berhenti! Atau kami benar-benar akan membunuh kalian!" ucap pemimpin kelompok tersebut dengan tatapan tajam.


Qing Ruo yang memang tidak ingin berurusan dengan mereka segera meminta Long Chen berhenti.