
Di atas langit malam dunia jiwa.
" Swhus.... swhus...." kilatan cahaya keemasan bergerak cepat meninggalkan wilayah selatan dunia jiwa menuju wilayah utara.
" Sebaiknya aku mengabari ayah besok pagi saja," ucap Qing Ruo membatin sbil terus bergerak dengan tenang.
Tidak lupa sambil terus bergerak menuju wilayah utara, Qing Ruo juga menanyakan keadaan di luar dunia jiwa pada Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau yang sedang berjaga di dalam kamar penginapan.
Tidak lama kemudian Qing Ruo akhirnya tiba di aula kultivasi..
" Jika tidak naik tingkat dengan cepat, perjalanan ini akan menjadi sulit, tetapi jika naik tingkat, bukankah ini benar-benar memasakan diri..."
Setelah menimbang cukup lama. Qing Ruo lalu mempersiapkan diri untuk segera menyerap mutiara jiwa hewan buas tingkat tinggi. Selain itu dia juga mengeluarkan beberapa pil peledak energi, serta pil penyembuh Fuyuan.
" Semoga ini berhasil," batinnya, sambil menatap tujuh butir mutiara jiwa hewan buas yang mengambang di hadapannya.
" Swhung...." Udara di tempat itu bergetar, saat mutiara jiwa hewan buas mulai terserap."
****
Di tempat lain.
Danau Giok Biru.
Harimau gigi pedang yang sedang memulihkan diri dan menyembuhkan lukanya di dalam danau tersebut akhirnya keluar dari tempat itu. Menghampiri Long Chen, yang duduk di tepi danau dengan santai.
" Tuan aku Mao Lei," ucapan dengan hormat memperkenalkan diri.
" Jangan panggil aku tuan. Aku Long Chen, pelayan penguasa muda Qing Ruo," ucap Long Chen dengan ramah.
" Baik saudara, aku juga telah memutuskan diri untuk menjadi pelayan penguasa muda Qing Ruo," ucapnya terbata-bata.
" Baiklah, jika demikian mari kita tinggalkan tempat ini," ucap Long Chen sambil bergerak meninggalkan tempat itu, lalu di ikut oleh hewan buas Semi abadi tingkat lima tersebut dengan penasaran.
Dalam perjalanan.
" Saudara Long Chen, kemana kita sekarang?"
" Istana Naga Emas," jawab Long Chen.
" Istana Naga Emas?"
" Benar. Istana Naga Emas adalah kediaman Tuan Muda Qing Zilong, putra pertama penguasa muda Qing Ruo."
Harimau gigi pedang itu terdiam, sambil terus bergerak mengikuti Long Chen.
" Aku tidak menyangka, jika aku akan berada di dalam dunia jiwa, yang hanya ada di dalam catatan kuno itu. Tidak heran Penguasa muda Qing Ruo begitu kuat, ternyata dia memiliki tipe tubuh Kaisar langit yang memiliki dunia Jiwa," ucapnya pelan, sambil terus bergerak dengan santai.
" Saudara Mao Lei memang benar, tapi menurutku, itu kurang tepat..." ucap Long Chen.
" Maksud saudara Chen?"
" Perlu saudara Lei ketahui, kekuatan Penguasa muda itu berasal dari kekuatan darahnya. Yang lebih menakjubkan lagi, penguasa muda ternyata tidak berasal dari daratan ilahi."
" Saudara Chen, mohon penjelasannya!" dengan heran dan begitu penasaran.
" Perlu saudara ketahui. Dari garis ibu, penguasa muda memiliki darah murni Shen Guoshi Ling, dan dari garis Ayah, Shen Guoshi Qing."
" Suadara Chen, jangan bercanda. Bukankah penguasa muda tidak berasal dari daratan ilahi, lalu dari bagaimana dia bisa mendapatkan darah kuno Shen Guoshi Qing dan Shen Guoshi Ling. Lagi pula, bukankah para dewa kuno juga tidak menyebut putra dan putri mereka sebagai penguasa?"
" Saudara Lei, Shen Guoshi Ling yang menghilang dari daratan ilahi, ternyata berada di Dunia kecil terlarang Teratai Biru. Selain itu, apakah saudara tahu jika salah satu putra Shen Guoshi Qing Kongque juga meninggalkan daratan ilahi?"
" Apa ? Mao Lei begitu terkejut.
" Mengenai Shen Guoshi Ling yang tiba-tiba menghilang, aku tahu. Tapi mengenai putra Shen Guoshi Qing Kongque, aku benar-benar tidak tahu," jawab Moa Lei dengan jujur.
" Dari penjelasan saudara Youlin Sha, aku yakin jika Klan Qing, yang berada di Dunia kecil terlarang Teratai Biru adalah keturunan dari putri Qing Kongque, karena merak petir itu memiliki tiga putra dan salah satunya Qing Fengbao, sang petir angin. Dan Klan Qing yang ada di dunia kecil Teratai Biru, menggunakan lambang petir angin tersebut."
" Karena aku juga berasal dari angkatan yang hampir sama dengan generasi awal," jawab Long Chen.
" Tapi apakah penguasa muda mengetahui hal ini?"
" Aku rasa tidak, karena aku yakin Shen Guoshi Qing Fengbao, pasti akan merahasiakan hal tersebut."
" Sepertinya kita perlu membicarakan hal ini dengan Penguasa muda," ucap Moa Lei.
" Sepertinya demikian, tapi tunggu saat penguasa muda memiliki waktu senggang."
" Saudara Chen, aku masih penasaran dengan panggilan penguasa muda itu?"
" Oh, itu karena dia menjadi putra angkat Sang Penguasa selatan yang telah jatuh, Shen Shandian Luo Feng. Aku yakin, karena darah emas Penguasa Agung Luo Feng lah, kekuatan darah kuno Shen Guoshi Qing yang hampir hilang itu terbangun dan dimurnikan kembali," ucap Long Chen, menjelaskan.
" Saudara Chen, lalu apa hubungannya darah emas Shen Shandian Luo Feng dengan darah Penguasa muda Qing Ruo?"
" Saudara Lei, apakah saudara benar-benar tidak tahu? Bukankah Shen Shandian Luo adalah putra ketiga Shen Guoshi Qing Tian. Itu artinya mereka masih satu keturunan," ucap Long Chen Sambil menggelengkan kepalanya.
" Tidak heran jika kekuatan darah mereka saling melengkapi. Aku kagum Saudara Chen mengetahui begitu banyak rahasia seperti ini."
" Itu karena kami dari gerbang sembilan Naga diajarkan untuk tidak membuat masalah dengan mereka."
" Tidak heran jika Penguasa muda begitu kuat. Ternyata memiliki dua darah dewa kuno. Benar-benar mengerikan," ucap Mao Lei pelan. Mengingat kebodohannya yang sebelumnya tidak takluk pada Qing Ruo.
" Jika saja dari awal, aku tahu hal ini. Mungkin saudara Mao Tang, akan masih ada." batinnya, mengingat saudara kembarnya yang terbunuh oleh Liu Lao di dalam dunia kecil emas klan Liu.
Sambil berbincang-bincang santai, mereka berdua akhirnya melihat istana megah yang diterangi ribuan kristal cahaya, sehingga membuat istana itu terang benderang.
" Saudara Long Chen, itu?"
" Saudara, kita sampai," ucap Long Chen, sambil membawa Mao Lei bergerak turun, menuju halaman istana megah tersebut, menemui Long Fu dan Long Qe yang sedang mengawasi Yuan Bai, Yuan Hei dan Youlin Sha yang sedang menyerap mutiara jiwa hewan buas tingkat tinggi.
***"
Di Utara Dunia jiwa.
Aula kultivasi.
Qing Ruo dengan tenang, terus menyerap tujuh butir mutiara jiwa hewan buas tingkat tinggi.
Tiga jam kemudian, tujuh butir mutiara jiwa hewan buas itu akhirnya mulai terserap, bersamaan dengan ledakan Petir hitam keemasan keluar dari tubuhnya yang mulai bertransformasi menjadi Phoenix Emas bermata biru.
" Trark..." Ledakan petir itu semakin kuat, hingga akhirnya ledakan aura semi abadi tingkat tiga tahap menengah mengedar dari tubuhnya.
" Shuit...." siulan keras phoenix menggetarkan tempat itu, bersamaan dengan lenyapnya transformasi tersebut.
" Akh..." Qing Ruo merintih kesakitan, merasakan seluruh tulangnya yang seperti di hancurkan. Dengan tangan bergetar, Qing Ruo segera meraih pil Fuyuan dan menyerapnya.
" Argh..." teriaknya kesakitan, saat darah segar mulai keluar dari pori-pori kulitnya.
Semakin lama rasa sakit itu semakin kuat, bahkan membuat Qing Ruo hampir tidak mampu menopang tubuhnya.
" Oh tidak. Jangan sampai gagal," batinnya sambil mengeluarkan pedang pedang Langit Biru, dan tujuh pedang Xue Luo dari dalam cincin penyimpanamnya.
" Swhus... swhus..." pedang itu muncul dan langsung menyangga tubuhnya.
Sambil menyerap pil penyembuh Fuyuan, Qing Ruo juga mengendalikan kekuatan yang sedang menggila di dalam tubuhnya, yang begitu melawan dan ingin menghacurkan tubuhnya.
Sepuluh menit kemudian. Dengan perlahan, aura semi abadi tingkat tiga tahap menengah lenyap, menjadi tahap puncak dan mengedar dari tubuhnya.
" Memaksa diri untuk segera naik tingkat dengan cepat, ternyata benar-benar bukan tindakan yang bijaksana, karena hampir saja gagal." Batinnya.
Sambil menahan rasa sakit. Lima menit kemudian, Qing Ruo mulai dapat memulihkan dirinya dengan menyerap Pil penyembuh Fuyuan, dan menyerap kristal jiwa abadi dengan perlahan.