
Sepanjang waktu, Qing Ruo dan Hu Yan Lan duduk di atas bukit kecil itu dengan sambil menikmati minumannya dengan santai.
" Penguasa, pesan dari saudara Mayi Xian dan Mayi Cao," ucap Hu Yan Lan ambil memberikan lencana giok jiwa pada Qing Ruo.
" Mereka ada di kota Gu Lu. Sepertinya belum ada pergerakan yang lebih berarti, namun seluruh kawasan itu telah tertutup untuk semua orang, bahkan dua ratus kilometer dari klan," ucap Qing Ruo pelan.
" Jika demikian, bagaimana cara penguasa memasuki tempat itu?"
" Tenanglah, semuanya sudah dalam rencanaku," ucap Qing Ruo sambil menyesap minumannya dengan tenang.
Tidak lama kemudian, pada saat mereka sedang berbincang-bincang santai, tiba-tiba langit tempat itu bergetar.
" Swhus...." piringan perak bercahaya biru muncul, lalu dengan perlahan menghampiri para tetua dari klan Jin yang berada lima kilo meter dari bukit kecil yang di tempati oleh Qing Ruo dan Hu Yan Lan.
" Penguasa, petinggi klan Jin telah tiba," ucap Hu Yan Lan, sambil menatap kedatangan piringan perak yang bergerak menghampiri mereka.
" Baik," jawab Qing Ruo sambil meminta Hu Yan Lan untuk tetap tenang.
Tidak lama kemudian, piring perak itu tiba di tempat Qing Ruo.
" Swhus...." Seorang berwajah muda dengan rambut yang telah memutih, turun dan piringan perak yang langsung lenyap dalam kehampaan, menghampiri Qing Ruo dan Hu Yan Lan dengan tatapan tajam.
" Tuan muda, aku Jin Kong datang memenuhi panggilan Anda." Sambil menangkupkan tangannya dengan sikap mendominasi.
" Patriark Jin Kong, aku Qing Ruo. Terima kasih telah datang memenuhi panggilanku." Sambil menangkupkan tangannya dengan sikap yang juga tidak kalah mendominasi.
" Apa!" ucap para tetua yang berada di belakang Jin Kong tampak terkejut. Belum hilang keterkejutan mereka, tiba-tiba cakram langit Ling muncul, dan kali ini membuat Jin Kong tanpa sadar bergerak mundur, dan langsung mengubah pandangan pada Qing Ruo.
" Swhuss... swhus...." muncul dua cakram emas kecil lainnya.
" Latar belakangnya sangat mengerikan. Selain sebagai penguasa muda hutan gelap, pemuda ini juga memiliki dua darah kuno." Jin Kong membatin.
" Patriark, silakan duduk," ucap Qing Ruo mempersilakan, sambil duduk pada cakram emas kecil yang mengambang, lalu dengan tenang mengeluarkan satu buah botol arak rumput kristal yang telah di racik dengan buah-buahan abadi dari dalam cincin penyimpanannya.
" Baik, tuan muda. Terima kasih." Berusaha tetap tenang sambil menempati cakram kecil yang mengambang di hadapannya.
Setelah sosok muda dengan rambut memutih itu duduk pada cakram kecil, Qing Ruo menuangkan minuman pada gelas, lalu memberikan minuman itu padanya.
" Terima kasih, tuan muda." Sambil meraih minuman itu, namun dengan perasaan ragu.
" Patriark Jin Kong, sekali lagi terima kasih telah memenuhi panggilanku. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Anda dan ini bukan hanya terkait antar kesalahpahaman dengan murid klan Anda," ucap Qing Ruo dengan tenang sambil menyesap minumannya dengan santai.
" Silakan, tuan muda." Sambil menyesap minumannya.
" Oh, arak apa ini begitu nikmat," batinnya, menatap Qing Ruo yang begitu menikmati minumannya.
Di belakang Jin Kong, para tetua dan pemuda yang ada di belakangnya Jin Kong tampak gelisah, khawatir minuman yang diberikan oleh Qing Ruo adalah racun, bahkan beberapa di antara mereka tampak dengan tangan bergetar menyeka keringat dingin dari keningnya.
" Tetua, bagaimana jika minuman itu adalah racun. Memang racun tidak akan mempengaruhi patriark, tapi bagai jika dia meminta kita juga meminumnya...." ucap prajurit itu dengan gelisah.
" Patriark, bagaimana minumanku?" Tanya Qing Ruo seakan mencoba mencairkan suasana yang sangat tegang itu.
" Tuan muda, ini adalah minum terenak yang pernah aku minum selama hidupku," ucap Jin Kong dengan jujur.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo lalu menuangkan minuman itu pada gelas lainnya lalu memberikannya pada Hu Yan Lan, membuat para tetua dan pemuda yang berdiri di belakangnya Jin Kong pucat pasi.
Dengan tenang, Hu Yan Lan lalu menyesap minuman itu dan seketika membuat wajah berubah.
" Penguasa, ini sangat nikmat, mengapa minuman ini berbeda dengan minuman yang kita nikmati sebelumnya?"
" Karena ini memang adalah minuman terbaik yang aku miliki, kapan-kapan aku akan mengajarimu cara meraciknya," ucap Qing Ruo santai, sambil mengarahkan pandangannya pada Jin Kong dan rombongannya yang terdiam.
" Tidak ada lingkaran kekuatan, sama seperti guru Zhuanjia dan guru Congming, itu berarti sosok ini sudah menjadi yang abadi." Qing Ruo membatin.
" Patriak, mari kita bicarakan masalah yang pertama," ucap Qing Ruo sambil mengarahkan pandangannya pada para tetua dan pemuda yang ada di belakang Jin Kong, yang tiba-tiba menjadi salah tingkah.
" Silakan, tuan muda."
" Patriark, sebelumnya aku dengan sengaja membunuh murid klan Anda, dan itu awalnya murni karena aku membela diri, adapun alasanku tidak melepaskan mereka, karena selain tidak ingin urusan itu akan menjadi panjang, aku juga membantu Anda mengurangi sampah yang ada di klan Anda...." Menjeda kata-katanya lalu menatap para tetua yang ada di belakangnya Jin Kong.
" Namun para tetua dan tuan muda klan Anda bersikeras menuntut balas. Jujur saja aku secara pribadi tidak menolak peperangan, namun aku juga menghormati klan Jin. Patriark mohon tanggapan Anda..."
Cara Qing Ruo menjelaskan tindakanya dengan gamblang dan ancaman yang tersirat membuat Jin Kong dan rombongannya terdiam.
" Benar-benar bukan orang yang mudah dihadapi. Salah kata maka akan menjadi bumerang." Jin Kong membatin, mencoba menyusun kata-katanya. Sebagai yang abadi, Jin Kong tidak ingin menurunkan dominasinya, karena itu akan membuatnya terlihat lemah, namun jika dia berkeras, sosok yang ada di depannya juga tidak menolak berperang dengannya.
" Tuan muda Qing Ruo, jujur saja ini adalah kerugian, karena kami kehilangan begitu banyak pilar klan, namun aku juga berterima kasih, kepedulian Anda membantu kami menyingkirkan sampah klan, itu sama halnya menyingkirkan kami dari masalah besar." Menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Terima kasih patriark. Ternyata anda dapat memahami maksudku. Pilar klan dapat di bangun, namun membangun klan yang hancur karena pilar klan yang membawa kerusakan jauh lebih sulit," ucapnya dengan tegas.
" Tuan muda, benar." Sambil menyesap minumannya.
" Bocah teng*k sampai membuatku gugup." Jin Kong membatin kesal.
" Patriark, aku rasa masalah pertama telah selesai, apakah benar demikian?"
" Benar, tuan muda. Aku berharap malah ini juga tidak menjadi masalah di masa yang akan datang."
" Baik, kali ini adalah masalah yang tidak kalah pentingnya," ucap Qing Ruo sambil menyesap minumannya.
" Silakan, tuan muda," ucap Jin Kong dengan perasaan berdebar-debar, bahkan para pemuda dan tetua yang berada di belakangnya.
" Gejolak Klan Yin. Apa tanggapan patriark mengenai hal ini?"
" Maksud tuan muda?"
" Apakah patriark tidak memiliki keinginan untuk terlibat?"
Jin Kong terdiam, menatap Qing Ruo dengan serius.
" Mengapa tuan muda menanyakan masalah itu? Apakah tuan muda ingin terlibat?"
" Patriark, anda tidak menjawab pertanyaanku," ucap Qing Ruo santai.
" Tuan muda...." ucap Jin Kong tiba-tiba menghentikan kata-katanya, lalu mengangguk kepalanya.
" Itu artinya patriark juga punya keinginan untuk terlibat, dan aku pun juga demikian," ucap Qing Ruo dengan tatap tajam, membuat Jin Kong terdiam dan rombongannya terdiam.