
Setelah memasukkan prajurit itu ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu meninggalkan ruangan itu dan berpura-pura ikut memeriksa ruangan lainnya.
Tidak lama kemudian, Qing Ruo lalu bertemu dengan prajurit lainnya.
" Saudara Jinxuan, bagaimana?" tanya prajurit tersebut berbicara pada Qing Ruo dengan serius.
" Saudara Nanjing, aku tidak menemukan apapun di tempat ini, dan aku rasa Shangtao juga pasti sudah lama pergi," Jawabnya dengan wajah serius.
" Baik, mari kita kembali...." Sambil bergerak meninggalkan ruangan itu menemui prajurit lainnya yang berada di halaman.
" Saudara, bagaimana?" tanya prajurit yang berada di halaman dengan serius.
Qing Ruo yang menyamar sebagai Yin Jinxuan dan Yin Nanjing mengelengkan kepalanya.
" Jika demikian, mari kita pergi." Sambil bergerak membawa Qing Ruo dan Yin Nanjing meninggalkan tempat itu.
****
Di tempat lain.
Ribuan prajurit elit dan semua penghuni puncak Zhu Yin terus berdatangan, berkumpul di halaman aula bela diri.
Satu persatu mereka naik ke atas panggung untuk mendapat pemeriksaan dari para tetua pelindung klan yang sedang mencari sosok yang mencuri Trisula Kegelapan.
" Swhus.... swhus..." sosok Qing Ruo dan rombongannya tiba di tempat itu, lalu turun di atas panggung secara perlahan, menghampiri Yin Zhanshi Zhe yang sedang berbicara dengan Yin Baohu dan Yin Gu Jian.
" Nanjing, Jinxuan, bagaimana?" tanya Yin Zhanshi Zhe.
" Sepertinya orang-orang dari kubu timur yang tinggal di puncak Zhu Yin, satupun tidak ada yang tinggal," jawab Yin Nanjing, melaporkan.
" Baik, kalian kembalilah, lakukan pemeriksaan di daerah perbatasan puncak Xi Yin," ucap Yin Zhanshi Zhe sambil meninggalkan mereka.
" Baik tetua," jawab Qing Ruo dan rombongannya, lalu meninggalkan tempat itu.
Dengan tenang, Qing Ruo dan rombongannya lalu bergerak menuju wilayah perbatasan puncak Zhu Yin dengan puncak barat, untuk bertemu dengan prajurit elit lainnya.
****
Perbatasan puncak Zhu Yin dengan wilayah selatan.
Long Chen yang sedang berada di tempat persembunyiannya, tiba-tiba di kejutkan dengan kemunculan lima sosok prajurit elit yang langsung menombak tempat persembunyiannya.
" Dhuar..." ledakan dahsyat bergema, melempar sosoknya hingga belallsan meter.
" Siapa kamu sebenarnya? dan apa yang sedang kamu lakukan di tempat ini!" dengan tatapan tajam.
" Saudara, aku-"
" Tangkap dia!" ucap pemimpin pasukan tersebut memotong kata-kata Long Chen.
Long Chen yang menggunakan tampilan aslinya tapi dengan aura klan Yin itu terdiam, tanpa perlawanan sedikitpun.
" Tetua, ikut kami," ucap prajurit itu lainnya dengan kasar.
" Baik," jawab Long Chen dengan tenang sambil bergerak mengikuti prajurit tersebut, sambil mengabari Qing Ruo dengan diam-diam.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo dan rombonganya yang sedang bergerak menuju wilayah perbatasan puncak Zhu Yin dengan puncak Xi Yin yang ada di wilayah barat, tiba-tiba mendapat kabar dari Long Chen.
" Saudara Jinxuan, ada apa?" tanya Yin Nanjing dengan heran saat Qing Ruo tiba-tiba memperlambat pergerakannya.
" Saudara Nanjing, kalian dulu saja, aku ingin buang air kecil dulu," jawab mencari alasan.
" Baiklah, kami pergi dulu," ucap Yin Nanjing sambil bergerak meninggalkan Qing Ruo.
Setelah memastikan Yin Nanjing bersama rombongannya benar-benar meninggalkan tempat itu, Qing Ruo lalu mengedarkan kekuatan puncaknya.
" Swhus...." sosoknya melesat, lenyap dari tempat itu, bergerak menuju wilayah perbatasan selatan.
****
Di tempat lain.
Long Chen yang diikat dengan rantai es hitam oleh lima prajurit elit, terus bergerak meninggalkan wilayah perbatasan selatan.
" Saudara, apa yang terjadi mengapa aku diperlakukan seperti ini. Apakah gencatan senjata itu..."
" Diam!" Hardik prajurit itu dengan keras, membuat Long Chen kembali terdiam.
" Kami memang mengenali auramu, tapi tidak dengan wajahmu. Jadi jangan pernah memanggil kami saudara," ucap prajurit lainnya menimpali.
" Badj***n! Bukankah sudah aku katakan untuk diam! Jangan memaksa kami main tangan!" ucap pemimpin prajurit itu dengan sangat kesal, menatap Long Chen dengan penuh kemarahan.
Pada saat mereka terus bergerak menuju puncak Zhu Yin, tiba-tiba udara di depan mereka bergetar, bersamaan dengan munculnya kubah transparan yang langsung menyegel kawasan tersebut.
" Swhuss..." sosok Qing Ruo tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
" Saudara Jinxuan..." ucap pemimpin pasukan tersebut mengenali tampilan sosok Qing Ruo dengan heran.
" Long Chen," ucap Qing Ruo dengan tenang, tanpa menanggapi pemimpin pasukan tersebut.
Long Chen yang akhirnya menyadari sosok Yin Jinxuan itu adalah Qing Ruo langsung mengedarkan kekuatannya.
" Dhuar ..." ledakah keras itu menghancurkan rantai es hitam yang melilit tubuhnya, membuat kelima prajurit itu terkejut.
" Semi Abadi tingkat sembilan..." ucap prajurit itu terkejut, menatap Long Chen dan Qing Ruo dengan heran.
" Benar, bahkan kekuatannya sudah berada di tahap puncak," ucap prajurit lainnya menanggapi dengan panik.
" Penguasa, apa yang akan kita lakukan pada mereka?" tanya Long Chen, berbicara pada Qing Ruo dengan tenang.
" Urus mereka, tapi jangan sampai mati," ucapnya sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa.
" Baik penguasa."
Mendengar percakapan Long Chen dan Qing Ruo, kelima prajurit tersebut langsung meninggalkan tempat itu. Sambil bergerak pergi, mereka juga memanggil pasukan bantuan dengan menyalakan tanda bahaya.
" Menyebar!" ucap pemimpin kelompok memberi perintah.
" Swhus.... swhus..." mereka pergi menyelamatkan diri dengan bergerak ke berbagai arah.
" Dhuar.... dhuar...." ledakan keras bergema saat satu persatu sosok mereka menabrak perisai transparan, membuat mereka terpental kembali pada sosok Long Chen yang sedang mengejarnya.
" Badj***n! ternyata mereka telah menyegel tempat ini..." dengan wajah pucat pasi.
" Tidak ada pilihan selain bertarung..." ucap prajurit lainnya menanggapi.
" Swhus... swhus...." Serangan tapak naga perak yang muncul dari kehampaan bergerak menyerang mereka.
" Oh tidak... serangan ini," ucapnya menyadari serangan tapak itu bukan berasal dari klan Yin.
" Penyusup! Mereka adalah pencuri Trisula Kegelapan!" ucap pemimpin kelompok, sambil melepaskan serangan puncaknya.
" Dhuar... dhuar ..." Ledakan dahsyat bergema, menggetarkan tempat itu dengan keras.
Perbedaan kekuatan yang sangat mencolok di antara mereka membuat prajurit elit itu terlempar ke berbagai arah, hingga menghantam dinding perisai perlindungan.
" Dhuar... dhuar..." ledakan keras bergema. Dengan sigap dan cekatan, Long Chen meraih sosok itu satu persatu, melempar sosok mereka ke arah gerbang dimensi dunia jiwa yang telah Qing Ruo buka.
" Argh..." teriak mencoba melakukan perlawan, namun gagal.
" Long Chen..." ucap Qing Ruo yang langsung dipahami oleh naga perak tersebut dengan sigap.
" Swhus..." Sosoknya melesat ke dalam dunia jiwa, menyusul kelima prajurit elit puncak Zhu Yin yang telah mendahuluinya.
" Swhus...." sosok Qing Ruo bergerak menuju tempat itu dengan cepat.
Satu menit setelah kepergian Qing Ruo.
" Swhus... swhus..." Puluhan sosok muncul ditempat itu.
" Dhuar...." ledakan dahsyat menghancurkan perisai transparan yang menyegel kawasan itu, menampakan pemandangan yang sangat kacau dengan menyisakan aura pertarungan.
" Segel wilayah perbatasan!" ucap Yin Yin Baohu dengan murka, sambil mengedarkan kekuatan puncaknya untuk mencari sosok yang membuatkan kekacauan di tempat itu.
Tidak lama berselang setelah beberapa tetua pelindung klan yang datang bersama Yin Baohu pergi, sosok Yin Gu Jian bersama rombongannya juga muncul di tempat itu, sambil merintahkan untuk menangkap semua orang yang ada di kawasan itu.
" Ahli mantra formasi itu pasti menyamar menjadi salah satu dari kita," ucapnya berbicara pada Yin Baohu.
" Benar, jejak pertarungan ini menyisakan sedikit kekuatan darah hewan buas," ucap Yin Baohu menanggapi dengan wajah putus asa, karena jejak aura itu tiba-tiba menghilang.
" Sangat aneh, sejak kapan hewan buas berdarah emas bisa memasuki tempat ini," ucap Yin Gu Jian dengan heran.
" Itu artinya penyusup itu lebih dari satu, dan bisa saja ini adalah pengalihan," ucap Yin Baohu tiba-tiba bergerak meninggalkan tempat itu.
" Maksud saudara?" tanya Yin Gu Jian, menatap kepergian Yin Baohu dengan heran.
" Saudara, jejak aura yang ada di tempat ini adalah jejak aura hewan buas, lalu apakah mungkin penyusup itu ada di tempat ini?" sambil bergerak menuju utara.
" Saudara benar, karena sangat tidak mungkin yang mencuri Trisula Kegelapan itu adalah hewan buas. Penyusup itu pasti berada di tempat tempat yang berlawanan," jawabnya sambil bergegas meninggalkan tempat itu.
🙏1 bab 🙏