
" Tuan, apakah ada lagi?" tanya Hong Dou.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Tapi aku ragu, apakah buah ini bisa dilelang atau tidak," ucapnya pelan.
" Apakah yang tuan Na Ruo maksud adalah buah terlarang?"
" Benar," jawab Qing Ruo menganggukkan kepalanya, sambil menunjukkan lima buah persik abadi yang telah berevolusi.
" Tuan Na Ruo, buah ini memang dilarang oleh kaisar Baoyang Tian, tapi bukan berarti buah ini tidak boleh diperjualbelikan secara rahasia," ucap Hong Dou sambil tersenyum penuh arti.
" Aku mengerti. Apakah nona ingin membelinya?"
" Tentu tuan," jawabnya dengan cepat.
" Baik," jawab Qing Ruo sambil menyerahkan buah itu.
" Tuan, perbuah persik abadi ini aku hargai lima juta kristal abadi. Bagaimana?"
" Nona, aku rasa itu terlalu murah," jawab Qing Ruo.
" Baik, aku tambahkan lagi dua juta. Bagaimana?"
" Nona Hong Dou, ini adalah buah terlarang yang sangat langka. Selain itu, buah ini juga telah berevolusi," jawab Qing Ruo keberatan.
" Tuan Na Ruo, pada dasarnya buah ini sama dengan buah Apel Emas dan yang lainnya. Alasan buah ini masuk dalam daftar buah terlarang, itu karena aturan Kaisar Baoyang Tian yang tidak ingin buah ini beredar bebas . Selain itu, harga dasar lelang buah ini sebenarnya hanya satu juta kristal abadi, sama dengan buah apel emas, anggur bumi abadi dan buah lainnya," ucap Hong Dou yang juga ikut keberatan.
Tiba-tiba ruangan itu menjadi hening. Qing Ruo dan Hong Dou, sama-sama keberatan dengan persyaratan yang mereka ajukan. Hong Dou menginginkan buat terlarang itu dengan harga yang murah, sedangkan Qing Ruo ingin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.
" Nona..... Tuan..." ucapnya bersamaan.
" Silahkan nona duluan," ucap Qing Ruo.
" Tuan saja," ucap Hong Dou dengan hormat.
" Aku akan melepaskan harga buah itu dengan harga yang nona inginkan. Tapi dengan syarat."
" Jika syarat tuan Na Ruo tidak memberatkanku, maka aku akan mecoba memenuhinya."
" Syaratnya sederhana. Aku hanya ngin mengetahui sumber daya yang akan di lelang," ucap Qing Ruo dengan tenang.
Hong Dou terdiam sesaat, lalu mengangguk kepalanya.
" Di acara puncak lelang, sudah ada tiga sumberdaya tingkat tinggi. Yaitu inti api gelap, rumput Emas Penguat jiwa, dan mutiara jiwa Naga Es, hewan buas semi abadi tingkat delapan. Di tambah dengan Apel emas dan buah Bodhi milik tuan maka, akan ada lima sumberdaya tingkat tinggi yang akan di lelang kali ini."
Qing Ruo menganggukkan kepalanya..
" Nona, aku sangat memerlukan rumput emas penguat jiwa itu. Apakah aku bisa langsung membelinya?"
Hong Dou menggelengkan kepalanya.
" Tuan Na Ruo, maaf aku tidak bisa. Jika tuan benar-benar menginginkannya, maka silahkan bersaing dengan pembeli lainnya."
" Nona,apakah aku bisa bertemu dengan penjualnya?"
Sekali lagi Hong Dou menggelengkan kepalanya.
" Tuan itu adalah rahasia kami," ucapnya dengan hormat.
Qing Ruo menghela nafas panjang.
" Baik nona." ucapnya pelan.
" Tuan, ini adalah harga lima buah persik abadi," ucap Hong Dou tiba-tiba menyerahkan cicin penyimpanan yang berisi tiga puluh lima juta kristal jiwa abadi.
" Baik nona, terima kasih." sambil meraih cincin penyimpanan itu dan menyimpannya.
Setelah berbincang-bincang sebentar, Hong Dou lalu mengakhiri pertemuan mereka, untuk segera memulai acara lelang.
" Nona Hong Dou, aku pergi dulu," ucap Qing Ruo, menangkupkan tangannya dengan hormat, lalu meninggalkan ruangan itu.
Dua menit kemudian setelah Qing Ruo pergi. Tiga sosok semi abadi tingkat enam muncul di dalam ruangan, menemui Hong Dou yag yang masih berada di tempatnya.
" Tetua, ada apa?'
" Nona, aku melihat keanehan yang luar biasa dari sosok Na Ruo ini."
" Silakan tetua menjelaskan."
" Nona, buah Bodhi adalah buah terlarang yang sudah lama menghilang. Berdasarkan catatan kuno, pohon terakhir hanya di miliki oleh rasa naga air gelap, yang lenyap bersama seluruh anggota klan mereka. Bukankah sangat aneh jika sosok Na Ruo ini tiba-tiba memiliki buah terlarang tersebut. Selain itu, dia juga memiliki buah persik abadi."
" Nona, kami juga ingin Anda berhati-hati dengan sosok Na Ruo ini. Karena kami yakin, dia bukanlah sosok yang mudah ditangani. Memiliki banyak buah-buahan abadi menandakan bahwa dia berasal dari latar belakang yang kuat." Dengan wajah serius.
" Baik," jawab Hong Dou dengan hormat, lalu meninggalkan ruangan itu.
Setelah Hong Dou pergi, ketiga tetua itu juga meninggalkan tempat itu.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo dan Long Chen berjalan dengan tenang, menuju lantai dua, mengikuti pelayan yang mengarahkan mereka.
Tidak lama kemudian mereka akhirnya tiba di dalam ruangan khusus.
" Silakan tuan," ucapan pelayan itu dengan hormat.
" Terima kasih nona," ucap Qing Ruo sambil memasuki ruangan khusus tersebut lalu duduk pada kursi yang tersedia. Sedangkan sang pelayan, setelah memastikan Qing Ruo berada di dalam ruangannya, lalu meninggalkan tempat itu.
" Long Chen, kita hanya akan melakukan penawaran di akhir lelang. Jika kamu menginginkan sesuatu, silakan lakukan penawaran," ucapnya sambil mengedarkan pandangan pada kursi yang berada di luar ruangan khusus yang hampir telah terisi.
" Maksud penguasa?"
" Saat ini, aku hanya memerlukan rumput emas penguat jiwa, yang kebetulan akan muncul di puncak acara lelang," ucapnya menjelaskan.
" Penguasa, jika aku boleh tahu, sumber daya apa saja yang akan di lelang di puncak acara itu?"
" Ada inti api gelap, rumput Emas Penguat jiwa, dan mutiara jiwa Naga Es," jawabnya tanpa menyebutkan apel emas dan buah bodhi.
" Penguasa," ucapnya ragu.
" Bicaralah."
" Sepertinya aku memerlukan Mutiara jiwa Naga es itu." ucapnya dengan pelan.
" Baik, silakan lakukan penawaran pada dua item tersebut. Lakukan hingga dapat."
" Baik Penguasa."
Tidak lama kemudian acara dan itu pun dimulai.
Di tengah panggung hadir beberapa gadis membawakan sumber daya yang akan dilelang.
" Saudara sekalian, aku Hong Tianmi akan memandu saudara dalam acara lelang ini. Acara lelang akan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama kami akan melelang dua puluh item sumber daya dan senjata. Sesi kedua akan ada sepuluh sember daya, dan sesi ketiga dengan lima sumber daya tingkat tinggi. Baik, acara kami mulai."
Di dalam ruangannya Qing Ruo dan Long Chen terus menyimak acara lelang itu dengan tenang.
Mulai dari lelang pertama dibuka, hingga sesi kedua yang menampilkan sumber daya tingkat menengah, Qing Ruo dan Long Chen masih diam di tempatnya, mengamati situasi yang terus memanas dengan riuh para pengunjung yang saling mengajukan penawaran.
Dari jauh.
Di dalam ruangannya. Hong Dou dan lima tetua yang merupakan pendekar semi abadi tingkat lima, dengan tenang mengamati jalannya acara lelang.
" Nona, lihat kamar nomor sembilan itu. Dari awal sampai sesi kedua pun, masih belum juga melakukan penawaran."
Hong Dou menganggukan kepalanya.
" Itu berarti mereka hanya berminat pada sumber daya tingkat tinggi," ucapnya dengan tenang.
" Apakah nona mengetahui sosok yang ada di dalam ruangan itu?"
Hong Dou menganggukan kepala pelan.
" Tetua senior meminta kita untuk berhati-hati dengan sosok itu," ucapnya dengan serius.
" Baik Nona."
Menjelang malam, lelang sesi kedua pun berakhir, dan dilanjutkan dengan sesi ketiga.
" Saudara sekalian kita akan memasuki sesi ketiga. Akan ada lima sumber daya tingkat tinggi. Kami mengingatkan kembali, supaya saudara sekalian untuk tetap menjaga ketenangan dan kenyamanan bersama," ucap Hong Tianmi, sambil meminta seorang gadis yang membawa item pertama untuk naik ke atas panggung.
" Suasana tenang yang menegangkan," ucap Qing Ruo sambil mengubah posisi duduknya.
" Mereka terlihat begitu tegang dan penasaran dengan sumber daya yang akan dilelang," ucap Long Chen sambil tertawa, membuat Qing Ruo ikut tertawa kecil.
Di atas panggung.
" Baik, item yang pertama," ucap Hong Tianmi, sambil minta gadis pelayan meletakkan kotak giok di atas meja yang berada di tengah panggung, lalu membuka tutup kotak itu dengan perlahan.