Sang Penguasa

Sang Penguasa
191. Tiba di kota Xinhai.


" Bibi, mari," ucap Qing Yong Jun membawa mereka untuk segera memasuki istana.


Saat tiba di dalam istana, hiasan ruangan itu sekali lagi membuatnya ternganga. Selain itu yang membuatnya semakin terpana adalah sosok wanita cantik yang sedang memeluk bayi cantik dalam gendongannya.


" Ibu," ucap Qing Yong Jun sambil menghampiri Qing Ling dan memperkenalkan  sosok Luo Jiao Lie pada sang ibu.


" Jun er," ucap Qing Ling dengan lembut.


" Penguasa Putri, hamba Luo Jiao Lie." sambil berlutut dengan hormat.


" Bangunlah," ucap Qing Ling dengan ramah.


" Terima kasih penguasa putri." Menatap Qing Ling dengan kagum.


" Benar-benar cantik," batinnya.


" Ibu, biar aku saja," ucap Qing Yong Jun sambil meminta Qing Lian An dari sang ibu.


" Jun er, hati-hati," ucapnya menyerahkan Qing Lian An yang tampak begitu gembira tersebut.


" Tenanglah bu. Aku bisa," ucapnya lalu duduk di sisi Hu Qing, putra Hu Shan dan Huli Bai  yang  menatap kehadiran Qing Yong Jun dengan gembira.


" Penguasa putri dia...." ucap Luo Jiao Lie, menatap sosok Qing Lian An yang kini berada di dalam pelukan Qing Yong Jun dan bocah kecil yang asik sendiri dengan mainannya itu.


" Qing Lian An, putriku, dan Hu Qing, putra Hu Shan dan Huli Bai," jawab Qing Ling dengan ramah, memperkenalkan bayi cantik itu dan putra dari pelayan suaminya tersebut dengan ramah, sambil meminta  Luo Jiao Lie duduk pada kursi.


" Terima kasih, Penguasa putri." Sambil menganggukkan kepalanya, menatap kehangatan Qing Yong Jun yang begitu mengasihi adiknya.


" Bicaralah," ucap Qing Ling dengan ramah.


" Putri, hamba seorang dari Shen Luo trah pertama, dari keluarga cabang di kota Bunga Semi Hua An, di bawa oleh penguasa muda kemari," ucapnya menjelaskan rentetan peristiwa  yang dia hadapi, mulai dari pertemuan dengan Qing Ruo di kota Tongzhe, hingga berada di dalam dunia jiwa.


Qing Ling menganggukkan kepalanya.


" Sebenarnya Gege Ruo sudah pernah mengatakan hal ini sebelumnya. Selamat datang di dalam dunia jiwa. Apabila perlu sesuatu, minta saja pada Jun er, atau menemui  Yuan Bai dan Yuan Hei," ucapnya dengan hangat dan ramah.


" Terima kasih Penguasa putri."


Perbincangan santai  itu sekali lagi mengubah pandangan Luo Jiao Lie tentang dunia jiwa. Sebelumnya dia merasakan kehangatan dan ketulusan dari Qing Ruo, Qing Yong Jun, Huli Bai, Huli Hei, Huo Zhoudau dan Long Yu Wei, kini dia juga kembali merasakan kehangatan dari sosok Qing Ling.


Perbincangan hangat Luo Jiao Lie di tempat itu berlangsung cukup lama, hingga Qing Yong Jun membawanya pergi untuk memulihkan dirinya.


" Ibu, bibi Bai, bibi Hei, aku pergi dulu." Sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Penguasa putri, saudari Bai, saudara Hei, aku pergi dulu," ucapnua sambil berlutut di hadapan Qing Ling dengan hormat.


" Pulihkan dirimu segera," ucap Qing Ling.


" Baik Penguasa putri."


Setelah berpamitan, Qing Yong Jun lalu membawanya bergerak menuju wilayah selatan dunia jiwa.


Dalam perjalanan meninggalkankan istana Emas, kesan yang luar biasa terpatri dalam hatinya. Keramahan dan penyambut luar biasa itu membuatnya semakin menyukai dunia jiwa itu.


" Bibi, kebetulan kita melewati kediamananku,"  ucap Qing Yong Jun, menunjuk istana Giok Biru yang ada di hadapannya, lalu membawa Luo Jiao Lie singgah beberapa waktu di tempat itu.


Setelah mengenalkan Luo Jiao Lie dengan istana kediamannya, Qing Yong Jun lalu membawanya menuju wilayah selatan dunia jiwa.


Dari atas langit, Luo Jiao Lie terus berdecak kagum, hingga akhirnya tiba-tiba mematung.


" Bibi, ada apa?" tanya Qing Yong Jun dengan heran.


' Jun er, apakah itu nyata..." Menatap hamparan kebun buah-buahan abadi sambil menggosok matanya yang tidak rabun itu.


" Itu adalah kebun buah-buahan abadi. Bibi, mari," sambil menarik tangan Luo Jiao Lie yang masih tidak bisa berkata-kata tersebut.


Setelah mereka benar-benar memasuki kebun buah-buahan abadi, Qing Yong Jun lalu memetik apel emas yang sudah matang  dan mulai memakan.


" Jun er," ucap Luo Jiao Lie panik.


" Bibi, ada apa?" Sambil mengunyah apel emas itu dengan santai.


" Jun er, apakah ini?"


" Bibi, ini adalah apel emas. Aku dari kecil telah telah terbiasa menikmatinya dengan cara seperti ini. Apakah bibi ingin coba?" Sambil memberikan apel emas lainnya.


Luo Jiao Lie menggelengkan kepalanya.


" Baiklah, jika bibi perlu tinggal petik saja," ucapnya sambil menjelaskan macam-macam pohon abadi di tempat itu.


" Bibi, di kawasan kebun  ini ada pohon apel emas abadi, pohon persik,  Anggur Bumi abadi, pohon bodhi, dan lainnya." Menjelaskan semua tanaman yang ada di kawasan kebun buah-buahan abadi tersebut dengan rinci.


" Jun er, dengan sumber daya yang berlimpah ruah ini. Bukankah membangun kekuatan Shen Luo..." ucapnya ragu.


" Bibi, ini semua memang ayah siapkan untuk membangun kekuatan Shen Luo," ucapnya dengan wajah serius.


" Benarkah?" Dengan wajah gembira.


" Tentu saja. Saat ini ayah memang sedang membangun kekuatan Shen Luo, terutama di kawasan utara ini."


Penjelasan Qing Yong Jun membuat Luo Jiao Lie tidak bisa berkata-kata, bahkan tanpa terasa meneteskan air matanya.


" Jun er, ini akan menjadi kebangkitan Shen Luo yang sesungguhnya."


" Aku juga mengharapkannya," ucap Qing Yong Jun, lalu membawa Luo Jiao Lie meninggalkan tempat itu.


Pada saat tiba di kawasan tepi danau Giok Biru, kembali Luo Jiao Lie terkesiap saat menatap pohon Bumi, bunga anggrek dan Cendana lngit, dan yang membuatnya ternganga  adalah teratai merah, yang merupakan obat racun yang paling langka, juga ada  di tempat itu.


" Jun er, apakah ini nyata?"


" Bibi, ini semua ilusi," ucapnya  mencandai Luo Jiao Lie sambil tertawa kecil.


" Jun er, ini semua membuat bibi terlihat  seperti orang bodoh," ucapnya terkekeh.


" Bibi, tenanglah. Karena bukan bibi saja yang seperti itu. Paman-paman yang lain juga demikian."


" Benarkah?"


" Tentu saja. Tunggu saat bibi benar-benar pulih. Aku akan membawa bibi menemui mereka di istana naga emas dan menanyai mereka."


" Baik, tapi jangan juga menanyakan hal seperti itu," jawab Luo Jiao Lie sambil menganggukkan kepalanya. Lalu mengikuti Qing Yong Jun menuju tepi danau.


" Bibi, di bagian tengah dasar danau ini, ada kakek Feng yang sedang memulihkan diri."


" Benarkah?" Dengan wajah penuh semangat.


Qing Yong Jun menganggukkan kepalanya.


" Bibi juga dapat memulihkan diri di tempat ini."


" Jun er, maksudmu?"


" Bibi, di dasar danau ini ada patahan  tongkat emas Shen Guoshi Yisheng yang dapat menyembuhkan segala luka  dalam. Jadi bibi bisa memulihkan luka di danau ini, tapi jangan ganggu kakek Feng."


" Baik," jawabnya dengan penuh semangat, lalu memasuki danau itu dengan perlahan.


Setelah Luo Jiao Lie memasuki danau. Qing Yong Jun lalu bergerak menuju Gazebo giok biru dan beristirahat di tempat itu.


****


Di luar dunia jiwa.


Tiga hari kemudian.


Huo Zhoudau yang terus bergerak dengan kecepatan puncaknya, tiba-tiba melihat  kota kecil yang berada di atas gunung batu mengambang.


" Saudara, kota itu," ucap Huo Zhaodau, berbicara pada Long Chen.


" Benar, itu Kota Xinhai," ucap Long Chen.


" Apakah kita telah tiba?" tanya Qing Ruo yang tiba-tiba membuka matanya.


" Benar penguasa," jawab Long Chen.


" Baik, sekarang waktunya kalian beristirahat," ucap Qing Ruo lalu meminta Qilin Api Ungu dan dan Long Chen kembali ke dalam dunia jiwa.


Setelah kedua pelayan itu masuk ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu bergerak menuju Kota Xinhai dengan tenang.


" Swhus... swhus..." sosoknya  bergerak mendekati kota itu dengan perlahan,  lalu tiba di gerbang kota yang dijaga oleh beberapa prajurit berjubah perak.


👉 masih satu bab ya kakak.🙏