
Di dalam ruangan itu mereka berbincang-bincang dengan santai sambil menikmati arak rumput kristal.
" Saudara Ruo, jika aku boleh tahu, ada urusan apa saudara ke kota Hua?" Tanya Hua Zhen.
" Saudara Hua Zhen, kedatanganku ke tempat ini hanya kebetulan saja. Selain untuk beristirahat dan memulihkan diri, aku juga ingin mencari kekuatan tambahan untuk pergi ke gurun perbatasan utara," jawab Qing Ruo membuat Hua Zhen penasaran.
" Maksud saudara?" tanya Hua Zhen.
Qing Ruo lalu menunjukkan lencana emas komandan pasukan langit.
" Apakah saudara bekerja di bawah perintah kaisar Baoyang Tian?"
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Ini adalah lencana komandan Na Mu yang aku gunakan untuk menyusup di dalam pasukan juba emas, dan karena lencana ini aku akhirnya tiba di kota Hua."
" Saudara, aku semakin tidak mengerti."
" Saudara Hua Zhen. Saat ini pasukan jubah emas sedang memburu Klan Yin. Dan aku secara langsung ikut terlihat, hingga aku dan jenderal Liuyuan bertarung melawan dua leluhur klan Yin yang merupakan pedekar semi abadi tingkat tujuh."
" Apa! Semi abadi tingkat tujuh?" Dengan tubuh bergidik menatap Qing Ruo dengan lekat.
Qing Ruo menganggukan kepalanya dengan tenang, membuat Hua Zhen terdiam.
" Selamat dari semi abadi tingkat tujuh. Ini benar-benar diluar nalar." Hua Zhen membatin menatap Qing Ruo dengan penuh selidik.
" Saudara Qing Ruo, jika aku boleh tahu, kekuatan saudara sendiri sebenarnya berada di tingkat apa, sehingga begitu berani melawan Semi abadi tingkat tujuh?"
Qing Ruo terdiam sesaat, memincingkan matanya, membaca tingkat kekuatan Hua Zhen yang ada di hadapannya.
" Aku berada satu tingkat dibawah kekuatan saudara," jawab Qing Ruo.
" Apa! Itu berarti saudara hanya berada tingkat dua?"
" Benar," jawab Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Jika yang bertarung dengan semi abadi tingkat tujuh itu adalah aku, mungkin saat ini ini aku sudah tidak melihat dunia lagi," ucap Hua Zhen menggelengkan kepala.
" Sebenarnya tidak seperti itu. Ini semua karena jenderal Liuyuan yang terus menolongku."
" Lalu bagaimana dengan pertempuran itu?"
" Aku dan Jenderal Liuyuan dapat melarikan diri."
" Saudara Ruo benar-benar hebat. Lalu bagaimana dengan tujuan saudara ke gurun perbatasan Utara itu?"
" Mencari pusaka klan Yin," jawab Qing Ruo.
" Maksud saudara?"
Qing Ruo lalu menjelaskan kemunculan klan Yin di kawasan perbatasan Utara, tindakan dan pergerakannya pada Hua Zhen dengan rinci.
" Aku mengerti. Saudara, bagaimana jika kita bersama-sama mencari sumber daya tersebut?"
" Oh, apakah saudara Zhen tertarik?"
" Jika berbicara mengenai sumber daya, tidak ada yang akan menolaknya. Jika demikian, kapan kita akan bergerak?"
" Sepertinya malam ini, kita sudah bisa memulai pencarian," jawab Qing Ruo.
" Baik, jika demikian, mari kita bersiap-siap. Sambil menunggu malam, silakan saudara beristirahat beberapa waktu. Aku akan memanggil beberapa tetua untuk membantu kita, sehingga saudara Ruo tidak perlu lagi mencari orang luar," ucap Hua Zhen dengan penuh semangat.
" Baik," jawab Qing Ruo.
Hua Zhen lalu memanggil pelayan, memintanya membawa Qing Ruo ke ruangan khusus untuk beristirahat.
Setelah Qing Ruo pergi, Hua Zhen lalu memanggil dua tetua yang merupakan para pendekar semi abadi tingkat lima, dan menjelaskan rencananya yang akan mencari sumber daya yang di maksud oleh Qing Ruo.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo memasuki ruangannya, dan beristirahat dengan santai.
" Masih ada waktu," ucapnya lalu mulai berkultivasi.
Dua jam kemudian, Qing Ruo menyelesaikan kultivasinya, lalu memasuki dunia jiwa, untuk melaporkan pertemuannya dengan Hua Zhen pada Luo Feng.
Aula istana Petir kuno.
" Ayah, aku telah bertemu dengan keturunan Hua Wen," ucap Qing Ruo, membuat Luo Feng sedikit terkejut.
" Benarkah? ll Lalu apa yang terjadi?" tanya Luo Feng penasaran.
Qing Ruo lalu menjelaskan pertemuannya dengan Hua Zhen dengan rinci, percakapan hingga rencana mereka yang akan pergi ke gurun perbatasan utara.
" Ruo er, terima kasih. Kamu telah meluruskan masalah ini dengan baik. selain itu, Ayah juga ingin kamu menjalin kerjasama dan hubungan yang baik dengan banyak orang. Semakin banyak teman, maka semakin mudah kamu membangun kekuatan."
" Baik Ayah, aku mengerti. Tapi ayah, ada hal yang ingin aku tanyakan, yaitu mengenai nama Klan Qing di daratan ilahi ini?" Tanya Qing Ruo dengan dengan penasaran.
Luo Feng tersenyum kecil.
" Shen Guoshi Qing. Apakah orang-orang menganggap dirimu demikian?"
" Benar ayah..."
" Akupun dulu juga mengira dirimu demikian, namun bisa saja klan Qing yang ada di Benua teratai biru memiliki hubungan dengan Shen Guoshi Qing yang ada di daratan ilahi ini. Apakah kakek Qing Xia tidak menceritakan sejarah klan padamu dengan rinci?"
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Aku bahkan sangat penasaran, mengapa mereka merahasiakan hal itu. Lalu mengapa ayah mengira Aku adalah orang dari klan Qing?" tanya Qing Ruo.
Luo Feng tersenyum kecut.
" Qing Xia pasti memiliki alasannya sendiri. Ruo er, ada kesamaan antara klan Shen Guoshi Qing dan Shen Luo."
" Maksud Ayah?"
" Kita sama-sama mengendalikan kekuatan petir," jawab Luo Feng.
" Lalu Apakah itu berarti kita memiliki hubungan dengan mereka?" tanya Qing Ruo penasaran.
Luo Feng tersenyum kecut, menganggukkan kepalanya.
" Shen Guoshi Qing adalah leluhur dari Shen Shandian Luo..." ucap Luo Feng datar.
" Apa!" Qing Ruo dan Qing Yong Jun terkejut. Menatap Luo Feng dengan lekat.
" Kakek, mohon penjelasannya," ucap Qing Yong Jun, menatap Luo Feng dengan penasaran.
" Jun er," ucap Qing Ruo, menatap Luo Feng yang terlihat ragu.
" Jika Ayah tidak ingin menceritakannya, tidak apa," ucap Qing Ruo, menatap Luo Feng yang tampak sedang berpikir.
" Ruo er, kalian berdua harus tahu," jawab Luo Feng, dan mulai bercerita.
" Leluhur utama Qing Tian adalah dewa petir, yang dianugerahi tiga putra, dan satu putri. Yang pertama Qing Yu, kedua Qing Di, dan yang terakhir, Qing Shandian Luo, dan Qing Kongque Adapun bagaimana Leluhur Shandian Luo memisahkan diri dan meninggalkan klan utama, akupun bahkan tidak tahu, karena memang seperti itu cara klan dewa kuno menjaga rahasia mereka," ucap Luo Feng, membuat Qing Ruo dan Qing Yong Jun terlihat semakin penasaran.
" Aku yakin, leluhur Shandian Luo memisahkan diri dari klan utama pasti karena sesuatu, karena tidak ada satupun orang yang ingin meninggalkan keluarganya jika tidak karena terpaksa," ucap Qing Ruo.
" Aku juga merasa demikian, namun karena klan Qing tidak pernah memiliki masalah dengan kita, maka aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Lagi pula, kita tidak memiliki alasan untuk mengusik hal yang telah berlalu. Selain itu, ini juga merupakan permintaan leluhur Shandian Luo yang tidak ingin keturunannya mempermasalahkan hal itu."
" Kakek, apa yang membedakan kekuatan mereka?" tanya Qing Yong Jun, yang ternyata mewakili pertanyaan Qing Ruo.
" Jun er, secara garis besar tidak ada yang membedakan kekuatan mereka, karena sama-sama mengendalikan kekuatan petir, namun mereka dibedakan dalam teknik transformasinya saja. Qing Yu adalah elang petir, Qing Di gagak petir, Qing Shandian Luo Phoenix petir dan Qing Kongque merak petir."
" Ayah, selain itu, hal apa lagi yang ayah ketahui mengenai klan Qing ini?"
" Sebagai klan dewa kuno, dan darah dewa sejati, keberadaan mereka sangat rahasia. Walaupun mereka berada di wilayah selatan, aku bahkan tidak pernah bertemu dengan mereka sekalipun."
" Sangat aneh," ucap Qing Yong Jun.
" Jun er, tidak ada yang aneh, karena daratan ilahi adalah tempat yang penuh dengan misteri."
" Kakek, seberapa kuat Shen Guoshi Qing ini?"
" Menurut catatan kuno, ada lima ratus Klan Dewa kuno yang masuk dalam daftar peringkat klan dewa terkuat, ada Shen Guoshi Baoyang dewa pemelihara, Shen Guoshi Shishi Dewa Kehancuran, Shen Guoshi Ling dewa Mantra formasi, dan Shen Guoshi Qing ini masuk dalam sepuluh besar."
" Lalu bagaimana dengan klan dewa baru?"
" Mereka juga memiliki daftar peringkat yang sama. Ada Shen Guang, Shen Kongqi, saat itu Shen Luo berada di peringkat ketiga, tapi itu sebelum aku jatuh. Ada Shen Heian, Shen Yun dan lain-lain. Namun karena Shen Guoshi Baoyang berkuasa, maka urutan pertama di ambil oleh mereka, walaupun demikian, hanya organisasi Tanda dewa yang lebih mengetahui masalah ini."
" Organisasi Tanda dewa?"
" Benar, organisasi rahasia yang sangat kuno. Mereka memiliki latar belakang yang sangat kuat. Dan merekalah yang mengeluarkan daftar peringkat itu."
" Kakek, apa saja tugas mereka selain mengeluarkan daftar peringkat tersebut?"
" Jun er, mereka adalah organisasi rahasia. Kakek juga tidak tahu dengan pasti apa yang mereka lakukan."
" Apakah mereka seperti pasukan pagoda emas tiga lantai, atau pasukan tombak emas?" tanya Qing Ruo.
Luo Feng menggelengkan kepalanya.
" Ruo er, Ayah juga tidak tahu," jawab Luo Feng.
" Ayah, ini baru benar-benar sangat rahasia, karena kakek pun tidak tahu," ucap Qing Yong Jun, membuat Qing Ruo dan Luo Feng tertawa keras.