
SWUSH!!
Hempasan energi kuat langsung tercipta darinya.
Menandakan apa yang akan dilakukannya saat ini.
“….” Orang tua itu terdiam, peringatannya diabaikan begitu saja.
Maksud baiknya ditolak mentah-mentah, kalau begitu jangan salahkan apa yang akan terjadi.
SUWSH!
Pria tua itu melesat cepat dan begitu pula dengan gadis ini!
BUAGH!!
Baku hantam pun tak terhindarkan.
Sementara Max masih diam dan melihatnya.
Ia terkesan dengan kekuatan nona pirang itu.
BUMMM!!
Blugh.
Love terhempas jauh dan bertumpu pada lututnya.
“UHUK!” Ia terbatuk dan terengah-engah, ia benar-benar merasa lemas sekarang.
Padahal baru sebentar, namun sudah seperti ini.
‘AYOLAH!’ Love menyemangati dirinya.
Ia harus bisa membuktikan hasil latihannya selama ini!
Namun sayang sekali tubuhnya malah makin lemas.
Kini berdiri saja sulitnya minta ampun.
“….” Orang tua itu terdiam, untung saja ia masih bisa menahan diri.
Akan memuaskan melihat makhluk ngeyel sepertinya binasa.
Namun bukan itu tujuannya.
Kini pandangannya teralihkan lagi pada target utamanya.
“Kerja bagus.” Max mengacungkan jempolnya.
“!” Love tak percaya.
SANG TUAN PENGUASA BARU SAJA MEMUJINYA!
Ini bukan mimpi ‘kan?
Rasanya sulit dipercaya sang tuan penguasa mengatakan itu.
Pasalnya dia selalu diam dan dingin, dan sulit membayangkannya mengatakan hal itu.
“KERJA BAGUS.” Max bahkan menambah satu lagi jempolnya.
DUA JEMPOL!?
INI BENAR-BENAR NYATA!
RILL NO FEK!
‘Oke.’ Max mengambil alih dari sini.
Rekannya sudah berjuang, dan kini gilirannya untuk melakukan hal yang sama.
“….” Pria tua yang ternyata adalah salah satu makhluk empat penjuru pelindung dunia terdiam.
Dia tak paham kenapa pemuda itu membawa gadis lemah bersamanya.
Namun yah bukan urusannya juga sih.
Kini waktunya berurusan dengan targetnya yang sebenarnya.
Max menarik nafas dan menenangkan dirinya.
Terkadang sulit untuk menerima kenyataan.
Namun memang tak ada pilihan lain selain menerimanya juga.
Dengan gelarnya sebagai sang penguasa terhebat tak berarti membuat semuanya mulus.
‘JADI INI PLOT TWISTNYA.’ Beneran kek cerita novel sih.
Makhluk yang ia harapkan bisa membantu malah jadi musuhnya.
SRING!!
Kekuatan suci sang pria tua itu makin menjadi-jadi.
Max jadi terkesan juga melihatnya.
Jadi ini kekuatan makhluk pelindung dunia?
SWUSSH!!!
Keduanya langsung melesat dan saling menyerang!
Dentuman dan hempasan yang sangat kuat langsung tercipta seketika itu juga!
Kini pertarungan sudah naik level!
BUAHGH!
BRAAK!
Jual beli serangan super cepat tak terhindarkan.
Max sudah meningkatkan keseriusannya lagi.
Sementara ini situasi masih terlihat imbang.
Baik Max dan pria tua itu masih berjibaku dengan serangan masing-masing.
BOMMMM!!!
Lagi-lagi ledakan energi besar kembali terjadi. Dan hempasan super dashyat menyapu seluruh tempat ini.
Tak terhitung berapa banyak teknik yang sudah mereka lancarkan satu sama lain.
Dan masih berlanjut sampai sekarang.
SWWUSSSH!!!
Kini mereka baku hantam mereka terjadi di antara awan-awan.
Pada akhirnya keduanya benar-benar menunjukkan tekadnya masing-masing.
Kekuatan suci mengubah situasinya.
Max belum bisa mendaratkan serangan telak seperti sebelumnya dan malahan ia sendiri yang terpojok.
BUMM!!
SWWUUSSH!!
Pada akhirnya Max terhempas juga, namun dengan cepat ia menahan tubuhnya.
“Oh.” Ia sedang berdiri di antara awan-awan sekarang.
Jaid ingat sama momen saat bertemu tuan penjaga alam langit.
Max melihat ke bawah, namun tak terlalu jelas karena terhalang awan yang cukup tebal.
Sang pria tua ini menatapnya dingin dari kejauhan.
Dan kini terlihatlah bekas serangan orang tua itu disekujur tubuhnya.
Bahkan sampai ada yang lecet juga.
Ini kurang bagus sih.
Sementara di sisi lain, sang pria tua masih terdiam.
Ia tak menyangka serangan seriusnya hanya berakibat minor begini.
Padahal ia sudah mengerahkaan energi sucinya.
Namun pada akhirnya targetnya memang bukan sembarang makhluk juga sih.
HUSH!
Max melesat dan melancarkan rentetan serangan!
BUAHG!
BRAAAAK!!
Namun sayang sekali semua serangan fisiknya masih bisa diatasi dengan mudah dan bahkan di counter attack dengan cepat.
‘Hm.’ Pria tua ini merasa ada yang berbeda.
Entah kenapa kecepatan dan kekuatannya menurun dratis, ada apa ini?
Semakin lama pukulan dan tendangannya jadi tak bertenaga.
Max juga menyadarinya, namun ia tak berhenti dan terus menyerang.
Ia tak peduli dengan kekuatannya sekarang.
GREB!
Pada akhirnya sang pria tua itu pun menahan tinjuan lawan hanya dengan satu tangan.
“!” Max tak menyangka, namun pada akhirnya itulah yang terjadi.
BUAAGH!!!
“!” Tanpa basa-basi orang tua itu langsung meninju perutnya dengan keras!
SUWSSSH!!
Max terhempas kencang begitu saja!
Kini pemuda itu sudah tak ada lagi dihadapannya.
‘Akhirnya.’ Untuk pertama kalinya serangannya manjur juga.
Shh….
Asap perlahan keluar dari tangannya yang sudah memukul lawannya itu.
Pada akhirnya ada harga yang harus dibayar demi melancarkan satu pukulan yang bisa menghempaskan lawannya itu.
Tak lain tak bukan adalah kekuatannya sendiri.
Benar, sang orang tua ini mengerahkan sebagian besar kekuatannya dan jadilah serangan itu bisa terealisasi.
Satu kesempatan yang sulit terulang lagi, dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Ini pertukaran yang sepadan.
Tak bisa dipungkiri ada beberapa momen dimana kekuatan pemuda itu naik turun.
Ada sesuatu yang terjadi padanya.
Namun yah apa pedulinya?
Ia tak mau memikirkan hal yang bukan urusannya.
Biarlah serangannya itu membuka pikiran makhluk itu.
Atas semua kesalahan yang diperbuatnya.
Shh….
Orang tua ini kembali mengumpulkan kekuatannya.
Dan seperti yang sudah diduga, akselerasi kekuatannya jadi melambat.
Ia tak bisa mengumpulkan energi dengan cepat lagi sekarang.
Namun tak masalah.
Lagipula lawannya sudah terkena serangan fatal.
Meski bukan serangan pamungkas, namun setidaknya dia bakal sibuk dengan kesengsaraannya.
Jadi untuk apa buru-buru?
“Hm.”
“!?” Tiba-tiba ada suara tak asing di belakangnya!
Orang tua ini terdiam, ia tak percaya dengan yang didengarnya.
Mungkin telinganya salah dengar.
Shhh…
“!” Namun pada akhirnya tak ada yang bisa menipu aura kekuatan yang terpancar.
Pria tua ini berbalik dan akhirnya terdiam dengan apa yang dilihatnya.
Kenapa … pemuda itu … di sini?
Kini siapapun bisa tahu orang tua ini sedang kebingungan.
Max terdiam dengan tatapan serius seperti biasanya.
“Kenapa?” Terdengarlah suara ketidakpercayaan dari pria tua ini.
‘Kenapa apanya?’ Max terdiam tak paham apa maksudnya.
“Ada apa Tuan?” Satu-satunya cara untuk menjawab rasa penasarannya adalah dengan bertanya.
Drr….
Tubuh sang pria tua ini bergetar, ia tak menyangka makhluk satu ini malah bertingkah bodoh.
Kenapa bisa-bisanya begini? Bukankah dia sudah kena serangannya dan terhempas jauh?
Lah kok ada dibelakangnya?
Lagi-lagi faktanya sulit diterima baik-baik, dan ia masih berusaha untuk menerimanya.
Max terdiam, ia hanya disajikan raut wajah frustasi yang kini terlihat jelas dari pria tua itu.
Apa pertanyaannya sulit sampai beliau tak mau menjawabnya?
Ah tapi itu pertanyaan yang simpel sih.
Max menunggu orang tua itu tenang, karena hanya itulah yang bisa dilakukannya sekarang.
“….” Akhirnya salah satu makhluk empat penjuru ini pun tenang juga.
Lagi-lagi ia diingatkan lagi soal siapa sebenarnya lawannya ini.
Tak dikira menuntaskan tujuannya jauh lebih merepotkan dari yang ia duga.
Namun inilah kenyataannya.
Sudah pasti lawan takkan menjawab rasa heran dan pertanyaannya.