
Ming Kun dan kedua jenderal terdiam. Sebagai seorang yang sudah berpengalaman, hingga menduduki posisi tinggi di pasukan Kekaisaran Langit, mereka sudah dapat membaca, bahwa Qing Ruo bukan hanya mengandalkan latar belakangnya.
" Sangatlah tidak mungkin membiarkan seorang tingkat raja berjalan sendiri." Ming Kun berbicara pada Jenderal lainnya.
" Saudara benar. Tapi aku benar-benar tidak merasakan para pelindung yang menemaninya."
" Saudara benar. Aku juga tidak merasakan kekuatan lain yang melindungi, atau dia adalallh pendekar tingkat tinggi yang menyamar?"
" Mungkin saja, tapi lingkaran kekuatannya hanya ada di tingkat pendekar raja Dewa..."
Di hadapan mereka. Li Han tertawa terbahak-bahak, mengolok-olok Qing Ruo yang duduk di kursinya dengan santai.
" Apakah kamu bercanda? Yang akan kehilangan kultivasi itu bukan aku. Tapi kamu!" Bergerak mendekati Qing Ruo, sambil melepaskan aura pembunuhan.
" Kamu..." ucap Qing Ruo terkejut dan berpura-pura membiarkan dirinya tertindas.
Melihat reaksi Qing Ruo yang seperti itu, membuat Li Han menjadi semakin berani.
" Jika dalam hitungan ketiga kamu tidak menghancurkan kultivasimu, maka aku akan megulitimu." Sambil bergerak mendekati Qing Ruo.
" Ka-kamu berani melawanku," ucap Qing Ruo dengan terbata-bata, berdiri dari kursinya lalu bergerak mundur m
" Jenderal, lihatlah. Sudah aku duga. Dia hanya berlindung dibalik nama besar klan Qing. Selain itu kita bahkan tidak melihat indentitasnya. Adik kecil, Siapa yang mengajarimu menggunakan identitas orang lain? bahkan begitu berani menggertak kami..." Tertawa penuh kemenangan.
Reaksi Qing Ruo yang begitu ketakutan, kini mulai membuat Ming Kun dan rombongannya mulai bimbang. Walaupun demikian, mereka masih belum mengubah sikapnya.
Di hadapan mereka, Qing Ruo terus berpura-pura ketakutan, menguji sikap para jenderal tersebut.
" Ko-komandan, apakah ini benar-benar tidak dapat dibicarakan lagi..." ucap Qing Ruo terbata-bata.
" Hancurkan dulu kultivasimu. Setelah itu baru kita akan bicara,'" ucap Li Han yang kini hanya berjarak lima meter di hadapan Qing Ruo.
" Jenderal, apakah kalian diam saja..." ucap Qing Ruo, membuat Ming Kun dan kedua jenderal lainnya semakin serba salah. Bahkan dua komandan lainnya kini juga semakin bimbang.
" Li Han, hentikan tindakanmu!" ucap Ming Kun dengan tegas.
" Jenderal, tenanglah. Aku hanya ingin memberi pelajaran pada pemuda yang tidak tahu diri ini. Aku ingin melihat kehebatannya yang sebelumnya begitu sombong dan berlagak menceramahi kita." Dengan senyum penuh kemenangan.
" Li Han, Apakah kamu tahu siapa yang akan kamu singgung?" Ming Kun mengingatkan.
" Jenderal, Aku akan membersihkan kekacauan ini tanpa jejak sedikitpun..."
" Swhus...." Li Han bergerak, melepaskan pukulan jarak dekat, yang langsung mengenai pertahanan Qing Ruo.
" Dhuar..." pukulan itu beradu, melempar tubuh Qing Ruo hingga menghantam dinding bangunan, dan menghancurkannya.
" Akh..." Qing Ruo merintih kesakitan, sambil berusaha bangkit berdiri.
" Ternyara sungguh lemah," ucapnya dengan seringai dingin, sambil melepaskan serangan susulan, namun segera di hindari Qing Ruo.
" Dhuar..." serangan tapak angin itu mengenai dinding dan menghancurkannya.
" Oh, ternyata sudah bisa menghindar..." debgan dengan tatapan yang semakin beringas.
Dari jauh, Ming Kun dan rombongannya yang tidak ingin terlibat, kini hanya mengamati dengan diam.
Di hadapan mereka. Qing Ruo terus bergerak menghindari serangan Li Han yang kini semakin serius. Sesekali Qing Ruo membiarkan serangan itu mengenai tubuhnya, sehingga seolah-olah dirinya begitu tertindas.
" Je-jenderal, apakah kalian diam saja," ucap Qing Ruo sambil meminta tolong. Namun Ming Kun dan rombongan hanya menggelengkan kepalanya.
" Tuan Qing Ruo, aku benar-benar tidak ingin terlibat."
" Tapi apakah kalian membiarkan pendekar yang lebih tinggi menindas orang yang lebih lemah..." sambil bergerak menghindari pukulan.
Tindakan Qing Ruo yang bertarung dengan jurus-jurus tingkat rendah, bahkan tanpa kekuatan petir klan Qing yang menjadi indentitasnya, membuat Li Han merasa yakin, bahwa Qing Ruo adalah seorang penipu. Tidak hanya Li Han, Ming Kun dan rombonganya kini juga merasa yakin bahwa Qing Ruo adalah seorang penipu. Walaupun demikian, karena mereka tidak ingin terlibat, maka mereka hanya duduk sambil mengamati pertarungan tersebut.
Di dalam ruangan. Di balik meja kerjanya. Sang manager penginapan terus mengarahkan para pendekar tingkat tinggi untuk memperbaiki segel formasi pelindung ruangan, supaya suara pertempuran tersebut tidak terdengar keluar dari bangunan.
Lima belas menit kemudian. Qing Ruo yang telah yakin bahwa para jenderal itu benar-benar tidak ingin terlibat, kini diam di tempatnya. Tidak hanya itu, Qing Ruo lalu duduk pada meja yang tersedia, menuangkan minuman pada gelas dan menyesapnya dengan santai. Menatap Li Han yang ingin menghajarnya, tiba-tiba mundur dan menjaga jarak.
" Berlutut!" ucap Qing Ruo dengan dingin. Mengejutkan Li Han dan semua orang.
" Apakah kamu tuli!" dengan tatapan tajam, tanpa rasa takut sedikitpun, sambil melepas rantai petir yang bergerak di telapak tangannya. Tidak hanya itu, aura Semi abadi tingkat delapan milik Yin Gan, mengedar dari tubuhnya.
Tanpa berkata-kata. Ming Kun dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu langsung berlutut dengan wajah pucat pasi.
Dari jauh. Manager penginapan dan beberapa penjaga yang merupakan para pendekar Semi abadi tingkat tiga, muncul dan berlutut di tempat mereka dengan hormat.
Sedangkankan Li Han, kini mematung, bahkan tidak mampu menggerakkan tubuhnya.
" Li Han, berlutut dan hancur kultivasi mu," ucap Qing Ruo sekali lagi dengan tatapan tajam.
Li Han yang masih berdiri, tersungkur dengan wajah pucat pasi.
" Tu-tuan...."
" Lakukan. Jangan sampai aku menghitung!" menyesap minumannya dengan santai.
" Tu-tuan..." ucap Li Han memohon.
" Ba-baik tuan..." Sambil mengeraskan rahangnya.
" Dhuar...." Ledakan kecil bergema dari tubuh Li Han, bersamaan dengan lenyapnya kekuatan pendekar tingkat kaisar dewa dari tubuhnya.
" Sekarang tampar dirimu sebanyak seratus kali," ucap Qing Ruo sekali lagi.
" Tapi tuan....?" Dengan tatapan memohon.
" Komandan Hui, tampar dia seratus lima puluh kali.." ucap Qing Ruo dengan dingin.
" Oh tidak, tuan aku mohon," ucap Li Han mulai menangis.
" Komandan Hui, dua ratus kali," ucap Qing Ruo, menaikkan jumlah tamparan.
Li Han terdiam. Menatap Komandan Hui yang mendekatinya.
" Saudara Han, maaf." lalu mulai menampar.
" Plak... Plak..." Suara tamparan keras mengisi ruangan yang hening tersebut.
Dalam waktu singkat, tamparan komandan Hui mengubah bentuk wajah Li Han hingga tidak di kenali. Setiap satu rintihan, Qing Ruo meminta Komandan Hui menambah jumlah tamparannya, sehingga Li Han hanya bisa menahan diri, bahkan membuat lututnya bergetar.
Mendapat tamparan tanpa memiliki kekuatan, benar-benar membuatnya merasakan rasa sakit yang luar biasa. Terlebih lagi komandan Hui juga menamparnya dengan sungguh-sunggh.
Tiba-tiba tempat itu menjadi semakin hening saat suara tamparan berakhir, Membuat Li Han dapat bernafas lega.
" Tuan," ucap komandan Hui dengan hormat.
" Baik komandan. Terimakasih," ucap Qing Ruo lalu menatap komandan lainnya, dan memintanya untuk berdiri.
" Qian Chanfeng, tuan..." sang komandan mengenalkan diri dengan hormat.
" Komandan Qian Chanfeng, giliran anda. Dua ratus kali," ucap Qing Ruo, membuat Ming Kun dan rombongannya hampir menjatuhkan rahangnya.
" Sangat kejam, bagaimana bisa dia menyiksa orang yang kini benar-benar sudah tidak berdaya..." membatin dengan tubuh bergidik.
" Apa..." Li Han bersuara dengan bibir bergetar. Dengan wajahnya yang bengkak dan membiru. Mencoba memohon, namun tatapan Qing Ruo membuatnya terdiam.
" Baik tuan," ucap Qian Chanfeng, lalu berjalan menghampiri Li Han.
" Saudara Li Han, maaf," ucapnya lalu mulai menampar.
" Plak.. plak..." suara tamparan kembali mengisi ruangan itu.
" Hampir saja kita tertipu. Jika kita terlibat, mungkin kita juga akan berakhir seperti itu," ucap Ming Kun, berbicara pada rombongannya melalui telepati, menatap Li Han dengan tubuh bergidik.
" Benar. Selain itu, seluruh klan kita juga akan terlibat. Apalagi pihak kekaisaran juga tidak akan bisa menolong."
Di hadapan mereka, Qing Ruo duduk dengan santai, sambil menikmati minumannya.
Tidak lama kemudian, suara tamparan itu berakhir.
" Sudah selesai, tuan," ucap Qian Chanfeng, melapor.
" Terima kasih komandan, tapi aku ingin Anda mematahkan kedua tangan dan kakinya," ucap Qing Ruo. Membuat Li Han yang sudah tidak mampu menahan diri, meraung.
" Tuan, tolong tuan. Ampuni aku tuan." Menangis dengan keras.
" Karena kamu berani menangis, Komandan Quan Chanfeng, tampar dia dua ratus kali. Jangan lupa patahkan tangan dan kakinya."
Quan Chanfeng yang tidak ingin membuat Qing Ruo murka, dengan segera menampar Li Han yang kini terdiam dengan mengeraskan rahangnya, menangis dan merutuk diri di dalam hati.
Qing Ruo yang duduk santai tersebut, tiba-tiba mengarahkan pandangannya pada Ming Kun dan rombongannya. Membuat keringat dingin yang muncul di wajah mereka semakin deras.
" Jenderal Ming Kun, aku sangat membenci sikap kalian seperti ini. Sebagainya seorang jenderal kekaisaran langit, kalian semua telah gagal. Bagaimana mungkin kalian hanya diam saja saat bawahan kalian bertindak sembarangan seperti ini! Tindakan kalian ini benar-benar mengecewakan!" ucap Qing Ruo dingin, dengan wajah kesal, membuat Ming Kun dan rombongannya begitu ketakutan.
" Tu-tuan muda, kami.-"
" Cukup! Aku tidak ingin mendengar alasan kalian."
Membuat lutut Ming Kun dan kedua jenderal lainnya bergetar hebat.
" Membunuh orang-orang seperti kalian, dan menghancurkan klan Li, hanya akan mempermalukan reputasi kami. Namun aku juga tidak ingin melepaskan kalian!"
" Tuan muda, kami..."
" Bereskan masalah di tempat ini. Untuk klan Li, lakukan apa yang kalian anggap penting, sebagai konsekuensi atas tindakan Li Han yang begitu lancang membuat kekacauan..."
" Ba-baik tuan muda..." ucap Ming Kun dengan terbata-bata.
Pada saat Qing Ruo sedang menyesap minuman sisa minumannya, tiba-tiba seorang penjaga memasuki ruangan, melaporkan sesorang mendatangi tempat itu.
Baru saja penjaga tersebut selesai melapor, tiba-tiba sosok yang dimaksud, memasuki ruangan, Mengejutkan Ming Kun dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
👉 1 🙏