Sang Penguasa

Sang Penguasa
105. Danau Emas, Dunia Kecil Klan Liu I.


Dua jam berlalu begitu saja, dan usaha mereka mulai menunjukkan hasil,  membuat ketiga naga perak itu semakin bersemangat. Walaupun hanya menunjukkan sedikit peningkatan, namun tidak mematahkan semangat mereka, termasuk Qing Ruo yang tidak ingin terperangkap di tempat itu.


***


Permukaan Danau.


Qing Yong Jun, Huo Mingzhi, Huo Zhaodau dan Youlin Sha, yang tidak mengetahui peristiwa yang terjadi di dalam danau, dengan tenang terus menyerap kekuatan spiritual emas yang terus memasuki tubuh mereka.


Satu kemudian.


Tiba-tiba Youlin Sha, berteriak kegirangan, mengejutkan Qing Yong Jun dan kedua Qilin Api yang ada di sisinya.


" Paman, ada apa?" tanya Qing Yong Jun dengan heran.


" Tuan muda,  Dantianku telah sembuh. Dantianku telah sembuh," ucapnya kegirangan, sambil melompat kegirangan.


" Benarkah?" tanya Huo Zhaodau, sambil  memeriksa tubuh Youlin Sha dengan dengan seksama.


" Saudara, selamat... seslamat..." ucap  Huo Zhaodau dan Huo Mingzhi bersamaan, setelah memastikan bahwa, Youlin Sha benar-benar telah sembuh.


" Paman, selamat. Jika ayah tahu, dia akan sangat senang," ucap Qing Yong Jun yang tampak begitu gembira.


Kata-kata Qing Yong Jun, langsung mengingatkan mereka pada sosok Qing Ruo yang memasuki danau, dan masih belum keluar dari tempat itu.


" Sudara Zhoudau, Mingzhi...." ucap Youlin Sha, menatap  kedua sosok Qilin api itu dengan penuh arti.


" Tenanglah, aku yakin penguasa baik-baik  saja. Jika memang terjadi sesuatu, penguasa pasti akan mengabari kita. Lagi pula lihatlah.  Permukaan Danau ini terlihat baik-baik saja,"ucap Huo Zhaodau.


" Benar, aku juga tidak merasakan adanya tanda bahaya dari dasar danau tersebut," ucap Huo Mingzhi dengan yakin.


" Suadara, sebaiknya kita tidak mengganggu penguasa, dan memanfaatkan waktu kita untuk menyerap kekuatan spiritual emas ini lebih banyak lagi," ucap Huo Zhaodau.


" Saudara benar," ucap Youlin Sha dengan gembira.


****


Di dasar danau.


Delapan jam berlalu begitu saja. Dengan keheningan yang benar-benar membuat seseorang bisa menjadi gila, dimana kekuatan spiritual emas yang keluar dari patahan tongkat emas Shen Guoshi Yisheng itu, kini mulai mempengaruhi pikiran semua orang.


Sepanjang waktu itu, Qing Ruo dan ketiga naga perak itu bahkan tidak berbicara sepatah katapun.


Dengan perlahan, namun pasti.  Kekuatan spiritual emas yang mereka serap dari patahan  tongkat Shen Guoshi Yisheng  itu, benar-benar memisahkan  dan dari kekuatan darah  mereka.


" Ini benar-benar bekerja, tapi aku tidak tahu kapan ini akan selesai," ucap salah satu naga perak, sambil terus memisahkan kekuatan darah sejatinya dengan kekuatan spiritual emas.


" Sedikit lagi," Qing Ruo membatin, saat merasakan seluruh kekuatan spiritual emas dari patahan tongkat Shen Guoshi Yisheng itu, berkumpul di sekujur tangan kirinya, sambil menatap cahaya yang tiba-tiba muncul dari permukaan danau yang mulai menerangi tempat itu dengan perlahan.


" Sepertinya hari sudah pagi." Qing Ruo membatin, dan tiba-tiba merasa begitu khawatir.


" Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Aku khawatir Zhoudau dan Mingzhi akan menyusul, dan itu akan mengganggu proses yang sangat rumit ini." sambil mengambil ancang-ancang.


Dengan satu helaan nafas.


" Dhuar..." ledakan keras terjadi, mengejutkan ketiga naga perak yang sedang berkonsentrasi. Namun lebih mengejutkan lagi, saat mereka melihat Qing Ruo bergerak tanpa memiliki tangan kirinya.


" Anak muda itu menghancurkan tangan kirinya," ucap salah satu naga perak saat melihat air di tempat itu berubah menjadi merah.


Tanpa menghiraukan rasa sakit yang begitu luar biasa. Qing Ruo langsung bergerak menghindar, sambil mengedarkan seluruh kekuatannya melindungi diri dari serangan cahaya putih yang kembali muncul dari patahan tongkat emas itu.


" Swhus...." Tiba-tiba cakram emas muncul, menghantam kedua patahan tongkat emas itu, dan mulai menyelimutinya.


" Nak, kamu berhasil!" ucap naga perak itu dengan gembira.


" Tuan-tuan, tenanglah. Aku sedang berusaha menyegel tongkat ini..." sambil mengendalikan cakram emas, yang kini benar-benar menutupi seluruh permukaan tongkat emas tersebut.


" Baik," jawab naga perak itu dengan penuh semangat.


" Swhuss..." Cakram emas, membentuk susunan formasi segel, dan mengunci kedua patahan tongkat emas itu.


" Trark...." Permukaan segel emas yang menutupi kedua patahan tongkat itu bergetar, mencoba menghacurkan segel formasi yang dibuat oleh Qing Ruo buat, namun gagal.


Setelah merasa yakin, bahwa patahan tongkat emas itu telah tersegel, Qing Ruo lalu melemparnya ke dalam dunia jiwa.


" Swhus... Swhus..." Kedua patahan tongkat emas itu lenyap, tanpa di ketahui oleh ketiga naga perak dan dua ikan  emas iyang mematung tersebut, lalu mulai menyembuhkan dan menumbuhkan tangan kirinya.


Liima belas menit kemudian. Qing Ruo akhirnya selesai memulihkan diri dan menumbuhkan tangan kirinya.


" Swhus..."  Qing Ruo bergerak mendekati naga perak dan memeriksa kekuatan segel formasi jiwa darah yang  ternyata masih menyegel setengah tubuh naga tersebut.


" Tuan-tuan,  bagaimana?" tanya Qing Ruo.


" Sepertinya masih cukup lama..."


" Baik," ucap Qing Ruo, meminta mereka tetap tenang, sambil mempelajari susunan formasi segel jiwa darah tersebut.


" Swhus..." Kilatan cahaya berwarna putih, yang merupakan segel jiwa darah keluar dari tubuh Sang Naga.


" Roargh...." Sang Naga  meraung kegirangan saat segel tersebut benar-benar terlepas dari tubuhnya.


" Swhuss..." Sosoknya menjadi pria paruh baya, menatap Qing Ruo dengan hormat.


" Nak, aku Long Chen. Terima kasih..." Menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Tetua Long Chen, Aku Qing Ruo, senang berjumpa dengan tetua."


" Apa!" Long Chen terkejut, menatap Qing Ruo dengan lekat.


" Tetua Long Chen, apakah ada yang salah?" tanya Qing Ruo membuyarkan lamunannya.


" Tu-tuan muda..." Menangkupkan tangannya sekali lagi,  dan mencoba untuk berlutut, namun  dengan segera dihentikan oleh Qing Ruo.


" Tetua, apa yang anda lakukan..."


" Tuan muda, bertemu dan diselamatkan oleh seseorang dari Shen Guoshi Qing  adalah kehormatan bagiku. Terima kasih tuan muda." Menatap Qing Ruo dengan hormat.


" Tetua terlalu melebih-lebihkan. Bukankah saling menolong adalah sebuah kewajiban," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Tu-tuan muda, apakah anda juga bisa menolong kedua saudaraku..." Menatap Qing Ruo dengan penuh harap.


" Tentu saja, tetua," ucap Qing Ruo menganggukkan kepalanya, lalu menembakan cahaya keemasan pada kedua sosok naga perak yang ada di sisinya.


" Swhus... swhus..."cahaya putih melesat keluar dari tubuh kedua naga Perak itu dan hancur.


" Swhuss.... swhus..." kedua naga perak itu meraung kegirangan, lalu menjadi manusia paruh baya,  dan langsung berlutut di hadapan Qing Ruo dengan hormat.


" Hormat pada tuan muda." Sambil memperkenalkan diri dengan nama  Long Fu, dan Long Qe.


" Tetua Fu, tetua Qe. Apa yang kalian lakukan?" meraih bahu kedua pria paruh baya itu untuk bediri.


" Tanpa tuan muda, mungkin kami akan berakhir seperti mereka.." menatap puluhan sosok membeku yang sudah tidak memiliki nyawa, di sekitar tempat itu.


Qing Ruo tersenyum ramah.


" Tetua, ini hanya kebetulan saja," ucapnya merendah.


" Tuan muda, sekali lagi terima kasih," ucap Long Fu dan Long Qe sambil bersamaan, sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


Qing Ruo menganggukan kepala, lalu menatap puluhan sosok yang masih membeku tersebut.


"  Tetua Chen, bagaimana dengan mereka?" tanya Qing Ruo menatap beberapa sosok yang masih memiliki nyawa, termasuk kedua ikan emas bersirip perak yang masih membeku.


" Tuan muda, semuanya kami serahkan pada Anda," jawab Long Chen dengan hormat.


Qing Ruo terdiam beberapa saat, menatap belasan sosok hewan buas tingkat tinggi yang masih membeku. Ada yang berada di tingkat kaisar dewa, namun rata-rata makhluk itu adalah hewan buas  di tingkat semi abadi tingkat pertama hingga tingkat lima, termasuk sosok Long Chen dan kedua saudaranya Long Fu, dan Long Qe, yang merupakan semi abadi tingkat enam.


" Tetua, aku akan mengurus keturunan Tian Kong Yu ini, sedangkan sisanya aku serahkan pada kalian." sambil  menyegel kedua sosok ikan emas raksasa itu, dan menyimpannya  ke dalam cincin penyimpanan.


" Tuan, jujur kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan pada mereka," ucap Long Chen dengan jujur, membuat Qing Ruo terdiam.


" Tetua, jika aku boleh tahu. Dari sekian banyak kelompok yang di tempat ini apakah ada yang kalian kenal?"


Long Chen menggelengkan kepalanya.


" Aku rasa mereka berasal dari generasi yang berbeda, dan mungkin sudah ada sebelum tempat ini disegel oleh Liu Tian."


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Tuan muda, apakah Anda ingin membebaskan mereka?" tanya Long Qe, sambil menatap Long Chen dan Long Fu yang terdiam, menunggu jawaban Qing Ruo.


" Tetua, apa pendapat anda?"


" Tuan muda, keputusannya ada di tangan anda," ucapnya dengan ragu.


" Tetua, bicaralah..."


" Tuan muda, apakah Anda yakin dengan niat Anda? Lihatlah.  Aura kemarahan dan kebencian dari tubuh mereka. Terkurung selama ribuan tahun di tempat ini telah  menghilangkan kesadaran dewa mereka, dan mengubahnya menjadi sosok tanpa emosi, aku takut, kamipun tidak akan sanggup menghadapinya." Long Chen menjelaskan.


Qing Ruo menanggukkan kepalanya.


" Tapi bagaimana jika membunuh mereka?"


" Sepertinya demikian, karena hal itu lebih bermanfaat, dari pada mereka mati sia-sia," ucap Long Fu.


" Sepertinya tidak ada pilihan. Jika demikian aku serahkan hal ini pada tetua sekalian, dan aku ingin memeriksa permukaan danau, aku taku ada anggota klan Liu yang akan memasuki tempat ini," ucap Qing Ruo.


" Baik tuan muda..."


" Baik, aku akan segera kembali," ucap Qing Ruo, bergerak meninggalkan dasar danau, menemui Qing Yong Jun dan rombongannya.