
Di tempat lain.
Dugu Chen dan kedua saudaranya, Dugu Wan dan Dugu Cai terus bergerak meninggalkan tebing ceruk, mendekati pusat pertempuran yang terjadi di kawasan dalam gunung.
" Aku tidak menyangka jika kita benar-benar akan menemukan sosok itu, tetapi sayang kita telah melakukan tindakan yang salah..." Dugu Chen menggerutu sambil terus bergerak.
" Benar, baj***n itu benar-benar telah menipu kita," ucap Dugu Wan dengan kesal.
" Dhuar..." ledakan kecil tiba-tiba membuat Dugu Wan yang sedang bergerak dari pohon ke pohon terjatuh.
" Akh..." rintihnya kesakitan, mengejutkan Dugu Chen dan Dugu Cai, yang bahkan tidak sempat menyelamatkan tubuh itu.
" Saudara, apa yang terjadi?" Tanya Dugu Chen, menghampiri, sosok Dugu Wan yang terlihat begitu kesakitan dan dengan tangan kirinya yang patah dan kaki kiri terkilir, mulai menangis dengan kerasnya.
" Saudara, jangan membaik malu!" ucap Dugu Cai kesal.
Namun tiba-tiba Dugu Chen dan Dugu Cai begitu terkejut, dengan rahang membeku saat melihat sosok Dugu Wan yang tertnyata telah kehilangan kultivasinya.
" Saudara, apa yang terjadi?" tanya Dugu Chen sambil mengedarkan pandangannya, memeriksa tempat itu dengan murka.
" Se-segel Mantra..." ucap Dugu Wan terbata.
" Segel mantra?" tanya Dugu Cai yang masih bingun.
" Rantai emas," ucap Dugu Wan sekali lagi sambil mengeraskan rahangnya, menahan rasa sakit yang bergelayut pada tangan kiri dan kakinya.
" Ternyata segel mantra itu juga memata-matai perkataan kita. Saudara Chen, apa yang harus kita lakukan?" tanya Dugu Cai dengan wajah tegang.
" Jika tidak ingin kehilangan kultivasi, maka kita harus menuruti semua perintahnya dengan mutlak.." Sambil menatap Dugu Wan yang kini hanya bisa menyesali perkataannya.
" Hanya dengan satu kata saja, dia langsung menghancurkan kultivasi kita. Tuan muda itu benar-benar orang yang tidak boleh kita singgung," ucap Dugu Chen.
Dugu Cai menganggukkan kepalanya, menatap Dugu Wan yang kini hanya bisa menangis.
" Saudara Chen, sebaiknya kita bawa saudara Wan ke tempat yang lebih aman, karena tempat ini sangat berbahaya," ucap Dungu Cai.
" Baik," jawab Dugu Chen, lalu mengangkat tubuh Dugu Wan yang telah kehilangan kultivasi itu, bergerak menjauh dari tempat itu.
****
Di dalam ceruk.
Qing Ruo yang sedang mempelajari kekuatan spiritual asing di dalam ceruk tiba-tiba di datangi oleh Thou Thou.
" Thou Thou, bagaimana?" tanya Qing Ruo.
" Penguasa, aku tidak berhasil memasuki kawasan dalam gunung, karena pertempuran itu menarik perhatian hewan buas lainnya..."
" Apa yang dilakukan oleh hewan buas tersebut?"
" Sepertinya mereka berkumpul untuk membantu harimau putih cakar emas menjaga tempat itu..."
" Itu berarti harimau putih cakar emas adalah penguasa utama di tempat ini. Apakah kamu melihatnya?"
" Tidak ada penguasa. Mungkin menunggu kekuatan saat para penyusup ini melemah. Lalu apa yang harus kita lakukan?"
" Tunggu Dugu Chen dan Dugu Cai kembali."
" Maksud penguasa? Lalu dimana satu pemuda lainnya?"
" Aku telah mengutus mereka untuk memeriksa wilayah pertempuran, sedangkan satu pemuda lainnya telah aku lumpuhkan..."
" Baik," ucap Thou Thou, lalu berjaga di tempat itu.
Sambil menunggu Dugu Chen dan Dugu Cai , Qing Ruo kembali mempelajari kekuatan spiritual di dalam ceruk, sedang Thou Thou berjaga di tempat itu.
***
Di tempat lain.
Dugu Chen dan Dugu Cai yang telah mengamankan Dugu Wan, bergerak menuju pusat pertempuran.
Dari jauh mereka berdua dapat melihat kilatan cahaya serangan yang menghasilkan ledakan, menerangi kegelapan malam yang semakin larut.
" Saudara, ada banyak pendekar tingkat tinggi. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Dugu Cai.
" Baik," jawab Dugu Cai.
Kawasan gunung yang di tumbuhi pohon-pohon raksasa, serta bebatuan besar yang teronggok di bergagai tempat, membuat Dugu Chen dan Dugu Cai dapat bergerak sambil bersembunyi dari hewan buas yang terus berdatangan di tempat itu.
Semakin dekat mereka dengan pusat pertempuran, maka semakin jelas mereka merasakan aura hewan buas yang ada di tempat itu.
Setelah bergerak, Dugu Chen dan Dugu Cai akhirnya benar-benar tiba di kawasan pertempuran, menyaksikan kekacauan yang sangat mengerikan itu dari dekat, sambil menggelengkan kepala.
" Sepertinya usaha para pendekar untuk mendapatkan rumput emas penguat jiwa akan gagal," ucap Dugu Cai, sambil menatap puluhan pendekar semi abadi tingkat tinggi yang terus bertempur melawan hewan buas yang terus berdatangan tanpa henti.
" Aku rasa juga demikian," ucap Dugu Chen.
Setelah memeriksa tempat itu dan mengamati situasi yang terjadi dengan jelas, Dugu Chen dan Dugu Cai lalu bergerak meninggalkan tempat itu, kembali menemui Qing Ruo yang menunggu mereka di dalam ceruk.
***
Di dalam ceruk.
Qing Ruo yang sedang mempelajari kekuatan spiritual asing di dalam ceruk, membuka matanya, menatap Thou Thou yang menatapnya dengan penasaran.
" Penguasa, ada apa?"
" Thou Thou, saat ini aku tidak tahu kekuatan spritual yang membebaskan tempat ini dari aturan ruang dan waktu yang menyegel gunung Bei Tian in, tapi aku dapat memahami dua hal. Pertama aturan ruang dan waktu di tempat ini tidak stabil, kedua cara kita dalam menempatkan diri ketika berada di dalam segel ruang dan waktu tersebut." Dengan penuh semangat.
" Maksud Penguasa?"
" Aturan ruang dan waktu di tempat ini bukan murni karena aturan langit dan bumi, tetapi dibuat oleh orang lain, sehingga sedikit memiliki beberapa kelemahan dan celah. Selain itu, di dalam ruang dan waktu yang terikat ini, supaya kita lebih bebas, maka haruse menempatkan diri kita pada kondisi ideal aturan tersebut..." ucap Qing Ruo dengan penuh semangat.
" Apakah itu berarti penguasa dapat menggunakan kekuatan penuh di tempat ini?"
" Sepertinya demikian..."
Thou Thou yang begitu penasaran, lalu mencoba memaknai penjelasan Qing Ruo, tetapi tiba-tiba mereka berdua merasakan dua sosok bergerak menghampiri tempat itu.
" Swhuss...swhus..." Dugu Chen dan Dugu Cai tiba.
" Tuan," ucap Dugu Chen sambil berlutur dengan hormat, di ikuti Dugu Cai yang berada di belakangnya.
Qing Ruo menganggukkan kepala, sambil meminta mereka untuk melaporkan pekerjaannya.
" Tuan, pusat pertempuran saat ini berada di lembah timur. Di tempat itu ada tiga puluh satu pendekar tingkat tinggi yang sedang bertempur melawan ribuan hewan buas tingkat rendah hingga tingkat tinggi, yang terus berdatangan tanpa henti menjaga tempat itu. Bahkan Harimau putih cakar emas masih belum keluar dari sarangnya."
" Lalu bagaimana dengan hasil Pertempuran tersebut?"
" Sepertinya misi untuk mendapatkan rumput emas penguat jiwa kali ini akan gagal," jawab Dugu Chen pelan.
" Maksudnya....?" tanya Qing Ruo dengan heran.
" Tuan, apakah anda bukan orang perbatasan utara?"
" Benar," jawab Qing Ruo dengan santai.
" Tuan, ini adalah misi rahasia yang dilakukan oleh para pendekar tingkat tinggi yang berada di kawasan rantai pengunungan Bei Tian setiap dua ratus tahun sekali. Kegiatan ini selain untuk mendapatkan rumput emas yang legendaris tersebut, kegiatan ini juga untuk menaikan reputasi klan yang berhasil mendapatkan rumput emas tersebut. Alasan kegagalan, pertama karena aturan ruang dan waktu yang menyegel kekuatan Semi abadi tingkat tinggi menjadi pendekar dewa tingkat rendah. Selain itu hewan buas yang ada di gunung ini juga telah mempersiapkan diri." Dugu Chen menjelaskan.
Tiba-tiba tempat itu menjadi hening, membuat Dugu Chen dan Dugu Cai sedikit senang.
" Saudara Chen, setelah mendengar penjelasan dari kita, aku yakin mereka akan mundur dari tempat itu. sehingga dengan demikian kita dapat menyelamatkan diri," ucap Dugu Cai berbicara melalui telepati pada Dugu Chen, yang tampak menanti tanggapan Qing Ruo.
" Kekuatan aturan ruang dan waktu yang sangat mengerikan. Jika pendekar semi Abadi Tingkat tinggi saja dibuat menjadi pendekar tingkat Dewa biasa. Lalu bagaimana dengan pendekar tingkat dewa yang datang ditempat ini. Untung saja penguasa terbebas dari aturan ruang dan waktu tersebut." ucap Thou Thou berbicara melalui telepati pada Qing Ruo, yang masih terdiam.
" Yang pastinya, para pendekar dewa tingkat rendah yang datang di kawasan dalam gunung itu akan menjadi sosok tanpa kultivasi." Jawab Qing Ruo dengan tenang.
" Pengusa, lalu bagaimana dengan mereka?" Menatap Dugu Chen dan Dugu Cai yang masih berlutut di hadapan Qing Ruo.
" Orang-orang dari klan Dugu ini tidak bisa ditoleransi, karena mereka selalu ingin menindas orang lain, tetapi membunuh mereka begitu saja bukanlah hal yang benar."
" Jadi Penguasa, apa yang akan kita lakukan padanya?"
" Tenanglah, aku tidak akan melepaskan orang yang sudah ingin berbuat jahat padaku," ucap Qing Ruo sambil naik ke atas punggung Thou Thou.
" Pimpin aku ke pusat pertempuran!" ucap Qing Ruo dengan tegas, membuat Dugu Chen dan Dugu Cai begitu terkejut.
" Ba-baik tuan." dengan terbata, lalu bergerak memimpin jalan.