
" Swhuss... swhuss...." kilatan cahaya dari tubuh Qing Ruo dan rombongannya, yang bergerak meninggalkan gerbang utara kota Sungai Biru, melesat, bergerak menuju wilayah Utara.
Dari jauh, puluhan pasang mata yang berada di hutan perbatasan kota itu langsung bergerak, mengikuti Qing Ruo dan rombongannya.
" Penguasa," ucap Hu Shan merasakan aura puluhan pendekar raja dewa hingga tingkat kaisar dewa bergerak mengikutinya.
" Biarkan saja. Tunggu saat kita benar-benar jauh dari wilayah kota Sungai Biru," ucap Qing Ruo sambil terus bergerak.
" Baik..."
" Aku tidak menyangka jika masih saja ada para bandit seperti mereka," ucap Tian Lu Ye.
" Setiap tempat pasti ada orangnya, dan setiap orang pasti ada tempatnya," ucap Qing Ruo, sambil terus bergerak.
" Maksud penguasa?" tanya Qiong Du.
" Dalam suatu tempat, akan selalu ada orang baik dan orang jahat, dan orang baik tahu menempatkan dirinya, dan orang jahat itu seperti mereka ini, selalu menempatkan dirinya di tempat yang salah. Biasanya mereka yang mau melakukannya pekerjaan seperti ini adalah para pemalas, yang selalu ingin menuai hasil kerja keras orang lain, dan menganggap dirinya lebih kuat." Qing Ruo menjelaskan.
" Selain itu, mereka adalah para pemula," ucap Yu Jieru menimpali.
" Benar, karena semakin kuat dan tinggi tingkat kultivasi seseorang, maka semakin tinggi pula kualitas barang yang akan dicarinya, dan mereka yang memiliki tingkat kekuatan yang lebih tinggi, tidak akan menjarah mereka dari kelompok kecil, karena orang kuat akan memandang remeh kelompok kecil, menganggu dan mengambil barang dari kelompok kecil adalah hal yang sia-sia. Dan biasanya, orang kuat selalu berpikir dengan matang. Mereka selalu memperhatikan resiko dari tindakannya," ucap Qing Ruo.
" Aku mengerti, penguasa," ucap Qiong Du.
" Alasan aku meminta kalian untuk menyamarkan tingkat kultivasi adalah untuk menghindari masalah ini, dan menghindari masalah lainnya. Semakin tinggi tingkat kultivasi yang kalian tunjukkan, maka semakin kuat pula kelompok yang akan kalian hadapi."
" Baik Penguasa, kami mengerti."
Lima ratus kilometer kemudian. Qing Ruo dan rombongannya lalu mengurangi kecepatannya, dengan perlahan berhenti di hutan tua raksasa.
" Penguasa, lalu apa yang harus kita lakukan?"
" Pelajari situasinya. Dan bertindaklah dengan bijaksana. Jangan karena keuntungan kecil, tetapi mendapatkan resiko besar..." sambil memberikan lencana emas Klan Hua pada Hu Shan.
" Baik penguasa."
Baru saja Qing Ruo selesai berbicara, dua puluh lima pendekar tingkat raja dan tingkat kaisar dewa, tiba di tempat itu.
" Tuan-tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanya Hu Shan, menyapa kelompok tersebut dengan ramah.
" Benar, kami perlu sumber daya yang kalian miliki," ucap sang pemimpin kelompok dengan seringai dinginnya.
" Maaf. Tuan kami tidak mengizinkan," jawab Yu Jieru.
" Ternyata melawan. Apakah kalian yakin!"
" Justru kami ingin bertanya. Atas dasar apa kalian begitu berani melakukan tindakan tercela seperti ini!" ucap Liong Hei dengan suara meninggi, membuat pemimpin kelompok itu tertawa terbahak-bahak.
" Kita hidup didunia penindasan, dimana yang kuat menindas yang lemah. Bukankah hal seperti itu sudah biasa? Jika kalian ingin selamat, maka serahkan barang yang kalian miliki!" ucap sang pemimpin dengan suara meninggi.
" Kalian hanyalah para pendekar tingkat rendah yang benar-benar tidak tahu diri!" ucap Hu Shan mulai kesal.
Melihat Hu Shan yang meninggikan suaranya, pasukan bandit berpakaian gelap itu langsung bergerak, mengepung Qing Ruo dan rombongannya. Tidak hanya itu, dua pendekar kaisar dewa langsung menyegel seluruh kawasan, dan menguncinya.
" Swhuss... swhus..." Pasukan itu bergerak, mengelilingi Qing Ruo dan rombongannya, membetuk formasi serangan, membuat Qing Ruo dan rombongannya menggelengkan kepalanya.
" Hu Shan, urus mereka," ucap Qing Ruo lalu lenyap dari pandangan semua orang, membuat pemimpin kelompok tersebut begitu heran.
" Ba-bagaima bisa dia melewati kubah segel tanpa celaka, bahkan meledakannya..." sang pemimpin kelompok mulai panik.
" Swhus...." Jaring kubah langit, tiba- tiba muncul dan menyelimuti seluruh kawasan hutan tersebut, menghancurkan perisai transparan yang dibuat oleh pasukan tersebut.
" Sa-saudara, ini..." ucap anggota kelompok itu terkejut.
" Ini adalah teknik dewa. Apakah kita salah orang? Tapi bagaimana bisa?"
" Kalian benar-benar salah orang," ucap Hu Shan sambil bergerak bersama rombongannya, menampar satu per satu kelompok itu.
" Dhuar.. dhuar...." ledakan keras bergema dengan tubuh kelompok berpakaian gelap itu terlempar ke berbagai arah.
" Agh..." raungan kesakitan bergema di setiap sudut tempat itu.
" Ampun tuan, ampun..." sambil berusaha menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, yang benar-benar tidak berdaya di hadapan Hu Shan dan rombongannya.
Pemimpin kelompok tersebut begitu heran, karena sekuat apapun mereka melawan, serangan yang mereka lepaskan benar tidak berpengaruh pada Hu Shan dan rombongannya.
" Saudara, sepertinya sudah cukup," ucap Yu Jieru, saat melihat wajah pemuda yang ada dihadapannya, kini sudah tidak dapat dikenali lagi.
" Baik, kumpulkan mereka," ucap Hu Shan, bergerak sambil melempar tubuh yang dihajarnya pada satu tempat.
Setelah semua kelompok bandit berjubah gelap tersebut dikumpulkan, Hu Shan dengan santai menghampiri pemimpin kelompok tersebut dan menampar wajahnya.
" Shen Guoshi Hua. Ba- bagaimana bisa? Aku bahkan tidak merasakan lingkaran kekuatan dari tubuh mereka..." sang pemimpin kelompok yang kini berwajah lebam itu menatap Qing Ruo dan rombongannya dengan ketakutan.
" Swhuss... Swhus...." Hu Shan dan rombongannya melepaskan aura semi abadi tingkat dasar hingga tingkat dua, pembuat kelompok tersebut terkejut dan begitu ketakutan.
" Tu-tuan, ampun tuan." Sang pemimpin kelompok itu langsung berlutut, di ikuti semua anggota pasukannya.
" Tu-tuan, kami dari Klan Shen Nan. Aku Nan Yang, memohon pengampunan tuan sekalian..." Menatap Hu Shan dan rombongannya yang tersenyum santai.
" Jawab dengan jujur. Sudah berapa lama kalian melakukan hal ini?" tanya Hu Shan.
" Sudah cukup lama tuan," jawab Nan Yang jujur, membuat Hu Shan dan rombongan langsung menghajar kelompok itu sekali lagi, bahkan beberapa di antara mereka kehilangan tangannya.
" Tu- tuan, ampuni kami, tuan." merintih kesakitan.
" Baik, karena kalian sudah jujur. Maka kami mengampuni kalian-"
" Terima kasih tuan..." ucap Nan Yang dengann penuh kegembiraan, memotong kata-kata Hu Shan yang belum tuntas.
Hu Shan menggelengkan kepalanya, menatap kelompok tersebut yang kini mulai begitu tegang kembali.
" Jika kalian ingin tetap hidup, maka lumpuhkan kultivasi kalian sendiri!" ucap Hu Shan dengan tegas, membuat Nan Yang dan rombongannya mulai menangis.
" Tuan, beri kami kesempatan sekali lagi tuan..." Nan Yang memohon.
" Tidak ada kesempatan lagi, mengingat tindakan kalian yang sudah begitu lama, kami yakin tindakan kalian ini pasti sudah merugikan banyak orang. Jika kalian tidak mau melakukannya, maka kami akan mendatangi klan Nan, dan menghapus keberadaan kalian hingga ke akar-akarnya!" Ucap Yu Jieru dengan dingin.
" Satu..." Jinse mulai menghitung, membuat Nan Yang benar-benar tidak memiliki pilihan.
" Ba-baik tuan..." Dengan bibir bergetar, lalu menghancurkan Dantiannya.
" Dhuar..." Ledakan kecil bergema, mengusik keheningan malam itu. Lalu di ikuti ledakan kecil lainnya, yang bersahut-sahutan.
Setelah memastikan bahwa kelompok tersebut telah melumpuhkan kultivasinya, Hu Shan lalu mengambil cincin penyimpanan yang ada di jari mereka.
"Karena kalian sudah tidak bisa menggunakan sumberdaya ini, maka berikan saja pada kami," ucapnya sambil mengambil cincin tersebut dengan paksa.
" Tapi tuan..." ucap Nan Yang, untuk berbicara tetapi ragu, saat meliat Jinse memelototkan matanya.
" Jika bicara lagi, akan kupotong lidah kalian semua..." ucapnya membuat para murid klan Nan itu langsung terdiam.
" Karena urusan telah selesai, kalian pergilah ke kota Sungai Biru, dan menjadi penduduk kota itu," ucap Hu Shan, sambil bergerak membawa rombongan meninggalkan tempat itu, dan lenyap dari pandangan Nan Yang dan rombongannya, membuat Nan Yang mulai meratapi dirinya.
" Argh...!" teriaknya kesal. Namun belum sempat mereka bergerak pergi dari hutan tersebut, tiba-tiba ruangan hewan buas yang mencium bau darah, bergegas mendatangi tempat itu, membuat Nan Yang berhamburan menyelamatkan diri.
***
Di tempat lain.
Qing Ruo menunggu di puncak gunung, duduk dengan tenang, sambil mengedarkan pandangannya dan menikmati suasana di tempat itu dengan santai.
" Semoga perjalanan ke depan semakin lancar, sehingga dapat segera pergi ke wilayah selatan," batinnya.
Tidak lama kemudian, kesadaran dewa merasa kehadiran Hu Shan dan rombongannya, yang bergerak mendekatinya.
Tidak lama berselang.
" Swhuss..swhus..." Hu Shan dan rombongannya tiba.
" Penguasa," ucap Hu Shan menyapa Qing Ruo dengan hormat, sambil menyerahkan lencana emas Klan Hua.
" Bagaimana pekerjaan kalian," sambil meraih lencana emas dan menyimpannya.
" Penguasa, ternyata mereka adalah para murid klan Shen Nan, dan kami sudah mengurus mereka dengan baik," ucap Hu Shan, melaporkan pekerjaannya pada Qing Ruo dengan rinci.
" Bagus, itu artinya kalian sudah memiliki identitas pertama kalian," ucap Qing Ruo.
" Maksud Penguasa?" tanya Jinse.
" Nama klan yang kita miliki adalah nama yang tidak asing, dan bisa menarik perhatian Luo Liang. Jadi gunakan nama klan Nan. Di kota Danau Emas, kalian bisa mempelajari identitas Klan Nan, dan mempelajari latar belakang klan itu, serta mempelajari aturan dasar di daratan ilahi." Qing Ruo menjelaskan.
" Baik penguasa, kami mengerti."
" Baik, mari kita pergi," ucap Qing Ruo, membawa rombongannya bergerak meninggalkan tempat itu.
👉👉👉
Teman-teman, Author sudah membuka paket dukungan di Kary*Kars. Bagi teman-teman yang berminat di persilahkan**. Terima kasih***.🙏🙏🙏