
Sambutan ramah yang penuh kehangatan dari Shenghuo Zhuanjia dan Shenghuo Congming membuat Qing Ling dan Qing Yong Jun merasa bahagia. Mereka yang sebelumnya ragu, kini merasa yakin bahwa kedua sosok muda dengan rambut yang telah memutih itu adalah sosok yang baik.
" Ruo er, jika Jun er adalah putra keduamu, lalu di mana putra pertamamu?" tanya Shenghuo Congming dengan heran.
" Guru, Zilong er saat ini masih berada di benua Teratai Biru," jawab Qing Ruo.
Shenghuo Congming menganggukan kepalanya, lalu menatap Qing Yong Jun dengan serius.
" Tubuh emas," ucapnya dengan penuh kebanggaan.
" Ruo er, Ling er, putri kalian..." ucap Shenghuo Zhuanjia pelan, menatap Qing Lian An yang tertidur pulas dengan mengerutkan keningnya.
" Guru, itu lah yang ingin aku tanyakan," ucap Qing Ruo dengan hormat.
" Ruo er, Ling er, hanya ada satu cara, yaitu membawanya ke bumi," ucap Shenghuo Zhuanjia dengan serius.
" Tapi itu adalah hal yang sulit," ucap Shenghuo Congming menimpali.
" Guru, mohon penjelasannya," ucap Qing Ling.
" Ling er, untuk bisa memasuki bumi kalian harus menjadi abadi, karena selain tempat itu sangat jauh, kekuatan segel yang melindungi juga tidak mengizinkan sembarang kekuataan bisa memasukinya," jawab Shenghuo Zhuanjia.
" Kakek guru, mengapa bisa demikian?" Tanya Qing Yong Jun dengan serius.
" Jun er, bumi adalah dunia tanpa kultivasi, yang sangat berbeda dengan dunia kecil terlarang seperti Benua Teratai Biru, Benua Teratai hitam dan Benua Teratai Merah. Dunia itu sangat lemah tetapi tempat yang menyenangkan. Awalnya bumi adalah tempat yang terbuka, dan dapat dimasuki oleh para dewa, namun perilaku buruk para dewa yang selalu membuat kekacauan, membuat kekuatan cahaya tiba-tiba menyegel tempat itu." Shenghuo Congming menjelaskan.
" Lalu mengapa harus membawa An er ke dunia tanpa kultivasi itu?"
" Jun er, kekuatan cahaya melarang para dewa memasuki dunia kecil itu karena sebuah alasan, namun kekuatan cahaya tidak melarang manusia itu memasuki daratan ilahi. dan Jun er tahu sendiri, jika tanpa kekuatan lalu bagaimana bisa manusia fana itu memasuki daratan ilahi? Itu karena di bumi ada sebuah kekuatan khusus yang dapat membantu seseorang untuk menjadi lebih kuat."
" Baik kakek guru, Jun er mengerti."
" Di banding dengan ayah dan ibumu, yang memiliki potensi untuk menjadi abadi adalah dirimu, jadi berlatihlah dengan benar," ucap Shenghuo Zhuanjia, sambil mengusap rambut Qing Yong Jun dengan lembut.
" Baik kakek guru, lalu apa perbedaan semi abadi dengan abadi? Bukankah kita sama-sama bisa hidup lebih lama?" tanya Qing Yong Jun dengan penasaran.
" Jun er, dari dari namanya saja sudah berbeda. Semi abadi dapat hidup hingga jutaan tahun, namun tingkat abadi dapat hidup selamanya. Semi abadi di tandai dengan lingkaran kekuatan yang di mulai saat menjadi pendekar tingkat dewa yang di tandai dengan satu lingkaran, dan seterusnya hingga semi abadi tingkat sembilan dengan jumlah lima belas lingkaran kekuatan. Saat menjadi abadi, lingkaran kekuatan itu akan berubah menjadi cahaya, maka disebut dengan lingkaran cahaya," ucap Shenghuo Zhuanjia menjelaskan, sambil menunjukkan dua lingkaran cahaya berwarna putih di belakang punggungnya, membuat Qing Yong Jun ternganga.
" Lalu bagaimana dengan kakek guru Congming?" Menatap sosok muda dengan rambut memutih itu dengan penasaran.
" Swhus...." Dua lingkaran cahaya berwarna putih terang dengan motif bintang, muncul di belakang punggungnya, membuat Qing Yong Jun hampir menjatuhkan rahangnya.
" Jun er, setiap lingkaran cahaya akan memiliki warna dan bentuk yang berbeda. Dalam pertempuran, lingkaran cahaya ini akan muncul, dan akan menjadi daya tanpa batas untuk melepaskan serangan," ucap Shenghuo Congming menjelaskan.
" Kakek guru, apakah yang abadi juga memiliki tingkatan?"
" Sepertinya demikian," jawab Shenghuo Congming, sambil menarik lingkaran cahaya dari tubuhnya.
Qing Ruo dan Qing Ling hanya bisa terdiam, menyimak percakapan Qing Yong Jun dengan kedua sosok itu dengan tenang.
" Sayangnya kami menemukan teknik menjadi abadi lima ratus ribu tahun setelah Shenghuo Dugong menghancurkan tempat ini," ucap Shenghuo Zhuanjia mendesah panjang.
" Teknik menjadi abadi?" tanya Qing Ruo dengan penasaran.
Shenghuo Congming dan Shenghuo Zhuanjia menganggukan kepalanya.
" Pedang cahaya,"ucap Shenghuo Congming.
" Ruo er, kamu telah mempelajari kitab segel Shenghuo, kami berdua mempelajari dasarnya dari kitab itu," ucap Shenghuo Zhuanjia menjelaskan.
" Baik guru," ucap Qing Ruo dengan hormat.
Sepanjang waktu mereka berbincang-bincang santai, hingga menjelang sore, Qing Ruo lalu mohon undur diri dari tempat itu.
" Guru, aku akan melanjutkan perjalanan. Jika aku ada waktu, aku akan mengunjungi guru," ucap Qing Ruo sambil bersujud di hadapan kedua sosok itu, di ikuti Qing Ling dan Qing Yong Jun.
" Ruo er, bangunlah. Aku akan merindukan kalian. Jun er, sering-seringlah kemari," ucap Shenghuo Zhuanjia sambil memberikan lencana giok hijau polos pada Qing Yong Jun.
" Kakek guru, ini?" tanya Qing Yong Jun dengan heran.
" Ini adalah lencana Klan Shenghuo mililku. Tanpa lencana ini kamu tidak akan bisa memasuki tempat ini," ucapnya menjelaskan.
" Terima kasih kakek guru." dengan hormat.
" Guru," ucap Qing Ruo dengan segan, sambil memberikan cincin penyimpan pada kedua sosok itu.
" Ruo er, Jun er, jika kalian memerlukan bantuan, kalian dapat memanggil kami berdua dengan lencaba giok tersebut," ucap Shenghuo Zhuanjia dengan hangat.
" Baik guru," ucap Qing Ruo dengan hormat, lalu membuka gerbang dimensi dunia jiwa.
" Guru, kami pergi dulu," ucap Qing Ling dengan hormat.
" Kakek Guru, aku pergi dulu," ucap Qing Yong Jun, lalu bersama Qing Ling yang membawa Qing Lian An memasuki dunia jiwa.
" Ruo er, tidak ada yang dapat kami berikan, karena kami yakin kamu pasti sudah memiliki semua yang kamu butuhkan," ucap Shenghuo Congming dengan hangat.
" Guru, dengan menjadi murid dan mempelajari kitab segel Shenghuo, itu adalah berkat langit yang tak terhingga dalam hidupku." sambil berlutut dengan hormat.
" Bangunlah, lanjutan perjalananmu," ucap Shenghuo Zhuanjia dengan perasaan haru.
" Baik guru..." Sambil menangkupkan tangannya dengan hormat, lalu meninggalkan ruangan itu.
Setelah Luo Feng, sosok Shenghuo Congming dan Shenghuo Zhuanjia adalah guru resminya, yang statusnya tidak sama seperti sosok Zheng Li yang merupakan guru sekte.
" Guru Zhuanjia, guru Congming, terima kasih," ucap Qing Ruo membatin pelan sambil melangkahkan kakinya dengan pelan.
Di dalam aula istana.
Shenghuo Zhuanjia dan Shenghuo Congming menatap kepergian Qing Ruo dengan perasaan haru.
" Saudara, perasaan ini seperti saat kita kehilangan anggota klan," ucap Shenghuo Zhuanjia dengan wajah murung.
" Aku juga merasa demikian. Ketulusan dan kemurnian hatinya meninggalkan kesan yang begitu dalam," ucap Shenghuo Congming sambil menerawang langit-langit istana.
" Saudara, aku harap murid kita itu juga bisa mengikuti jejak kita," ucap Shenghuo Congming dengan serius.
" Aku juga berharap demikian," ucap Shenghuo Zhuanjia dengan tenang, sambil menatap Qing Ruo yang terus melangkahkan kakinya dengan gontai.
" Saudara, aku begitu penasaran dengan pemberian Ruo er," ucap Shenghuo Congming sambil memeriksa cincin penyimpanan yang Qing Ruo berikan sebelumnya.
" Saudara, ternyata dia benar-benar kaya...." menatap ribuan buah-buahan abadi yang ada di dalam cincin penyimpanannya, lalu mengeluarkan beberapa botol kecil dari dalam cincin penyimpanan tersebut.
" Suadara, arak ini..." ucap Shenghuo Zhuanjia, sambil menghirup aroma arak yang seketika memenuhi ruangan saat tutup botol itu terbuka.
Dengan tidak sabar, Shenghuo Zhuanjia lalu menyesap minuman itu yang langsung membuatnya kegirangan.
" Ruo er, terima kasih...." lalu menikmati minuman dengan tenang.
Di sisinya, Shenghuo Congming yang sebelumnya sedang sibuk memeriksa isi cincin penyimpanan, lalu mencoba minuman tersebut.
" Suadara, ini benar-benar nikmat. Ruo er, Terima kasih," ucapnya memuji dengan tulus.
Di luar istana.
Qing Ruo terus melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu hingga tiba di tangga istana.
Tiba-tiba matanya yang tajam melihat tujuh pemuda sedang mempelajari sajak kuno yang muncul dari dalam cahaya.
" Ternyata mereka berhasil melewati rintangan, namun sayang tidak memiliki lencana giok Klan Shenghuo." Qing Ruo membatin, sambil berdiri di balik perisai cahaya yang membatasi pandangan mereka.
Qing Ruo terdiam sejenak, mencari cara untuk membantu, lalu berbicara pada para pemuda tersebut.
" Tanda suci adalah perwujudan dari kekuatan cahaya. Cahaya memiliki kekuatan untuk menghidupkan dan mematikan. Selain itu, kalian dapat mempelajari kekuatan cahaya damana kemuncul segel yang di ciptakan," ucap Qing Ruo mengejutkan para pemuda tersebut.
" Apakah saudara mendengar suara itu?" saling berpandangan.
" Benar, aku mendengar suara itu...." Saling berpandangan satu sama lain dengan wajah serius.
Tidak lama kemudian, mereka mendengar suara Qing Ruo kembali.
" Pergilah, gunung Ping Xie bukanlah tempat terbuka. Tidak bisa melewati cahaya tangga, itu berarti kalian tidak diterima," ucap Qing Ruo berbicara pada pikiran mereka sekali lagi, membuat para pemuda itu terbangun dari tempat duduknya.
" Saudara, penguasa gunung Ping Xie sudah berbicara, sebaiknya kita segera pergi."
" Baik...." ucap mereka bersamaan.
" Tetua, terima kasih," ucap para pemuda tersebut dengan hormat, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.