Sang Penguasa

Sang Penguasa
308. Di Dalam Aula Istana Gerbang Es Hitam.


Di dalam istana.


Qing Ruo beserta para tetua pelindung klan itu terus bergerak mendekati Trisula kegelapan yang berada di tengah ruangan.


Sambil bergerak mendekati Trisula tersebut, Qing Ruo juga mengedarkan kekuatan darah Yin Lao Weida dari tubuhnya, untuk menutup kekuatan darah emasnya.


Tidak lama kemudian, mereka akhirnya benar-benar mendekati Trisula tersebut.


" Saudara, sepertinya tidak ada reaksi aneh..." ucap Yin Baohu dengan heran, menatap Qing Ruo yang tampak sedang menyelidiki Trisula tersebut. 


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Ini benar-benar aneh," ucapnya dengan serius.


" Tetua agung, apa pendapat anda mengenai hal ini?" tanya Yin Zhanshi Zhe.


" Ini adalah fenomena baru, dan aku juga tidak  bisa menjelaskannya," ucap Qing Ruo sambil melepaskan kekuatan darah  Yin Lao Weida pada trisula tersebut.


" Swhuss..." Kekuatan darah tersebut langsung diserap oleh Trisula Kegelapan tanpa ada penolakan sedikitpun.


" Saudara," ucap Qing Ruo meminta Yin Yin Baohu dan yang lainnya mengirimkan kekuatan darah mereka pada trisula tersebut.


Satu persatu mereka mengirimkan kekuatan darahnya, namun tidak ada reaksi aneh dan penolakan  dari Trisula tersebut, yang menandakan bahwa mereka semua yang di dalam ruangan itu adalah pemilik darah klan Yin.


" Ini benar-benar aneh," ucap Zhanshi Zhe, membuat tempat itu menjadi hening.


" Begini saja, kita semua keluar terlebih dahulu,  lalu memasuki tempat ini satu persatu," ucap Qing Ruo.


" Baik, aku rasa itu adalah ide yang patut kita coba," ucap Yin Baohu, lalu membawa rombongannya meninggalkan ruangan itu.


Tidak lama kemudian mereka lalu berkumpul di halaman istana.


" Saudara, aku dulu," ucap Qing Ruo lalu memasuki Aula istana tersebut.


" Baik," ucap Yin Baohu.


Dengan perlahan,  Qing Ruo lalu melangkahkan kakinya memasuki aula istana tersebut sambil  mengedarkan kekuatan darah Yin Lao Weida dari tubuhnya, hingga dirinya benar-benar berada satu meter dari Trisula tersebut, lalu keluar kembali.


Di halaman istana, Yin Baohu dan rombongannya yang dapat melihat Qing Ruo hingga mendekati Trisula Kegelapan, menganggukan kepalanya.


" Tidak ada reaksi aneh, itu artinya tidak ada yang salah dengan tetua agung," ucap Yin Zhanshi Zhe.


" Benar," ucap Yin Baohu menanggapi.


Tidak lama kemudian Qing Ruo akhirnya menemui mereka.


" Baik, giliranku," ucap Yin Baohu.


Satu persatu mereka memasuki istana tersebut, namun Trisula kegelapan tidak menunjukkan reaksi penolakan seperti sebelumnya..


" Itu berarti tidak ada masalah dengan kita,"  ucap Yin Zhanshi Zhe.


" Benar," ucap Yin Baohu menanggapi.


" Tidak ada masalah dengan kita,  itu berarti trisula kegelapan memiliki masalah dengan orang lain, tapi dengan siapa? Apakah sebelumnya ada penyusup, tapi itu tidak mungkin..." ucap Qing Ruo  pelan.


Kata-kata yang dilontarkan oleh Qing Ruo membuat Yin Baohu dan rombongannya saling berpandangan. 


" Saudara benar, mengapa hal seperti ini tidak terpikirkan olehku sebelumnya, karena reaksi yang ditunjukkan oleh trisula Kegelapan sebelumnya adalah  penolakan pada kekuatan darah gelap lainnya," ucap Yin Baohu dengan serius.


" Apakah maksud saudara, penyusup tersebut mencoba memanfaatkan kesempatan pada  saat aku akan memasuki istana?" tanya Qing Ruo dengan wajah serius.


" Benar," jawab Yin Baohu.


" Ini aneh, karena aku benar-benar tidak merasakan ada kekuatan lain di tempat ini. Selain itu, di dalam  istana juga tidak ada pusaka lain yang dapat di ambil, selain Trisula kegelapan," ucap Qing Ruo dengan heran, membuat Yin Baohu dan rombongannya saling berpandangan.


" Saudara, penyusup  tersebut pasti mengincar Trisula Kegelapan,"  ucap Yin Baohu dengan serius, membuat Qing Ruo yang berpura-pura kebingungan tersebut tersenyum santai.


" Saudara, Trisula kegelapan adalah pusaka klan yang menyatu dengan tempat ini, kita pemilik darah Yin saja tidak mampu menariknya, apalagi penyusup tersebut," ucap Qing Ruo menanggapi.


" Saudara benar, walaupun demikian, kita tidak bisa meremehkan hal itu," ucap Yin Baohu dengan serius.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Jika demikian kita akan membagi tugas. Aku akan menjaga Trisula dari dalam istana, Zhanshi Zhe dan dua lainnya berjaga di depan pintu istana, sedangkan sisanya lakukan  pemeriksaan," ucap Qing Ruo dengan serius.


" Saudara benar, aku dan yang lainnya akan memeriksa kawasan ini," ucap Yin  Baohu dengan serius lalu membawa rombongannya meninggalkan tempat itu.


" Baik tetua Agung," ucapnya dengan hormat, sambil meminta dua prajurit lainnya menutup pintu istana tersebut dan menyegelnya.


****


Di dalam istana.


Qing Ruo hampir melompat kegirangan, karena tidak menyangka jika rencananya mengelabui para tetua pelindung klan itu  berjalan dengan lancar.


Setelah memastikan bahwa pintu gerbang istana itu telah tertutup dan tersegel, Qing Ruo lalu ikut menyegel ruangan itu dari dalam dan menyegel Trisula Kegelapan.


" Swhuss...." kubah emas dari cakram Emas mulai menyelimuti Trisula tersebut, menahan serangan es dan kekuatan gelap yang terus dipancarkannya.


Setelah kekuatan es dan kekuatan gelap itu tersegel, Qing Ruo lalu memeriksa seluruh bagian istana itu dengan seksama, sambil menyiapkan jalur pelariannya.


" Lorong rahasia," ucapnya sambil bergerak menuju dinding belakang kursi utama patriark, lalu membuka segel mantra formasi yang mengunci lorong rahasia di baliknya, dan mengubahnya dengan mantra formasi langit Ling.


Setelah memastikan aula istana itu benar-benar aman, Qing Ruo lalu mengeluarkan Yin Gan dan Yin Lao Weida dari dalam dunia jiwa.


" Swhus...." sosok Yin Gan dan Yin Lao Weida muncul di dalam ruangan itu menatap Qing Ruo yang sedang berdiri  di hadapan trisula Kegelapan dengan kebingungan.


" Penguasa, kita...." ucap Yin Gan menatap Qing Ruo dengan heran.


" Perubahan rencana, Yin Quan akan naik tingkat menjadi abadi," ucap Qing Ruo sambil melepaskan segel mantra formasi Trisula Kegelapan yang ada di hadapannya, membuat Yin Gan dan Yin Lao Weida begitu terkejut.


" Lalu penguasa, apa rencana kita selanjutnya?" tanya Yin Gan.


" Memulai kekacauan," ucap Qing Ruo.


" Ka-kamu..." ucap Yin Lao Weida menatap Qing Ruo dengan kemarahan menyala.


" Diam!" ucap Yin Gan sambil menamparnya dengan keras, membuat sosoknya terlempar hingga mengantam pilar istana.


" Penguasa," ucap Yin Gan dengan ragu, sambil menatap Qing Ruo yang terus melepaskan segel pada Trisula Kegelapan.


" Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Jika kita memulai kekacauan, apakah ini tidak berpengaruh pada persiapan kita?"


" Tentu saja ini akan berpengaruh pada semua rencana kita, setidaknya dengan adanya kekacauan ini, kita dapat melihat jumlah kekuataan masing-masing kubu, dan kita dapat memanfaatkan situasi ini dengan maksimal," ucap Qing Ruo sambil terus mempelajari cara memindahkan Trisula Kegelapan ke dalam dunia jiwa.


" Baik penguasa, lalu apa rencana kita selanjutnya?"


" Buat pertempuran pengalihan di dalam ruangan ini, tapi tunggu saat aku benar-benar dapat memindahkan Trisula Kegelapan ke dalam dunia jiwa ..." jawabnya dengan serius.


" Baik penguasa..." Sambil menatap Yin Gan yang tampak begitu ketakutan.


" Ka- kamu..." ucap Yin Lao Weida menatap Yin Gan yang bergerak padanya, sambil menatap  Qing Ruo yang sedang berusaha mengambil Trisula Kegelapan.


" Mari kita bermain-main," ucap Yin Gan sambil tersenyum santai.


" Ka-kamu ..." Sambil bergerak mundur, menatap Yin Gan dengan ketakutan.


Di hadapannya mereka.


Qing Ruo dengan tenang terus mencari cara untuk melepaskan trisula Kegelapan dari tempatnya.


" Ternyata Trisula ini benar-benar menyatu dengan istana ini," ucapnya sambil membuat segel tangan.


" Swhus..... swhus...." tujuh bilah pedang Xue Luo yang melepaskan petir abadi muncul l, mengitari Trisula Kegelapan yang tersegel tersebut dengan perlahan.


" Penguasa," ucap Yin Gan penasaran.


" Satu-satunya cara adalah mengangkat trisula ini dengan lantai-lantainya," ucap Qing Ruo sambil membuat segel tangan.


" Apakah penguasa akan menebas dan memotong lantai Istana ini?"


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Tapi Penguasa, ini akan menarik perhatian Pangeran Zuo dan pangeran Bei," ucapnya dengan serius.


" Tidak ada cara lain," ucap Qing Ruo menanggpi, sambil meminta Yin Gan bersiap-siap.


" Baik Penguasa...." lalu bergerak menyerang Yin Lao Weida.


🙏🙏 masih 1 bab, mungkin untuk beberapa hari kedepan. Terima kasih🙏🙏