
Aula istana itu menjadi hening, dengan tiga sosok yang saling terdiam.
" Guru, Apakah tidak ada keinginan lagi untuk membangunkan klan yang telah hancur?"
Shenghuo Zhuanjia dan Shenghuo Congming yang terdiam, menggelengkan kepalanya.
" Ruo er, Shen Guoshi Shenghuo telah tiada, Jika pun kami punya niat untuk membangun kekuatan, mungkin kami akan mencari tempat lain dengan nama yang berbeda."
" Lalu mengapa tidak guru lakukan?"
" Ruo er, masih ada hal penting yang sedang kami lakuan di tempat ini," ucap Shenghuo Congming dengan serius.
" Ruo er, kami berdua yakin tujuan kedatanganmu ke tempat ini, pasti ingin mempelajari tanda suci. Kebetulan sekali kamu datang," ucap Shenghuo Zhuanjia sambil berdiri.
" Benar guru. Tujuanku memang ingin mempelajari Segel tanda suci," ucap Qing Ruo dengan jujur.
" Baiklah, kami tahu kamu pasti sedang berburu-buru. Mari ikut kami," ucap Shenghuo Zhuanjia sambil berdiri dari kursinya.
" Baik guru..." Lalu berdiri mengikutiku kedua sosok transenden tersebut dengan hormat.
Shenghuo Zhuanjia dan Shenghuo Congming lalu membawa Qing Ruo memasuki kawasan dalam istana, lalu tiba di sebuah pintu gerbang lainnya. Dengan mengibaskan tangannya, pintu besar yang tersegel itu terbuka, lalu menampilkan kawasan istana lainnya yang sangat luas.
" Sangat indah, sangat megah." Qing Ruo membatin takjub, sambil membiarkan aura yang sangat luar biasa dari tempat itu memasuki tubuhnya.
" Ruo er, apa yang kamu pahami?" tanya Shenghuo Zhuanjia.
" Maksud guru?" tanya Qing Ruo dengan heran.
" Tempat ini..." sambil berjalan melewati halaman istana yang sangat luas tersebut.
Qing Ruo terdiam sesaat, lalu menghubungkan tampilan istana bagian luar dengan istana megah yang ada di dalamnya.
" Segala sesuatu yang tampak sederhana, bahkan benda yang sangat kecil sekalipun memiliki sebuah rahasia yang besar. Ada kekuatan yang dapat terlihat namun ada juga kekuatan yang tidak terlihat."
" Sedikit banyak kamu sudah memahami apa itu tanda suci," ucap Shenghuo Zhuanjia.
" Maksud guru?"
" Ruo er, apa yang kamu pahami mengenai keberadaan mutiara jiwa?"
" Benda kecil yang memiliki intisari kekuatan yang luar biasa," jawab Qing Ruo sambil berjalan tenang, mengikuti kedua sosok tersebut.
" Ruo er, segala sesuatu yang menampakan diri bahkan dalam bentuk terkecil sekalipun disebut dengan tanda suci, sebagai perwujudan dari sebuah kehidupan dan kekuatan yang ada. Namun dari semua tanda suci ini, tidak semuanya memiliki kekuatan yang berarti, ada yang hanya sebagai pelengkap saja," ucap Shenghuo Congming menjelaskan.
" Lalu guru, bagaimana dengan segel suci?"
" Ruo er, segel suci juga di sebut dengan tanda suci yang tidak tampak, ini adalah manifestasi dari kekuatan cahaya yang dapat menghidupkan dan mematikan, dan tanda suci inilah yang memerlukan pemahaman yang luar biasa, karena keberadaannya yang terlihat seperti ilusi tetapi nyata," jawab Shenghuo Zhuanjia.
Tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di depan pintu ruangan yang tersegel.
Shenghuo Zhuanjia lalu sekali lagi mengibaskan tangannya, membuka pintu ruangan itu dengan perlahan.
" Swhus....." ledakan aura yang sangat luar biasa dan begitu kacau menerpa wajah Qing Ruo.
" Guru, ini....?"
" Masuklah," ucap Shenghuo Zhuanjia dengan ramah, lalu membuat segel tangan.
" Swhus...." Cahaya hijau transparan muncul, lalu melindungi tubuh mereka. Tidak lama kemudian lantai ruangan itu terbuka.
" Kita akan menuju dasar gunung," ucap Shenghuo Congming.
" Swhus....." sosok mereka seperti terjatuh ke dalam jurang tak berdasar.
" Sangat kuat dan kacau." Qing Ruo membatin, merasakan ledakan aura yang semakin begitu ekstrem.
Tidak lama kemudian, Qing Ruo mulai melihat lima cahaya yang berbeda berbentuk lingkaran besar di dasar gunung tersebut.
" Swhuss..... swhus...." Mereka bertiga akhirnya tiba di dasar gunung tersebut. Dihadapan Qing Ruo tampak sebuah gulungan kitab yang berada di tengah lima lingkaran cahaya yang berbeda sedang menyerap kekuatan emas gunung Ping Xie dengan sangat ekstrem.
" Ruo er, ini adalah kitab segel tanda suci Shenghuo."
" Guru, ini sangat kacau," ucap Qing Ruo dengan heran.
" Benar, kitab ini sedang memulihkan dirnya," ucap Shenghuo Zhuanjia.
" Maksud guru?"
" Seperti senjata yang sangat mematikan," jawab Qing Ruo dengan serius, saat merasakan aura pembunuhan yang sangat intens.
Shenghuo Zhuanjia menganggukan kepalanya.
" Kitab ini sedang sekarat," ucapnya pelan.
" Maksud guru?"
" Sebelumnya kami dengan terpaksa menggunakannya untuk melawan saudara kami Shenghuo Dugong," ucap Shenghuo Congming menjelaskan, membuat Qing Ruo terperangah.
" Ki-kitab ini bahkan mampu membunuh sosok abadi?"
" Benar, kitab segel suci Shenghuo adalah perwujudan dari pedang cahaya. Pedang yang memiliki kehidupan yang dapat mematikan. Ruo er, kitab ini terdiri dari lima ratus halaman. Namun setiap Lima jam sekali, halaman utama dari seratus jalan dasar kitab ini akan terbuka. Jadi pelajari apa yang dapat kamu pelajari," ucap Shenghuo Zhuanjia.
" Baik guru, murid mengerti," ucap Qing Ruo dengan hormat.
" Ruo er, kami pergi dulu. Ingat, jangan melewati lingkaran cahaya lima elemen ini. Jika sudah selesai, temui kami," ucap Shenghuo Congming.
" Baik guru."
Setelah menjelaskan aturan dan larangan yang harus dilakukan di tempat itu. Shenghuo Zhuanjia dan Shenghuo Congming lalu meninggalkan pergi.
" Swhuss... swhus...." kedua sosok itu lenyap dari pandangan Qing Ruo.
Setelah Shenghuo Zhuanjia dan Shenghuo Congming pergi, Qing Ruo lalu duduk di tempat itu, mengamati kitab tersebut dengan tenang.
" Ternyata alasan guru Zhuanjia dan guru Congming masih belum bisa meninggalkan Gunung Ping Xie, karena mereka sedang memulihkan kitab yang rusak ini," ucap Qing Ruo membatin.
Sambil menunggu halaman kitab itu terbuka. Qing Ruo lalu mengabari Hu Yan Lan, sambil memeriksa lencana giok jiwa lainnya.
" Ini sama anehnya, lencana Giok jiwa ini tidak bisa bekerja dan di buka. Apakah guru telah menyegel tempat ini." Qing Ruo membatin, mengingat dirinya yang sebelumnya memang tidak bisa berhubungan dengan dunia luar, lalu menyimpan lencana giok jiwa ke dalam cincin penyimpananya.
****
Di tempat lain.
Shenghuo Zhuanjia dan Shenghuo Congming duduk di dalam istana dengan tenang, sambil berbincang-bincang santai.
" Setelah ribuan tahun akhirnya memiliki murid juga," ucap Shenghuo Zhuanjia, sambil menggelengkan kepala tersenyum santai.
" Mengenai potensi yang dimilikinya, apakah saudara punya rencana?" tanya Shenghuo Congming.
" Seseorang seperti Ruo er ini hanya perlu pengarahan saja. Terlebih lagi dengan kemampuannya dalam memahami sesuatu, itu benar-benar luar biasa," jawab Shenghuo Zhuanjia, sambil berbincang-bincang santai.
" Coba dari dulu kita menerima murid," ucap Shenghuo Zhuanjia mendesah panjang.
" Itu adalah masa lalu, tetapi sekarang kita sudah memiliki, walaupun hanya satu, tetapi murid ini benar-benar luar biasa. Apakah saudara merasakannya?" tanya Shenghuo Congming.
Shenghuo Zhuanjia menganggukan kepalanya.
" Sifatnya yang tulus dan sikap yang berkarakter membuat aku menyukainya," jawab dengan jujur, sambil terus berbincang-bincang santai.
***
Kawasan luar gunung Ping Xie.
Sepuluh sosok semi abadi tingkat tujuh, lima sosok di tingkat delapan dan tiga sosok berada di tingkat sembilan tahap dasar, muncul di tempat itu, lalu bergerak menghampiri Hu Yan Lan yang sedang beristirahat di bawah pohon raksasa yang tidak jauh dari tempat munculnya gerbang teleportasi hitam.
" Tetua, kami ingin beristirahat di tempat ini, apakah anda tidak keberatan?" tanya pemuda yang terlihat begitu aktif dari pemuda lainnya.
" Silakan, tuan-tuan," ucap Hu Yan Lan dengan tenang, namun tidak bergeming dari tempatnya duduknya.
" Tetua, maksud kami anda pergi dari tempat ini!" ucap pemuda tersebut dengan kesal, membuat Hu Yan Lan yang sebelumnya menampakan wajah ramah menjadi gusar.
" Ada banyak tempat di kawasan ini! yang dapat digunakan untuk beristirahat, lalu mengapa kalian harus mengganggu orang lain!" Dengan kemarahan memyala, membuat kawasan yang tenang itu menjadi tegang.
Dari jauh, beberapa pemuda yang dari awalnya bersama Hu Yan Lan di tempat itu segera menyingkir.
Melihat reaksi Hu Yan Lan, ketiga tetua yang merupakan semi abadi tingkat sembilan tahap dasar, menghampiri.
" Saudara, anak muda memang selalu begitu. Kami akan mencari tempat lain," ucap salah satu tetua tersebut sambil membawa rombongannya pergi.
Hu Yan Lan yang telah meledak itu bahkan tidak menoleh sedikitpun.