Sang Penguasa

Sang Penguasa
Pertarungan Pertama


Mendengar sebuah suara yang tidak asing, Patriak Yuzhin mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang menangkapnya dan bertanya.


"Yan'er?" ucap Patriak Yuzhin lemah.


"Telan lah pil ini Patriak!" ucap Xiao Yan mengeluarkan satu butir pil penyembuhan bintang 8 tingkat tinggi.


"Siapa kamu anak muda? Cepat menyingkir dari sini! Atau aku?" ucap pria paruh baya terpotong oleh Xiao Yan.


"Atau apa pak tua? Ingin menghajar ku juga? Aku ingin lihat sejauh mana kemampuan orang yang telah berani mengusik ketenangan sekte, Apalagi membuat Patriak terluka seperti ini." ucap Xiao Yan memotong ucapan pria paruh baya dengan tatapan tajam juga.


"Apa yang kamu katakan Yan'er? Dia bisa membunuhmu." ucap Patriak Yuzhin lembut dan juga lemah, meski lemah, namun Patriak Yuzhin tetap mengkhawatirkan Xiao Yan.


"Aku tidak akan kenapa napa Patriak." balas Xiao Yan tersenyum.


"Bajingan! Bocah sepertimu menantang ku? Hahaha.." ucap pria paruh baya tertawa lepas.


"Beristirahatlah Patriak! Aku yang akan mengurus orang tua tidak tahu diri itu!' ucap Xiao Yan tanpa menghiraukan pria paruh baya.


"Telan lah pil itu dan sembuhkan luka Patriak!" ucap lanjut Xiao Yan, lalu dia lepaskan Patriak Yuzhin dan mendekati pria paruh baya.


Untuk masalah kekuatan, Patriak Yuzhin mencapai ranah pendekar suci bintang 1, sementara pria paruh baya yang membuat onar di sekte pedang emas memiliki kultivasi pendekar suci bintang 2, yang mana kultivasi itu setara dengan kultivasi Xiao Yan, karena itulah pria paruh baya berhasil mengalahkan Patriak Yuzhin dengan mudah.


Untuk identitas, pria paruh baya adalah salah satu tetua yang diusir dari sekte pedang emas, selain menjadi salah satu tetua sekte, pria paruh baya juga merupakan sat satunya adik dari patriak Yuzhin, adapun alasan pria paruh baya diusir karena dia sering melakukan pelanggaran pelanggaran yang ditetapkan sekte, namun setelah meninggalkan sekte selama 50 tahun, pria paruh baya kembali ke sekte dan menantang Patriak Yuzhin dan para tetua sekte, jika dia berhasil mengalahkan mereka semua, pria paruh baya yang harus menjadi patriak sekte.


Tujuan dia menantang mereka adalah karena dia ingin menjadi Patriak dan menggantikan Patriak Yuzhin di sekte, namun nasib sial menimpanya, karena saat ini Xiao Yan kembali ke sekte disaat yang tepat.


"Keluarkan semua kemampuan mu pak tua! Agar aku puas menyiksa mu." ucap Xiao Yan menatap tajam, dia ingat dengan semua pesan Long Bai, jangan bersikap naif dan mengampuni siapa saja yang berani mencari masalah, karena hal itu akan menjadi bumerang dimasa depan.


"Hahaha.. Aku terkejut karena akan bertarung dengan seorang bocah, Tapi jika kamu ingin mati diusia muda, Baiklah aku kabulkan anak muda." ucap pria paruh baya percaya diri.


Whush..


Setelah berbicara, pria paruh baya melesat menyerang Xiao Yan, Xiao Yan yang melihat hal itupun bersiap menyambut serangan pria paruh baya, Xiao Yan menggunakan teknik pukulan api.


Buuuk Buuuk Buuuk..


Serangan Xiao Yan dan pria paruh baya beradu, pukulan dan tendangan keduanya terus beradu, namun pertarungan itu dapat dilihat dengan jelas siapa yang akan menang, karena saat ini Xiao Yan menyerang dengan teknik tingkat tinggi dan sulit untuk dibaca, sehingga membuat pria paruh baya tidak bisa berbuat banyak.


Pria paruh baya sangat kesulitan dan tidak dapat membaca arah serangan Xiao Yan, sehingga dia menerima beberapa pukulan Xiao Yan dengan telak, namun sebagai kultivator pendekar suci, tentu saja pria paruh masih bisa bertahan.


Tapi usaha dia tetap tidak berbuah manis, segala cara untuk menghindari serangan Xiao Yan, namun tetap saja pukulan dan tendangan Xiao Yan tetap menyusul dimana pun dia bergerak.


Tentu saja apa yang dilakukan Xiao Yan itu membuat semua murid dan tetua sangat terkejut, terutama adalah Patriak Yuzhin, Patriak Yuzhin lebih tidak percaya lagi dengan apa yang dilihatnya, bocah sampah yang selama ini dia tampung dan pelihara disekte, tiba tiba berubah menjadi kultivator kuat setelah menghilang lebih dari 3 tahun.


"Tetua Zing, Apa benar itu Yan'er?" tanya Patriak Yuzhin tidak percaya, saat ini tetua Zing yang menahan tubuh Patriak Yuzhin agar tidak roboh, karena sedari tadi Patriak Yuzhin tidak menelan pil dan menyembuhkan luka dalamnya, dia terlalu terkejut dengan apa yang dilakukan Xiao Yan saat ini.


"Benar Patriak, Dia Yan'er, Aku masih sangat mengenali wajahnya." jawab tetua Zing tersenyum.


"Tapi bagaimana bisa?" tanya Patriak Yuzhin tidak percaya.


"Aku juga tidak tahu Patriak, Tapi yang jelas, Saat kami tidak sadarkan diri dihutan larangan, Yan'er dibawa ke suatu tempat, karena itulah kami tidak berhasil menemukannya." jawab tetua Zing yang ingat dengan perjalanan mereka dihutan larangan.


"Tapi bagaimana bisa dia menjadi kuat hanya dalam waktu tiga tahun?" tanya Patriak Yuzhin lagi.


Boom..


Saat Patriak Yuzhin dan tetua Zing masih bertanya tanya darimana Xiao Yan mendapatkan kekuatan besar, sebuah ledakan kecil terdengar.


Whush..


Pria paruh baya terpental beberapa puluh meter kebelakang, namun Xiao Yan tidak melepasnya begitu saja, Xiao Yan melesat mengejar pria paruh baya untuk kembali melayang pukulan.


Namun Xiao Yan melesat melewati pria paruh baya dan memukulnya dari arah belakang, sementara pria paruh baya masih belum bisa menyeimbangkan tubuhnya, dia masih kehilangan keseimbangan tubuh.


Buuuk Buuuk Buuuk


Tiga pukulan kembali mendarat telak dipunggung pria paruh baya, lalu melemparnya kembali kedepan, sekali lagi semua murid, tetua dan Patriak Yuzhin tercengang dengan apa yang dilakukan Xiao Yan.


Whush..


"Hahaha.. Sudah cukup main mainnya anak muda!" pria paruh baya yang terpental kembali, tiba tiba aura kultivasi nya menembus pendekar suci bintang 3, yang artinya satu tahap diatas Xiao Yan.


"Oh.. Jadi kamu menyembunyikan kekuatan mu yang asli? Baguslah! Keluarkan semua kemampuan dan juga kekuatan mu pak tua! aku belum berkeringat." ucap Xiao Yan yang tidak terkejut, Xiao Yan tampak biasa biasa saja.


"Melihat tidak ada keterkejutan dari Xiao Yan, pria paruh baya yang tadinya tertawa, seketika diam dan mengerutkan kening, dia tidak percaya jika Xiao Yan tidak terkejut dan tampak biasa biasa saja, padahal pria paruh baya sudah berharap akan membuat Xiao Yan dan semua orang terkejut, namun harapannya sia sia.


"Aku cukup tercengang karena kamu tidak terkejut, Bocah." ucap pria paruh baya datar.


"Hanya itu kemampuan dan kekuatan mu?" Xiao Yan bertanya tanpa menghiraukan ucapan pria paruh baya.


"Hahaha.. Kamu sangat sombong Bocah! Tapi aku suka itu, Buktikan jika kamu tidak hanya omong kosong! Hiiiyyaaaa..." ucap pria paruh baya tertawa, lalu melesat menyerang Xiao Yan dengan kekuatan besar.


Disisi sebrang.


Xiao Yan yang melihat pria paruh baya menyerangnya dengan kekuatan besar, dia membuat bersikap siaga dengan menggunakan teknik cakar naga.


Buuuk Buuuk Buuuk..


Xiao Yan dan pria paruh baya mulai bertarung lagi, kali ini pertarungan mereka lebih kuat dari yang tadi, bahkan keduanya bertarung dengan terbang, sontak sekali lagi membuat semua orang terkejut, jika tadi Xiao Yan dapat menyudutkan pria paruh baya, sekarang Xiao Yan bisa terbang.


Pukulan dan tendangan Xiao Yan dan pria paruh baya terus beradu, namun teknik cakar naga yang Xiao Yan gunakan, membuat pria paruh baya semakin kesulitan untuk membaca gerakan serangan, seringkali Xiao Yan mencengkeram lengannya dan meremas, namun pria paruh baya selalu berhasil melepaskan cengkraman tangan Xiao Yan.


Pria paruh baya juga membalas menyerang, namun semua serangannya dapat dimentahkan Xiao Yan dengan mudah, Xiao Yan dapat membaca setiap serangan yang dilepaskan pria paruh baya, sehingga dia terlihat biasa biasanya.


Justru pria paruh baya yang sangat kesulitan untuk membaca arah serangan Xiao Yan, berulang kali serangan Xiao Yan mendarat.


Kraasssss...


Cakar naga berhasil mendarat di dada pria paruh baya dan meninggalkan jejak lima jari di dada pria paruh baya, lalu Xiao Yan mencengkram pergelangan tangan pria paruh baya dan membantingnya kebawah.


Saat tubuh pria paruh baya melesat kebawah dengan kecepatan tinggi, Xiao Yan melesat menyusul dan melepaskan beberapa kali tendangan hingga tubuh pria paruh baya mendarat diatas tanah, Xiao Yan sendiri tidak turun dari tubuh pria paruh baya dan tetap berdiri diatasnya.


"Apa hanya ini kemampuan dan kekuatanmu? Lemah." ucap Xiao Yan mengacungkan jempolnya kebawah.