
Max terdiam, kali ini kefrustasian terlihat jelas dari sang penyelamat dunia itu.
Kenapa begitu?
Apa beliau tak puas dengan hasil adu kekuatan mereka ini?
Kalau gitu kenapa tak nyerang lagi saja?
Pemuda ini masih ready sekarang.
Namun masih belum ada pergerakan dari sang orang tua ini.
Tak bisa dipungkiri orang tua itu mengerahkan segenap kekuatannya yang berharga, dan kekuatannya tak unlimited juga.
“Tolong matilah.” Terdengarlah nada memohon yang sangat dari pria tua ini.
‘Lho.’ Max terdiam, ia tak ingat buka request.
Untuk pertama kali setelah sekian lama sang makhluk penjaga dunia ini begitu frutasi dengan pertarungan.
Memang belum sampai titik darah penghabisan, namun orang tua ini tak melihat adanya kemenangan yang bisa di-klaimnya.
Prediksinya yang tajam sudah bisa melihat semuanya.
Jadilah ia memintakan hal ini.
Ini tak disangka sih, Max pikir sang penjaga dunia ini akan terus menghajarnya demi membuat tujuannya tercapai.
Namun ternyata tak seperti yang dipikirkannya.
“Demi dunia ini?” Max memastikan dugaannya.
Orang tua itu mengangguk penuh kepastian.
Max terdiam, rasanya akan lebih baik kalau permintaan pamungkas diajukan di saat terakhir, misalnya pas lagi sekarat.
Rasanaya agak aneh ngedengerin sekerang.
Namun seperti yang sudah dikatakan, sang pria tua ini memang sudah tahu ia tak punya kesempatan untuk menang, jadi kenapa buang-buang tenaga lagi?
Orang tua ini tak mengikuti cerita klasik dimana harus sampai titik darah penghabisan dulu.
Ia tak peduli lagi dengan harga dirinya selama ini berhubungan dengan keberlangsungan dunia.
Benar, ini masalah serius yang harus segera diselesaikan.
Max terdiam, bukannya tak mau mengerti dan melindungi dunia.
Tapi jalan mereka memang berbeda.
Masa datang ke dunia fantasi dan mati konyol sih?
Ya melindungi dunia sih melindungi ya.
“Aku lebih baik mati ditangan musuhku.”
Tak butuh lama untuk Max menyusun kesimpulannya.
“….” Orang tua ini terdiam dengan raut wajah tak percaya.
Sebegitu inginnya ia ingin pemuda ini mati.
“Jadi tuan-tuan pelindung yang akan mengusir sang penguasa gelap?” Max mengungkapkan rasa penasarannya juga.
“!” Sang orang tua ini terdiam, jadi pemuda ini belum sadar?
Orang tua ini langsung menjelaskannya.
“Apa?” Max tak menyangka dengan apa yang barusan didengarnya.
‘Aku penyebabnya?’
Ini sesuai dengan dugaannya, namun setelah mendengar dengan rinci akhirnya semuanya jadi jelas.
Sang pelindung dunia ini menginginkan kematiannya agar sang penguasa gelap pergi dari dunia ini.
Alasan sang penguasa gelap ada di sini tentulah karena keberadaannya.
Dengan kematiannya tentu membuat sang penguasa gelap tak punya alasan lagi untuk ada di sini.
Lumayan mindblowing sih ini.
Max pikir para pelindung dunia ini tak butuh dirinya dan memutuskan untuk menanganinya sendiri, namun ternyata tidak begitu ya.
Begitulah kenyataan yang sebenarnya.
Sudah sangat lama para pelindung dunia ini bertugas, tentu mereka suatu saat akan pensiun.
Namun mereka tak bisa membiarkan kekuatan dan makhluk jahat yang masih bertebaran di dunia ini.
“Tuan nggak pede?” Terdengarlah suara ketidakpercayaan dari pemuda ini.
“Hanya itulah satu-satunya cara.” Orang tua ini serius.
Namun tak bisa dipungkiri tujuannya memang tak sepenuhnya salah juga.
Max ngerti dengan keinginan sang pelindung dunia ini.
Dan setelah semuanya jadi terang, kini satu pertanyaan besar muncul di benaknya.
Seberapa kuat sang penguasa gelap sampai-sampai para pelindung dunia pun tak berani?
Dugaan dan asumsi pun muncul, namun pada akhirnya itu hanyalah spekulasi saja.
Tak bisa dipungkiri para pelindung dunia ini bisa jadi tahu pasti bagaimana kekuatan penguasa gelap itu.
Karena tak mungkin mereka asal takut saja kan?
Tuan satu ini benar-benar yakin dengan kematian sang penguasa terhebat bisa mengusir keberadaan makhluk gelap dari dunia ini.
Max terdiam, ia ingin percaya, namun pada akhirnya sulit juga.
Tak ada jaminan pinpinan makhluk jahat itu pergi.
Yah meski itu belum bisa dipastikan sebelum ia mati sih.
Namun entah kenapa Max punya firasat kuat soal ini.
Bukan sembarang firasat juga.
Kecuali kalau sang penguasa gelap itu sudah mendeklarasikan hal ini, barulah bisa meyakinkan.
Meski bisa juga dia melanggar pernyataannya sih.
Yah intinya semua hal bisa terjadi.
Apa tuan pelindung ini sudah memikirkan semua ini?
Sang orang tua ini terdiam, barusan ia mendengar argumen yang cukup masuk akal juga.
Max tak meragukan para pelindung bumi.
Hanya saja pasti ada dasar kuat kenapa mereka percaya kematiannya bisa mengubah situasi.
“….”
Akhirnya momen hening tak terhindarkan juga terjadi.
Semua itu agar membuat semuanya jadi jelas.
Yah, Max tak berharap sang pelindung dunia ini setuju juga sih.
KRAK!
Akhirnya zirah putih berenergi besar sang orang tua ini pun hancur juga.
Dan ia masih kesulitan mengumpulkan kekuatan juga.
“Jadi aku … salah?” Orang tua itu terlihat sadar.
“….” Max terdiam, ini bukan salah atau benar.
Semua ini hanya hanya beda sudut pandang saja.
Tunggu dulu, bukanlah makhluk pelindung dunia ini ada empat?
Kenapa cuman satu saja yang mengincarnya di sini?
RING!
Tiba-tiba cahaya terang muncul di langit ini.
“….” Max menatap seksama, ada suatu energi baru yang terpancar bersamaan dengan cahaya itu.
Dan perlahan cahaya itu pun mulai menghilang.
“Hm.” Terlihatlah sosok wanita tua yang tiba-tiba muncul disamping pria tua itu.
“Apa yang kau lakukan di sini?” Wanita tua itu terlihat heran.
‘KOK.’ Max terdiam.
Ia tak tahu siapa nenek yang tiba-tiba datang ini, namun dari gelagatnya sepertinya ada hubungan dekat dengan kakek yang selama ini dilawannya.
Tunggu, jangan bilang….
“!” Sang wanita tua itu terlihat terkejut melihatnya.
“Tuan penguasa….” Sang nenek itu memandangnya dengan teliti dan bahkan terlihat tak percaya melihatnya.
“Selamat siang nyonya.” Max berusaha menyapa sesopan mungkin.
Kekuatan suci terpancar juga pada sang nenek ini.
Yang itu berarti satu hal….
Beliau juga salah satu pelindung dunia ini.
Akhirnya muncul juga.
Tapi kok telat begini ya?
Dan lagi kenapa sang nyonya itu baru tahu keberadaan rekannya di sini?
Adalah masuk akal kalau empat makhluk penjuru, alias para pelindung dunia itu mengepungnya dan menyerangnya bersamaan.
Tapi nggak begitu sih.
“Kau gegabah lagi ya!?” Terdengarlah nada tegas dari wanita tua ini.
Bukannya membantunya memerangi targetnya, malah dimarahin.
Sang pria tua ini hanya terdiam agak tertunduk.
“Maaf atas kelancangan rekan saya.” Wanita tua itu dengan rendah hati menundukkan kepalanya.
‘LANCANG?’
Jadi ia tak diincar semua pelindung dunia ini?
Sang pria tua itu tetap diam dan tertunduk, entah kenapa kepercayaan dirinya tak terlihat lagi.
“Kita masih punya banyak pekerjaan,” ujar sang wanita tua ini.
Ia tak menyangka rekannya malah ada di sini dan mengacau, kenapa dia sebenarnya?
Namun lagi-lagi pria tua itu masih diam tak bergeming.
“….” JTak disangka semua ini hanya satu keinginan sang pelindung dunia saja.
Max masih diam memerhatikan apa yang akan terjadi.
Sang pria tua itu sepertinya sudah tersadarkan dan kini semuanya sudah berakhir.
Namun beliau masih terlihat diam saja.
‘KOK PADA DIEM.’ Kini sang wanita tua yang datang itu juga malah jadi diam juga!
Shh….
Entah kenapa atmosfer suasana tiba-tiba berubah.
Perlahan namun pasti aura ketidakberesan terasa kuat di sini.
Perlahan sang pria tua itu mengangkat kepalanya dan menatapnya sembari tersenyum kecil.
Sorot matanya tiba-tiba berubah merah, dan begitu pula dengan sang wanita tua disebelahnya.
‘OI.’ Max tak senang dengan apa yang dilihatnya.
Mereka berdua bersamaan menguatkan tenaganya, bersiap untuk bertarung.
*
Di sisi lain.
“BENARKAH!?” Gadis pirang ini malah keasyikan mengobrol dengan sang lawannya sendiri.
“Begitulah.” Sudah banyak topik yang mereka bicarakan.
Love tak menyangka perempuan gelap ini adalah pribadi yang suka ngobrol juga.
Alhasil waktu pun rasanya berlalu dengan cepat.
BOOOMMM!!!
SSSHH!!
“!” Tiba-tiba ada ledakan yang terjadi!
Ledakan besar yang bahkan membuat hempasan hempasan angin kencang!
Debu tanah pun langsung menyelimuti tempat kedua perempuan ini berada!
“ADA APA INI!?” Love berusaha bertahan bertahan dari hempasan kuat yang tiba-tiba datang ini.
‘Sudah dimulai ya.’ Sementara itu perempuan gelap ini sudah tahu apa yang terjadi di sini.
HUSSSSH!
Tak butuh waktu lama, hempasan kuat lain muncul dan menyapu debu tanah yang menghalangi pandangan ini.